
Setelah beberapa wortel ditanam, Matt sontak merasakan energi spiritual yang
melimpah di udara tiba-tiba terbang menuju benih-benih itu. Kemudian, ada sedikit
kekacauan di Taman Peri yang hanya berlangsung sebentar saja.
"Bos, ini disebabkan oleh perubahan waktu di Taman Peri. Biarkan aku melihat
seperti apa rasionya dengan dunia nyata... 1:10. Ini adalah batas waktu terbesar
yang dapat dipikul oleh Taman Peri saat ini."
Maxim tahu persis apa yang terjadi ketika Taman Peri berubah.
"Rasionya adalah 1:10? Apakah ini berarti, sepuluh hari di sini setara dengan satu
hari di dunia nyata? Bukankah ini kecurangan yang mencolok?" seru Matt.
"Omong-omong, kenapa aku tidak tahu sejak awal kalau ini bisa terjadi di Taman
Peri?"
Dia memnang tidak menyadari ada perbedaan di Taman Peri saat pertama kali
memasukinya.
"Waktu ini akan otomatis aktif saat memulai penanaman di Taman Peri. Ehm, bisa
dikatakan kalau ini adalah sebuah kemampuan. Jika kita tidak menanam sekarang,
rasio waktu tidak akan muncul"
Sebagai generasi baru roh, Maxim juga memiliki pengetahuan tentang hal itu, tetapi
dia akan mengingatnya secara perlahan saat dia dewasa.
"Sederhananya, bukankah ini termasuk peretasan? Terlebih lagi, peretasan ini tidak
bisa diperbaiki. Aku merasa sangat bersemangat sekarang sampai ingin menangis,
batin Matt. 'Jika itu masalahnya, bukankah tanaman itu akan segera tumbuh dan
berbuah? Jika sudah matang, aku bisa menjualnya di pasar petani. Bagaimanapun
juga, aku tidak bisa memakan semuanya. Aku bahkan bisa menghasilkan uang
dengan menjualnya!"
Matt kemudian menggunakan kemampuannya lagi untuk mengendalikan air di
kolam untuk menyiram benih-benih wortel. Setelah itu, Matt dan Maxim mulai
menanam benih kubis.
Matt memilih sebidang lahan di sebelah lahan wortel, lalu menggali lubang, dan
__ADS_1
menanam benih-benih kubis. Kali ini, Matt langsung menyebarkan benih di tanah
dengan jarak yang lumayan jarang.
Kubis akan tumbuh sangat besar saat masak sehingga tidak bisa ditanam terlalu
berdekatan. Matt kemudian menyiramnya lagi. Dia menyadari bahwa sangat mudah
untuk menanam sayuran di Taman Peri. Hanya mengandalkan pikiran, tanah itu
dapat digali. Dengan pikiran lainnya, tanaman itu juga akan disiram. Satu-satunya
hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menunggu panen!
Setelah menyelesaikan pekerjaannya di lahan kubis, Matt mengelap tangannya dan
melihat ke arah lahan wortel. Dia melihat beberapa benih wortel telah bertunas
hanya dalam beberapa saat.
Rasa sukacita sudah memenuhi dirinya. "Maxim, kau harus menjaga sayuran yang
kita tanam ini dengan baik. Jangan biarkan sesuatu terjadi pada lahan ini. Aku pergi
sekarang dan kemungkinan aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat."
Setelah mengatakannya, Matt pun pergi meninggalkan Taman Peri.
Sementara itu, Maxime yang belum sempat merespons pun bergumam pada dirinya
sendiri, "Menurutmu apa yang mungkin terjadi pada Taman Peri kita, Bos?"
Matt secara alami mengetahui sumber energi spiritual tersebut. Energi spiritual
datang dari segala arah yang kosong. Tidak perlu mengisinya kembali, karena tidak
akan pernah habis.
Matt kembali ke dunia nyata. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah meneriksa
harga sayuran secara online, lalu membeli beberapa benih dan bibit tanaman.
Matt membuka laptop kuno miliknya, yang dia beli di website penjualan
barang-barang bekas. Berhubung dia tdak punya cukup uang, dia hanya bisa
membeli yang model lama seperti itu.
Beni dan Zack pernah ingin membelikan laptop baru untuk Matt, tetapi dia
menolaknya. Dia tahu kalau bekerja itu sulit dan uang orang lain adalah hak
mereka, jadi dia menolak untuk menerimanya.
Bagaimanapun juga, Matt hanya menggunakan laptop untuk berselancar di internet
__ADS_1
dan melakukan penelitian. Dia tidak menggunakannya untuk bermain game, jadi
laptop itu masih bisa digunakan.
Dia membuka Amazon dan mencari beberapa benih sayuran musiman, yang
ternyata sangat murah. Matt benar-benar mampu membelinya. Dia kemudian
mengklik tombol "beli" dan hanya perlu menunggu bibitnya dikirimkan.
Setelah berpikir sejenak, Matt membuka bilah pencarian dan mencari benih ramuan
obat. Dia sudah cukup pintar akhir-akhir ini. Itu karena, saat membeli benih, dia
juga memikirkan waktu di Taman Peri.
Ramuan obat biasanya lebih baik jika sudah berumur. Sekarang, beberapa pasar
banyak yang kekurangan ramuan obat berumur. Jika dia membeli beberapa ginseng
atau ramuan lainnya dan menanamnya selama satu dekade, dia pasti akan kaya saat
itu Dengan memanfaatkan masa mudanya dan ruang besar di Taman Peri, Matt bisa
menanam sebanyak mungkin apa saja yang akan menguntungkan keturunannya di
masa depan!
Setelah merenung beberapa saat, Matt hanya membeli satu jenis biji tanaman herba,
yaitu ginseng. Dia merasa harus melakukan percobaan terlebih dahulu. Jika benih
ginseng berhasil, dia akan membeli benih tanaman herba lain untuk ditanam.
Penjual berjanji bahwa ginseng itu akan benar-benar bertunas, jadi dia tidak
ragu-ragu lagi dan segera nemesan.
Kota Jayakota sangatlah modern. Sulit menemukan benih sayuran dan
buah-buahan di sekitar kampus, jadi lebih baik langsung memesannya di Amazon.
Setelah membeli beberapa benih tanaman, Matt menutup laptop. Setelah itu, dia
tidak tahu harus melakukan apa lagi dan mulai membaca di mejanya. Dia tidak
menghadiri kelas apa pun dalam beberapa hari terakhir, jadi dia harus belajar.
"Eh? Kenapa aku merasa mudah memahami semua informasi ini sekarang? Apa
karena Taman Peri lagi?"
Matt tidak bisa berkata-kata saat melibhat isi buku pelajarannya.
Dengan bantuan Taman Peri, dia bahkan bisa lulus ujian tanpa harus menghadiri
__ADS_1
kelas. Itu adalah peretasan besar lainnya, yaitu peretasan yang bisa membantu seseorang
untuk tidak gagal dalam tes!