
hati ini pembelajaran di pindah ke rumah Rohan dan Salwa. karena sekolah yang biasa di gunakan sedang di renovasi atau lebih tepatnya di bangun ulang.
para murid yang berjumlah dua puluh orang itu terlihat sangat senang mendapatkan tempat baru.
belum lagi buku dan semua peralatan sekolah juga di sediakan.
bahkan makan siang di belikan oleh Salwa.
wanita itu terlihat sangat senang dengan apa yang sedang dia kerjakan.
di perusahaan Rohan juga sangat kompeten, bahkan masalah yang selama ini menjadi biang kerok.
beres di tangan pria itu, bagaimana tidak, Raj membereskan semuanya tanpa ampun.
Yuswan yang mendengar jika daerah kekuasaannya hancur pun tak terima, dia ingin datang dan melihat sendiri siapa yang bisa membunuh anak buahnya.
padahal semua orang di kota itu tau, hangat pernah mengusik pria bernama Yuswan.
sore itu sebuah mobil Jeep melintas di depan proyek pembangunan sekolah, dan saat mereka ingin masuk ternyata ada polisi yang menjaganya.
jadi mereka mengurungkan niatnya, dan mengalihkan menjadi mengincar Salwa yang sedang menyiram tanaman sore itu.
para pria berbadan besar itu turun, tapi baru juga masuk rumah mereka sudah di semprot air oleh Salwa.
jadilah Yuswan dan seluruh anak buahnya basah."sialan..."
sedang Salwa berpura-pura tak melihat, "maaf aku tak melihat kalian, ada apa kenapa datang membawa banyak orang, apa ingin mencari seseorang," tanya Salwa.
"maaf nyonya kami datang dari jauh ingin bertemu dengan tuan Rohan, saya dengan kemarin dia menghajar anak buah Yuswan, aku ingin berterima kasih," kata pria itu berjalan masuk kedalam rumah.
tanpa terduga Salwa mengambil kabel listrik yang terkelupas dan sengaja di buatkan seperti itu.
"tapi sayangnya dia tidak di sini," jawab Salwa yang melemparkan kabel itu ke arah pria yang basah.
mereka berenam pun tersetrum listrik dengan kekuatan cukup kuat, hingga akhirnya mereka semua pingsan, setelah menghitung waktu yang pas.
baru Salwa mematikan aliran listrik itu, bertepatan dengan itu polisi datang begitupun dengan Rohan yang tadi mendapatkan pesan darurat dari ponselnya.
mereka semua pun tergletak tak berdaya, bahkan sudah gosong karena tersengat listrik.
"kamu tidak apa-apa?" tanya Rohan.
"aku baik cuma mereka sepertinya yang tak baik," kata Salwa.
"terima kasih nyonya, anda benar-benar membantu polisi karena mereka akhirnya bisa di tangkap setelah semua yang di lakukan selama ini," kata kepala polisi.
"tuntut mereka dengan semua kejahatan yang di telah di lakukan, aku akan mencarikan buktinya," kata Rohan.
"baiklah aku mengerti tuan, terima kasih atas Semuanya," kata kepala polisi.
akhirnya tempat itu bebas dari preman yang selama ini sangat meresahkan.
tak terasa kandungan dari Salwa makin hari makin besar, tapi wanita itu tetap semangat untuk mengajar.
sedang di tempat lain,Raj sedang bersitegang dengan dokter yang akan memberikan imunisasi pada putra-putranya itu.
__ADS_1
"kamu heboh sekali, lebih baik keluar," perintah Raina karena tak habis pikir dengan suaminya itu.
"tapi sayang, anak-anak kasihan itu mereka masih bayi kenapa harus di suntik," kesal Raj yang benar heboh dari tadi di ruangan dokter anak itu.
"hentikan, jika mereka tidak di suntik imunisasi, mereka akan mudah sakit kamu mau itu, jadi tolong ya diam.." kata Raina yang mendorong suaminya itu untuk pergi ke luar ruangan dokter.
akhirnya Raka dan Rama di suntik, dan reaksinya pasti menangis, tapi itu normal berarti.
setelah imunisasi, kedua bayi benar-benar sehat dan perkembangan motorik serta sensorik juga sangat baik.
untunglah dokter memberikan beberapa vitamin untuk keduanya agar membantu untuk tumbuh kembang mereka.
"tak terasa ya sayang, mereka sudah tiga bulan, dan sangat lucu tapi kenapa wajah mereka seperti mu semua," kata Raina saat sedang antri untuk mengambil vitamin.
"ya ini membuktikan jika ayah mereka bibit unggul," kata Raj yang menggendong Rama yang tampak lebih tenang sekarang.
"ya aku akui itu, tapi sayang agak emosian ya orangnya, dan bukankah kamu janji akan mengajakku untuk ke tempat Rohan dan Salwa, aku menunggunya," kata Raina yang tak sabar lagi.
"sabar sayang, sekarang berarti kandungan Salwa sudah tujuh bulan, ah iya mereka harusnya mengadakan acara tujuh bulanan," kata Raj.
ternyata benar saja, sebuah pesan masuk yaitu sebuah undangan untuk keluarga mereka.
yaitu acara tujuh bulanan Salwa yang di adakan di kota mereka tinggal saat ini.
"lihatlah, saat kita membicarakan mereka ternyata benar terjadi, lusa kita berangkat, karena ibu hamil harus memakai baju pengantin dari rumah keluarganya," kata Raj.
Oma Lela yang mendapatkan pesan undangan dari Rohan langsung bersiap mengajak bibi Ami untuk belanja.
mereka ke butik untuk membeli sarre baru untuk di kenakan oleh Salwa.
setelah itu dia menyuruh supir mengantarnya ke tempat tinggal Rohan dan Salwa.
dia sudah menghubungi Raj jika dia berangkat duluan, sesampainya di daerah tempat tinggal cucunya itu.
Oma Lela merasa jika suasana sangat berbeda, terlebih semua jalan di hiasi dengan sangat indah.
sampai di rumah Salwa, juga sudah terlihat persiapan, "pak tolong panggil seseorang untuk membantu membawa hantaran,"
"baik nyonya besar," jawab supir itu.
Oma Lela turun dari mobil dan melihat rumah lama yang pernah terlihat begitu buruk dengan ceceran darah dimana-mana.
kini nampak indah dan bersih, Salwa kebetulan sedang lewat dan melihat Oma Lela.
"Oma datang," matanya sambil sedikit berlari kecil.
"hentikan, kamu ini sedang hamil nak, bagaimana cucu perempuan ku ini?" tanya Oma.
"dia sangat aktif Oma, kenapa tak bilang seharusnya Oma bilang biar kak Rohan menjemput Oma,"
"tak masalah, Oma datang karena semua persiapan harus dari rumah keluarga, Oma membawa semua yang di butuhkan oleh ibu cantik ini,"
"terima kasih Oma, mari masuk kebetulan aku tadi juga membuat kue dan tenang saja itu tanpa gila," kata Salwa.
"bagaimana rasa kue tanpa gula?"
__ADS_1
"yang pasti baik-baik saja Oma," kata Salwa tersenyum.
mereka duduk bersama, dan Rohan nampak buru-buru pulang saat Raj bilang jika Oma sudah berangkat duluan.
"Oma..."
"iya nak, ya Tuhan aku tak sangka sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang ayah,"
"iya Oma," jawab Rohan.
dia menceritakan semua yang mereka alami selama tinggal di kota itu.
dan acara besok akan di adalah di tempat yang biasa di gunakan para warga untuk melakukan doa bersama.
dan di padukan acara besok akan sangat meriah karena Rohan dapat bantuan dari semua orang.
Rohan dan Salwa sangat di terima baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
keesokan harinya di adakan karnaval karena itu Hadi jadi kota.
semua orang menikmati acara yang di suguhkan, Oma berjalan menyusuri jalanan yang sangat ramai.
karena ini seperti padat dadakan yang hanya ada satu tahun sekali, dan saat lewat di sebuah toko benang.
Oma berhenti dan langsung memilih benang yang dia inginkan untuk membuat syal untuk para cucunya.
sedang tugas Rohan hari ini menjadi pengawal sekaligus pembawa belanjaan karena Oma sudah kalap saat ini.
setelah membeli benang yang di inginkan, mereka berpindah membeli samosa panas.
Oma meminta yang isi sayur karena dia sedang tak ingin makan daging, Rohan uang ingat istrinya pun membeli beberapa untuk wanita tercintanya itu.
di rumah, Salwa sedang duduk santai menikmati suasana Agi yang sangat ramai.
saat tiba-tiba dia melihat ada kedatangan dari Raj dan yang lainnya.
Salwa bangkit dan mengusap perutnya yang memang cukup besar,"selamat datang kakak ipar .."
"wah... ini sangat macet, apa ada acara?"
"iya karnaval dan Oma serta suamiku sedang melihat-lihat di sana, karena Oma bilang mau membeli sesuatu," kata Salwa.
"mungkin sebentar lagi akan pulang, tunggu saja, eh...itu mereka sudah datang," kata Salwa melihat Oma Lela dan Rohan.
"wah.... sepertinya Oma membeli semua yang di ada di pameran ya, kenapa Rohan sampai kesulitan begitu?" tanya Raj melihat adik angkatnya itu.
"ini masih sedikit kak, ada lagi di belang," jawab Rohan.
ternyata benar, semua di beli oleh Oma, "sudah tak apa-apa, sekarang mari masuk agar semuanya bisa beristirahat," kata Salwa.
mereka pun masuk bersama, wanita yang membantu Salwa pun membawakan minuman kepada para tamu.
dan Raina suka suasana desa tempat tinggal Salwa dan Rohan. bagaimana tidak belakang rumah adalah pemandangan dari pegunungan hingga membuat suasana sedikit dingin meski di siang hari dengan cahaya mata hari full.
Oma pun menyukai karena kita ini juga sangatlah tenang.
__ADS_1