Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
usaha untuk yang tersayang


__ADS_3

Raina tak bisa berkata-kata lagi, dia pun sebenarnya masih mencintai Raj.


ya bagaimana pun dulu itu hanya salah paham, karena Raina mengetahui kebenarannya saat dia pindah ke negara ini.


saat itu Raina tak sengaja mengikuti rapat yang di adakan oleh perusahan Pandey Pakarena dia membeli beberapa puluh persen saham.


saat bertemu Vans Pandey dia mengetahui semuanya karena pria itu mengatakan semuanya.


"ternyata tak ku sangka wanita hebat seperti mu di buang oleh pria bodoh itu," kata pria itu menyentuh Raina.


"meski aku di buang olehnya, aku masih punya keluarga ku," jawab Raina dingin.


"aku suka wanita seperti mu, padahal dia melakukan itu untuk melindungi mu dan keluarga mu, karena aku yang mengancamnya untuk melakukan itu, terlebih aku mengunakan dirimu saat itu," bisik Vans.


"apa yang kamu katakan?"


"iya itu benar, aku mengunakan dirimu untuk membuatnya menyerah, dan yang paling lucu dia percaya dengan surat dokter palsu yang aku buat, hingga membuat mu harus menelan kekecewaan dan harus kehilangan bayi mu seperti ini," kata Vans yang menertawakan Raina.


setelah hari itu, Raina memilih pergi, karena Raj ternyata tak sepintar yang dia kira, padahal rak selama ini di kenal sebagai pengusahaan yang cerdik dan picik.


nyatanya dia punya sisi yang terlalu lemah hingga musuhnya Vans saja bisa melakukan gertakan yang men-ji-jik-kan seperti itu.


"jadi sekarang kamu mau apa Raj, tak mungkin kamu ingin aku ikut dirimu kembali ke rumah bukan," tanya Raina melihat suaminya itu.


"izinkan aku memenangkan hatimu, dan saat kamu yakin, kamu akan kembali ke rumah itu dengan rela, dan tidak bukan paksaan," kata Raj.


"baiklah, tapi.aku.vebas tinggal di manapun dan melakukan apapun" kata Raina.


"tentu saja, semua terserah dirimu, tapi bolehkah malam ini di saksikan Dewi Durga aku mengajak mu menikah untuk kedua kalinya,"


"kenapa, bukankah kita masih menikah, kenapa kamu ingin kita menikah lagi?" tanya Raina yang merasa aneh.


"karena saat itu kamu terpaksa demi keluarga mu," jawab Raj.


"kalau begitu buat aku yakin pada cinta mu," kata Raina yang memberikan syarat.

__ADS_1


Raj menyetujui untuk hal itu, dan tak lama semua orang pamit pulang tapi Raj malah mengikuti Raina.


"kenapa kamu mengikuti ku, dan membuat semua orang di rusun ini tak bisa menolak mu," kesal wanita itu.


"maaf ya mengecewakan dirimu, tapi aku sangat menyukai itu," kata Raj yang menjawab tapi malah membuatnya kesal sendiri


"maaf jika kamu tak nyaman, karena di rumah ini tak memiliki AC," jawab wanita itu.


"tak masalah aku bisa tidur di manapun itu," jawab Raj.


Raina mengambil makanan dan memberikannya pada Raj, "kamu tau kan aku tak makan jam segini," kata Raj.


tanpa di duga Raina menyuapi pria itu, "buka mulut mu, aku tau kamu memang tak akan makan jam segini, tapi kamu bisa sakit,"


"tapi bagaimana kamu bisa tau?" tanya Raj.


"menurut mu,"


"Rohan... ternyata dia ember juga," kata Raj kesal


terlihat Raj begitu lahap makan, bahkan Raina tanpa sadar meneteskan air mata.


"kenapa menangis," tanya Raj.


"tidak, mataku kelilipan," jawab Raina.


Raj tak menyangka dia akan bisa makan seperti ini, kerinduannya sangat dalam pada istrinya akhirnya bisa terpenuhi.


setelah makan, Raina berganti baju begitupun dengan Raj, yang tak menyangka Raina membawa kaos dan celana miliknya.


"kenapa kamu membawa ini?"


"sudah mau pakai atau tidak, banyak sekali tanyanya," kesal Raina.


"iya deh," jawab Raj.

__ADS_1


ternyata rumah ini sangat nyaman,bahkan melihat Raina yang kesana kemari pun membuatnya sangat hangat.


bagaimana tidak, mereka seperti pasangan sederhana di India pada umumnya.


"besok ke kantor dengan apa, kamu tak membawa jas dan setelan resmi yang lainnya," kata Raina yang memberikan susu telur untuk Raj.


"aku akan libur besok, karena aku ingin melihat kegiatan mu besok," kata Raj.


"terserah saja, sekarang aku ingin tidur karena sudah lelah," jawab Raina.


"tentu saja aku mengerti itu," kata Raj mengikuti Raina.


Tania di duga Raina menahan Raj agar tak ikut tidur dengannya, "mau kemana?"


"mau tidur, mau kemana lagi," kata Raj.


"hei tuan, hentikan jangan berpikiran hal yang mustahil itu,"


"terus aku harus tidur di mana, tak mungkin kan aku harus tidur di ruang tamu,"


"maafkan aku tapi sepertinya seperti itu," kata Raina tersenyum.


Raj pun tak mau, saat Raina mendorongnya, tiba-tiba lampu padam.


"Raj!!" kaget Raina yang langsung memeluk Raj.


"sudah tenang kita akan baik-baik saja,"


Raina pun memeluknya erat, dia mengajak istrinya itu tidur di ranjang.


Raina terus memeluk tubuh Raj, dan merek pun terbawa suasana saat terdengar suara hujan yang turun.


Raj mulai mengecup bibir istrinya itu dengan pelan mereka pun menikmati malam panas keduanya.


entahlah siapa yang terkena akhirnya mereka berdua pun sama-sama tak bisa menahan diri.

__ADS_1


terlebih rindu yang teramat sangat, dan keesokan harinya, Raina pun melihat dirinya yang hanya memakai selimut untuk menutupi dirinya.


__ADS_2