Aku Mewarisi Taman Peri

Aku Mewarisi Taman Peri
bab 6


__ADS_3

Belum sempat Matt memeriksa teknik kultivasi yang dikirim oleh Maxim, dia


merasa seolah-olah seseorang memanggilnya.


Matt sudah menduga bahwa Tina kembali sehingga ke beraniannya untuk berada di


ruang Taman Peri tak bertahan lama. Matt lekas kembali ke tubuhnya. Menurutnya,


ada baiknya ia menemukan tempat yang nyaman untuk melakukan hal seperti itu


lagi.


"Matt, aku sudah membeli makan malam. Bangun dan makanlah." Tina memanggil


Matt dua kali. Saat Matt bangun, dia segera duduk dan meletakkan bantal di


belakang punggungnya. Setelah menghidangkan makanan, Tina tetap berceloteh,


"Wow, aku tidak menyangka kau akan pulih lebih cepat! Bahkan saat ini kau sudah


bisa bergerak. Kukira kau akan tetap dirawat lebih dari seminggu. Tampaknya, kau


bisa keluar dua hari lagi."


"Ha! Keadaanku cukup baik. Bahkan, aku tidak harus menunggu dua hari untuk


keluar dari rumah sakit. Aku bisa keluar kapan saja mereka mau," pikir Matt. Itu


juga berkat Taman Peri penuh dengan energi spiritual yang memang cukup baik


untuk tubuh manusia.


Diam-diam Matt melirik Tina. Dia sudah memutuskan untuk keluar dari rumah


sakit sesegera mungkin dalam waktu dua hari. Rasanya sangat tidak nyaman


melakukan apa pun di rumabh sakit. Bahkan, Matt harus waspada saat memasuki


Taman Peri.


"Haha. Ayo makan. Untung aku pulih dengan cepat," ucapnya lirih seraya memakan


makanan yang dibelikan Tina untuknya.


"Wow, Matt, kau punya jimnat cinta, ya? Kami baru saja mendengar kau mengalami


kecelakaan mobil dan baru menemukan rumah sakit tempatmu dirawat. Tetapi,


tampaknya kami mengganggu kalian?"


Saat keduanya sedang makan malam, tiga orang laki-laki memasuki bangsal.


Mendengar suara yang tak asing itu, suasana hati Matt langsung membaik karena

__ADS_1


ketiganya adalah sahabat sekaligus tiga teman sekamarnya.


Zack-lah yang menggodanya. Dia memang agak cerewet. Teman-temannya yang


lain, Beni dan Will ikut tersenyum. Mereka menyadari bahwa Matt tidak kembali ke


asrama dua hari lalu karena mengira Matt memiliki masalah keluarga yang harus


diselesaikan. Oleh karena itu, mereka tidak terlalu memedulikannya.


Sampai mereka melihat postingan yang viral di forum sekolah, akhirnya mereka


menyadari bahwa Matt tidak pulang ke rumahnya melainkan mengalami


kecelakaan. Karena itu, mereka buru-buru mencari tahu keberadaan Matt, lebih


tepatnya rumah sakit tempat Matt dirawat.


Masa bodoh denganmu, Zacki. Jangan bicara omong kosong. Ini temanku, Tina


Fahrezi. Dia yang menabrakku."


Matt melirik Zack. "Hei, hei, hei! Panggil aku Zack. Jangan panggil aku Zacki. Itu terdengar aneh."


Zack kehabisan kata-kata. Panggilan "Zacki" terdengar seperti panggilan ketika


menggoda seseorang dan dia sungguh tidak menyukainya.


Mendengar nada protes dari Zack, semua yang berada di dalam bangsal terkekeh.


terlalu kaget. Sebaliknya, mereka dengan cepat menjadi akrab satu sama lain.


Ketiganya hanya berkunjung sebentar dan mengingatkan Matt untuk beristirahat


dengan baik. Mereka akan membantu Matt memberi tahu pihak kampus dan


profesor untuk mengajukan cuti. Setelahnya, mereka bertiga pun berlalu


meninggalkan Matt dan Tina di ruangan itu.


"Ehm, karena kau mulai membaik, aku akan pulang. Aku sudah menyewa


seseorang untuk menjagamu. Panggil saja dia jika kau membutuhkan sesuatu." Tina


merasa suasananya agak canggung sehingg ia mencari alasan untuk melarikan diri.


Matt tercengang. Dia menyentuh wajahnya dan bergumam, "Apakah aku terlihat


menakutkan? Atau aku mengerikan?"


Ia lalu berbaring. Saat itu, dia ingin pergi ke Taman Peri untuk kembali


memeriksanya.

__ADS_1


Saat dia memikirkannya, nyatanya dia sudah kembali berada di Taman Peri. Kali ini,


Matt datang kembali untuk merancang cara mengolah lahan ini dan apa yang harus


ditanam.


Melihat tidak ada lebah atau angin di tempat ini, Matt pun bertanya kepada Maxim,


"Maxim, bisakah tanaman yang ditanam di sini berbuah?"


Menghasilkan produk adalah hal mendasar yang perlu diperhatikan saat menanam.


Matt mengambil jurusan pertanian, jadi dia sangat memahaminya seperti


membalikkan telapak tangan.


"Bos, kamu tidak perlu khawatir tentang ini. Jika perlu, Taman Peri akan secara


otomatis menyerbuki beberapa bunga. Namun, tidak apa-apa juga jika kamu ingin


membawa beberapa lebah dari luar."


Sebagai roh, Maxim juga memahami dan mahir dalam hal-hal dasar ini.


Matt mengangguk. Kalau begitu, dia memutuskan untuk menanam sebagian kecil


lahan dengan buah-buahan kesukaannya, lalu menanam beberapa ramuan obat dan


sayuran.


Saat itu, dia akan melihat berapa banyak lahan yang tersisa dan mencoba untuk


menanam sebanyak mungkin tanaman-tanaman. Sekarang ini, harga sayuran dan


buah-buahan tidaklah murah. Taman Peri memiliki tanah yang bagus, jadi akan


sia-sia jika dia tidak menanam apa-apa.


Sayangnya, tidak ada benih di tangannya sekarang. Jika dia ingin mengujinya, Matt


harus menunggu sampai dia keluar dari rumah sakit.


Memikirkan itu, Matt menghela napas dan melihat danau kecil di tengahnya.


Mmm...danau ini bisa digunakan untuk memelihara ikan! Dengan begitu, seluruh


Taman Peri menjadi bisa digunakan. Setelah berkultivasi, akan terjadi peningkatan


pada kultivasiku dan Taman Peri juga akan bertambah besar. Lalu, kami bisa


menanam tanaman-tanaman yang lain juga,' pikirnya.


Tiba-tiba, dia merasa berkebun di Taman Peri sepertinya jauh lebih baik.

__ADS_1


Baiklah, mari kita tanam semua jenis tanaman di sini! Ayo, kita mulai!' renungnya.


__ADS_2