
para teman Raina pun melihat sekeliling, dan mereka pun merasa senang
terlebih bisa berbincang bersama dengan Rohan yang terkenal sebagai orang sukses.
karena Rohan adalah tangan kanan Raj, itulah kenapa mereka terlihat begitu senang.
tak hanya itu, saat makan bersama semua juga menikmati masakan yang di buat.
bahkan dakwa juga menyiapkan beberapa untuk di bawa pulang oleh para tamu.
"terima kasih ya atas sambutannya," kata kepala sekolah itu.
"tentu pak, saya senang jika kalian merasa sudah di layani dengan layak, dan saya mohon bimbingannya untuk istri saya selama mengajarnya,"
"baik tuan Rohan," jawab pria itu.
mereka semua pun kini pamit pulang tak lupa tadi Salwa juga sudah menyisihkan makanan untuk di bawa bibi Anu.
"bibi nanti titip untuk orang rumah, dan ada sedikit hadiah, terima kasih sudah datang membantuku, jika bibi tak datang pasti aku akan kelelahan," kata Salwa.
"iya nyonya," jawab bibi Anu.
akhirnya wanita itu juga pamit untuk pulang, dan Salwa sudah beristirahat karena dia merasa lelah.
sedang Rohan harus menyelesaikan beberapa kontrak yang harus segera di tanda tangani oleh Raj.
karena beberapa bulan lagi pria itu tak di izinkan keluar negri oleh Oma, karena kandungan dari Raina sudah semakin besar.
hari berganti bulan, kandungan Raina semakin besar, bahkan perut wanita itu sekarang sangat besar di banding dulu Tania hamil.
"kakak ipar, yakin jika kamu tak hamil kembar, pasalnya perut ku itu seperti dua kali lipat dari aku yang dulu hamil," kata Tania.
"entahlah, tapi saat USG dokter hanya bisa melihat satu bayi saja," kata Raina.
mereka berdua sedang duduk di ruang tamu, tak lama Salwa datang membawa buah dan camilan yang di inginkan oleh sahabatnya itu.
"aku datang bawa sesuatu, lihatlah ini, dan bagaimana kabar baby-nya yang ada di dalam perut," tanya Raina.
"mereka sehat-sehat saja, sudah tak usah basa-basi, tolong berikan rujak itu, kamu tau jika aku sangat ingin makan itu," mohon Raina.
"baiklah, tapi kemana Oma pergi, padahal tadi beliau menyuruhku untuk datang karena ingin membahas sesuatu katanya," kata Salwa yang menyiapkan semua buah itu di piring.
"Oma tadi sepertinya ke kuil bersama bibi Ami deh, ini apa kok warnanya hitam begitu?" tanya Tania yang belum pernah melihat bumbu rujak buah.
"namanya rujak buah, di Indonesia banyak orang menyukainya.katena segar, dan lagi ibu hamil pasti juga suka karena itu bisa mengurangi mual biasanya," kata Salwa yang tak kalah lahap seperti Raina
"apa kamu sedang hamil.juga, kenapa kamu juga suka makan mangga muda ini?" tanya Tania heran.
"hah... ya gak lah, orang aku memang pecinta mangga muda dari dulu," jawab Salwa yang tertawa.
tapi Raina memang sedikit melihat perubahan pada tubuh sahabatnya itu, bagaimana tidak.
Salwa sekarang terlihat sangat berisi, belum lagi wajahnya yang nampak penuh jerawat.
__ADS_1
"memang kamu bisa bilang begitu, sudah periksa ke dokter?" tanya Raina penasaran.
"tentu saja belum, lagi pula kapan hari aku baru selesai mentruasi jadi itu tak mungkin," jawab Salwa.
mereka pun melanjutkan makan rujak buah, tak hanya itu mereka semua juga terlibat dalam obrolan serius.
Oma Lela datang dengan membawa piring puja, dan duduk bersama para menantunya itu.
"Raina, Oma sudah memiliki tanggal untuk mu melakukan acara tujuh bulanan, dan acara itu Minggu depan, jadi Oma sudah mempersiapkan semuanya," kata Oma Lela.
"baiklah Oma, aku ikut saja," jawab Raina.
"kalian harus memastikan tidak ada yang hamil ya, karena dua ibu hamil tak baik berada di dalam acara yang sama, jadi paham kan maksud Oma," kata Oma Lela.
"iya Oma," jawab Salwa dan Tania.
mereka semua membahas segalanya, yang akan di lakukan saat pest bayi itu.
dan Rohan datang ke rumah Malhotra Karena tadi istrinya itu sempat pamit.
beruntung Salwa tidak membawa kendaraan jadi mereka bisa pulang bersama.
"bagiamana kata pendeta Oma," tanya Raj.
"semuanya baik dan acaranya bisa di lakukan, dan ingat Minggu ini semua tak ada yang boleh pergi ke luar negri ya," kata Oma Lela.
"baik Oma," jawab mereka semua kompak.
tentu saja orang tua Tania tak di undang setelah mengatakan hal yang membuat kekacauan, mereka tak ingin ada lagi hal yang menjengkelkan nantinya.
Salwa malah jauh pingsan, melihat hal itu dengan panik Rohan pun membawa istrinya bergegas ke rumah sakit.
dokter langsung menanggani Salwa dengan intensif, di rumah Malhotra semua orang sudah datang dan acara akan di mulai.
tapi hanya ada Rohan dan Salwa yang belum datang, semua nampak cemas.
akhirnya Raj memutuskan untuk menelpon adiknya itu, "kamu di mana, semua orang sudah datang tinggal kamu dan Salwa,"
"maaf kak, sepertinya aku tak bisa datang karen Salwa tiba-tiba jatuh pingsan dan sekarang kami ada di ruang sakit," kata Rohan dengan sedih.
"kenapa bisa, ya sudah aku akan bilang pada Oma, tapi kamu tak masalah jika kura mulai acara ini tanpa kalian," tanya Raj.
"tak masalah kak, maafkan aku nanti biar aku yang meminta maaf lagi pada semuanya ya,"
"baiklah Rohan, jaga istrimu baik-baik ya," kata Raj.
"iya kak."
Rohan masih menunggu di luar ICU, tak lama dokter pun keluar, "bagaimana kondisi istri saya dokter?"
"nyonya hanya kelelahan, terlebih dia sedang hamil delapan Minggu, jadi anda harus memperhatikan kesehatan nyonya tuan, kalau begitu saya permisi, dan nyonya bisa pulang," kata dokter yang tersenyum.
Rohan tak menyangka akan jadi ayah, dia masuk ke ruangan Salwa dan mereka menangis bersama, pasalnya mereka benar-benar sangat senang.
__ADS_1
di rumah Malhotra acara di mulai, meski Raina menunggu sahabatnya itu.
"sudah kakak ipar aku yakin pasti mereka punya alasan tersendiri untuk telat," kata Kinjal membujuk Raina.
acaranya berjalan sangat lancar, semua orang tampak senang dengan acara kali ini.
Raj tau ke khawatiran istrinya, dan meyakinkan jika semua akan baik-baik saja.
hingga akhirnya, semua pemujaan sudah selesai, barulah Rohan dan Salwa datang ke rumah sambil membawa hadiah.
"kenapa kalian datang, pergi sana aku tak butuh kalian," kata Raina marah.
"kenapa marah kakak ipar, bukankah Oma kemarin bilang, jika tidak baik jika dia orang ibu hamil berada dalam acara seperti ini bersama," kata Salwa yang mengejutkan semua orang
"jadi kamu... kalian..." kata Raina tak percaya.
"iya, ada Rohan junior di sini," kata Rohan dengan senang
mendengar itu Raj langsung memeluk adiknya itu, "selamat bung, akhirnya kamu juga akan jadi seorang ayah,"
"terima kasih kak," jawab Rohan
Raina dan Salwa berpelukan, setelah itu mereka meminta berkat pada Oma, "sudah-sudah, semoga ibu dan bayinya akan sehat sampai lahiran, muach .." ona Lela juga sangat senang.
Rahul memberikan selamat, sebenarnya dia juga ingin memiliki anak tapi Kinjal dan dia sendiri sangat sibuk satu sama lain.
jadi mereka menundanya dulu, tapi melihat kebahagiaan dari Rohan dan istrinya, tiba-tiba dia kepikiran untuk memiliki anak juga.
acara selesai, Salwa memberikan hadiah pada Raina dan juga Raj yang akan menjadi orang tua baru.
setelah itu, malam hari Raina sedang bersiap untuk tidur tapi dia neraka jika tendangan kedua bayinya sangat kuat.
ya setelah memastikan kondisi kehamilan sebelum acara tujuh bulanan kemarin, dia baru tau jika hamil anak kembar.
dan itu dua kali lebih sulit karena sangat beresiko tinggi saat prosesi kelahiran nantinya.
itulah kenapa satu-satunya yang di pilih oleh Raj adalah operasi sesar, bukan karena apa, memang itu menyakitkan tapi dia tak mau kehilangan anak dan ibunya.
terlebih Raj sudah pernah kehilangan Raina sebelumnya, keluarga Raina juga tak ada yang bisa datang.
di karenakan mereka sedang merawat pak Sunjoyo yang tiba-tiba drop dan kondisi kesehatannya sedang tak baik.
sedang Rino harus fokus di perusahaan karena sekarang dialah yang melanjutkan dan mengembangkan perusahaan Sunjoyo group agar semakin besar lagi.
bahkan dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan percintaannya dengan Rita karena ingin fokus, sedang wanita itu juga fokus kuliah di luar negri jadi mereka memutuskan untuk selesai.
"apa kamu menghawatirkan kondisi keluarga ku, kita bisa pergi ke Indonesia, jika itu perlu," kata Raj yang tak ingin istrinya terbebani.
"tidak usah, bukan aku ingin kesana, tapi sepertinya itu tak mungkin mengingat perutku sebesar ini," kata Raina.
"tenang saja, aku bisa menyewa jet pribadi untuk perjalanan kita, lagi pula Salwa juga perlu bertemu orang tuanya bukan," kata Raj.
"tapi sepertinya itu bukan pilihan terbaik, telebih hubungan Salwa dan orang tuanya juga tak sebaik itu.
__ADS_1
sudah aku mau tenang di rumah sambil menunggu lahiran, karena sekarang aku semakin mudah lelah," kata Raina tersenyum
Raj pun membantu istrinya itu untuk mencari posisi tidur yang nyaman karena hamil besar membuat Raina kesulitan untuk tidur.