Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
doa Raina


__ADS_3

setelah mendengar itu, Rino terkejut karena dia tak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi jika mendengar dari ucapan ibunya itu adalah kejahatan yang sangat besar.


"jadi mulai sekarang, Rena akan hidup mandiri tanpa bantuan dari siapapun, termasuk dirimu pa, karena dia sudah dewasa dan bisa mengatur hidupnya," kata Bu Rahayu.


"itu lebih baik, maaf Rena ini pilihan kami karena kamu tak pernah belajar dari kesalahan mu yang lalu-lalu," kata pak Sunjoyo.


"apa, papa kamu juga membuang ku karena wanita ini dsn putrinya,pa tolong ingatlah aku ini putrimu," kata Rena memohon.


"tapi aku putri sahnya,dan lahir di pernikahan yang di setujui oleh keluarga dan papa, sedang kamu cuma anak yang entah dari mana, dan selalu merebut apa yang seharusnya jadi milikku," kata Raina yang sudah tak tahan lagi.


"baiklah kalau begitu, aku akan pergi dari rumah tapi jika terjadi apa-apa dengan perusahaan jangan mencariku, meski aku adalah salah satu petinggi di perusahaan," kata Rena dengan sombong.


"oh ya aku bawa sesuatu, maaf ya nona Rena, anda di pecat dari perusahaan ini atas perintah dari pemegang saham terbesar yaitu tuan nyonya Raj Malhotra," kata Raina memberikan surat pemecatan itu.


Rena pun kaget, dia tak mengira jika dia benar-benar di tendang dari keluar Sunjoyo.


tapi setidaknya dia punya pengalaman bekerja selama ini, jadi dia akan mudah mencari pekerjaan.


Rena pun pergi dengan sangat bangga karena dia masih punya apartemen dan juga kartu miliknya.


tapi sayangnya dia lupa, jika semua kartu miliknya di kontrol oleh Bu Rahayu, jadi semua kartunya di blokir dan hanya mengirimkan dua milyar sebagai uang pemecatan.


bagaimana pun pekerjaan Rena di perusahaan juga cukup bagus, jadi uang pesangon sebanyak itu sudah cukup untuk wanita itu.


Rena benar-benar langsung pergi menuju keluar bandara, sedang Raina tiba-tiba lemes.


beruntung Rino bisa menangkap tubuh kakaknya hingga tak terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"mbak kenapa?" tanya Rino.


"entahlah tiba-tiba tubuh ku sangat lemah," kata Raina.


"jangan bilang mbak hamil?"


"kamu gila ya, sudah ayo pulang, mama aku ingin manja dengan mu," kata Raina yang langsung memeluk tubuh ibu Rahayu.


sedang Rino dan pak Sunjoyo hanya melihat keduanya dan kemudian pergi.


karena dari tadi mereka terus membuat kegaduhan di bandara, "selamat ulang tahun sayang," bisik Bu Rahayu


"terima kasih ya ma, tapi.yolong jangan katakan hal itu lagi," jawab Raina yang benar-benar tak ingin mendengar ucapan selamat ulang tahun.


Rino mendapatkan pesan dari keluarga kakak iparnya untuk membawa semua orang ke mansion.


"loh Rino kenapa kita ke rumah kakak? kita akan mengantar mama dan papa pulang," kata Raina yang memang belum tau apa yang terjadi.


"sudahlah, kakak ipar sedang ingin meminta ku kesini sebentar, lagi pula ikut saja kenapa kamu begitu cerewet," kata Rino.


mereka semua di ajak turun, tapi Raina heran karena penjagaan di rumah tak seketat biasanya.


mereka berempat masuk dan terlihat semua orang sedang menunggu dengan mengenakan baju berwarna putih.


"ada apa ini?" tanya Raina yang bingung.


"kita akan melakukan puja untuk mendoakan nenek dan kakek mu sayang, gantilah baju dulu, kalian juga, paman Raju tolong..." kata Raj.

__ADS_1


Naina pun ganti baju dengan sarre berwarna putih dan kini dia duduk bersama dengan Raj.


dan Bu Rahayu serta pak Sunjoyo mengikuti setiap acaranya, seorang pendeta memimpin acara itu.


setelah acara doa selesai, Raina langsung memeluk tubuh suaminya itu, "terima kasih suamiku, aku tak menyangka kamu menyiapkan semua ini,"


"sudah ku bilang panggil namaku saja sayang, ingat kejadian nenek mu bukan kesalahan mu, jadi jangan menyalahkan dirimu, kita bisa mendoakan nenek dulu, dan setelah itu," kata Raj mundur dan meninggalkan istrinya setelah mengoleskan pewarna merah di belahan rambut Raina.


"selamat hari holi," kata Raman dan Rohan yang langsung melemparkan warna pada Raina


"tapi ini belum waktu holi," kata Raina yang memang sudah menandai di setiap tanggal setiap perayaan.


"tapi ini ini perayaan untuk kakak ipar ku," kata Kinjal yang seharusnya.


siang itu mereka semua bermain warna, sedang dari dalam Raj di bantu para pelayan mengeluarkan kue dan nadi kuning berbentuk tumpeng dengan ukuran cukup besar.


"tiup lilin dulu sayang ku, setelah itu potong tumpengnya," kata Raj.


Raina malah memberikan ciuman bibir pada suaminya itu, bahkan itu di lakukan di depan semua orang.


"dasar tak tau malu,"


"biarkan saja, aku mencium bibir Suamiku," jawab Raina yang kemudian mematikan lilin dengan gerakan tangannya.


kemudian Raj memotong tumpeng dengan Raina dan setelah itu menyuapinya.


"apa doa mu sayang,"

__ADS_1


"hanya ingin bersama ku sampai nafas ku berhenti," jawab Raina.


__ADS_2