Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
memaafkan itu baik


__ADS_3

keesokan harinya, Raman sudah siap untuk pergi dari rumah mertuanya itu, begitupun putranya.


dan Tania tentunya tak bisa tetap duduk di rumah saat suaminya itu ingin pulang.


"kalian ingin kemana, sarapan dulu, ini ibu sudah masakin sarapan kesukaan kalian," kata ibu dari Tania.


"maaf ibu ketua, saya harus pulang karena saya ada pekerjaan," kata Raman yang menjawabnya dengan cuek.


"kenapa harus pulang ue dana, kenapa tidak pisah rumah saja, bukankah itu lebih menarik dari pada kalian tinggal di rumah yang bukan milik kalian," kata ayah Tania.


"ayah..."


"maksud anda aku di minta untuk mandiri bukan, baiklah aku akan meninggalkan semua yang di berikan kakak ku untuk ku, dan sekarang bagaimana jika anda yang harus penanggung jawab untuk hidupku," kata Raman.


"apa, maksud mu apa," kata ayah Tania.


"terserah sekarang aku tak mau tau, sekarang aku memberikan kamu pilihan Tania, mau di sini dengan orang tua mu, atau ikut aku, jika kamu ingin di sini, kita selesaikan pernikahan kita di pengadilan karena skuntak butuh wanita yang hanya bisa menghina keluargaku, karena sekarang aku sudah muak," kata Raman.


"tidak jangan tinggalkan aku, aku ingin bersamamu ku mohon..." kata Tania yang mengenggam tangan dari suaminya itu


"kalau begitu mulai sekarang aku tak ingin kamu datang lagi kesini, jika mereka tak ada niat untuk berubah," kata Raman yang di angguki oleh Tania.


mereka pun pulang ke rumah keluarga Malhotra, sesampai di rumah mewah itu.


ternyata semua orang masih di rumah, bahkan Raj terlihat sedang duduk bersama Rohan membahas sesuatu.


mereka semua menoleh ke arah pintu utama dan melihat kedatangan Raman dan Tania.


tanya lari dan langsung bersimpuh di depan kaki Oma Lela dan Raina.


"maafkan saya Oma,saya benar-benar tak tau apa yang di lakukan oleh ibu saya, karena itu di luar tata acara," kata wanita itu sambil menangis


"sudah bangun Tania, kami juga mengerti jadi jangan seperti ini," kata Oma Lela.


"Oma benar Tania, kami sudah memaafkan semuanya, lagi pula itu juga bukan salah mu," kata Raina.


"tapi tetap saja, sekali lagi aku mendengar hinaan untuk istriku, aku akan lupakan jika mereka itu mertua adikku, dan aku akan membuat mereka menyadari apa yang bisa di lakukan oleh keluarga Malhotra," kata Raj yang tetap tak suka.


"iya kakak ipar aku mengerti," jawab Tania.


akhirnya keluarga mereka kembali harmoni, Salwa pagi tadi sudah berangkat dengan motor skuter miliknya menuju ke sekolah.

__ADS_1


sesampainya di sana, para guru memberikan ucapan selamat atas pernikahan yang terjadi mendadak,


di saat semua guru memberikan kado ulang tahun, seorang guru pria malah mengejeknya, "dia menikah begitu cepat karena sedang hamil seperti, terlebih orang-orang yang sering melihat pria itu sering menginap di rumah yang di tinggali oleh mbak Salwa bukan," kata guru pria itu.


"itu hebat,tapi karena rumah itu besar jadi aman saja,jika tidak percaya, nanti sore semua orang di undang untuk datang ke rumah ku untuk merayakan pesta," kata Salwa.


"baiklah kami akan datang," jawab semua orang


Salwa pun mulai ke kantor untuk bersiap mengajar murid-muridnya, terlihat wanita itu sangat menyukai pekerjaannya.


sedang di tempat lain, Rohan sedang memeriksa dokumen, dan dia melihat pesan yang masuk kedalam ponselnya.


dia pun membalas, dan nanti dia akan membelikan makanan kecil saat pulang ke rumah.


di rumah Raina sedang bingung ingin melakukan apa, pasalnya dia itu tak punya kegiatan lain hari ini.


terlebih orang tuanya juga sudah pulang tadi pagi, dia ke dapur dan melihat isi kulkas


"nyonya butuh sesuatu?" tanya bibi Ami.


"tidak, aku hanya bosan jika ada yang habis bilang saja, kita bisa beli, karena aku ingin jalan-jalan,ya karena suamiku melarang ku untuk ke perusahaan dan bekerja," kata Raina.


sedang di rumah orang tua Tania, kedua orang itu sedang melihat semua hadiah yang kemarin mereka dapat


mereka melihat kado yang di berikan oleh Raj dan istrinya, saat membuka kado itu mereka berdua kaget bukan main, pasalnya di dalam kado itu berisi perhiasan dan jam tangan mewah


"wow... jam tangan dan perhiasan mewah, sepertinya kita salah menikahkan Tania dengan Raman, ternyata yang lebih kaya itu Raj," kata ibu Tania.


"sudah kita tak bisa melakukan apapun,karena nasi sudah jadi bubur," jawab ayah Tania yang tak kalah mata duitan dari istrinya.


kini mereka membuka kado dari Rohan yang ternyata membelikan sarre dan baju, tapi saat mereka membuka kotak baju itu ternyata ada emas batangan yang di hadiahkan bersama sertifikat bukti keaslian barang.


"wow... ternyata anak angkat keluarga Malhotra itu juga lebih kaya, sepertinya kita benar-benar menyesal sekarang, terlebih lihat tingkah menantu mu itu tadi Bu," kata ayah Tania.


"kita santai saja, lain kali kita buat Raman harus mengeluarkan banyak uang untuk kita," kata ibu Tania


di sekolah jam mengajar pun selesai, Salwa memutuskan untuk pulang duluan agar bisa menyuapi semuanya.


tentu saja di rumah sudah ada camilan dan tinggal mematangkan saja, tapi tetap saja semua butuh waktu.


wanita itu kini berada di pasar yang ada di sekitar rumahnya, dia membeli ayam untuk membuat kari ayam nanti.

__ADS_1


tak hanya itu dia juga membeli keperluan lain, dan saat sampai di rumah ternyata bibi Anu sudah datang.


"maafkan aku ya bibi, seharusnya aku pulang dulu, apa bibi menunggu lama?" tanya Salwa yang langsung membuka pintu.


"tentu saja tidak, nyonya besar menyuruhku datang setelah mendapatkan kabar dari tuan Rohan, dan aku di sini untuk membantu nona menyiapkan makanan," kata bibi Anu.


"baiklah bibi, kita mulai masak," kata Salwa yang ternyata lebih cekatan dari Raina.


wanita itu juga terlihat lebih pintar dalam memasak semua masakan khas India.


bibi Anu pun selesai memasak dan kini dia menata meja makan dan nanti semua tamu akan makan secara prasmanan.


bahkan juga ada ice buah yang juga di sediakan, tadi bibi Anu sudah menyuruh Salwa mandi untuk menyegarkan diri agar saat semua temannya datang wanita itu tampak cantik.


Rohan juga sudah di izinkan pulang duluan oleh Raj, dan tadi dia di jalan membeli kacang mete panggang dan berbagai macam gorengan.


"bibi, dimana Salwa, kenapa bibi menata semua sendirian?" tanya Rohan.


"bibi menyuruh nona mandi, agar nanti teman-temannya datang nona tampak segar, lagi pula bibi di sini hanya membantu toh semua yang memasak tetap nona Salwa," jawab bibi Anu.


"baiklah kalau begitu ya bibi, saya akan mandi dulu juga karena bau keringat," kata Rohan.


pria itu menyapa istrinya yang sudah cantik, dan saat Rohan bayi masuk kamar mandi.


semua tamu guru dari sekolah Salwa datang, bibi Anu membuka pintu dan mempersilahkan semuanya masuk.


"wah rumahnya luas ya, dan tertata dengan baik, lihatlah Semuanya terlihat sederhana," kata mereka.


bibi Anu ingin sekali rasanya menampar pipi para wanita julid itu, bagaimana rumah mewah satu lantai itu di bilang sederhana.


Salwa keluar dari kamar miliknya, "maaf tak menyambut kalian, selamat datang di rumah suamiku," sapanya dengan sopan.


"tapi ngomong-ngomong dimana suamimu, apa dia malu dan tak ku kira jika kamu memiliki pelayan meski rumah mu sederhana seperti ini," kata salah satu guru wanita yang memang tak menyukai Salwa.


"suamiku sedang di dalam, ah dia saudara jauh ku, dan dia bukan pelayan melainkan orang yang membantuku," jawab Salwa merangkul bibi Anu.


wanita itu tak percaya dengan apa yang di dengarnya, karena Salwa yang mengatakan dirinya bukan pelayan melainkan saudara.


"maaf apa aku lancang, perkenalkan, Rohan Malhotra, suami dari Salwa Malhotra," kata Rohan yang keluar dari kamar utama.


semua tamu terbengong melihatnya, pasalnya pria yang pernah masuk koran bersama Raj itu.

__ADS_1


kini berdiri di depan mata mereka dan ternyata salwa bukan wanita biasa.


__ADS_2