
hari yang di tunggu tiba, hari ini adalah tujuh bulanan dari bayi Salwa dan Rohan.
semua warga datang untuk menghadiri pesta tersebut, bahkan pesta meski di adakan di kota kecil tapi sangat meriah.
semua orang berpesta, hingga tanpa terduga, Tania dan Raina menari di acara tersebut.
Pucak dari acara itu adalah doa yang di pimpin pendeta, Oma yang memberikan salam pada calon anak Rohan.
"aku memberikan salam pada pemberi waris keluarga ku," kata Oma Lela.
Raina dan Raj ikut senang melihatnya, karena itu berarti Rohan di akui sebagai keluarga Malhotra.
tak hanya itu mereka juga sangat menantikan bayi perempuan itu karena dia akan jadi satu-satunya anak perempuan nantinya.
meski di India memberi tahu jenis kelamin itu di larang, tapi beberapa orang tak menyia-nyiakan semua demi uang.
itulah kenapa Raj, Rohan bisa tau jenis kelamin bayi mereka, ya itu memang sangat pantas di nantikan.
acara berlangsung hingga sore hari, setelah selesai mereka semua duduk santai di rumah nyaman itu.
bagaimana tidak meski tak bertingkat tapi rumah milik Rohan ini sangat luas dan memiliki banyak kamar.
"jadi apa rumah sakit di sini dekat, Oma khawatir jika nanti sewaktu-waktu Salwa ingin melahirkan, jika rumah sakitnya jauh,"
"cukup dekat Oma, hanya sekitar satu sampai dua kilo meter, tapi itu cepat di tempuh dengan mobil," jawab Rohan.
"baiklah, dan kamu nona muda berhenti bergerak sembarangan, kamu ini sedang hamil tapi tak bisa diam, dan aku dengar juga dari ibu-ibu di sekitar sini, bahkan kamu pernah menyetrum para preman hingga pingsan begitu saja, ya Dewa... kenapa kamu begitu ceroboh itu membuat ona takut," kata Oma Lela yang tak bisa berkata-kata lagi.
"itu karena mereka ingin menangkap ku dan mengunakan aku sebagai sandera untuk melukai suami ku Oma," jawab Salwa tersenyum.
"tapi untungnya Dewa masih melindungi kalian semua," kata Raina.
tak ada yang bertanya atau membahas Kinjal karena topik itu sangat di larang.
karena mereka tak ingin ada kejadian lagi seperti yang sudah-sudah.
"semuanya sudah siap?" tanya Raina pada seseorang.
"apa yang siap sayang?" tanya Raj.
"kita keluar, karena aku punya sedikit kejutan untuk semua orang," kata wanita itu.
akhirnya mereka keluar dan melihat ada tulisan besar ucapan selamat ulang tahun ke delapan puluh sembilan untuk oma Lela.
ternyata itu kejutan yang menyenangkan, ona pun sangat bahagia, dan semua cucunya memberikan kado.
__ADS_1
"selamat ulang tahun Oma, maaf jika kami selama ini sangat merepotkan Oma," kata Raj.
"tak masalah, Oma terbiasa,"
"selamat ulang tahun ona, maaf jika kami juga membuat Oma sedih, sebenarnya kami tak ingin jauh dari Oma, tapi perusahaan di sini cukup butuh penangganan yang serius," kata Rohan
"Oma tau, kamu itu gila kerja," jawab oma lela
akhirnya acara tiup lilin di lakukan dan potong kue, mereka benar-benar larut dalam kegembiraan.
sedang di Singapura, Kinjal menghadapi masalah besar, keputusannya menyembunyikan jika suaminya mengalami gangguan kesuburan.
kini malah berbuntut panjang, ibu mertuanya dengan kejam sekarang mengajak seorang wanita datang ke rumah.
"apa ini ma, kenapa mama melakukan ini pada ku, dan apa kak Rahul setuju?" tanya Kinjal yang sudah sangat sedih.
"kenapa harus menunggu keputusan Rahul, dia pasti akan menuruti keinginan mama, lagi pula keluarga Rathore harus punya pewaris, saat kamu tak bisa memilikinya, tak salah jika mama mencarinya dari orang lain," kata nyonya besar Rathore.
"ya Tuhan ma, kenapa mama begitu jahat ma, jika itu memang keinginan mama, minta kak Rahul menceraikan ku baru dia bisa menikahi wanita mana pun," kata Kinjal yang sudah tak bisa berpikir jernih lagi
"tidak akan!! aku akan tetap bersama Kinjal mau punya anak atau tidak, dan mama berhenti mencari calon istri untuk ku," marah Rahul
"tapi Rahul keluarga kita butuh seorang pewaris," kata nyonya besar Rathore
"keluarga kita, atau mama yang butuh pewaris untuk keluarga ini, cukup ma... sekali lagi mama mengatakan hal ini aku dan Kinjal akan memilih tinggal sendiri, ayo sayang," kata Rahul mengenggam erat tangan Kinjal.
"kak..." kata Kinjal memeluk tubuh Rahul.
"kamu melakukannya agar orang tua ku tak sedih bukan, tapi sekarang aku yang sedih karena mereka mengatakan omong kosong, aku sudah tau semuanya Kinjal, aku yang tidak normal, jadi itu bukan salah mu," kata Rahul
"tidak kak, itu bukan salah mu, kita harus tetap berusaha, kakak sudah menghubungi temannya seorang dokter terkenal di jerman, dia sudah memberikan kita jadwalnya, dan seminggu lagi kita harus berangkat karena dokter itu hanya punya waktu hari itu," kata Kinjal.
"kita akan melakukan pemeriksaan, terus?"
"kita akan coba pembuahan di luar dan setelah berhasil, sel telur itu akan di taruh di rahim ku, jadi bagaimana pun caranya itu tetap akan jadi anak kita," kata Kinjal yang di angguki oleh Rahul.
"terima kasih sayang, kamu bahkan sampai harus seperti ini," kata pria itu.
"kita harus saling mendukung, dan sekarang kita urus semua dokumennya, dan kita harus diet sehan sebelum berangkat," kata Kinjal.
Rahul pun tersenyum, dan mereka pun menyiapkan segalanya, sedang nyonya besar Rathore sedang menyiapkan jebakan untuk putranya agar mau tidur dengan gadis yang dia bawa.
gadis itu merasa senang karena dia bisa memanfaatkan kesempatan kali ini, jadi kandungannya yang enam Minggu ini bisa di akui sebagai anak dari keluarga kaya raya
karena dia memang berpenampilan sangat baik, tapi nyatanya dia itu cuma seorang wanita yang suka keluyuran di tempat malam.
__ADS_1
beruntung aksi sati nyonya besar Rathore itu itu di ketahui oleh seseorang, dan dia langsung lari untuk melaporkan apa yang dia lihat.
Rahul dan Kinjal yang ada di dalam kamar kaget saat seseorang mengetuk pintu.
"iya sebentar," jawab Rahul
saat pintu kamar terbuka, wanita itu lari masuk kedalam kamar dan itu mengejutkan Rahul dan Kinjal.
"ada apa Nok? kenapa bibik ketakutannya begitu?" tanya Kinjal.
"gawat tuan, nyonya besar sekarang sedang membuat makan malam dan saya tadi melihat nyonya besar menambahkan sesuatu ke makanan itu, saya takut itu bila melukai anda berdua," kata pelayan itu.
"baiklah kami mengerti, kalau begitu saya akan memilih untuk pergi dan menikmati waktu bersama dengan istriku,"katanya.
"baik tuan, kalau begitu bibik pergi dulu," pamit wanita itu yang langsung meninggalkan kamar itu.
mereka berdua pun buru-buru pergi dari rumah karena tak ingin makan malam bahaya itu.
nyonya besar Rathore pun mengetuk pintu kamar keduanya, Rahul dengan santai keluar dengan mengenggam tangan Kinjal.
"kalian mau kemana kenapa begitu berpakaian rapih?"
"kamu ingin pergi jalan-jalan, apa ada masalah mama, lagi pula di rumah ini aku tak suka ada tamu tak di undang dengan gaya sok jadi pemilik rumah seperti dia," kata Rahul yang mengajak Kinjal pergi.
"apa yang kamu katakan, mama sudah memasak banyak untuk kita makan malam, papa mu juga tak ada di rumah, kenapa kamu ingin meninggalkan aku," kata nyonya besar Rathore.
"aku tidak meninggalkan Nana sendiri, gadis yang mana sukai ada di sini, jadi itu pilihan mama," jawab Rahul yang benar-benar tak bisa di bujuk lagi.
akhirnya Rahul dan Kinjal meninggalkan rumah,dan nyonya besar Rathore pun merasa marah.
dia sudah menyiapkan semua dengan matang, malah tak terjadi apapun.
Rahul masih tak menyangka jika ibunya bisa melakukan hal seperti ini padanya.
"kak, apa kita tak keterlaluan pada mama?" tanya Kinjal.
"tidak usah bingung mama selalu melakukan apapun seenaknya, jika dulu kamu bukan putri keluarga Malhotra, aku yakin mama pasti akan melarang ku menikahimu," kata Rahul yang mengejutkan istrinya itu.
bagiamana tidak, ternyata sosok baik yang di tunjukkan selama ini hanya kamuflase.
ternyata kebenarannya adalah ibu dari Rahul ini melihat semuanya sesuai keinginannya, dan jika ada yang tak sesuai harapan, maka dia bisa membuangnya begitu aja.
beruntung Kinjal memiliki suami seperti Rahul yang tetap mendukungnya meski wanita itu sudah sangat membuatnya kecewa.
tapi mau bagaimana pun, nyonya besar Rathore itu tetap ibu mertuanya yang tak mungkin dia lukai.
__ADS_1
mobil mereka sampai di sebuah hotel bintang lima, dan ternyata Rahul sudah memesan restoran terlebih dahulu.
dan mereka pun melakukan makan malam romantis, sambil menikmati suasana kota yang sangat indah di malam hari.