
"apa itu tukang susu," tanya Salwa yang menyiapkan semua masakan di meja
"iya, dia datang mengantarkan susu, dan aku menyuruhnya datang setiap hari karena mulai sekarang, kamu harus minum susu," kata Rohan yang mulai memasak susu itu.
"kenapa, padahal kamu tau benar jika aku tak suka rasanya, ya bisa jika aku mencampurnya dengan jus," kata Salwa.
"itu juga baik loh, sudah tak masalah, sekarang kita sarapan, dan setelah ini kita harus berbelanja untuk kebutuhan rumah, dan aku harus mengambil semua barang ku di rumah Malhotra untuk tinggal di sini, apa tak masalah?"
"tentu saja tidak, ini rumah mu kak, jadi akan lebih nyaman jika kita tinggal di sini," kata Salwa yang sudah nyaman tinggal di rumah itu.
Rohan pun tersenyum, dan kini mereka sudah selesai dan setelah siap, mereka berdua berangkat menuju ke pasar terlebih dahulu.
mereka membeli semua kebutuhan dapur agar iebgjal, bahkan berbagai bumbu dan tepung akan menjadi bahan yang wajib ada.
tak hanya itu, mereka tadi juga melihat kulkas dan tentu Rohan membelikan semua peralatan elektronik yang di butuhkan istrinya.
setelah semua di beli, mereka kini berkunjung ke rumah keluarga Malhotra untuk membereskan barang Rohan.
saat sampai Salwa melihat hanya ada para pelayan yang ada di rumah, "bibi ami, kemana semua orang kenapa begitu sepi?" tanya Rohan.
"semua sedang di luar tuan, ada yang bisa di bantu?'' tanya wanita itu.
"tidak ada bi, aku dan istri datang untuk membereskan semua barang ku, karena jaminajan pindah, kaldu begitu permisi," kata Rohan.
dia membawa semua pakaian dan banyak buku miliknya, bahkan tak ada satu pun yang tertinggal di sana.
"kak, sebelum pergi bisakah aku membuat sesuatu untuk semua orang di rumah," tanya Salwa
"Kuta nanti malam kesini lagi, jadi kita bawa pas datang lagi oke, karena kita juga harus membersihkan rumah," kata Rohan.
"baiklah, aku mengerti," jawab Salwa
mobil itu membelah jalanan padat di kota Mumbai, saat sampai di rumah mereka.
keduanya langsung turun dan membawa semua barang, tak hanya itu mereka juga langsung menata ulang setiap kamar.
terutama kamar utama, yang ternyata sudah ada tukang yang datang untuk membuatnya makin luas.
saat mereka sampai ternyata sekarang kamar itu sudah memiliki lemari baju luas dan kamar mandi juga makin bagus.
"kenapa bisa?" tanya Salwa
"sebenarnya dulu ininada dua kamar, tapi karena kita cuma berdua jadi aku membongkarnya agar lebih luas dan enak, dan jika kita punya anak, tentu kanar mereka juga sudah ada tapi untuk sementara kita gunakan untuk gudang dulu," kata Rohan.
"dasar, tapi aku juga bingung dengan begitu banyak kamar di rumah ini, bahkan gudang penyimpanan di atas saja sangat luas," kata Salwa
"ya karena dulu orang tua ku ingin punya banyak anak, tapi nyatanya malah hanya aku yang bisa bertahan sampai sekarang, jadi tak usah sedih ya sayang," kata Rohan.
__ADS_1
mereka pun sangat semangat, dan pukul lima sore semua selesai di bereskan, dan barang yang tadi di beli pun datang.
dapur juga sudah berubah menjadi sangat luas bahkan kompor juga sudah berubah.
tapi untuk sementara mereka belum bisa memasak karena dapur masih dalam tahap renovasi.
malam ini keduanya di undang datang ke rumah Malhotra untuk acara makan malam.
terlihat Bu Rahayu dan Raina sedang berkumpul dengan hangat, bahkan saat Salwa datang mereka menyambutnya dengan hangat juga.
"sebenarnya ini adalah hari perpisahan kamu, maaf baru mengatakannya sekarang, karena aku dan Kinjal harus segera kembali ke Singapura, karena ada proyek besar yang harus aku tangani," kata Rahul yang berpamitan.
"kenapa begitu buru-buru," kata Raj yang tak menyangka akan di tinggalkan adiknya secepat ini.
"iya Raj, kamu tau benar bagaimana saat kita bekerja dengan orang Jepang, semuanya harus cepat dan tepat waktu," kata Rahul.
"itu hebat, dan mereka selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan, jadi jangan sekali pun membuat kepercayaan mereka hilang, maka itu akan sangat sulit di pilihkan," tambah Rohan.
"ya aku menyadari itu," kata Rahul.
tiba-tiba Raina ingin makan ayam bakar, padahal semua makanan adalah makanan Indonesia.
"ayo kita makan, aku sudah sangat lapar," ajak Raina
"baiklah, ayo Semuanya," jawab Oma Lela.
akhirnya mereka untuk pertama kalinya makan masakan nasi padang, tapi tak semua jenis tapi hanya beberapa lagi.
selesai makan, mereka akan duduk santai sambil menikmati kopi panas, sedang Raina memilih berbincang dengan para wanita.
tanpa terasa hari makin malam, akhirnya Rahul berpamitan karena besok pesawatnya akan berangkat pagi hari, itulah alasannya kenapa mereka melakukan pamitan sekarang
setelah selesai kini Rohan juga berpamitan, karena keluarga Raina akan menginap di rumah keluarga Malhotra.
mereka berdua sampai di rumah, dan tenyata semua sudah selesai di renovasi, itulah kekuatan uang.
akhirnya malam ini Rohan dan Salwa bisa istirahat karena kekah, karena besok hati libur jadi mereka bisa santai.
sedang Raj dan Raina masih melakukan olahraga panas untuk tetap menjaga api cinta mereka.
setelah itu Raj memeluk Raina yang tertidur pulas karena kelelahan, dan besok mereka tinggal mengikuti alurnya.
karena saat ini semua sudah bahagia bersama pasangannya masing-masing.
di sebuah sudut kota, seorang pria bertemu dengan beberapa orang yang mengatasnamakan diri mereka korban.
ya mereka adalah para pegawai yang telah di pecat dari perusahaan milik Raj dan Raina.
__ADS_1
mereka ini di hubungi oleh Vans yang ingin balas dendam, tapi sayangnya pergerakannya sudah sangat di awasi oleh Raj.
jadi mereka berkumpul seperti ini dan membuat rencana sudah pasti dengan mudah di ringkus.
itulah semua orang yang asalnya
mendukung dan ingin bergabung. tiba-tiba balik badan saat semua anak buah Raj datang.
"dia yang memanggil kami untuk menyuruh kami balas dendam ke tuan Raj!" teriak salah satu orang yang menunjuk Vans.
"sialan, kalian berani-beraninya menghianati ku, padahal aku ini mengajak kalian untuk melakukan hal berguna," kata Vans.
"lebih baik jelaskan saja nanti saat bertemu dengan tuan Raj, tapi sekarang lebih baik kamu tidur dulu ya," kata salah satu orang yang langsung menyuntikkan obat bius.
Vans pun di bawa pergi, "sekali lagi kalian berani berkumpul untuk membahas balas dendam, aku pastikan kalian akan tinggal nama," kata para pria berbaju hitam itu.
dan mereka semua langsing pergi dari tempat itu. sedang Vans di buang ke anta berantah, tentu saja identitas dan uang di ambil darinya.
keesokan harinya, Raina bangun dan melihat suaminya masih menutup mata dengan lelap
dia bergegas untuk mandi karena setiap pagi harus berdoa untuk kesehatan anaknya.
pagi ini ternyata Oma sudah berangkat duluan untuk mengantar Kinjal bersama dengan Rino, adiknya yang penasaran dengan suasana kota Mumbai.
"apa anda butuh sesuatu nyonya?" tanya bibi Anu.
"tidak ada Bi, tapi bisa aku minta susu almond,karena tiba-tiba aku ingin minum susu itu," kata Raina.
"baiklah, saya ambilkan," jawab wanita itu.
Raj turun dan terlihat sudah segar juga, dia duduk di sofa sambil membaca koran pagi ini.
Raina datang dan meletakkan kopi dan gorengan di samping pria itu, "sayang pagi-pagi tak sehat makan gorengan," tegurnya.
"ini bukan gorengan biasa, tak banyak minyak, karena aku mengunakan alat baru yang di berikan oleh Rahul kapan hari," kata Raina.
karena penasaran Raj pun mencobanya, ternyata benar, gorengan itu tidak seperti gorengan biasanya.
meskipun krispi tapi tak berminyak, dan semakin sehat sekarang, "bibi tolong susu untuk nyonya,"
"ini saya bawakan tuan, dengan potongan buah juga, dan pagi ini ingin sarapan apa nyonya, tuan?"
"tolong buatkan roti isi saja, ingat harus tetap ada sayuran dan protein," kata Raj.
"setuju dengan suamiku, sarapan kali ini itu saja, tapi kenapa Raman dan Tania belum keluar kamar?" tanya Raina.
"kamu lupa jika mereka pergi ke rumah orang tua Tania," kata Raj.
__ADS_1
"ah iya, aku belum membeli kado," kata Raina ingat.