Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
akhirnya bisa bertemu


__ADS_3

Raj turun dari lantai atas, dan pria itu tampak gagah dengan pakaian jas yang ia kenakan.


"nak tiga bulan lagi apa bisa kita datang ke pesta keluarga Sharma?" tanya Oma Lela.


"datang saja, kenapa bertanya padaku, karena Oma tau aku berhenti ikut ke pesta seperti itu," kata Raj dingin.


"tapi putri kami bilang dia memiliki hadiah istimewa di hari itu, saya tau jika nona Kinjal senang menari, jadi kami akan menunjukkan kemampuan putri kami," kata tuan Sharma.


"sayangnya aku sangat membenci hal itu," jawab Raj.


kedua orang itu pun diam, dia tak punya kesempatan lagi selain hati itu, karena jika mereka mengumumkannya di depan orang banyak pria itu tak akan bisa menolak.


"ayolah Raj, kenapa kamu begitu keras kepala, ini hanya sebuah pesta," jawab Oma Lela.


"kenapa Oma memaksaku," kata Raj yang mulai kehilangan kesabarannya.


"Oma tidak memaksa, tapi setelah kejadian itu kamu terus menutup diri, kenapa tidak gunakan kesempatan itu untuk kembali ke sosialisasi yang dulu kamu sering datangi," tegur Oma Lela.


"baiklah jika Oma memaksa aku akan datang, tapi saat disana aku tak ingin ada pengumuman apapun dan jika ada yang mengatakan hal men-ji-jik-kan, Oma tau apa yang bisa aku lakukan, karena saat di Indonesia aku pernah melakukannya," kata Raj memberikan persyaratan.


"apa maksudnya nyonya?" bingung nyonya Sharma.


"dia pernah membunuh seseorang karena meminta Raj sebagai menantunya, karena bagi Raj wanita yang dia inginkan itu baru bisa menjadi istrinya," jawab Oma Lela yang mengejutkan kedua orang itu.


karena itu adalah hal yang akan dia lakukan, tapi itu sudah berlalu dan tak mungkin Raj melakukan itu.


Laila sudah berlatih dengan keras, dan akhirnya jam les privatnya habis, "Miss bisa menemaniku menari nanti, karena aku merasa takut,"


"sepertinya tidak akan bisa, karena di pertunjukan tidak boleh ada dua orang yang menjadi bintang utama," jawab Raina yang juga bersiap untuk pergi.


"baiklah aku akan berjuang untuk bisa menjadi lebih baik lagi," kata Laila.


"sudahlah, sekarang cepat pulang karena hari sudah semakin malam," kata Raina yang juga bersiap untuk pulang.


ya dia mengambil keputusan besar dengan memilih tinggal di negara yang sama dengan mantan suaminya.


padahal dia sadar jika Raj bisa saja melihatnya, tapi dia percaya itu tak mungkin terjadi karena Raj tak akan mencari hingga ke pelosok negara ini.


Raina memilih tinggal di sebuah rusun yang tak besar tapi wilayah itu sangat aman.


dia juga mengikuti setiap kegiatan warga sekitar, karena baginya berbaur adalah hal yang wajib.

__ADS_1


meski dia memilih untuk hidup sederhana, tapi dia tak meninggalkan tugasnya sebagai pemegang saham di beberapa perusahaan milik keluarga Sunjoyo yang kembali bangkit.


malam ini ada acara doa, dia sudah mempersiapkan hadiah untuk semua orang di rusun.


dia keluar dengan mengunaka baju yang pernah di berikan oleh Raj sebagai hadiah.


sari berwarna merah itu nampak begitu cantik di kenakan oleh Raina.


"salam Miss Aryan,"


"halo nyonya, apa semua sudah siap? maaf saya tak bisa membantu tapi aku bawa beberapa camilan," kata Raina memohon maaf.


"tak masalah nyonya, sekarang kita harus segera duduk, karena para tamu yang akan ikut acara kita sudah datang," kata nyonya Takur pemilik dusun itu.


"baiklah," jawab Raina yang menutup wajahnya dengan kain sarre yang dia gunakan.


semua pun mulai duduk bersama dan terlihat para pria dengan meriah di sambut, Raina tak bisa melihat jelas wajah para pria itu.


"baiklah, siapa yang akan menyalakan lilin untuk pertama kalinya," kata pendeta.


"Miss Aryan silahkan,"


"tapi nyonya, aku ... bisa cari wanita yang sudah menikah," kata Raina kaget.


"baiklah nyonya," jawab Raina.


dia pun bangkit, Raj melihat seorang wanita yang mengenakan sarre berwarna merah itu hatinya sedikit nyeri.


"ya Dewi Durga, jika bisa tolong pertemukan kami, aku tak bisa kehilangan cintaku, aku sudah dapat hukuman atas kebodohan ku, dan izinkan aku menebusnya," doa Raj dalam hati.


Raina bangkit dan membawa piring persembahan yang sudah di hias, dan saat berbalik dan akan memberikan piring itu pada pendeta, tiba-tiba angin bertiup kencang.


dan membuat lilin di nampan itu hampir mati, melihat raj langsung bangkit dan menjaga nyala api itu.


saat tak sengaja tangan mereka bersentuhan, tiba-tiba angin kembali bertiup kencang dan membuat kerudung Raina terhempas.


Raj terpaku melihat siapa di depannya, Rohan dan Samar juga bangkit melihat wanita yang sudah di cari selama ini.


"nyonya..."


"Raina..." panggil Raj.

__ADS_1


Raina pun sadar jika itu Raj, tapi dia tak berani melihat pria itu karena tau jika itu akan membuatnya lemah.


"sepertinya Dewi memilih kalian berdua,"kata pendeta.


"kalau begitu biarkan mereka yang melakukan pemujaan, kami percaya jika itu akan membawa kebahagiaan, seperti hal nya Miss Aryan yang membawa kebahagiaan di rusun kami," kata tuan Takur.


''kalian silahkan duduk," kata pendeta.


tapi tanpa di duga, Raj berjalan mengambil bubuk suci yang berada di kaki Dewi Durga dan kemudian memakainya pada Raina.


semua orang terkejut melihat gak itu, "kamu tak boleh pergi lagi, karena kedudukan nyonya Raj Aryan Malhotra hanya milik mu,"


"tapi kamu merenggut itu dariku," kata Raina.


"aku..."


"jika kalian sepasang suami istri itu lebih bagus, dan nak mana kalung suci milik mu, kenapa tak memakainya," kata pendeta.


"aku memakainya pendeta, tapi dengan bentuk yang sedikit berbeda," jawab Raina yang menunjukkan sebuah kalung kecil di antara perhiasan yang di kenakan.


Raj tak menyangka jika istrinya itu tetap bersikap seperti ini, karena perceraian mereka kala itu tak bisa di lanjutkan.


karena itu keputusan keluarga dan bukan keputusan dari dua belah pihak.


terlebih Raj tak menuruti permintaan hakim, jadi mereka tak bisa bercerai sampai keduanya menyetujui kesepakatan itu.


akhirnya di hari itu Raj bisa menemukan istrinya, setelah acara selesai Raina berkumpul dengan para ibu.


Raj pun menghampiri Raina, "boleh aku bicara sebentar,"


"permisi ya ibu-ibu," kata Raina pamit.


keduanya pun mencari tempat sepi untuk bicara, "apa yang ingin kamu bicarakan, bukankah semuanya sudah jelas, pengadilan menunggu kita melakukan sidang untuk meresmikan perceraian itu,"


"tapi aku tak mau bercerai dengan mu, aku dulu khilaf dan sekarang aku ingin kamu menjadi istriku lagi, dan aku bisa menyerahkan hidup ku untuk mu," kata Raj.


"aku tak butuh nyawa mu, tapi buktikan jika aku pantas memberikan mu kesempatan kedua," kata Raina.


"aku harus apa," tanya Raj.


"entahlah, bagaimana dengan mengembalikan anakku yang harus mati karena keegoisan mu," kata Raina mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Raj pun memberikan kepalanya, "aku memang tak akan bisa memberikan hal itu, tapi aku berikan kepala ku padamu," kata Raj.


__ADS_2