Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
berita bahagia


__ADS_3

Raina merasa jika dirinya makin hari merasa tubuhnya makin lemah, dia juga tak nafsu makan akhir-akhir ini.


"kamu kenapa sayang?"


"entahlah aku merasa tak semangat karena tubuh ku lemah sekali, boleh aku libur dari kantor hati ini, aku takut malah merepotkan hari ini," kata Naina memohon.


"baiklah, apa perlu aku panggil dokter?"


"tidak usah mungkin sebentar lagi aku akan baik-baik saja," jawab Raina.


mendengar itu Raj akan berangkat ke kantor dan tak lupa dia mengecup kening dari Raina untuk mengucapkan perpisahan.


Raj pun pergi sedang Raina memilih merebahkan tubuhnya di sofa panjang di ruang tamu.


bibi Anu datang membawa air madu pesanan dari Raina, "nona ini air madunya, apa ada lagi?" tanya wanita itu.


"apa bibi bisa menyetir, aku ingin ke rumah sakit tapi tubuh ku lemas," kata Raina.


"paman Raju bisa, maaf tapi bibi tidak, perlu aku panggilkan?" tawar bibi Anu.


"tidak usah, biar aku menelpon adikku saja, bibi bisa kembali bekerja, terima kasih," jawab Raina yang mengambil ponselnya.


beruntung Rino tidak ada kelas pagi, jadi dia melihat telpon dari kakaknya pun bisa langsung menjawab.


"selamat pagi nyonya, ada yang bisa dibantu,"


"ke rumah Rino, aku sedang tak enak badan, antar aku ke rumah sakit ya," mohon Raina.


"oke kak, aku akan kesana," jawab Rino yang langsung bergegas pergi.


pemuda itu pun segera pergi ke rumah Raina, dan beruntung karena penjaga langsung membuka gerbang untuknya.


Raina sudah menunggu di teras rumah dan langsung baik ke mobil Rino, "kerumah sakit terdekat saja dek,"


"siap mbak," jawab Rino.


mobil mewah itu segera melesat menuju ke sebuah rumah sakit terdekat, dan beruntungnya di rumah sakit itu tak mengantri terlalu lama.


Rino pun memapak Raina yang memang kondisinya benar-benar lemah.


saat dokter memeriksa Raina, dia menemukan sesuatu, "mbak terakhir mentruasi kapan?"

__ADS_1


"sekitar dua bulan lalu dokter," jawab Raina.


"suster tolong bawa pasien ke bagian obgyn, untuk pemeriksaan kandungan, dan mbak harus rawat inap karena hemoglobin turun, dan juga mengalami gejala tipes," kata dokter itu.


Raina bingung, kenapa dia bisa hamil secepat ini, padahal baru juga dua bulan mereka rutin berhubungan intim.


"wah aku akan jadi om dong," kata Romo dengan senang.


tapi reaksi Naina membuat Rino bingung, "kakak gak suka hamil, atau tak mau membesarkan anak ini?" tanya Rino penasaran.


"bukan seperti itu, tapi Raj, aku takut dia tak akan bisa menerima bayi ini," lirih Raina sedih.


"kita sembunyikan dulu kehamilan kakak, nanti jika bayinya sudah besar baru kura beritahu, bolehkah dokter, agar tak bisa di bunuh janinnya," kata Rino memohon.


"baiklah saya akan ikut menolong anda," kata dokter perempuan itu.


"terima kasih dokter," jawab Keduanya yang langsung mengurus administrasi.


Rino memberikan kabar jika Raina harus menginap di rumah sakit karena tipes.


otomatis, semua keluarga panik mendengar kabar itu, jadi mereka berbondong-bondong datang ke rumah sakit


Raj hanya bisa melakukan panggilan video call, karena dia tak bisa pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.


Raina sadar akan hal itu, itulah kenapa dia tak meminta Raj pulang.


akhirnya di putuskan yang berada di rumah sakit adakah Bu Rahayu karena wanita itu adalah orang yang melahirkannya.


sedang Rino nanti datang lagi setelah kelasnya selesai, dan itu juga tak akan lama.


di kantor tak tak bisa konsentrasi karena memikirkan kondisi Raina tapi beruntung dia terus mendapatkan kabar dari istrinya itu.


bahkan Raina juga mengirimkan beberapa permintaan yang nanti harus Raj beli saat datang ke rumah sakit.


terlebih Raina ini sedang sangat ingin menikmati coklat dan sebagainya.


Raj masih di ruang rapat dan dengan mudah menyetujui keinginan istrinya itu.


dia masih fokus dengan apa yang di bahas oleh beberapa anak buahnya, "ada Jabar buruk tuan, minyak kacang kita kalah dengan minyak kacang yang di jual oleh perusahaan golden eye," kata Rohan yang tiba-tiba memutus rapat hari itu.


"kenapa, bukankah pasar di negara kita masih mengunakan minyak yang kita kemas, apa ada kejanggalan Rohan," tanya Raj.

__ADS_1


dia pun mulai menunjukkan apa yang terjadi bahkan laporan kapita itu mendadak turun.


"ini di sebabkan oleh minyak golden eye yang memiliki harga jual rendah, dan produk kita kalah saing di sana," kata Rohan.


"bagaimana bisa, semua yang kita jual susah melalui tahap seleksi dendam baik, jadi tak mungkin bisa ada harga minyak lebih rendah lagi," kata Raj


"tapi yang saya tau, ada beberapa unsur masyarakat yang mengajukan komplain ke pengadilan tentang minyak yang kita jual, dan kita harus ke Mumbai untuk menghadiri persidangan karena ini perintah majelis hakim," kata Rohan.


"kita berangkat," kata Raj tanpa ragu.


dia tak bisa membiarkan masalah berlarut-larut dan semakin membesar, karena dia tak mau semua perusahaan miliknya terkena imbasnya.


"bos ikan besar menuju ke dalam jebakan bos," kata salah satu orang kepercayaan dari Pandey.


"bagus, aku ingin segera bisa melihat wajah Malhotra yang tau jika istrinya menghilang, tapi itu lebih kejam, lebih baik aku melakukan sesuatu yang lebih menantang," jaga pria bernama marga Pandey itu.


Vans Pandey tersenyum dan menghubungi Raj yang sedang menuju ke rumah sakit.


"halo siapa ini?"


"halo teman baikku, apa kamu sudah melupakan suara ku," kata Vans tersenyum senang.


"mau apa kamu bajingan,dan kenapa kau menelpon ku," marah Raj


"tenang teman ku, aku hanya mau bilang jika aku ingin mengucapkan selamat atas kehamilan istri mu, siapa namanya ya Raina Malhotra, dia akan memberikan pewaris untuk mu, aneh bukan pria yang di diagnosa sulit memiliki anak, bisa membuat istrinya hamil, itu sesuatu yang menggembirakan, atau jamu menyuruh asistennya Rohan untuk menghamili istrimu itu Raj, kasihan sekali wanita itu harus terjebak dengan dua saudara Malhotra yang men-ji-jik-kan ini," kata Vans yang membuat Raj naik darah.


"berhenti mengatakan omong kosong Vans, dan jangan mengusik keluargaku," jawab Raj yang langsung menutup telponnya.


mobil sampai di rumah sakit, dan Raj sudah memerintahkan Rohan untuk mengambil baju mereka.


dia langsung menuju ke ruangan rawat istrinya, terlihat Raina begitu lemah tak berdaya, "bagaimana kabar mu sayang, aku ingin mengatakan padamu jika aku mengalami kejadian buruk yang mengharuskan ku pergi ke Mumbai,"


"apa Raj, kamu mau meninggalkan aku," tanya Raina.


"maaf tapi ini penting, oh dan aku ingin mengakui sesuatu padamu, aku tak ingin memiliki anak, dan jika kamu hamil gugurkan saja, karena pasti itu bukan anakku," kata Raj.


"apa yang kamu bicarakan, bagaimana itu terjadi," bingung Raina


"karena aku mengalami ketidaksuburan, dan dokter susah memvonis diriku akan sulit punya anak," kata Raj.


"aku ingin melakukan pemeriksaan lagi sebelum kamu pergi, kita lakukan di sini, jika kamu tidak mau, aku pastikan saat pulang kamu tak akan melihat ku lagi," ancam Raina.

__ADS_1


__ADS_2