Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
bertemu Salwa


__ADS_3

mayat wanita itu di ketemukan oleh polisi, tapi karena kondisinya yang sangat buruk, polisi tak bisa mengindentifikasi siapa itu.


terlebih tak di temukan satu pun identitas atau apapun, jadi polisi pun menutup kasus itu begitu saja.


sedang Raina baru saja naik mobil untuk pulang ke rumah saat tiba-tiba dia ingin makan pastel yang berisi mie bihun dan suwiran ayam.


"ada apa sayang?" tanya Raj yang mrligat istrinya itu beberapa kali menghela nafas panjang.


"tidak ada, hanya saja kalau hujan begini aku biasanya makan pastel hangat, pasti enak," kata Raina.


"sayang sepertinya jika kamu ingin makan itu akan sulit, bagaimana kalau di ubah saja menjadi makan yang lain, manisan atau dokla?" tawar Raj yang tak mungkin mencari pastel di India.


"tak usah bingung, minta Paman Raju menyuapi semua bahan di rumah, aku akan memasaknya sendiri," jawab Raina.


"baiklah aku akan bilang pada paman Raju," kata Raj yang memerintahkan para pelayan rumahnya itu.


beruntung ada Tania yang memang suka masak, jadi dia memutuskan membuatkan apa yang di inginkan oleh Raina.


dia melihat semua dari tutorial di media sosial, meski sedikit kesulitan, tapi akhirnya bisa membuatnya.


ya meskipun tak sempurna tapi ini sepadan untuk kakak iparnya yang sedang ngidam itu.


tak lupa mereka juga membuat sambal yang pedas itu, sesampainya di rumah, Raina pun nampak tak bersemangat.


"ayolah sayang, jangan sedih seperti ini," mohon Raj.


"aku tidak sedih aku hanya ingin makan saja," jawab Raina yang akan menuju dapur saat dia melihat Tania.


"pastel yang aku buat, tapi maaf deh kalau agak berantakan, tapi karena ini tak mengunakan minyak jadi mungkin tak akan enak, karena dokter bilang mbak tak boleh kebanyakan makan minyak," kata Tania.


"terima kasih adik ipar ku sayang," kata Rania yang langsung mengambil pastel itu, "emm... ini akan enak jika ada saus cabe," gumamnya.


"tara..." kata paman Raju yang membawa saus cabai itu


Raina pun segera memakannya dan dia merasa begitu senang bukan main, bagaimana tidak, rasanya sangat menggugah selera.


bahkan Raj dan Raman yang juga baru pulang ke rumah pun juga sangat menyukainya.


"apa enak?"


"sempurna ini persis buatan ibuku, terima kasih sudah membuatkan keinginanku," kata Raina yang mengambil dompet suaminya.


dia mengeluarkan uang untuk di berikan pada Tania, Raj mengangguk.

__ADS_1


"hadiah untuk mu adik ipar, terima kasih sudah membuatkan pastel kerinduan ini," kata Raina.


Tania tak menyangka dia di berikan empat ratus dolar Amerika, sedang untuk ketiga pelayan juga mendapatkan hadiah masing-masing sepuluh ribu rupe.


karena Raj dan Raina ini di kenal sangat dermawan, itulah kenapa mereka semua mengabdikan hidup hingga bertahun-tahun.


"sekarang sudah kenyang buka, sudah tak ngambek lagi?" tanya Raj.


yang di angguki Raina yang kini memeluknya erat, "baiklah sekarang kita pergi untuk bersih-bersih ya," kata Raj.


"iya sayang,"


"jaku juga honey, karena kamu terlalu banyak main di dapur," jata Raman yang merangkul istrinya itu.


Oma keluar untuk memastikan makan malam siap, dan menunggu kedatangan Rohan dan calon istrinya.


Oma masih sangat penasaran dengan calon istri Rohan ini, karena dia mengatakan jika berasal dari Indonesia, yang ona tau sangat banyak dulu dan budaya yang lain.


tapi dia juga tak bisa curiga begitu saja, jadi hari ini dia harus membuat gadis itu menjawab setiap pertanyannya.


Rohan datang bersama dengan wanita yang di maksudkan, terlihat gadis itu mengenakan pakaian yang sangat sopan.


dan terlihat cantik dengan polesan make-up tipis, bahkan dia sangat mengerti sopan santun.


"malam Rohan, silahkan duduk halo Salwa,"


"malam Oma, bagaimana kabar anda?"


"aku baik, kalian datang ke sini kenapa malah repot," kata ona yang mrligat kue yang di bawa oleh Salwa.


"tidak repot Oma, ini adalah kue yang hanya bisa aku buat, jadi tolong di maklumi jika rasanya sedikit kurang cocok karna ini kue khas kota saya," kata Salwa.


"tentu saja, tapi yang tepat untuk mencicipinya adalah cucu menantuku, bibi Ami tolong panggilkan Raina," perintah Oma Lela.


"baik nyonya sepuh," jawab wanita itu.


tak lama terlihat Raj dan Raina turun dengan mengenakan baju santai, bahkan Raj tak melepaskan tangan istrinya itu sedikitpun.


"salam ona, ada apa mencari kami," tanya Raina yang duduk di sebelah Oma Lela.


"dia adalah salwa calon istri Rohan, dia datang bawa kue dari Indonesia, karena kamu orang sana, apa kamu mau lihat kue itu, karena beberapa hari ini kamu terus ingin makan kue seperti itu bukan," kata Oma Lela.


"benarkah, apa kamu membuatnya sendiri Salwa," tanya Raina.

__ADS_1


sedang Salwa ingin sekali memeluk tubuh sahabatnya itu, yang beberapa pertemuan hanya bisa dia lihat dari jauh


"ah iya, aku membuatnya sendiri, meski harus menunggu untuk membeli beberapa bahan yang memang di sini tidak ada," Jawabnya.


Raina membuka kota kue itu dan nampak lah ada tiga jenis kue, kue spiku, kue gulung dan lapis legit.


"orang Surabaya ya," kata Raina.


"iya, anda juga dari sana?" kata Salwa yang pura-pura tak tau.


"iya, tapi sayang aku tak suka kue lapis legit ini, karna rasanya terlalu manis," kata Raina yang menyentuh kue itu.


"bagaimana mungkin, saya membuatnya tidak manis karena tau kamu tidak suka hal itu," kata salwa keceplosan.


Raina tersenyum dan menoleh ke arah Salwa, "kamu jika mau bersembunyi, jangan membuat ini untuk datang kesini, dasar gadis bodoh," kata Raina yang langsung bangkit dan memeluk Salwa.


"maafkan aku... aku tak pernah punya keberanian untuk menemui mu, karena wajah ku," tangis Salwa.


"aku selalu jadi sahabat mu, meski wajah mu buruk sekalipun, padahal aku kira kamu mati setelah pembantai tragis yang menimpa keluarga suamimu itu," kata Raina yang berpelukan erat.


"beruntung kak Raj dan kak Rohan menyelamatkan aku, tapi aku depresi dan ketakutan karena para pembunuh itu sudah melihat wajah ku, jadi aku merusaknya, tapi kak Rohan membuat ku hidup lagi dengan wajah ini," kata Salwa.


"terima kasih sudah membuatnya tetap hidup..." kata Raina.


"maaf tidak mengatakan ini dari awal sayang, karena kondisi Salwa saat itu sangat buruk, Jadi kami berniat akan memberitahu dirimu saat semuanya baik, tapi nyatanya itu tak tejadi karena kita berpisah," kata Raj.


"sekarang aku akan menjadi istrimu selama-lamanya," kata Raina


"itu harus, karena aku sudah teken kontrak dengan dewa untuk tujuh kehidupan selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya," kata Raj yang membuat semua orang tertawa.


tanpa di duga Kinjal dan Rahul juga datang, keduanya kaget karena malam itu ada acara di rumah.


"sepertinya ada kabar bahagia ini?" kata Rohan yang menyentuh kaki Oma.


"semoga kalian bahagia, kalian tepat waktu, karena lusa adalah hari pertunangannya Rohan dan Salwa," kata Oma Lela.


"wah selamat, akhirnya perkakas kita ini akan melepas masa lajangnya," kata Rahul.


"selamat kak Rohan, aku ikut bahagia untuk mu," kata Kinjal.


"terima kasih," jawab Rohan.


akhirnya makan malam berjalan dengan sangat baik, tapi saat berbincang Rahul baru mencicipi kue enak yang di bawa oleh Salwa.

__ADS_1


dan dia rasa kue itu sangat cocok di lidahnya tang memang sudah lama tinggal di Singapura.


__ADS_2