
Belum sempat Matt memeriksa teknik kultivasi yang dikirim oleh Maxim, dia
merasa seolah-olah seseorang memanggilnya.
Matt sudah menduga bahwa Tina kembali sehingga ke beraniannya untuk berada di
ruang Taman Peri tak bertahan lama. Matt lekas kembali ke tubuhnya. Menurutnya,
ada baiknya ia menemukan tempat yang nyaman untuk melakukan hal seperti itu
lagi.
"Matt, aku sudah membeli makan malam. Bangun dan makanlah." Tina memanggil
Matt dua kali. Saat Matt bangun, dia segera duduk dan meletakkan bantal di
belakang punggungnya. Setelah menghidangkan makanan, Tina tetap berceloteh,
"Wow, aku tidak menyangka kau akan pulih lebih cepat! Bahkan saat ini kau sudah
bisa bergerak. Kukira kau akan tetap dirawat lebih dari seminggu. Tampaknya, kau
bisa keluar dua hari lagi."
"Ha! Keadaanku cukup baik. Bahkan, aku tidak harus menunggu dua hari untuk
keluar dari rumah sakit. Aku bisa keluar kapan saja mereka mau," pikir Matt. Itu
juga berkat Taman Peri penuh dengan energi spiritual yang memang cukup baik
untuk tubuh manusia.
Diam-diam Matt melirik Tina. Dia sudah memutuskan untuk keluar dari rumah
sakit sesegera mungkin dalam waktu dua hari. Rasanya sangat tidak nyaman
melakukan apa pun di rumabh sakit. Bahkan, Matt harus waspada saat memasuki
Taman Peri.
"Haha. Ayo makan. Untung aku pulih dengan cepat," ucapnya lirih seraya memakan
makanan yang dibelikan Tina untuknya.
"Wow, Matt, kau punya jimnat cinta, ya? Kami baru saja mendengar kau mengalami
kecelakaan mobil dan baru menemukan rumah sakit tempatmu dirawat. Tetapi,
tampaknya kami mengganggu kalian?"
Saat keduanya sedang makan malam, tiga orang laki-laki memasuki bangsal.
Mendengar suara yang tak asing itu, suasana hati Matt langsung membaik karena
__ADS_1
ketiganya adalah sahabat sekaligus tiga teman sekamarnya.
Zack-lah yang menggodanya. Dia memang agak cerewet. Teman-temannya yang
lain, Beni dan Will ikut tersenyum. Mereka menyadari bahwa Matt tidak kembali ke
asrama dua hari lalu karena mengira Matt memiliki masalah keluarga yang harus
diselesaikan. Oleh karena itu, mereka tidak terlalu memedulikannya.
Sampai mereka melihat postingan yang viral di forum sekolah, akhirnya mereka
menyadari bahwa Matt tidak pulang ke rumahnya melainkan mengalami
kecelakaan. Karena itu, mereka buru-buru mencari tahu keberadaan Matt, lebih
tepatnya rumah sakit tempat Matt dirawat.
Masa bodoh denganmu, Zacki. Jangan bicara omong kosong. Ini temanku, Tina
Fahrezi. Dia yang menabrakku."
Matt melirik Zack. "Hei, hei, hei! Panggil aku Zack. Jangan panggil aku Zacki. Itu terdengar aneh."
Zack kehabisan kata-kata. Panggilan "Zacki" terdengar seperti panggilan ketika
menggoda seseorang dan dia sungguh tidak menyukainya.
Mendengar nada protes dari Zack, semua yang berada di dalam bangsal terkekeh.
terlalu kaget. Sebaliknya, mereka dengan cepat menjadi akrab satu sama lain.
Ketiganya hanya berkunjung sebentar dan mengingatkan Matt untuk beristirahat
dengan baik. Mereka akan membantu Matt memberi tahu pihak kampus dan
profesor untuk mengajukan cuti. Setelahnya, mereka bertiga pun berlalu
meninggalkan Matt dan Tina di ruangan itu.
"Ehm, karena kau mulai membaik, aku akan pulang. Aku sudah menyewa
seseorang untuk menjagamu. Panggil saja dia jika kau membutuhkan sesuatu." Tina
merasa suasananya agak canggung sehingg ia mencari alasan untuk melarikan diri.
Matt tercengang. Dia menyentuh wajahnya dan bergumam, "Apakah aku terlihat
menakutkan? Atau aku mengerikan?"
Ia lalu berbaring. Saat itu, dia ingin pergi ke Taman Peri untuk kembali
memeriksanya.
__ADS_1
Saat dia memikirkannya, nyatanya dia sudah kembali berada di Taman Peri. Kali ini,
Matt datang kembali untuk merancang cara mengolah lahan ini dan apa yang harus
ditanam.
Melihat tidak ada lebah atau angin di tempat ini, Matt pun bertanya kepada Maxim,
"Maxim, bisakah tanaman yang ditanam di sini berbuah?"
Menghasilkan produk adalah hal mendasar yang perlu diperhatikan saat menanam.
Matt mengambil jurusan pertanian, jadi dia sangat memahaminya seperti
membalikkan telapak tangan.
"Bos, kamu tidak perlu khawatir tentang ini. Jika perlu, Taman Peri akan secara
otomatis menyerbuki beberapa bunga. Namun, tidak apa-apa juga jika kamu ingin
membawa beberapa lebah dari luar."
Sebagai roh, Maxim juga memahami dan mahir dalam hal-hal dasar ini.
Matt mengangguk. Kalau begitu, dia memutuskan untuk menanam sebagian kecil
lahan dengan buah-buahan kesukaannya, lalu menanam beberapa ramuan obat dan
sayuran.
Saat itu, dia akan melihat berapa banyak lahan yang tersisa dan mencoba untuk
menanam sebanyak mungkin tanaman-tanaman. Sekarang ini, harga sayuran dan
buah-buahan tidaklah murah. Taman Peri memiliki tanah yang bagus, jadi akan
sia-sia jika dia tidak menanam apa-apa.
Sayangnya, tidak ada benih di tangannya sekarang. Jika dia ingin mengujinya, Matt
harus menunggu sampai dia keluar dari rumah sakit.
Memikirkan itu, Matt menghela napas dan melihat danau kecil di tengahnya.
Mmm...danau ini bisa digunakan untuk memelihara ikan! Dengan begitu, seluruh
Taman Peri menjadi bisa digunakan. Setelah berkultivasi, akan terjadi peningkatan
pada kultivasiku dan Taman Peri juga akan bertambah besar. Lalu, kami bisa
menanam tanaman-tanaman yang lain juga,' pikirnya.
Tiba-tiba, dia merasa berkebun di Taman Peri sepertinya jauh lebih baik.
__ADS_1
Baiklah, mari kita tanam semua jenis tanaman di sini! Ayo, kita mulai!' renungnya.