Aku Mewarisi Taman Peri

Aku Mewarisi Taman Peri
bab 3


__ADS_3

"Master? Apa-apaan ini? Apakah Anda sedang Syuting film? Maaf, saya tidak tertarik


untuk terlibat dalam semua hal ini. Saya harus kembali. Tolong biarkan saya pergi!"


Aura yang luar biasa membingungkan muncul di hadapan Matt dan dia hampir


tenggelam di dalamnya.


"Haha! Jangan cemas. Biarkan aku memeriksa fisikmu terlebih dahulu untuk


melihat apakah kamu cocok menjadi master Taman Peri. Jika tidak, ini hanya akan


menjadi mimpi ketika kamu mnengingatnya lagi."


Suasana hati Jin sama sekali tidak terpengaruh. Dia terlihat bahagia seperti sejak awal Matt berhadapan dengannya.


"Baiklah. Kalau begitu katakan bagaimana Anda akan memeriksa fisik saya." Matt


tidak punya pilihan selain berkompromi.


"Haha! Selama kamu menutup mata dan tidak bergerak, aku akan segera tahu


hasilnya."


Matt mulai merasa jengkel ketika melihat sikap roh itu sama sekali tidak berubah.


Dia ingin menangkap Jin dan memukulinya.


Namun, Matt berhenti berbicara dan menuruti semua perkataan Jin barusan. Dia


memejamkan matanya dan menunggu pemeriksaan fisik yang dikatakan Jin.


Pada saat itu, dia tidak memikirkan apa pun kecuali merrasa gugup dan tidak sabar.


Matt menganggap apa yang terjadi sekarang hanyalah mimpi.


Setelah beberapa saat, Jin tampaknya telah selesai melakukan pemeriksaan, dia juga


menjadi sedikit lebih hormat daripada sebelumnya. "Hm, lumayan. Meskipun


fisikmu tidak bisa dikategorikan sebagai yang terbaik, kamu masih memenuhi


kualifikasi untuk menjadi master Taman Peri.


Setelah pengakuan kepemilikan,


kamu akan menjadi master Taman Peri seutuhnya.


Mendengar itu, Matt sontak membuka matanya. "Hah? Itu saja? Bagaimana Anda


mengetahui hasilnya? Lalu, apa maksud Anda dengan pengakuan kepemilikan?"


Roh Taman Peri tampak kewalahan.


Matt adalah seseorang yang keras kepala dan


selalu mengajukan banyak pertanyaan. Apalagi, nada suaranya terdengar seperti

__ADS_1


orang yang bertekad untuk mengetahui semua hal sampai ke akar-akarnya.


"Selanjutnya, selama kamu mendengarkanku, kamu akan berhasil diakui sebagai


master. Selain itu, Taman Peri akan kembali ke keadaan semula setelah pengakuan


itu, dan aku juga akan menjadi diriku yang baru. Kecuali beberapa memori tertentu,


aku tidak akan memnpunyai roh kebajikan lagi."


Tidak ada nada emosi dalam suara Jin saat dia mengatakan itu.


"Benarkah? Jadi, maksudmu Taman Peri ini akan menjadi milikku seorang ke


depannya?" Matt merasa sedikit ragu saat mendengar penjelasan Jin. "Baiklah, mari


kita mulai saja. Aku siap," ujar Matt pada Jin setelah berpikir sejenak.


Jin mengangguk dan melambaikan tangannya ke udara. Hal yang selanjutnya


terjadi, Matt tiba-tiba merasa pusing dan langit menjadigelap. Jin muncul di sisi lain


tubuhnya dan Formasi Heksagram muncul di bawah kaki mereka.


"Apakah ini proses pengakuan kepemilikan ?" Matt menyaksikan seluruh adegan itu


dengan terkejut.


"Teteskanlah satu tetes darah ke mata formasi di bawah kakimu." Jin kemudian


membuka matanya dan menatap Matt.


hanyalah sebuah tonjolan cembung. Matt melihat sekeliling, tetapi tidak


menemukan sebuah pisau.


Bagaimana dia bisa mengeluarkan darah dari


tangannya?


Saat dia merenung, sebuah pisau seukuran pisau buah tiba-tiba muncul di


hadapannya, pisau itu terlihat sangat tajam.


"Wow, layanan di sini benar-benar tak terbatas .... " Matt yang melihat sebuah pisau


tiba-tiba muncul tidak jadi menggigit jarinya untuk mengeluarkan darah.


Dia mengambil pisau dan membeset sedikit jari tengahnya.


Darah seketika


merembes keluar dari luka tersebut. Matt segera berjongkok dan meneteskan darah


ke mata formasi di bawah kakinya.


Begitu dia meneteskan darahnya, darah di jari tengahnya berhenti mengalir dan

__ADS_1


lukanya juga langsung pulih.


Formasi Heksagram di bawah kakinya berputar semakin cepat. Matt merasa


kesadarannya sepertinya telah membentuk hubungan dengan Taman Peri ini.


Ketika Matt akan bertanya pada Jin apa yang sedang terjadi, Matt menyadari bahwa


dia tidak bisa berbicara.


Saat Formasi Heksagram berputar semakin cepat, Matt kembali tidak sadarkan diri.


Saat itu, semua hal yang ada di pikirkannya hanyalah, 'Sialan! Kenapa aku tidak


sadarkan diri lagi?"


Taman Peri telah menekan kesadaran Matt karena sebuah transformasi yang sedang


berlangsung, yaitu sebuah awal yang baru.


Sementara itu, setelah kesadaran Matt ditekan, tampak seorang pria dengan kain


kasa di kepalanya sedang berbaring di ranjang di rumah sakit. Matanya tertutup dan


terlihat seolah-olah dia sedang tidur nyenyak. Di sampingnya ada seorang wanita


muda berusia dua puluhan. Wanita itu sepertinya kelelahan dan tertidur di tepi


ranjang.


Kedua orang itu adalah Matt dan sang pengendara Ferrari yang menabraknya!


Dua hari telah berlalu sejak kecelakaan mobil itu, tetapi Matt masih tidak


menunjukkan tanda-tanda akan bangun, hal ini membuat wanita muda itu


ketakutan.


Jika Matt tidak bangun, wanita muda itu akan menghabiskan sisa hidupnya untuk bertanggung jawab atas nyawa Matt.


Setelah Taman Peri menekan kesadaran Matt, dia kembali ke tubuh fisiknya. Begitu


dia kembali, Matt akhirnya menunjukkan tanda-tanda siuman.


"Air ... Air ...." Matt sudah siuman. Bibirnya sangat kering dan pecah-pecah sehingga


dia sangat ingin minum air, tetapi dia tidak memiliki kekuatan saat ini.


Meski tidak keras, suaranya berhasil membangunkan orang yang sedang tidur di


sampingnya.


"Kamu sudah bangun?" Wanita muda itu menatap mata Matt yang setengah terbuka


dan dengan cepat beranjak. "Oh, benar. Air. Kamu mau air.


Aku akan segera mengambilkannya dan mengabari dokter."

__ADS_1


Matt yang akhirnya siuman setelah sekian lama, membuat wanita itu merasa sangat


gembira sekaligus lega.


__ADS_2