Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
musuh itu datang


__ADS_3

saat semua orang sedang fokus di pekerjaan masing-masing, seseorang mulai bertindak di belakang mereka.


yaitu sebuah nama yang sedang membangun kerajaan besar melalui perusahaan minyak yang langsung menguasai negara asal dari kelahiran dari Malhotra.


dia adalah musuh yang memiliki dendam pribadi dengan pria itu selama bertahun-tahun.


tak hanya itu, pria itu sudah mengetahui segalanya, bahkan dia tertarik dengan Naina yang sekarang menemani sosok Raj.


sedang di rumah keluarga Malhotra yang ada di Surabaya,keluarga itu sedang menikmati sarapan pagi.


saat sedang pengantin itu belum keluar juga dari kamar, beruntung hari ini adalah hari Sabtu pagi.


jadi perusahaan libur, Raj sedang menggoda istrinya yang baru selesai mandi.


"hentikan Raj... aku sedang mengeringkan rambut ku," kata Raina yang malu.


"kenapa perlu di keringkan, kamu cantik dengan rambut basah seperti ini, karena aku ingin membuat mu terus mencuci rambut mu," kata Raj pada istrinya itu.


mendengar jawaban suaminya membuat Raina melotot, "kamu benar-benar ingin membuatku mandi berkali-kali, ayolah Raj jangan melakukan itu," bisik Raina.


"habis mau bagaimana lagi, rasanya aku tak ingin berhenti,"


"sudah aku mau ke bandara untuk menjemput orang tua ku, pesawat mereka akan mendarat pukul sepuluh pagi," jawab Raina.


"kenapa harus buru-buru,memang di rumah mu tak memiliki supir ya nona?"


"bukan begitu, karena aku harus mengurus sesuatu yang penting karena aku adalah pewaris pertama," jawab Raina.


"baiklah aku mengerti,aku akan mengantar mu," kata Raj


"itu tak perlu, aku tau kamu lelah karena pekerjaan, jadi semua ini tak perlu untuk di lakukan," jawab Raina yang berlari meninggalkan suaminya itu


Raina bisa bahaya jika terus bersama dengan suaminya itu, dia turun ke bawah saat melihat semua orang sedang duduk di meja makan.


"aduh kakak ipar, mentang-mentang hari libur kenapa baru turun?" ledek Kinjal.


"maaf aku semalam terlalu lelah, maaf semuanya aku harus pergi, karena harus menjemput orang tua ku, aku berangkat ya Oma," pamit Raina yang sudah minta berkat.

__ADS_1


"hati-hati ya nak, kalau butuh apa-apa hubungi saja ya," kata Oma Lela


"iya Oma," jawab Raina.


dia pun pergi dengan senyum yang mengembang, sedang Raj turun dan bergabung untuk sarapan.


"aduh kasihan amat di tinggal, tapi apa itu bekas merah di leher mu kak?" tanya Kinjal penasaran.


tiba-tiba Raj ingat kejadian semalam bersama Raina yang begitu panas, bahkan wanita itu juga cepat belajar


hingga membuat Raj kuwalahan, "bukan apa-apa, hanya di gigit nyamuk," jawab Raj.


"pfft...." suara tawa di tahan dari semua orang kecuali Kinjal.


"kenapa kalian seperti itu, mau di ambilkan obat kak?"


"tidak usah, habiskan saja sarapan mu, karena setelah ini kakak harus mulai bekerja lembur bersama dengan Raman dan Rohan," kata Raj menyeringai.


"maaf ya kak, tapi ini hari libur loh," kata Raman protes.


"maaf tapi dulu tak mengenalnya, Jadi kita harus tetap Bekerja," jawab Raj.


Raj terkejut karena itu foto yang di ambil saat pagi tadi dia tak ingin melepaskan Naina dari ranjang.


"aduh kenapa foto itu yang di pasang, padahal kami punya banyak foto..."


tapi Raj ingat jika itu tak benar karena dia jarang mengambil foto bersama Raina.


dan ada pun pasti hanya foto yang di ambil secara sembunyi-sembunyi, Rohan tau hal itu hanya tersenyum.


"kita buat pesta sederhana saja, tak perlu pesta besar karena aku yakin nona tak ingin merayakannya," kata Rohan.


"tapi apa kalian yakin,karena yang aku tau itu juga bertepatan dengan hari duka, lihat saja caption yang di tulis oleh kakak ipar,"


Raj mengambil ponsel milik Kinjal, dan melihat caption yang di tulis istrinya itu.


"dalam hidup ku yang tak pernah memikirkan hari ulang tahun karena bersama dengan hari ini aku kehilangan salah satu orang yang menyayangiku, nenek semoga bisa melihat dari surga, lihatlah sekarang aku sudah punya seseorang yang memberikan aku cinta, dia tampan dan sempurna, bahkan tak ada celah untuk ku mengeluh, terima kasih mengirimkan dia untuk ku," kata Raj yang membaca caption itu

__ADS_1


"apa agama dari keluarga Raina, karena aku tak bisa memastikannya sendiri," tanya Raj.


"kenapa tanya kami, tanpa ibu mertua mu, kalau dari tebakan ku ya, mungkin dia juga seperti Raina karena di lihat dari foto yang di posting oleh istrimu itu," jawab Oma Lela.


"Oma memang terbaik, jadi kita siapkan acara doa bersama dan santunan orang yang tidak mampu saja bagaimana?" tanya Raj yang memang butuh ide.


"itu lebih baik,dan biarkan istrimu yang melakukannya, anggap saja untuknya mengenang neneknya," kata Oma Lela.


"baik Oma," jawab Raj.


sedang di mobil Raina sengaja tak memberitahu siapapun tentang ulang tahunnya.


karena dia tak ingin membuat orang-orang merayakannya, karena di hari ulang tahun ke Lina bekas tahun


Raina kehilangan guru terbaiknya dalam tarian,bahkan butuh satu tahun untuknya bangkit.


dan mau menyentuh gelang kaki lagi, karena orang yang pertama kali mengenalkan dia dengan tarian itu adalah neneknya.


"kakak yakin tak ingin memberi tahu kakak ipar, bukankah mereka berhak tau," tanya Rino.


"tak usah dek, mbak sudah cukup seperti ini, lebih baik sekarang kita cari makan dulu," ajak Raina.


mobil pun di berhentikan Rino di sebuah warung mie ayam langganan mereka.


sambil menunggu Rino mengambil foto diam-diam, dan memposting foto itu dengan ucapan doa untuk Raina.


mereka berdua makan dengan nyaman, setelah kenyang mereka berangkatlah ke bandara untuk menjemput orang tua mereka.


tapi sayangnya setelah sampai di bandara, ternyata Rena malah menyerang Raina karena merasa hidupnya hancur karena gadis itu.


"kamu ini kenapa sih, sudah gila ya," kata Rino melerai di bantu pak Sunjoyo.


"wanita sialan, gara-gara kamu aku kehilangan semuanya, karir dan harga diriku, bahkan nama baikku karena kamu!!" teriak Rena.


"kamu gila ya, jika tau kamu akan mengamuk seperti ini, aku tak perlu membujuk suamiku untuk mengeluarkan dirimu dari penjara," marah Raina yang tak terima di serang Rena.


"aku juga tak Sudi kamu tolong, ini sudah jadi kewajiban mu karena kamu aku jadi terjebak," marah Rena yang masih tak bisa mengendalikan amarahnya.

__ADS_1


plak...


sebuah tamparan menghentikan ucapan wanita itu, "kamu yang terus berusaha merebut suami adik ku, bahkan kamu ingin dia yang kamu jebak agar tidur dengan pria asing, jadi saat itu berbalik menimpa mu jangan sedih karena itu juga karena ulah mu sendiri," marah Bu Rahayu yang berhasil membungkam mulut putri tirinya itu.


__ADS_2