Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
kejujuran kinjal 2


__ADS_3

"tidak itu salah sangka," kata Kinjal panik.


"jujur saja, aku sudah tau hal itu, bagaimana kamu yang nyatanya masih mencintai Rohan bukan," kata Rahul.


"tidak kak, itu tak benar, sejujurnya aku hanya khawatir saja," jawab Kinjal berusaha menyakinkan semua orang.


"aku tanya jujur Kinjal, karena aku tak bisa membiarkannya, jika kamu tak jujur aku akan membunuhnya," kata Raj.


"tidak jangan lakukan itu, aku mohon... aku memang menyukainya sebagai seorang pria, tapi aku juga sudah belajar mencintai suamiku, tanyalah pada kak rohan, dia pasti juga mencintai ku," kata Kinjal yang menunjuk Rohan.


mendengar ucapan Kinjal, Salwa sangat terpukul bahkan kepalanya mulai pusing.


sedang pria yang di tunjuk malah fokus melihat istrinya yang pucat, Rohan lari secepatnya dan langsung memeluk Salwa yang lemah.


"sayang..." kata Rohan yang memeluk Salwa.


Kinjal terdiam, begitupun dengan Raj, "lihat kamu sudah dapat jawabannya, jadi sekarang aku berikan pilihan padamu Rahul, mau meneruskan atau menceraikan dia, itu pilihan mu, karena aku malu punya adek seperti mu," kata Raj yang terlanjur kecewa.


"semuanya maaf, sepertinya saya harus pulang karena kondisi istriku tak baik," kata Rohan.


"iya Rohan, dan bibi Anu bawa nona Kinjal ke kamar saya, dan paman Raju tolong antar tuan Rahul ke kamarnya," perintah Oma Lela.


"baik nyonya," jawab keduanya.


mereka pun di bawa berpisah, sedang Raina hanya berdiri di sana, "ada apa ini suamiku, kenapa begini?"


"sudah sayang kita istirahat saja yuk," kata Raj.


tapi baru juga ingin mengajak istrinya itu ke dalam kamar, tiba-tiba Raina memegangi perutnya yang sudah besar.


"sayang sakit..." lirih Raina yang mencengkram erat baju Raj.


"sayang..." panik Raj.


dia langsung mengendong istrinya itu, dan bergegas membawanya ke rumah sakit.


beruntung di jalanan sudah di bereskan oleh pihak terkait, tapi nyatanya yang membuat kaget adalah Salwa yang juga di larikan ke rumah sakit.

__ADS_1


"dokter tolong istri saya pendarahan!!" teriak Raj yang mengejutkan Rohan


akhirnya Raina di bawa ke ruang operasi untuk menyelamatkan dia dan dua anaknya.


sedang Salwa juga mendapat perawatan karena kondisinya yang tiba-tiba drop.


"kak bisakah aku libur atau pindah kerja, aku tak mau istriku kenapa-kenapa, aku minta maaf sebelumnya, karena aku sudah berusaha membuat Kinjal mengerti," kata Rohan.


"kalau begitu, persetujuan Kinjal itu karena dia terpaksa untuk menikah?" tanya Raj.


"maafkan aku, seharusnya aku tak melakukan itu, sekarang aku membahayakan anak mu dan istrimu, dan sekarang anak ku dan istriku juga dalam bahaya..." tangis Rohan yang kini berlutut di depan Raj.


"baiklah, kamu bisa pindah saat kondisi Salwa membaik, kalian bisa pindah ke Kasmir untuk mengurus cabang di sana, dan kalian bisa tinggal di rumah milikku di sana," kata Raj.


"baik kakak, tapi maafkan aku .."


"sudah, sekarang kita berdoa dulu, karena mereka berdua harus sehat," kata Raj.


Oma di rumah belum tau karena Raj tak mengizinkan bibi Ami mengatakan apapun pada semua orang.


"Kinjal ini salah, kamu tau bagaimana pengorbanan kakak mu, bagaimana bisa kamu semudah ini mengatakan Semuanya, tolonglah nak jujur pada Oma, jika kamu tak mencintai tajul kalian bisa berpisah dan Oma bisa minta maaf pada keluarga Rahul," kata Oma Lela.


Oma pun hanya memeluk tubuh cucu perempuannya itu, tanpa di duga Rahul datang dan mengerti apa yang terjadi.


mau bagaimana pun dia tak bisa memaksa untuk istrinya itu jatuh cinta padanya, terlebih dia juga dekat intensif beberapa bulan ini.


jadi dia akan berjuang bersama istrinya itu untuk mulai semuanya dari awal.


Rahul tau jika semua itu tak mudah untuk dirinya, tapi dia harus memberikan waktu untuk Kinjal.


kondisi Salwa sudah membaik dan di pindah ke ruang rawat inap, ya karena kelelahan itu bisa membuatnya dan bayinya sakit.


sedang untuk Raina masih dapat penangganan dari dokter, kedua bayi putra dari Raj harus di angkat.


karena keduanya mengalami sedikit masalah dengan air ketuban yang sudah habis.


Raj dan Rohan pun berdoa, akhirnya kedua anaknya pun selamat begitupun dengan Raina yang juga tak mengalami komplikasi.

__ADS_1


jadi ketiganya bisa diselamatkan, dan dokter memberikan kabar yang paling bahagia untuk Raj.


Rohan pun mencoba menghubungi keluarga Malhotra, beruntung telpon darinya di angkat oleh paman Raju.


"iya tuan Rohan, ada yang bisa di bantu?" tanya pria itu.


"paman Raju tolong beritahu Oma dan yang lain jika kakak ipar Raina sudah melahirkan secara sesar karena tadi terjadi sedikit masalah," kata Rohan.


"baik tuan, saya mengerti, tapi mereka di mana?"


"di rumah sakit kota, ibu dan anak ruangan VIP," jawab Rohan yang kemudian mematikan telponnya.


sedang dia pun meninggalkan ruangan milik Raina dan menuju ke ruangan istrinya itu.


"maafkan aku...."


"itu bukan salah ku kak, aku tau kamu juga tak tau akan ada masalah seperti ini, tapi bisakah kita pergi," tanya Salwa.


"pasti, kita akan pergi," jawab Rohan yang tak ingin istrinya itu terus sedih.


paman Raju mengetuk pintu kamar Oma Lela, "nyonya besar, nyonya Raina sudah melahirkan di rumah sakit, kedua putranya sehat nyonya!!" kata pria itu sambil menggedor-gedor pintu.


"apa!! kapan dia pergi," kaget Oma Lela


"saya tidak tau nyonya, tapi tadi tuan Rohan yang menelpon dan suaranya terdengar sedih," kata paman Raju.


"ayo kita ke rumah sakit, aku tak mau ketinggalan untuk melihat cicit ku," kata wanita itu.


akhirnya Rahul mengajak Oma dan taman pergi bersama dengan Tania, dan anak mereka akan di jaga oleh para pelayan.


sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju kedalam kamar dan itu mengejutkan Raj dan Raina


Oma Lela sangat senang kini memiliki dua cicit dari Raj, "kata paman Raju tadi Rohan yang memberitahu keadaan kalian, tapi Oma tak melihatnya," tanya Oma Lela yang mengendong cicitnya.


"dia pergi Oma, dia memilih pergi karena kondisi dari Salwa sangat buruk terlebih dengan apa yang baru saja terjadi, bahkan mereka hampir kehilangan anak mereka," kata Raj yang membuat semua orang diam.


"apa yang kamu katakan Raj, bagaimana mungkin kondisi Salwa sangat sehat," kata Raina yang khawatir.

__ADS_1


"memang tak terlihat tapi perjalan pulang dari rumah tiba-tiba Salwa pendarahan, beruntung dokter masih bisa menyelamatkan bayi mereka, tapi sekarang aku mengirimnya jauh agar tak ada yang akan menganggu mereka," kata Raj.


"apa... jadi orang di sampingku di ruang UGD tadi itu benar Salwa, karena wajahnya sangat pucat," lirih Raina yang sempat melihat seseorang yang ada di sampingnya sebelum masuk ruang operasi.


__ADS_2