Aku Mewarisi Taman Peri

Aku Mewarisi Taman Peri
bab 5


__ADS_3

Matt tidak terlalu marah pada Tina tentang masalah ini. Sebaliknya, Tina sangatlah


cantik sehingga Matt sama sekali tidak berniat untuk memarahinya.


Ketika Tina keluar untuk membeli makan malam untuk Matt, Matt berpura-pura


tertidur, yang sebenarnya hanya tipu muslihatnya saja.


Setelah situasi di sekitarnya tenang, Matt mencoba memasuki Taman Peri lagi. Dia


juga tidak tahu apa yang mendorongnya untuk melakukan itu. Matt hanya ingin


mencoba dan tidak akan berhenti sampai dia berhasil memasuki Taman Peri


tersebut.


Kali ini, dia akhirnya berhasil memasuki Taman Peri, tetapi semuanya tampak


berbeda sekarang. Semua pemandangan indah tadi telah menghilang.


Sekarang, hanya ada hanyalah sebidang tanah luas yang berwarna hitam. Danau


jernih di tengah daratan masih ada, tetapi tanah kosong itu membuat Matt merasa


tidak nyaman.


"Master!" Suara anak kecil tiba-tiba terdengar. Matt segera menoleh dan melihat


seorang anak laki-laki berusia sekitar lima atau enam tahun, hanya mengenakan


pakaian dalam, muncul di hadapannya.


Matt menatap anak kecil di depannya dan bertanya, "Wow... apa yang terjadi


padamu, Jin? Apakah ini perubahan Taman Peri yang kamu sebutkan?"


Namun, anak itu masih terlalu kecil dan hanya menatap Matt dengan mata


berkaca-kaca. Dia tidak mengerti apa yang dikatakan Matt.


"Master, siapa itu Jin? Kamu belum memberiku nama." Ketika anak laki-laki itu


mempermasalahkan namanya, Matt seketika merasa sangat sedih, dia merasa


seolah-olah anak kecil itu adalah anak Matt.


Meskipun Matt tidak tahu apa yang terjadi setelah Taman Peri menekan


kesadarannya, dia juga tidak terlalu peduli.

__ADS_1


Matt memegang dagunya, berpikir sejenak, dan bertanya, "Hmm, sebuah nama?


Biar kupikirkan .... Bagaimana kalau kamu kuberi nama Maxim Luham? Bagaimana


menurutmu?"


"Aku menyukai nama apa pun yang kamu berikan, Master!"


Maxim terlihat lebih menggemaskan, yang membuat Matt mau tidak mau mencubit


pipi gemuk anak kecil itu.


Matt terus berjalan mengelilingi Taman Peri. Sebidang tanah ini sangat luas dan tak


terbatas. Namun, dia menemukan sebuah masalah, yaitu satu-satunya lahan yang


bisa dia gunakan hanya sekitar 1.300 hingga 2.000 meter persegi.


Selama dia melampaui jangkauan ini, dia tidak akan bisa keluar. Oleh karena itu,


Matt bahkan harus mengitari pinggiran tempat mereka berada. Dia tidak berhenti


sampai dia menyadari bahwa itu benar-benar nyata.


Tiba-tiba, Maxim mendatangi Matt dan menjelaskan, "Master, saat ini kamu hanya


bisa menggunakan tanah di dalam area ini. Kita dapat mengembangkannya setelah


dewasa sesuai peningkatanmu.


Dasarnya adalah kultivasimu harus meningkat. selain itu, tanah yang kamu miliki sekarang bisa digunakan untuk menanam apa


pun asalkan sebuah tanaman. Tentu saja, kamu juga bisa memelihara hewan di


Sini.


"Oh, baiklah. Omong-omong, Maxim, jangan panggil aku Master mulai sekarang.


Panggil saja aku Bos." Matt mengangguk. Dia merasa risih tiap kali Maxim


memanggilnya Master, jadi dia meminta Maxim untuk mengubah penuturannya.


"Ya, Bos!" Maxim cemberut. Meskipun dia masih kecil, Maxim berbicara seolah-olah


sudah dewasa.


Matt membelai kepala Maxim. Matt belum memikirkan apa yang bisa dia lakukan


dengan tanah ini sekarang. Setelah mendengar apa yang dikatakan Maxim, sebuah

__ADS_1


ide yang belum matang perlahan-lahan muncul di benaknya.


"Eh? Maxim, apa kamu baru saja mengatakan sesuatu tentang levelku? Apa


maksudmu dengan kultivasi?" Matt tiba-tiba teringat kata-kata Maxim barusan.


Tingkat kultivasinya dapat memengaruhi luas tanah Taman Peri dan pertumbuhan


Maxim. Matt tidak bisa menahan rasa penasarannya. "Mungkinkah itu novel baru


lagi?' gumamnya terheran-heran. Bagaimanapun juga, Matt tidak akan terkejut


dengan hal-hal unik lainnya yang akan terjadi, pandangannya terhadap dunia sudah


berubah secara drastis semenjak mengetahui tentang Taman Peri.


Maxim memukul dahinya sendiri dan berkata dengan menyesal, "Bos, kamu baru


saja mengingatkanku. Aku hampir lupa! Benar saja, umur yang terlalu muda


memengaruhi kinerja kerjaku. Ini adalah te knik kultivasi yang dibuat dengan


bantuan Taman Peri untuk mendukung kultivasi. Kultivasi itu diciptakan oleh


master pertama yang membangun Taman Peri. Hanya seseorang dengan kultivasi


yang kuat yang bisa membuka lebih banyak lahan."


Saat sinar cahaya melintas, sebuah gulungan giok muncul di tangan Maxim.


Begitu Maxim mengulurkan tangannya, gulungan giok itu terbang ke arah Matt


dengan suara mendesing dan langsung memasuki kepala Mat.


Matt yang belum sempat bereaksi tiba-tiba berdiri tegak. Saat itu, tubuhnya yang


terbentuk oleh kesadarannya sedang menerima isi dari teknik kultivasi.


Dengan begitu, teknik itu akan benar-benar membekas dalam pikiran Matt dan dia


tidak akan bisa melupakannya seberapa keras pun dia mencoba. Mattperlahan-lahan akan merasa nyaman ketika dia mengkultivasikannya di ma


depan.


seperti sebuah segel, teknik itu segera disegel langsung ke otak Mat.


sampai satu menit, Matt sudah menyelesaikan prosesnya.


"Maxim, kamu harus mengabariku tentang hal semacam ini kedepannya!"

__ADS_1


kepada Maxim setelah menerima teknik itu dan bangkit kembali.


"Oh ... aku mengerti!" jawab Maxim.


__ADS_2