
sedang di sebuah kota yang terkenal dengan cuaca yang dingin dan juga alam yang indah.
seorang wanita sedang berjalan untuk belanja di pasar yang terletak tak jauh dari rumahnya.
dia membeli bunga segar dan membeli beberapa sayur untuk membuatkan masakan untuk suaminya itu.
setelah semua di beli, dia pun bergegas untuk pulang, dia menyapa beberapa ibu yang terlihat sedang mengantarkan anak mereka ke sekolah.
Rohan sedang bersiap untuk ke kantor, dia memakai setelah jas yang sudah di siapkan oleh istrinya.
"sayang bisa bantu aku memakai dasi," panggil Rohan dengan suara cukup keras.
"iya sayang," jawab Salwa yang datang membawa sarapan untuk mereka
dia pun langsung memasangkan dasi yang warnanya sesuai dengan Jaz yang di kenakan suaminya itu.
setelah selesai, dia menyuapi suaminya sarapan pagi ini, keduanya sangat senang bisa tinggal di sini.
terlebih mereka tak harus menghadapi masalah lagi, karena di sini tak ada yang mengusik mereka.
"aku berangkat ya sayang, maaf aku mungkin tak akan bisa pulang untuk makan siang," kata Rohan.
"aku tau itu, jadi bawa ini dan jika lapar jangan lupa di makan, dan ini ada minuman yang bisa membuat segar, jadi di habiskan ya sayang," kata Salwa.
"pasti datang, baiklah putri ayah, ayah pergi dulu, sampai jumpa," kata Rohan yang pamit pergi
Salwa pun mulai membereskan beberapa barang yang belum sempat di bereskan.
setelah selesai, dia memilih membuat pie susu karena tadi dia tiba-tiba ingin makan makanan itu.
karena di sini masih awam dan baru, jadi dia lebih memilih untuk membuatnya sendiri.
setelah itu, dia mencicipinya sedikit dan kemudian memilih untuk duduk di ayunan di teras sambil membaca buku.
saat dia sedang sangat tenang, seorang anak lewat membawa dagangan.
"nyonya mau beli buah?" tanya bocah itu.
"kemarilah, memang kamu berjualan apa?" tanya Salwa melihat bocah itu.
"aku berjualan sangat banyak, ada jeruk, apel dan anggur, apa anda mau?" tawar bocah itu.
"boleh, berikan aku satu ikat untuk setiap buah, oh ya bukankah kamu harusnya sedang bersekolah?" tanya Salwa
__ADS_1
"sekolah sih ada nyonya, tapi sayang gurunya yang tak ada," jawab bocah itu.
"maksudnya bagaimana, kok bisa gurunya tak ada," bingung Salwa
"lihat saja sendiri jika tak percaya, jika mau aku bisa mengajak mu melihat sekolah ku," kata bocah itu.
"baiklah, tapi siapa namamu, aku tak nyaman jika ingin memanggil mu," kata Salwa.
"namaku Arjuna Sanjay, tapi semua orang memanggil ku papu, jadi nyonya bisa memanggilku papu seperti yang lain," kata bocah itu.
"baiklah papu, sekarang panggil aku Salwa, dan berhenti memanggil ku nyonya oke," jawab Salwa yang mengambil tas miliknya dan mengunci pintu rumahnya.
"baiklah kak Salwa ayo ikut aku, dan aku jamin jika semua teman ku akan senang saat melihat ada guru yang datang untuk mengajar kami, ya mau bagaimana pun di sini itu jarang yang peduli dengan kami anak jalanan ini," kata papu terdengar miris.
sesampainya di sebuah bangunan yang hanya ada satu ruangan, itupun sangat sederhana dengan papan kapur tulis.
bahkan tak ada meja maupun kursi untuk mereka belajar, tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri Salwa dan papu.
"papu kelas libur hari ini, karena ibu tak bisa mengajar," kata wanita itu.
"iya saya tau, tapi kak Salwa bilang mau melihat sekolah," jawab bocah itu.
"jika anda tak keberatan, saya bisa membantu mengajar anak-anak di sini daripada saya duduk diam di rumah," kata Salwa menawarkan diri
"benarkah, tapi kemungkinan tak akan ada gaji karena ini sekolah yang saya buat untuk anak-anak jalanan di sekitar sini," jawab wanita itu
"baiklah kalau begitu,besok anda bisa datang jam sepuluh pagi, dan perkenalkan saya ibu Priya,"
"ah salam kenal Bu, saya Salwa Dilwar Malhotra," kata Salwa memperkenalkan dirinya.
wanita itu tampak terkejut saat mendengar Salwa, pasalnya yang dia tau keluarga Malhotra itu.
keluarga ayang paling kata dan berpengaruh di seluruh India,itulah kenapa perusahaannya ada dimana-mana.
tapi tanpa terduga, malah istri dari satu putra mereka begitu baik mu melakukan amal seperti ini.
Salwa kemudian pamit pulang karena harus mempersiapkan diri untuk pembelajaran besok pagi
dia merasa begitu senang karena apa yang dia sukai kini akan jadi cara yang baik melewati waktu saat suaminya itu bekerja.
Salwa sampai di rumahnya, dari di depannya ada seorang tukang pos.
"iya pak,ada apa?"
__ADS_1
"oh ini nyonya, ada paket untuk tuan Rohan Dilwar Malhotra," kata pria itu memberikan kotak itu.
"baiklah, tapi siapa yang mengirimkannya, karena kami baru pindah kesini," bingung Salwa
"itu dari tuan Raj Aryan Malhotra," jawab pria itu yang membuat Salwa tersenyum dan membawa paket itu kedalam rumah.
setelah itu ternyata Rohan mengirimkan pesan untuk tidak membuka paket uang datang.
Salwa pun mengiyakan, dan sekarang dia memilih mencari buku yang akan dia gunakan besok.
beruntung sekolah itu tak jauh dari rumahnya, hanya sekitar dua ratus meter dari rumahnya.
jadi Salwa akan bisa berjalan kaki menuju ke sekolah itu tanpa harus mencari kendaraan.
dia duduk menikmati jeruk yang di beli dari Papu, dan rasanya sangat enak meski manis tapi ada rasa asam yang membuatnya merasa jika jeruk ini cocok untuknya.
setelah itu Salwa memilih sedikit membersihkan rumah dan kemudian memasak untuk suaminya yang sebentar lagi pasti akan pulang.
benar saja, saat hari sedikit senja, Rohan datang dan langsung memeluk tubuh Salwa.
"aku merindukan mu sayang," kata Rohan.
"aku juga kak, bagaimana harimu, apa menyenangkan di kantor?" tanya Salwa dengan lembut.
"tentu saja, seperti hari-hari biasanya," jawab Rohan.
"oh ya aku taruh paketnya di ruang tamu, apa tak masalah, karena paketnya cukup berat, dan aku ingin bilang sesuatu pada mu kak," kata Salwa yang mencoba menghentikan suaminya yang buru-buru membuka paketnya itu.
ternyata itu uang cash dan juga buku baru seta buku bacaan untuk sekolah dasar.
"apa ini?"
"aku sudah tau di sini ada sekolah jalanan, dan aku ingin kamu menjadi orang yang menyumbangkan kemampuan ku mengajar di sana, aku dan kak Raj akan jadi orang yang memberikan bantuan meskintang banyak, ini dari kak Raj telebih dahulu untuk renovasi dan buku ini bisa di bagikan pada anak-anak, aku juga akan menyumbang uang," kata Rohan.
"baiklah, sebenarnya tadi aku juga sudah bertemu dengan Priya wanita yang mendirikan sekolah itu, dan besok aku akan mulai mengajar, apa boleh?"
"tentu saja sayang, asal kamu tak boleh kelelahan, jadi tolong jangan terlalu memforsir dirimu ya," kata Rohan
"baik kak," jawab Salwa senang.
malam inu mereka makan bersama dengan menu istimewa, yaitu sup Lentil yang pertama kali di masak oleh Salwa.
dan Rohan tak menyangka jika rasanya akan seenak ini, dan tebtubsaja ayam goreng kesukaannya juga tak boleh ketinggalan.
__ADS_1
dan saat malam hari, suasana menjadi sangat dingin dan membuat Salwa ingin terus bersama suaminya.
dan Rohan juga sebisa mungkin tak membawa pekerja pulang ke rumah karena itu bisa membuat istrinya sedih.