Aku Mewarisi Taman Peri

Aku Mewarisi Taman Peri
Restoran Gurih purnama


__ADS_3

Matt menanggapi pertanyaan Chandra tadi dengan santai. Jika dia mengatakan bahwa Tina


bukan pacarnya, Chandra dan teman-temannya mungkin akan menjadi semakin sombong.


Namun, setelah mendengar apa yang dikatakan Matt, Tina sontak merasakan perasaan yang


berbeda. Tina juga tidak menyangkalnya seolah-olah dia mengiakan perkataan Matt tadi.


Sementara itu, Beni dan kedua lainnya berpikir, Hah! Jadi, memang ada sesuatu di antara


mereka. Setelah menyelesaikan masalah ini, kita harus meminta penjelasan Matt!'.


"Jika aku memintamu untuk menyerahkan wanita ini sebelum kamu pergi, apakah kamu akan


melakukannya? Anak muda, kamu terlalu gegabah. Ada jalan yang jelas menuju surga, kamu


malah memilih untuk berjalan ke neraka! Hari ini, aku akan menunjukkan konsekuensi


mencampuri urusanku! Teman-teman, hajar!


Chandra melambaikan tongkat besi di tangannya pada Matt, bahkan semua berandal tersebut


sudah mengepung Matt dan yang lainnya.


"Awas, teman-teman. Lindungi Tina," ucap Matt pada Beni, Zack, dan Will seraya bergerak


cepat yang tidak ada bandingannya dengan orang biasa. Selain itu, energi spiritual juga beredar


di dalam meridiannya. Jadi, dia bisa menghindari tongkat besi Chandra dengan mudah dan


mengalahkan lima berandal yang semuanya sudah tergeletak di tanah. Ketika Beni dan yang


lainnya melihat itu, mereka langsung merasa lebih tenang dan kelkhawatiran mereka sudah


pudar.


Chandra jatuh ke tanah setelah dipukuli oleh Matt. Dia berusaha untuk berdiri dan mendesak


anak buahnya, "Ayo, kabur! Orang ini tahu cara bertarung!


Dia pun kabur secepat mungkin. Lagi pula, rencana awal Matt adalah untuk memberi mereka


pelajaran, jadi dia tidak terlalu mengarahkan seluruh kekuatannya.


"Aku akan melepaskanmu kali ini! Kalau aku melihatmu menindas orang lain lagi, aku akan


membuatmu menderita!" Matt memperingatkan mereka dengan galak.


Dahulu, Matt adalah seseorang yang biasanya tidak terlihat berbahaya sama sekali. Namun, saat


ini dia terlihat sangat kuat.


Kesan Tina tentang Matt perlahan berubah. Citra Matt berangsur-angsur beralih menjadi lebih


tinggi dan kuat, dirinya juga mulai berpikir berbeda tentang Matt.


Setelah itu, Matt melihat sekelilingnya dan tidak menemukan anak laki-laki yang diganggu oleh


Chandra dan gengnya tadi. Mungkin anak laki-laki itu melarikan diri ketika mereka berkelahi.


Baguslah kalau begitu.


Matt melihat Tina yang masih berdiri di sana seperti sedang linglung. Tatapan mereka


kebetulan bertemu dan Matt langsung meminta maaf. "Tina, maafkan aku karena membohongi


mereka dengan mengatakan kalau kamu adalah pacarku tanpa izinmu," ucap Matt malu-malu


sambil menggaruk kepalanya.


"Tidak masalah. Aku juga tidak suka dengan orang-orang itu."


Wajah Tina agak memerah. Dia sudah terbiasa menyaksikan keadilan sejak kecil. Sebetulnya,


dia selalu ingin menjadi polisi wanita untuk melindungi warga sipil, tetapi dia gagal dalam ujian


dan tidak ingin bergantung pada bantuan keluarganya untuk masuk ke akademi kepolisian. Jadi,


mimpi itu hanya tetap sebagai mimpi saja. Matt, benarkah tidak ada yang terjadi di antara kalian berdua?"


Beni berdeham dan menatap mereka dengan penasaran. Dia tentu saja mendengar apa yang


baru saja Matt katakana tadi dan tidak menyangka bahwa Matt hanya ingin mengelabui


Chandra. Mereka bertiga pun bertanya-tanya kapan Matt bisa menemukan pacar kalau begitu.


"Sungguh tidak ada yang terjadi di antara kita. Kami benar -benar bersahabat." Matt bersumpah


sambil mengangkat tangan kanannya untuk membuat sumpah Pramuka.


Setelah mengatakan itu, dia sebenarnya merasakan perasaan aneh di hatinya, tetapi dia tidak


tahu perasaan seperti apa itu.


Berhubung Matt sangat bersikeras seperti itu, mereka tidak bertanya lagi. Lagi pula, Tina masih


di sana.


Setelah Matt dan lainnya meninggalkan tempat itu, seorang anak laki-laki kurus datang


membawa beberapa polisi dengan terengah-engah. Dia tiba-tiba tercengang melihat tidak ada


lagi siapa pun di sana.


Matt dan yang lainnya makan bersama sebelum mereka berpisah. Tina baru tahu kalau Matt


sudah keluar dari asrama dan menyewa sebuah rumah dari percakapan mereka saat makan

__ADS_1


bersama tadi. Dia juga baru tahu bahwa Matt bisa memasak dan masakannya sangat enak. Beni


dan ketiga temannya terus membicarakan tentang Matt seolah-olah mereka sedang


mempromosikannya kepada wanita itu.


Sebelum pergi, Tina mencatat alamat tempat baru Matt dan mengatakan bahwa dia akan


datang untuk makan gratis jika ada waktu. Matt dengan senang hati menyetujuinya.


Matt yang tidak pergi ke pasar petani sepanjang hari pun memainkan laptopnya dengan santai


di kamarnya. Dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi di pasar petani hari itu, ternyata


orang-orang telah mencarinya, seolah-olah dia adalah anak hilang, bahkan mereka telah


menyuruh seluruh keluarga mereka untuk mencarinya. Sayangnya, mereka tidak tahu apa-apa


tentang Matt dan yang mereka ketahui hanyalah dia seorang pemuda berusia dua puluhan dan


tidak ada yang lain lagi.


Sebenarnya, Matt tidak tahu sayur-sayurannya menimbulkan pengaruh yang besar di pasar


petani sebab mereka baru tahu bahwa ada sayuran yang begitu lezat di dunia ini. Melihat Matt


tidak ada di sana hari ini, mereka mengira Matt memiliki masalah lain yang harus diselesaikan


sehingga tidak bisa datang. Mereka memutuskan untuk datang lagi keesokan harinya.


Hari pun berubah menjadi gelap, pertanda malam sudah tiba. Matt selalu berkurung di


kamarnya setiap malam untuk berkultivasi di rumah bambu Taman Peri. Saat ini, kultivasinya


telah meningkat dengan cepat dan masih stabil di level 2 Alam Dasar. Sebetulnya, dia tahu


bahwa perjalanannya masih panjang. Berhubung dia baru mulai berkultivasi di usia dua puluhan,


dia mungkin masih membutuhkan waktu lama untuk mencapai Alam Ahli.


Keesokan paginya, Matt belum bangkit dari tidurnya dan tidak berjualan lagi di pasar petani


sebab kultivasinya masih belum berakhir. Sementara itu, di kantor Restoran Gurih Furama di


Kota Zarkara, seorang pria paruh baya dengan perut buncit duduk di kursinya, mendengarkan


seorang wanita muda yang sedang melapor padanya.


"Apa katamu? Pemuda itu tidak berjualan sayur dua hari terakhir?"


Pria paruh baya itu tiba-tiba menjadi marah ketika dia mendengarnya dan memelototi wanita yang memegang map di depannya.


"Benar. Saya tidak tahu alasannya kenapa pemuda pedagang sayur itu tidak berjualan selama


dua hari. Tidak ada yang mengenalnya dan para pelanggan juga tidak mengetahui


Wanita itu berbicara dengan hati-hati, takut dia akan semakin memperburuk suasana hati


manajer yang sedang marah itu.


Manajer tersebut melambaikan tangannya, menyuruh agar wanita itu pergi. Wanita tersebut


langsung merasa lega, segera berbalik, menepuk dadanya, dan meninggalkan kantor.


Restoran Gurih Furama adalah salah satu dari tiga restoran terbesar di Kota Zarkara. Pria


dengan perut buncit itu adalah manajernya yang bernama Jefri Cahyo. Dia sudah kehilangan


kesabarannya karena Matt berhenti menjual sayur-sayuran itu di pasar petani.


Dua hari yang lalu, ibunya pergi ke pasar petani. Jefri yang biasanya sibuk bekerja akhirnya


berkesempatan untuk pulang ke rumah untuk makan malam bersama keluarganya.


Dia tercengang dengan rasa hidangan yang disajikan ibunya karena terlalu enak. Awalnya, dia


mengira bahwa dia sudah lama tidak pulang untuk mencicipi masakan ibunya, lalu dia tidak


terlalu memikirkannya dan menganggap keterampilan ibunya dalam memasak telah meningkat.


Selama makan malam, dia terus memuji keterampilan memasak ibunya itu sehingga


masakannya menjadi lebih lezat.


Namun, apa yang dikatakan ibunya selanjutnya membuatnya memikirkan sebuah ide yang bisa


menyelamatkan Restoran Gurih Furama yang peringkatnya turun karena persaingan di industri


ini. Tidak ada hidangan yang luar biasa di Restoran Gurih Furama yang menyebabkan jumlah


pelanggan berkurang, bahkan pendapatan restoran terus menurun. Sebagai manajer restoran,


dia harus mencari cara untuk meningkatkan pendapatan restoran.


Ibunya mengatakan bahwa penyebabnya bukanlah keterampilan memasaknya yang meningkat,


tetapi karena sayuran yang dia gunakan. Sebelumnya, dia mendengar tentang seorang pemuda


yang menjual sayuran lezat di pasar petani di Jayakota dan sayurannya telah membuat


orang-orang penasaran. Berhubung ibunya sedang ada waktu luang, dia pun pergi ke sana untuk


membeli sayuran bersama tetangga mereka.


Tak disangka-sangka, sayuran itu memang sebagus apa yang telah diceritakan orang-orang.


Bahkan, meskipun seseorang tidak memiliki keterampilan memasak, hidangannya akan tetap

__ADS_1


sangat lezat dan dicintai oleh senmua orang.


Jefri langsung memutuskan untuk menghubungi pemuda ini setelah mendengar cerita ibunya


tersebut. Dia telah mencicipi hidangannya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kualitas


sayurannya. Dia pun memutuskan mengirim seseorang untuk menemukan pemuda ini sehingga


dia bisa menyusun rencana untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan Matt.


Keesokan harinya, begitu pria itu memasuki kantor, dia meminta bawahannya untuk


menyelidiki masalah ini. Namun, Matt belum membuka kiosnya untuk berjualan kemarin,


begitu juga dengan hari ini, sehingga membuat Jefri naik pitam.


Ini mungkin satu-satunya cara untuk menyelamatkan restoran. Sebagai seorang manajer


restoran, Jefri telah memakan banyak makanan lezat selama bertahun-tahun, tetapi belum


pernah merasakan sayuran seenak ini. Dia yakin bahwa keputusannya tidak mungkin salah.


Para bawahannya tidak ada yang bisa mengerti mengapa manajer itu tiba-tiba mencari pemuda legendaris itu. Namun, mereka takut untuk menanyakannya. Meskipun mereka semua bingung


dengan perintahnya, mereka tidak berani menolak instruksi manajernya tersebut. Jefri bahkan


mengirim beberapa orang untuk menunggu Matt di pasar petani dan mengancam akan


memecat mereka jika gagal.


Ketika mendengar peringatan Jefri, para karyawan tidak berani menganggap enteng


kata-katanya. Tidak ada gunanya kehilangan pekerjaan karena hal ini. Seketika Matt langsung


menjadi orang yang dicari semua orang dan orang-orang yang mencarinya terus-menerus


berdoa untuk kemunculannya.


Hari terus berlalu. Meskipun Matt tidak memiliki pekerjaan lain, dia tetap tidak ingin membuka


kiosnya. Pada pagi hari ketiga, Matt akhirnya memutuskan untuk pergi ke pasar petani lagi.


Begitu dia muncul, beberapa orang yang telah menunggunya beberapa hari terakhir ini pun


langsung mengeluh kepadanya.


"Anak muda, kamu tidak ke sini selama beberapa hari. Anak-anak kami tidak bisa makan atau


tidur nyenyak karena terus bertanya tentang sayuran yang kamu jual. Mereka tidak mau


memakan sayuran biasa lagi."


Seorang wanita paruh baya langsung mengambil beberapa sayuran setelah Matt


menimbangnya. Meskipun wanita itu memaralhinya, dia tetap tersenyum saat berbicara dengan


Matt.


Banyak orang lain bereaksi dan mengeluh dengan cara yang sama. Mereka semua memarahi


Matt karena tidak membuka kiosnya dan menyatakan bahwa sayur-sayuran biasa tidak seenak


itu.


Matt merasa agak tidak berdaya dan menyesal karena membuat banyak orang menunggu


sayurannya dalam beberapa hari. Dia bahkan tidak menyangka bahwa sayur-sayuran itu akan


terjual habis lebih cepat dari sebelumnya.


Ketika Matt sedang membereskan barang-barangnya, orang-orang dari Restoran Gurih Furama


menatapnya dengan bersemangat. Matt tidak mengenal dan tidak tahu siapa mereka. Jadi, dia


mengira bahwa mereka menghampirinya hanya untuk membeli sayurannya, tetapi mereka


datang terlambat.


"Maafkan saya. Sayurannya telah terjual semua. Jika Anda masih ingin membelinya, silakan


kembali lagi besok," kata Matt meminta maaf.


Tuan, Anda salah paham. Kami datang untuk hal lain."


Para karyawan Restoran Gurih Furama tercengang melihat kejadian hari ini. Mereka sudah tiba


di pasar petani pagi-pagi sekali. Sebelumnya, mereka melihat hampir semua orang yang berada


di sana datang untuk membeli sayuran Matt dan sepertinya mereka semua juga pelanggan


tetap. Oleh karena itu, para karyawan tersebut yakin bahwa pemuda itu adalah pedagang sayur


yang disebutkan manajer mereka.


Kedua karyawan itu langsung bersukacita. Bagaimanapun juga, mereka sudah lama menunggu


Matt dan pada akhirnya menemukannya.


"Oh? Tentang apa?"


Matt mengerutkan keningnya. Dia teringat akan para pedagang yang dia temui terakhir kali.


"Jadi, begini. Kami adalah karyawan Restoran Gurih Furama. Manajer umum kami berharap dapat mengundang Anda ke restoran kami untuk berkunjung."


Kedua karyawan itu sangat gugup saat ini. Jika Matt tidak setuju, bisa-bisa mereka benar-benar


dipecat.

__ADS_1


__ADS_2