
"Master? Apa-apaan ini? Apakah Anda sedang Syuting film? Maaf, saya tidak tertarik
untuk terlibat dalam semua hal ini. Saya harus kembali. Tolong biarkan saya pergi!"
Aura yang luar biasa membingungkan muncul di hadapan Matt dan dia hampir
tenggelam di dalamnya.
"Haha! Jangan cemas. Biarkan aku memeriksa fisikmu terlebih dahulu untuk
melihat apakah kamu cocok menjadi master Taman Peri. Jika tidak, ini hanya akan
menjadi mimpi ketika kamu mnengingatnya lagi."
Suasana hati Jin sama sekali tidak terpengaruh. Dia terlihat bahagia seperti sejak awal Matt berhadapan dengannya.
"Baiklah. Kalau begitu katakan bagaimana Anda akan memeriksa fisik saya." Matt
tidak punya pilihan selain berkompromi.
"Haha! Selama kamu menutup mata dan tidak bergerak, aku akan segera tahu
hasilnya."
Matt mulai merasa jengkel ketika melihat sikap roh itu sama sekali tidak berubah.
Dia ingin menangkap Jin dan memukulinya.
Namun, Matt berhenti berbicara dan menuruti semua perkataan Jin barusan. Dia
memejamkan matanya dan menunggu pemeriksaan fisik yang dikatakan Jin.
Pada saat itu, dia tidak memikirkan apa pun kecuali merrasa gugup dan tidak sabar.
Matt menganggap apa yang terjadi sekarang hanyalah mimpi.
Setelah beberapa saat, Jin tampaknya telah selesai melakukan pemeriksaan, dia juga
menjadi sedikit lebih hormat daripada sebelumnya. "Hm, lumayan. Meskipun
fisikmu tidak bisa dikategorikan sebagai yang terbaik, kamu masih memenuhi
kualifikasi untuk menjadi master Taman Peri.
Setelah pengakuan kepemilikan,
kamu akan menjadi master Taman Peri seutuhnya.
Mendengar itu, Matt sontak membuka matanya. "Hah? Itu saja? Bagaimana Anda
mengetahui hasilnya? Lalu, apa maksud Anda dengan pengakuan kepemilikan?"
Roh Taman Peri tampak kewalahan.
Matt adalah seseorang yang keras kepala dan
selalu mengajukan banyak pertanyaan. Apalagi, nada suaranya terdengar seperti
__ADS_1
orang yang bertekad untuk mengetahui semua hal sampai ke akar-akarnya.
"Selanjutnya, selama kamu mendengarkanku, kamu akan berhasil diakui sebagai
master. Selain itu, Taman Peri akan kembali ke keadaan semula setelah pengakuan
itu, dan aku juga akan menjadi diriku yang baru. Kecuali beberapa memori tertentu,
aku tidak akan memnpunyai roh kebajikan lagi."
Tidak ada nada emosi dalam suara Jin saat dia mengatakan itu.
"Benarkah? Jadi, maksudmu Taman Peri ini akan menjadi milikku seorang ke
depannya?" Matt merasa sedikit ragu saat mendengar penjelasan Jin. "Baiklah, mari
kita mulai saja. Aku siap," ujar Matt pada Jin setelah berpikir sejenak.
Jin mengangguk dan melambaikan tangannya ke udara. Hal yang selanjutnya
terjadi, Matt tiba-tiba merasa pusing dan langit menjadigelap. Jin muncul di sisi lain
tubuhnya dan Formasi Heksagram muncul di bawah kaki mereka.
"Apakah ini proses pengakuan kepemilikan ?" Matt menyaksikan seluruh adegan itu
dengan terkejut.
"Teteskanlah satu tetes darah ke mata formasi di bawah kakimu." Jin kemudian
membuka matanya dan menatap Matt.
hanyalah sebuah tonjolan cembung. Matt melihat sekeliling, tetapi tidak
menemukan sebuah pisau.
Bagaimana dia bisa mengeluarkan darah dari
tangannya?
Saat dia merenung, sebuah pisau seukuran pisau buah tiba-tiba muncul di
hadapannya, pisau itu terlihat sangat tajam.
"Wow, layanan di sini benar-benar tak terbatas .... " Matt yang melihat sebuah pisau
tiba-tiba muncul tidak jadi menggigit jarinya untuk mengeluarkan darah.
Dia mengambil pisau dan membeset sedikit jari tengahnya.
Darah seketika
merembes keluar dari luka tersebut. Matt segera berjongkok dan meneteskan darah
ke mata formasi di bawah kakinya.
Begitu dia meneteskan darahnya, darah di jari tengahnya berhenti mengalir dan
__ADS_1
lukanya juga langsung pulih.
Formasi Heksagram di bawah kakinya berputar semakin cepat. Matt merasa
kesadarannya sepertinya telah membentuk hubungan dengan Taman Peri ini.
Ketika Matt akan bertanya pada Jin apa yang sedang terjadi, Matt menyadari bahwa
dia tidak bisa berbicara.
Saat Formasi Heksagram berputar semakin cepat, Matt kembali tidak sadarkan diri.
Saat itu, semua hal yang ada di pikirkannya hanyalah, 'Sialan! Kenapa aku tidak
sadarkan diri lagi?"
Taman Peri telah menekan kesadaran Matt karena sebuah transformasi yang sedang
berlangsung, yaitu sebuah awal yang baru.
Sementara itu, setelah kesadaran Matt ditekan, tampak seorang pria dengan kain
kasa di kepalanya sedang berbaring di ranjang di rumah sakit. Matanya tertutup dan
terlihat seolah-olah dia sedang tidur nyenyak. Di sampingnya ada seorang wanita
muda berusia dua puluhan. Wanita itu sepertinya kelelahan dan tertidur di tepi
ranjang.
Kedua orang itu adalah Matt dan sang pengendara Ferrari yang menabraknya!
Dua hari telah berlalu sejak kecelakaan mobil itu, tetapi Matt masih tidak
menunjukkan tanda-tanda akan bangun, hal ini membuat wanita muda itu
ketakutan.
Jika Matt tidak bangun, wanita muda itu akan menghabiskan sisa hidupnya untuk bertanggung jawab atas nyawa Matt.
Setelah Taman Peri menekan kesadaran Matt, dia kembali ke tubuh fisiknya. Begitu
dia kembali, Matt akhirnya menunjukkan tanda-tanda siuman.
"Air ... Air ...." Matt sudah siuman. Bibirnya sangat kering dan pecah-pecah sehingga
dia sangat ingin minum air, tetapi dia tidak memiliki kekuatan saat ini.
Meski tidak keras, suaranya berhasil membangunkan orang yang sedang tidur di
sampingnya.
"Kamu sudah bangun?" Wanita muda itu menatap mata Matt yang setengah terbuka
dan dengan cepat beranjak. "Oh, benar. Air. Kamu mau air.
Aku akan segera mengambilkannya dan mengabari dokter."
__ADS_1
Matt yang akhirnya siuman setelah sekian lama, membuat wanita itu merasa sangat
gembira sekaligus lega.