
Pesawat pribadi itu sudah landing di bandara Mumbai India, Raina turun bersama Oma Lela dan juga Kinjal.
"Nenek aku ambil mobil, tunggu di sini ya," pamit Raman.
"Baiklah, kami tunggu di sini, Raina apa kamu baik-baik saja?" tanya Oma Lela.
"Saya baik Oma," jawab Raina.
Akhirnya Raman, Kinjal dan Oma Lela pulang duluan, sedang Raina naik kedalam mobil milik Raj yang di kemudikan oleh supir dan Rohan duduk di depan.
"Tutupi kepalaku, itu adalah adat kamu karena akan ada prosedur penyambutan di rumah," kata Raj dingin.
"Tapi bagaimana caranya, aku terlanjur membuka pengaman gelang ini," kata Raina.
"Ya Dewa... kenapa kamu merepotkan," kesal Raj yang menarik selendang Raina dan menutupi kepala istrinya itu.
Saat begitu dekat, tak sengaja Raj melihat mata Raina yang berwarna hazelnut.
Itu membuatnya terpana sepersekian detik. tapi dia berlagak normal agar istrinya itu tak menyadarinya.
Mobil pun sampai di kediaman Malhotra yang sangat mewah, Oma Lela sudah menyiapkan semuanya bahkan tamu juga sudah di undang.
Raj dan Raina turun dari mobil, terlihat mereka berdiri di depan rumah saling berdampingan.
"Tunggu dulu, Dolly yang harus melakukannya karena dia yang sudah menikah." kata Oma Lela.
"Tentu Oma," jawab Doly yang sebenarnya adalah adik dari ibu Raj.
Setelah puja di lakukan untuk menyambut kedua pasang pengantin.
Kini Raina harus memasuki rumah dan tak lupa memberikan tanda merah di dinding di depan rumah.
Akhirnya pesta pengenalan di lakukan,semua orang datang untuk melihat istri dari Raj.
Sedang pria itu sendiri sibuk bekerja hingga tak mengikuti jalannya setiap prosesi.
"Aduh cantiknya, karena dia dari luar negara kita, apa dia mengerti setiap adat budaya kita," tanya seorang wanita yang terlihat begitu di hormati.
"Meski saya dari negara lain, tapi saya belajar dan mencintai budaya negara ini, jadi saya mengetahui banyak hal mam," jawab Raina dengan ramah.
Mereka semua pun memuji kepintaran dan kesopanan dari Raina,bahkan gadis itu benar-benar cantik menurut mereka.
Setelah pesta selesai, Raina pun harus ke kamar, tapi masih ada satu prosesi lagi, "Raman, tolong panggilkan Raj,"
"Tapi nenek, sepertinya kakak sedang sibuk," jawab pria itu.
"Sudah panggil saja, bilang nenek yang menyuruh mu," kata Oma Lela.
__ADS_1
"Oke nek," jawab Raman.
Terlihat Raj turun dari lantai atas dengan mengenakan baju yang lebih santai, hanya celana kain dan kaos oblong.
"Iya nenek, aku sedang bekerja dan kenapa nenek memanggilku?" tanya Raj.
"Ini prosesi di keluarga kita, kamu harus menggendong istrimu hingga kamar pengantin," kata Oma Lela.
"Tapi nek," kata Raj yang ingin melakukan interupsi.
"Tidak ada bantahan, lakukan cepat..." kata Oma Lela.
Dengan terpaksa Raj berjalan ke arah Raina dan langsung mengendong wanita itu.
Tiba-tiba saat Raj sudah mengangkat Raina, banyak kelopak bunga marah jatuh ke arah mereka.
Raj pun berjalan menuju ke kamar miliknya yang sekarang akan jadi kamarnya dengan Raina.
Sedang Raina yang berada di pelukan Raj, mencium wangi parfum yang di gunakan oleh Raj.
Wangi itu sangat maskulin dan cocok untuk pribadi Raj yang suka tantangan.
Mereka sampai di kamar utama, Raj menurunkan Raina di ranjang, "lain kali jalan sendiri, karena kamu berat," kata Raj yang kemudian pergi.
"Apa..."
Sedang Raj tersenyum sekilas, dia melihat tangannya, "kenapa gadis itu begitu ringan seperti aku membawa kumpulan kapas," gumamnya.
Tapi sebelum itu dia memutuskan mandi dulu karena tubuhnya terasa tak nyaman karena keringat.
Setelah mandi dan merasa lebih segar, Raina sedang berjalan ke arah cermin rias.
Saat Raj masuk dan melihat rambut panjang istrinya itu tergerak indah, di tambah rambut basah itu membuatnya sedikit terpaku.
Raina melihat sosok Raj, "ada apa kak, butuh sesuatu?" tanya Raina yang mulai mengeringkan rambutnya.
"Nenek memanggil mu karena dia menyuruh mu untuk memasak untuk pertama kali," kata Raj yang masuk ke kamar dan memilih mengambil handuk dan kemudian mandi.
"Baiklah kak," jawab Raina yang masih mengeringkan rambut ranjangnya.
Setelah selesai, dia harus memakai sedikit riasan, tentu saja dia tak ingin ada yang mengatakan jika dia memalukan sebagai istri.
Raj melihat Raina belum turun, "kamu belum turun,"
"Aku masih mengikat rambut ku, ini aku mau turun," jawab Raina.
Gadis itu akan pergi saat Raj menahannya, "ada apa?" tanya Raina
__ADS_1
"Kamu lupa memakai Sindur, ini adalah bukti jika kamu sudah menikah," kata Raj yang memberikan sindir di belahan rambut istrinya itu.
Setelah itu Raina langsung berjalan cepat sambil tersenyum karena merasa jika Raj tak seburuk yang di katakan oleh Rena.
"Maaf Oma, aku baru selesai mandi karena tadi merasa tak nyaman," kata Raina yang mulai mengikat selendangnya agar tak menganggu.
"Kamu nyaman menggunakan baju seperti itu? di rumah ini kamu bebas kok mengunakan baju apapun asal sopan, tak harus baju tradisional juga," kata Oma Lela.
"Baik Oma, tapi ini juga sangat nyaman," jawab Raina.
"Baiklah Raina, perkenalkan ini bibi Anu, dia bibi Ami, dan itu paman Raju kepala pelayan, masih ada bibi Guli yang sedang cuti, dan mereka akan membantu mu untuk memasak kali ini, dan kamu bisa memasak masakan yang kamu bisa, mengerti," kata oma Lela.
"Tentu Oma," jawab Raina.
Dia pun mengucapkan salam pada pekerja di rumah itu, "baik nona silahkan perintahkan kami, jadi nona ingin masak apa?" tanya bibi Ami.
"Apa di rumah ini semua vegetarian?"
"Tidak nona, semua bisa makan daging tapi tidak daging sapi atau kerbau," jawab paman Raju.
"Baiklah, kalau begitu kita masak masakan negaraku ya,karena aku hanya menguasai itu," kata Raina yang menang belum sepenuhnya belajar masakan negara asal suaminya.
"Baik nona kami akan bantu," jawab ketiganya.
Mereka pun mulai memasak nasi dan lauk pauk, meski Raina mengatakan hal itu.
Tapi dia membuat kari ayam dan omlete serta berbagai sambal dan beberapa jenis tumisan.
Ketiga pelayan di rumah keluarga Malhotra tak menyangka jika Raina begitu pintar memasak seperti ini.
Di saat jarang generasi muda yang bisa memasak, atau main ke dapur tapi Raina sepertinya berbeda.
"Nona anda juga harus buat puding karena itu wajib di keluarga ini," kata bibi Anu."baiklah, bisa tolong katakan apa bahannya dan biar aku membuatnya," jawab Raina yang menang sudah menyelesaikan semua masakannya.
Paman Raju dan bibi Ami sedang menata meja makan saat satu persatu orang berdatangan.
Dan beruntung pusing pun juga sudah selesai di buat, dan Raina sudah menatanya di mangkuk kecil.
"Sudah bisa aku bawa ke depan?"
"Tentu nona," jawab bibi Anu.
"Wah... malam ini kita makan masakan Indonesia ya,"
"Maafkan aku, karena aku hanya bisa memasak semua ini, karena aku belum sepenuhnya belajar, tapi aku janji beberapa hari lagi aku akan bisa memasak masakan yang semua orang sukai," kata Raina yang datang dan memberikan puding.
"Tidak perlu, aku menyukai semua jenis masakan, terlebih aku hanya makan sandwich sehat untuk sarapan," kata Raj.
__ADS_1
"Baik kak, aku akan membuatkannya besok," jawab Raina.
Oma Lela tersenyum melihat hal itu, dia tak menyangka istri yang di nikahi cucunya itu sangat pintar.