Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
siapa itu?


__ADS_3

mobil yang membawa Raina sudah sampai di villa pribadi milik Raj, dan terlihat sudah cukup sepi tapi kepala pelayan masih menyambut kedatangan dari Raina.


"selamat datang nona, biar saya bawakan barang belanjaan anda," kata pria itu.


"tak usah pak, dan aku mohon minta semua pelayan untuk tidak menyentuh belanjaan ku ini, mengerti," kata Raina yang turun dengan suasana hati yang tak baik.


setelah menaruh belanjaannya di meja makan, Raina segera bergegas ke lantai atas untuk berganti baju.


tak hanya itu, tak lupa dia memakai baju yang sangat nyaman untuknya, yaitu celana pendek selutut dan di padukan dengan kaos oblong berwarna putih.


dia turun ke lantai bawah, dan terlihat beberapa pelayan wanita susah berdiri di samping meja makan.


"kalian kenapa belum istirahat," kata Raina dengan sedikit basa-basi.


"kami ingin membantu nona," jawab mereka.


"tak usah, aku tak suka ada orang yang merecoki diriku, kalian istirahat saja, atau aku akan melaporkan kalian semua pada suamiku," ancam Raina yang pergi ke arah dapur.


"tapi nona, dapur itu bahaya, anda bisa terluka," kata kepala pelayan yang ingin menghalangi Raina.


Bu Rahayu yang memang sudah pulang duluan kaget mendengar ribut-ribut hingga membangunkan dirinya.


"biarkan saja pak, dia akan terus membantah ku, aku jamin dia akan baik, lebih baik sekarang kalian semua istirahat, besok baru bersihkan dapurnya," kata Bu Rahayu.


"itu benar, pergi saja," usir Raina.


mereka semua pun pergi, begitu pun dengan Bu Rahayu yang tau putrinya itu sedang marah.


Raina langsung mengeluarkan daging cincang dan mulai mengiling Semuanya, meski itu daging domba tapi dia bisa menyiasatinya.


ya Raina ingin membuat bakso, dan kali ini dia membuat tiga jenis bakso, yaitu ikan, domba dan ayam.


tapi karena dia mrligat resep dan tergiur dengan sate buntal, jadi dia mengurungkan membuat bakso domba.


akhirnya dia begitu sibuk karena membuat bakso cukup banyak hingga bisa di buat makan beberapa hari.


setelah bakso ayam selesai, kini giliran bakso ikan, dan yang membuat sedikit ngeri adalah bakso ayam tadi di isi sambal yang sangat pedas.


setelah dua jam, semua bakso buatan Raina matang, tapi belum ada tanda-tanda Raj akan pulang.

__ADS_1


padahal sudah jam dua dini hari, jadi Raina melanjutkan memasak sate buntal khas Jawa tengah.


setelah satu jam akhirnya satenya pun selesai, dan ada dua sate yang sudah di bakar hingga matang dan lainnya di simpan di freezer.


dia pun menyiapkan bakso buatannya, dan tak lupa ada mie goreng juga.


jadilah dia menunggu Raj sambil makan karena dia belum mengisi perutnya dengan apapun.


karena tadi pria itu meninggalkan dirinya begitu saja, tapi ternyata dia malah mendapatkan pesan dari seseorang tentang berita terbaru.


yaitu tentang Rena yang tertangkap kamera sedang berhubungan dengan seorang pria yang ternyata pria itu sudah memiliki istri.


"apa lagi ini, kenapa kakak begitu sembrono, aku tau dia itu memang bebas, tapi ini mempermalukan keluarga," gumamnya.


akhirnya dia sudah menyelesaikan makannya, dan bergegas masuk kedalam kamar untuk berganti baju.


karena dia harus menebus wanita itu yang sekarang berada di kantor polisi.


saat Raina turun, dia menekan bel untuk memanggil pelayan agar membereskan semua kekacauan yang dia lakukan.


Bu Rahayu juga sudah bangun, "apa papa masih tidur ma?"


"baiklah, sekarang kita harus pergi dan mengurus kak Rena,"


"ya dan gadis ini benar-benar hebat dalam menyakiti keluarganya," kesal Bu Rahayu yang tak habis pikir dengan gadis yang dia besarkan itu.


Raina pun bergegas pergi meninggalkan rumah, belum sempat kepala pelayan bertanya mereka sudah baik mobil mewah itu.


Raina mengemudikan mobil dan segera menuju ke kantor polisi, dan sesampai di sana ternyata begitu banyak paparazi.


beruntung tadi mereka menggunakan masker dan kaca mata hitam untuk masuk tanpa di kenali.


ternyata prosedur pengeluaran Reba sangat rumit di banding di Indonesia karena negara itu memiliki hukum yang ketat tentang perzinahan.


di sisi lain, Raj dan Rohan sedang bersiap untuk melakukan penyergapan, saat anak buahnya membereskan para pengawal yang tersisa.


terlihat ada genangan darah, dan seorang wanita yang terikat di kursi, "tuan, sepertinya itu keluarga Khamid yang baru-baru ini mengelar pernikahan,"kata Rohan.


"aku tak peduli,aku hanya ingin menguasai Semuanya, jika bisa tolong wanita itu juga," perintah Raj.

__ADS_1


akhirnya mereka pun datang dengan membawa senjata lengkap, "hai Bram,lama tak bertemu, sepertinya kamu makin sukses ya," kata Raj.


"sialan, bagaimana kalian bisa masuk, pengawal!!" teriaknya sambil mengacungkan pistol ke arah Raj.


"tak usah panik dan khawatir,aku sudah mengirim mereka ke neraka, dan sekarang giliran mu," kata Raj yang menembak kaki pria itu hingga terduduk.


Rohan menarik kursi dari Salwa dan melepaskan ikatan wanita itu, "sembunyi,"perintahnya.


tapi tanpa di duga, seseorang menangkap Salwa dan menyandra wanita itu


"kau kira kami hanya sedikit tuan besar, tapi sayangnya kami lebih banyak dari dugaan mu," kata Dev tertawa.


bahkan pria itu sangat senang saat ini, melihat Raj yang lengah tiba-tiba Bram melepaskan tembakan ke arah lengan Raj.


"tuan!!"


"serang!!" teriak Raj yang masih bisa bangkit.


akhirnya terdengar suara tembakan beruntun, dan Salwa hanya terpaku menyaksikan semuanya.


dua puluh orang itu mati dengan tepat, Salwa yang terlalu banyak melihat kejadian buruk, akhirnya pingsan.


"tuan anda tak apa-apa?" tanya Rohan.


"aku baik, hanya mendapat luka tembak, tapi bantu gadis itu karena sepertinya tak ading, dan kita ke rumah sakit," kata Raj.


dan dia tak lupa membuat surat dengan cap darah dari musuhnya itu, yaitu surat kekalahan dan memastikan semua kekayaan dari pria itu sekarang menjadi milik Raj.


di kantor polisi setelah menyelesaikan segalanya, akhirnya mereka bisa membawa Rena ke pergi.


"kita bawa ke rumah sakit dulu ya ma, sepertinya obat yang mempengaruhi kak Rena belum hilang,"


"ya sayang kamu benar," kata bu Rahayu.


mereka menuju ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan ke seluruh.


dan memastikan jika Rena tak mengalami luka sedikitpun atau apapun itu.


Raina terus melihat ponselnya dan tak ada satu pun pesan atau bahkan telpon dari suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2