Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra

Aku Mencintaimu, Tuan Malhotra
suara gelang kaki


__ADS_3

Raj menghubungi semua orang kepercayaannya di negara itu untuk menyelesaikan masalah itu.


Benar saja dalam hitungan jam, masalah itu benar-benar selesai dan perusahaan yang ingin mencurangi perusahaan Raj sudah mendapat ganjarannya.


Rania melihat semua kecekatan karyawan dan orang- dari seorang Raj Aryan Malhotra.


"Kamu bisa kembali ke meja mu, nanti jika aku butuh bantuan, aku akan memanggil mu," kata Raj.


"Iya suami ku," jawab Raina malu-malu.


Sedang Raj melihat istrinya yang pergi merasa ada yang aneh, entah kenapa rasanya berbeda.


Raina menunjukkan kecerdasannya yang sangat membantu Raj, dan itu berbeda dengan Meha.


Jika Meha bisa membuat Raj tersenyum dengan tariannya, maka Raina bisa membuatnya terkagum dengan ketelitian dan kepintarannya.


"Kenapa kamu begitu menarik sekarang," gumam Raj yang tiba-tiba ikut menyunggingkan senyumannya.


Semua pekerjaan di libas habis oleh Raina dengan begitu tepat dan efisien.


Bahkan apa yang di minta revisi olehnya sangat baik, karena dia juga memberikan contoh dalam merevisi.


Akhirnya jam pulang kantor datang, semua orang sudah bersiap pergi, begitupun Raina yang sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Tapi karena dia tadi ikut mobil Raj, jadi dia harus menunggu pria itu keluar dari ruang kerjanya.


Beruntung tak lama Raj sudah keluar, mereka bertiga bangkit dan langsung berjalan bersama Raj.


"Bagaimana dunia perusahaan, apa sesuai dengan mu?" tanya Raj dengan lembut.


"Tentu saja, semua harus serba cepat dan tepat, tapi untungnya aku bisa mengikuti kinerja semua orang,", jawab Raina.


"Itu awal yang bagus," jawab Raj yang merangkul Raina saat ada bagian bersih-bersih yang lewat.


Dia tak ingin Raina terluka karena sepertinya pria itu sedang tak fokus bekerja.


"Kita pulang, karena nenek tak suka ada yang pulang telat, di tambah tidak ikut doa sore hari," kata Raj.


"Baiklah suamiku," jawab Raina yang masih malu menyebut kata itu.


Bahkan Rohan dan Samar juga tak menyangka jika panggilan mereka berdua seperti ini.


"Kalian mengejek panggilan kami?" keris Raj.

__ADS_1


"Tidak tuan, kami tidak mengatakan apapun," kata Rohan yang memang pintar bergurau.


Akhirnya mereka pun meninggalkan perusahaan itu, tapi baru juga keluar dari gerbang perusahaan.


Mobil Raj terkena lemparan telur dari beberapa orang, "ada apa ini Rohan," marah Raj.


Rohan menelpon polisi agar datang dan membuat mereka pergi, karena jika tidak Raj bisa berbuat kasar.


Dari kejauhan orang yang menyuruh para warga itu hanya tersenyum saja, "kamu membuat keluarga kami kehilangan Putri kesayangan, kalau begitu bagaimana jika aku merebut adik dan istrimu itu Malhotra, bukan kah itu menyenangkan, anggap saja hadiah dari keluarga Patel," gumam Vijay.


Mobil Raj pun di siram air dari selang sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


Ternyata Rohan baru dapat kabar jika yang melalui ini adalah keluarga Patel.


Kemungkinan mereka tak terima saat pernikahan Raj dan Raina, mereka juga kehilangan Naina yang memang mencintai Raj.


"Rohan balas, dan tunjukkan siapa kita," perintah Raj.


"Baik tuan," jawab Rohan.


Raina yang memang tak mengerti pun memilih diam dari pada nanti salah sat ingin berkomentar.


Mobil masuk kedalam pekarangan rumah keluarga Malhotra, dan mobil milik Raj langsung di cuci karena amis.


Raj dan Raina masuk bersama ke dalam rumah, ternyata para keluarga sedang melakukan pemujaan.


"Apa itu?" tanya Raina.


"Lihatlah kak, gelang kaki karena aku tau pasti kakak akan membutuhkan ini, karena aku ingin belajar menari satu mu," kata Kinjal dengan semangat.


"Kamu ingin membuat kakak ipar mu di usir oleh Raj, kamu tau kan dia tak menyukai suara gelang kaki di rumah ini," kata bibi Doly.


"Memang Kenapa, rumah ini sudah lama tak mendengar suara gelang kaki, jadi kalian tak usah takut karena nenek yang akan membela kalian nanti," kata Oma Lela.


"Ibu terlalu memanjakan Kinjal,"


"Tidak masalah karena Kinjal satu-satunya putri di keluarga ini," jawab Oma Lela.


"Baiklah, sekarang kamu simpan dulu, biar aku bersih-bersih dulu nanti kita bisa main oke," kata Raina.


"Baik kakak ipar," jawab Kinjal


Raina naik ke lantai dua, dan segera bergegas untuk mandi karena badannya sangat lengket terasa

__ADS_1


Setelah mandi dia kaget melihat Raj sedang duduk sambil bekerja di sofa di kamar.


"Suamiku, apa butuh sesuatu, aku bisa mengambilkannya untuk mu?" tanya Raina yang sedang merias dirinya di depan cermin.


"Bisa tolong buatkan kopi dan camilan sehat, aku sedang tak ingin makan malam," jawab Raj.


"Baiklah, aku akan buatkan untuk mu," kata Raina.


Dia pun segera turun ke dapur, dan terlihat semua orang sedang menuju Raj untuk makan.


"Raina mana Raj, kenapa dia tak turun untuk makan malam," tanya Oma Lela.


"Oma dan tang lain makan dulu, karena suamiku Raj sedang tak ingin makan, katanya masih ingin makan camilan saja," jawab Raina sopan.


"Owh begitu, tapi kamu makan dulu," ajak Oma Lela.


"Biar aku ikut makan di kamar dengan suamiku Oma, aku tak enak membiarkannya makan sendirian," jawab Raina tersenyum.


"Baiklah kalau begitu," jawab Oma Lela


Dia merasa senang melihat sosok Raina yang begitu peduli dengan Raj, itu seakan jadi nilai plus untuknya dari Oma Lela.


Raina menyalakan kompor dan mulai memasak, dia memilih membuat gado-gado meski bahannya sangat terbatas.


Dan tak lupa dia juga membuat bakwan jagung yang minim minyak karena mengunakan wajan anti lengket.


Setelah siap,dia pun membawa nampan itu ke kamar, saat di depan pintu Raina bingung mau masuk.


"Suamiku bisa tolong buka pintu kamarnya, aku tak bisa masuk," panggil Raina.


"Iya tunggu sebentar," jawab Raj yang bangun dan membuka pintu.


Dia kaget melihat makanan yang di bawa wanita itu, "kamu masak untuk tiga orang," tanya Raj.


"Tidak ini untuk dua orang, karena ini salad khas Indonesia dan bakwan juga, ya biar kamu mulai terbiasa," jawab Raina.


"Terserah saja, asal rasanya harus enak," Jawab Raj.


Raina tersenyum, karena dia belum belajar memasak sup Lentil atau sup yang lain, jadi dia untuk sementara' memasak apa yang dia bisa.


Setelah selesai makan, Raina menepati janjinya untuk melihat Kinjal berlatih menari.


Mereka memilih berlatih di roof top rumah, agar tak menganggu siapapun.

__ADS_1


Tapi tanpa mereka sadari ada Raj yang naik ke tempat itu, dan kini Kinjal serta Raina sedang menari tarian Hindi tradisional.


Awalnya tak ingin marah, tapi saat dia melihat senyum Raina dan Kinjal dia mengurungkan niatnya untuk menegur keduanya. Bu


__ADS_2