
"setelah apa yang kamu lakukan dengan para teman priaku itu, sayangnya kami orang tradisional tidak bisa menolerir apa yang kamu lakukan di negara mu," kata nyonya Rathore.
"tolong diam wanita tua, aku tak bicara pada mu," kata Sira yang mengejutkan semua orang.
Kinjal bangkit dan membela mertuanya, sebuah tamparan melayang di pipi wanita itu.
"seharusnya kamu berbicara sopan dengan ibu mertua ku, lagi pula aku sudah menjadi istri kak Rahul, sekarang kamu di sini pun tak ada gunanya," marah Kinjal yang berdiri saat ini menatap wanita itu.
"Rahul lihatlah wanita ini, dia begitu kasar, bukankah kamu suka wanita lemah lembut dan baik, aku memiliki itu Rahul," kata Sira yang masih berusaha untuk meyakinkan Rahul.
"pergi dari sini, hubungan kita sudah berakhir dan aku tak ingin melihat mu lagi, aku sudah menikah dan ini istriku, kamu bisa melakukan kegiatan liar mu bersama teman-teman pria mu itu," kata Rahul.
Oma Lela juga tak menyangka akan melihat wanita tak tau malu yang beberapa hari lalu tak sengaja melihatnya berciuman di jalanan.
Sira pun pergi meninggalkan kediaman Rathore, Raina tak ingin sesuatu terjadi pada keluarga batu Kinjal.
jadi dia memutuskan untuk membuat gadis itu menghilang selamanya.
dan membuat Rahul hanya memiliki Kinjal saja, jika tidak dia bisa membuat pemuda itu berada dalam masalah besar.
"ya Dewa..."
"beruntung sekali nyonya Rathore membatalkan pernikahan putra mu dengan wanita asing, aku dengar mereka itu bergonta-ganti pasangan dengan banyak pria, ya Dewa... apa mereka itu tak takut tertular penyakit," lirih seorang ibu.
"sudah ibu, masalah sudah di bereskan sekarang kita mulai lagi acaranya," kata Raina.
Rahul pun di tarik untuk duduk mengikuti acaranya, bahkan mereka bermain permainan juga.
Sira tak menyangka penyamarannya selama sebulan ini di gagalkan hanya dengan satu kesalahan.
"aku akan balas perbuatan wanita busuk itu," gumamnya yang tak terima di perlakukan buruk oleh Raina dan Kinjal.
sebuah mobil hitam berhenti di dekat gadis itu, "kalian siapa?" tanya Sira kaget.
"kami adalah orang suruhan dari tuan Rahul Rathore, kami ingin mengajak anda ke suatu apartemen tempat yang akan anda tinggali bersama dengan tuan muda," kata pria itu.
"dia ingin menjadikan ku simpanan, itu Nana mungkin," marah Sira yang ingin jadi menantu utama.
"tidak kamu salah, bukan simpanannya, tapi wanita istimewa, karena setelah dua bulan pernikahan saat tuan muda Rathore mendapatkan proyek besar itu dari keluarga Malhotra, dia akan menceraikan istrinya dan menikahimu, kamu tak percaya," kata pria itu menjelaskan.
"ah kenapa tidak bilang, ayo.." kata Sira dengan senang hati.
tapi saat wanita itu di dalam mobil, mulutnya sudah di bekap hingga pingsan.
__ADS_1
"kita bawa ke gedung tua ujung kota," kata seorang pria yang memang biasa membereskan semuanya.
di rumah Salwa, wanita itu tampak begitu semangat dan berbunga-bunga.
bagaimana tidak ternyata perasaan yang dia miliki ternyata sama dengan Rohan, jadi keduanya pun sepakat akan segera menikah.
tapi menunggu persetujuan dari Oma Lela dan Raj, siang ini dia membuat kachori dan risol.
ya bagaimana pun dia adalah orang Indonesia yang terbiasa makan makanan gorengan seperti itu.
karena sore nanti dia akan di ajak ke rumah keluarga Malhotra untuk berpamitan pada keluarga besar itu
Raina pergi terlebih dahulu bersama Samar, karena pria itu di perintahkan untuk membawa wanita itu ke perusahaan.
Raina pun mendapatkan kiriman apa yang terjadi, dan Raina tentu membalas dengan santai, "bereskan,"
"nyonya apa anda ingin makan sesuatu?" tanya Samar sebelum sampai di kantor.
"bisa tolong belikan aku ayam goreng dan kacang mete panggang, aku tiba-tiba ingin itu," kata Raina santai.
"baiklah tunggu di sini, biar aku belikan nyonya," kata Samar.
Raina pun menunggu di mobil sambil mendengarkan musik, karena di jalanan India itu sangat bising.
bukan dia perhitungan atau apa, terakhir kali dia hampir terluka karena memberi pada para orang yang meminta di jalanan.
itulah kenapa dia tak di izinkan lagi secara sembarangan memberi uang oleh Raj.
saat sedang di dalam mobil, beberapa kali ada orang yang mengetuk kaca mobil, tapi dia tak menggubrisnya.
benar saja tak lama ada seseorang yang ingin membuka pintu mobil mewah itu, beruntung Raina langsung mengunci pintu mobil.
Samar yang sudah membeli pesanan Raina kaget melihat beberapa orang ingin masuk mobil.
"are haraamakhoron, kya kar rahe ho choree karana chaahate ho, chor!!! (Hei bajingan, apa yang kalian lakukan ingin mencuri, maling!!)" teriak samar yang memancing orang-orang.
ketiga sosok pria itu langsung lari, terbirit-birit karena ketakutan, sedang Raina yang ada di dalam mobil masih terlihat santai saja.
"nyonya apa baik-baik saja?" tanya Samar yang masuk membawa bungkusan.
"tenang saja, aku tak mengalami apapun," jawab wanita itu.
akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan milik Raj.
__ADS_1
sesampainya di perusahaan, semua karyawan heran melihat Raina yang datang dengan setelan baju yang begitu lengkap.
bahkan baju wanita itu bisa di bilang indah dan mewah, ya mau bagaimana lagi, orang dia sendiri baru selesai menghadiri acara adik iparnya.
sesampainya di ruangan suaminya, Raina mengetuk pintu dan melihat suaminya itu, "sayang aku datang,"
"hai sayang, aku sudah merindukan mu, bagaimana acaranya tadi, aku dengar ada masalah,"
"tenang saja sayang selama ada nyonya Malhotra di sana, tak akan ada masalah yang berarti, oh ya aku dengar jika Rohan juga akan mengenalkan kekasihnya, apa itu benar?"
"bantu malam kami datang, dan semoga kakak ipar tak akan menganggunya," kata Rohan.
"hei kenapa aku menganggu calon adik ipar ku, kamu jangan berlebihan, oh ya tadi aku beli ayam bakar, karena aku ingin memakannya," kata Raina yang langsung duduk.
Rohan pun pamit keluar karena tak tak ingin di ganggu, Raina langsung membuka semua belanjaan yang di beli oleh samar tadi.
Raj dan Raina pun menikmati ayam goreng bersama, sayangnya cabai di India menurut Raina tak sepedas cabai Indonesia.
itulah kenapa toleransi kepedasan yang dia miliki sangat tinggi di banding seluruh keluarga.
setelah makan, Raina memeriksa beberapa dokumen dan email dari orang-orang yang dia percaya.
dan sekarang dia sudah memberikan seluruh saham perusahaan Pandey pada Raj.
sedang di sebuah gedung tua itu, Sira di ikat dan di berikan obat per***sang.
wanita itu pun kini sadar dan mulai melakukan hal-hal gila, dan para pria yang meringkusnya pun menikmati wanita itu sebelum membunuhnya.
karena bagi mereka langsung membunuh Sira itu akan sangat mubazir.
Sira di gilir oleh banyak pria, dan itu membuatnya tak berdaya hingga memohon ampun tapi mereka semua tak peduli.
setelah puas bersenang-senang, ternyata Hujan deras mendadak, mereka pun membiarkan Sira kehujanan begitu saja.
Sira bangkit dan merasa jika dia tak mau di siksa lagi karena dia sangat di lecehkan saat ini.
dia pun berusaha lari dengan tenaga yang di milikinya, tapi karena perintah mereka adalah bereskan.
jadi mereka pun melempar tubuh wanita itu dari lantai lima gedung itu tanpa mengenakan sehelai benang pun.
tak hanya itu, wanita itu juga pasti mati dengan kepala pecah karena dia menghantam baru yang ada di sana.
sebelum pergi seseorang menyiramkan sesuatu yang membuat rusak tubuh wanita itu dan mereka pergi tanpa ada saksi dan bukti kejahatan.
__ADS_1
semua beres sesuai yang di perintahkan.