
Setelah dari toko kain sarre, mereka pun keluar, tapi Raina melihat ada penjual buah delima peras.
"Suamiku, bisa aku beli jus itu, aku ingin minum sari buah delima itu," mohon Raina.
"Baiklah kita beli, dan setelah ini kita ke tempat penting mengerti," jawab Raj.
"Baiklah," jawab Raina.
Mereka pun mengantri, tapi malah Raina pergi ke kios sebelah untuk beli camilan lain.
Raj datang dengan jus delima dan Raina menyodorkan camilan yang dia beli.
"Emm... enak ya," jawab Raj.
"Tentu, ini sangat enak, kita keluar yuk, maaf tapi suamiku tolong bawa jus nya ya," kata Raina memohon karena tangannya juga full.
Raj tersenyum dengan lembut dan berjalan bersama istrinya itu, ternyata mobil sudah siap dan mereka berdua masuk ke mobil.
Dan kemudian Rohan mengemudi mobil itu ke tempat yang sudah di tentukan oleh Raj.
Bahkan bank itu khusus membuka kantornya untuk Raj yang memang pemilik saham besar di Bank itu.
"Tapi ini weekend, kenapa ke bank memang buka?"
"Tenang saja, bank itu akan buka khusus untuk ku," jawab Raj.
Mereka pun turun dan langsung masuk kedalam kantor dan buku rekening itu langsung jadi dengan nama Raina.
Tak hanya itu, isi dari tabungan itu juga tak sedikit karena Raj langsung mengisinya dengan cukup banyak saldo.
"Sudah, sekarang ayo kita pulang dan bersiap untuk ke Dubai," jawab Raj.
"Suamiku jika aku tanya sesuatu apa kamu akan marah?" tanya Raina penasaran.
"Mau tanya soal apa, jika bukan masalah gila atau aneh aku tak mungkin marah," jawab Raj.
__ADS_1
"Kenapa kita tidak tinggal di Indonesia, atau di Dubai misalnya, terlebih di kedua negara itu kamu memiliki perusahaan yang besar, dan yang penting kondisi kota yang sedikit lebih baik," kata Raina.
"Kamu tau Raina itu akan menyulitkan untuk nenek dan dua adik ku," kata Raj.
"Kenapa kesulitan, aku ada untuk membantu mereka, aku yakin jika kita tinggal di salah satunya, maka perusahan pesaing kita dan rekan kita akan lebih yakin karena pusat perusahaan bukan di negara ini," kata Raina.
"Biar aku pikirkan," jawab Raj yang memang benar apa yang di ucapkan oleh Raina itu benar.
Terlebih beberapa kali dia mendapatkan pandangan buruk hanya karena perusahaan pusat miliknya ada di India.
Jadi dia aka memikirkan semuanya, terlebih keluarga Patel juga mulai mencari masalah dengannya.
Jadi keamanan keluarganya harusnya jadi yang utama, jadi saran itu tak salah.
Rohan tersenyum karena jika Raj sudah memikirkan hal itu, itu berarti mereka akan benar-benar akan pindah sepertinya.
Mobil sampai di rumah, jika biasanya Raj akan santai, tapi hari ini dia berdiam di ruang kerja miliknya.
Dia melihat beberapa referensi rumah yang akan di buat rumah tinggal.
Jadi pilihan terbaik adalah Indonesia, dan itu juga akan di diskusikan dengan Oma Lela terlebih dahulu.
Dan dia berdoa semoga Oma Lela mau menuruti usulnya karena dia juga tak boleh lengah sedikitpun untuk keselamatan semua orang.
Sedang Raina sudah duduk di ruang tamu dan melihat semua pesan karena dari tadi ibunya terus mengirimkan pesan.
Ternyata keluarga mereka juga akan ke Dubai, karena ingin liburan sekalian pekerjaan.
Tapi dia di minta untuk hati-hati karena Rena sedang sangat mengincar dirinya.
"Kenapa selalu ingin menganggu diriku, apa dia masih belum rela bahkan setelah aku pergi dari rumah," gumam Raina
Tanpa di sadari, Raman duduk di sebelah sofa tempat Raina duduk, "ada apa kakak ipar, sepertinya kamu begitu pusing? bukankah habis jalan-jalan dengan kakak?"
"Itu benar, ini hanya ada pesan dari keluarga ku yang mengirim pesan jika mereka akan datang ke Dubai untuk pekerjaan, itu saja," kata Raina.
__ADS_1
"Kamu yakin sayang, bukan pesan untuk membuat mu lebih waspada, karena aku dapat informasi jika Rena ingin membuat masalah," kata Raj yang keluar dengan membawa laptop miliknya.
"Tidak ada kok suami ku, semua baik-baik saja," jawab Raina tersenyum.
"Kamu yakin, karena jika sampai kamu bohong aku akan membuat perhitungan dengan mu," kata Raj.
"Tentu suamiku, silahkan saja," jawab Raina.
Raj pun mengusap kepala Raina dan langsung mencari Oma Lela untuk menjelaskan tentang semuanya.
Dia melihat Oma Lela sedang duduk santai di taman, "kenapa nenek duduk sendirian di sini, memang sedang memikirkan apa?" tanya Raj.
"Nenek sedang membayangkan hidup di Surabaya kapan hari, karena Oma merasa suka kota itu,dan keramahan orangnya," kata Oma Lela.
"Kebetulan nenek, sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu tentang kota itu, sepertinya aku akan mengajak semua orang pindah ke sana, kecuali paman Veer dan bibi Doly, karena dia harus menjaga semua perusahaan di sini, dan aku akan memindahkan perusahaan induk ke kota itu, bagaimana menurut nenek," tanya Raj yang menunjukkan rumah mewah yang lebih indah dari rumah mereka saat ini.
"Tentu saja boleh, karena jujur saja nenek sudah jatuh hati pada kota itu dan juga Raina saat pertama kali," kata Oma Lela.
"Baiklah, selama aku di Dubai Samar akan mengurus semuanya, tentang paspor dan izin tinggal menetap, nenek bisa berangkat dulu karena kami dari Dubai akan langsung ke kota itu," jawab Raj.
"Baiklah nak, nenek tunggu kalian nanti," jawab Oma Lela.
Setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga tertua, Raj langsung mengurus tentang rumah dan yang lain.
Bahkan samar benar-benar sibuk karena harus mengurus semua-muanya.
Tak hanya itu tentang kampus Kinjal juga akan di pilihkan kampus terbaik dengan bahasa yang tepat
Sedang di kota Surabaya, Rena tak sabar ingin melihat Raina dan membuat adiknya itu sengsara.
Terlebih setelah dia memposting foto kedekatannya dengan Raj yang ternyata masih muda dan tampan.
Dia tak terima dengan Raj yang menipunya dan berpura-pura menjadi tua.
"Lihat saja Raina, akan ku rebut suamimu itu, karena seharusnya yang jadi istrinya itu aku bukan kamu," gumam Rena.
__ADS_1