Aku Mewarisi Taman Peri

Aku Mewarisi Taman Peri
Perjalanan Musim Gugur


__ADS_3

Reaksi Tina membuat Matt menjadi tenang. Dia telah menyatakan perasaannya, tetapi tidak


menyangka Tina juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Ada pepatah yang mengatakan,


"Kebahagiaan datang ketika kamu tidak menduganya!"


Hanya itu yang bisa menggambarkan suasana hati Matt saat ini.


Keduanya saling berpegangan tangan di pinggir jalan sampai mereka teradar kembali. Awalnya,


Tina agak malu, tetapi dia mulai terbiasa. Keduanya resmni berpacaran tanpa mengatakannya


dengan lantang. Matt akhirnya memiliki seorang pacar.


Saat Matt kembali ke rumahnya, dia masih merasa seperti sedang bermimpi. Apa yang terjadi


hari ini terlalu sulit dipercaya. Padahal, itu semua karena Taman Peri. Kalau bukan karena


kemampuan Taman Peri menanam ginseng berusia seratus tahun, dia mungkin tidak akan


memenangkan hati wanita itu.


Terlebih lagi, dia tidak tahu seberapa populer bisnis Restoran Gurih Furama hari itu. Restoran


mulai beroperasi pada waktu yang sama seperti biasanya, tetapi warga Negara Chandani hanya


mentraktir makan orang lain demi "martabat."


Pada siang hari, Restoran Gurih Furama menerima lebih dari sepuluh tamu. Seorang pekerja


kerah putih memimpin rombongan tersebut. Sepertinya mereka akan melakukan pertemuan


bisnis. Pria itu memesan ruang pribadi dan mempersilakan para pemimpin itu masuk. Setelah


itu, dia memutuskan untuk memesan beberapa hidangan mahal dan bergengsi yang akan


membuatnya terlihat lebih dihormati.


Namun, ketika pria itu melihat menunya, dia sontak terkejut melihat harga yang tertera di sana.


Dia tidak menyangka hidangan di Restoran Gurih Furama akan begitu mahal. Dia pun


menyadari bahwa dirinya masih belum cukup kaya. Untuk bonusnya bulan itu, dia memutuskan


untuk habis-habisan memesan beberapa hidangan yang direkomendasikan untuk hari itu.


Sayuran yang disediakan oleh Matt digunakan sebagai bahan baku untuk hidangan yang


direkomendasikan. Orang yang membuat hidangan di Restoran Gurih Furama yang memberi


nama mewah untuk hidangan tersebut sehingga membuat bahan-bahan, terutama kubis dan


sayuran lainnya, terdengar lebih berkelas. Itulah mengapa hidangannya menjadi lebih mahal.


Misalnya, "Permata Ceria" yang terdiri dari tumis kubis dicampur daging ayam. Kedengarannya


cukup berkelas. Siapa yang menduga hidangan itu sebenarnya terbuat dari kubis?


Ketika hidangan disajikan, pekerja kerah putih dan semua pemimpin yang hadir tercengang.


"Hidangan macam apa ini?" Mereka bertanya-tanya.


Lebih dari sepuluh pasang mata tertuju pada pekerja kerah putih kecil itu dan wajahnya


tiba-tiba menjadi pucat. Dia tidak tahu bahwa hal seperti itu akan terjadi. Dia hanya pernah


mendengar bahwa Restoran Gurih Furama adalah restoran yang sangat mewah.


Siapa yang tahu bahwa hidangan itu adalah sebuah penipuan? Melihat hidangan di atas meja dan


memikirkan bonusnya bulan ini, pekerja kerah putih itu sangat marah. Setelah meminta maaf kepada para pemimpin, dia meminta pelayan untuk memanggil manajer. Dengan begitu, sang


manajer, Jefri, dipanggil ke ruang privat tersebut.


Setelah Jefri berada di sana, pekerja kerah putih langsung berteriak padanya. Dia bahkan


mengatakan bahwa makanan dan restoran itu adalah penipuan. Jefri mencoba menjelaskan,


tetapi gagal melakukannya. Dia baru bisa berbicara dengan susah payah setelah pekerja kerah


putih diam.


Setelah memperkenalkan hidangan yang direkomendasikan Restoran Gurih Furama, Jefri


secara khusus berbicara tentang rasa hidangan dan fitur khusus lainnya. Dia juga berjanji


kepada pelanggan bahwa makanannya akan gratis jika hidangannya tidak enak. Barulah pekerja


kerah putih mulai memakannya bersama para pemimpinnya.


Tak disangka, mereka tidak bisa berhenti makan setelah memakan suapan pertama. Hasil ini


sungguh di luar dugaan semua orang. Tidak ada yang menyangka kubis, wortel, dan tomat yang


tampak biasa itu begitu enak. Mereka bahkan lupa untuk minum sebab terlalu fokus menyantap


makanan.


Ketika Jefri melihat para tamu berjalan keluar dari ruang privat tersebut dengan raut wajah


puas, dia akhirnya yakin bahwa dia telah membuat pilihan yang tepat. Meskipun kata-kata


pekerja kerah putih itu tadi sangat kasar, sang manajer memutuskan untuk mengabaikan apa


yang dikatakan orang lain karena dia telah mencapai kesuksesannya.


Pekerja kerah putih dan pemimpin lainnya meninggalkan Restoran Gurih Furama dengan puas.


Baru setelah itu, bisnis Restoran Gurih Furama mulai makmur kembali. Beberapa orang

__ADS_1


mendengar tentang restoran tersebut dan langsung mengunjungi Restoran Gurih Furama untuk


mencoba hidangannya. Dalam waktu kurang dari beberapa jam, hidangan di Restoran Gurih


Furama sudah terjual habis. Ketika itu terjadi, Jefri tidak menyebutkan nama Matt sama sekali.


Sebaliknya, dia berkata kepada pelanggan, "Restoran menyajikan sejumlah makanan tetap


setiap hari." Oleh karena itu, mereka yang belum mencoba hidangan menjadi sangat penasaran,


sedangkan mereka yang telah mencobanya tidak akan pernah merasa puas. Begitulah bisnis


Restoran Gurih Furama berkembang pesat keesokan harinya. Orang tidak dapat menyangkal


betapa bagusnya pemasaran Jefri.


Di pasar petani, banyak orang masih menunggu Matt untuk kembali berjualan. Sayangnya,


hanya kekecewaan yang menanti mereka karena Matt sudah berjanji akan memasok hasil


panennya ke Restoran Gurih Furama. Oleh karena itu, Matt tidak akan pergi ke pasar petani


lagi.


Manajer dan penanggung jawab dua restoran lain di Kota Zarkara juga khawatir dengan


kepopuleran restoran itu. Mereka mulai menanyakan tentang penyalur bahan makan Restoran


Gurih Furama karena mereka dapat melihat dengan jelas perubahan Restoran Gurih Furama


pada hari itu. Mereka juga ingin mencari tahu sumber bahan-bahannya sehingga Restoran


Gurih Furama tidak akan menjadi satu-satunya restoran populer di kota ini.


Namun, saluran distribusi Restoran Gurih Furama benar -benar rahasia. Tidak ada orang luar


yang mengetahuinya.


Faktanya, semuanya itu bermula karena Matt, tetapi dia sama sekali tidak mengetahuinya. Dia


sedang dimabuk cinta dengan Tina.


Dalam beberapa hari berikutnya, Matt mempunyai waktu yang menyenangkan. Di pagi hari, dia menyediakan sayuran untuk Restoran Gurih Furama, kemudian dia kembali ke kamarnya


untuk tidur siang. Lalu, dia bangun pada siang hari. Jika ada kelas di sore hari, dia akan


menghadirinya. Jika tidak ada, dia akan memasuki Taman Peri untuk berkultivasi atau keluar


menghabiskan waktu bersama Tina. Pada malam hari, dia akan kembali untuk makan malam


dan beristirahat.


Meskipun Matt tidak memiliki banyak pekerjaan, dia merasa hari-harinya juga cukup sibuk. Dia


punya banyak waktu luang, tetapi juga ada saat-saat sibuk. Dengan kesibukannya itu, tidak


terasa, hari pun berlalu dengan cepat.


mereka mengetahui bahwa kakenya sudah jauh lebih baik, Matt merasa lega. Apabila kakek


Tina berangsur pulih, Tina juga akan menjadi lebih ceria, begitu juga dengan Matt.


Mereka selalu bersama hampir setiap hari. Dahulu, Matt tidak mungkin alkan berpikiran seperti


saat ini. Keluarganya miskin dan dia selalu merasa rendah diri, dia bahkan tidak berani jatuh


cinta. Namun, situasi saat ini berbeda. Dia memperoleh Taman Peri dan mendapatkan begitu


banyak uang yang tidak pernah dia bayangkan dalam hidupnya.


Sebenarnya, tidak ada masalah jika ingin menjalin sebuah hubungan sebab hal terpenting bagi


dua orang untuk bersama adalah saling mencintai. Bagaimana kedua orang itu bisa bersama jika


mereka tidak sedang jatuh cinta? Jika ini tentang uang, Matt bahkan tidak perlu


mengkhawatirkannya. Berhubung keluarga Tina sangat kaya, apa mungkin Tina akan tertarik


dengan kekayaannya yang sedikit itu?


Pagi-pagi sekali, setelah Matt baru saja mengantarkan hasil panennya ke Restoran Gurih


Furama dan sampai di rumah, dia menerima telepon dari Beni.


Matt sedikit terkejut. Dia belum pernah melihat Beni bangun pagi-pagi sekali, apalagi


meneleponnya.


"Hei, Bos. Apakah matahari terbit dari Barat hari ini? Mengapa kamu bangun pagi-pagi sekali ?


Selain itu, apa yang kamu inginkan dariku? Biar kuperjelas. Jawalbannya tidak jika kamu ingin


makanan gratis!" Matt langsung mengoceh setelah mengangkat telepon. Dia bahkan tidak


memberi Beni kesempatan untuk berbicara.


"Hei, dasar bocah, apa yang kamu bicarakan? Tidak bisakah aku bangun pagi? Apa maksudmu


aku hanya bisa meneleponmu saat sesuatu terjadi atau memintamu makan gratis? Percaya atau


tidak, aku akan membawamu kembali dari rumahmu yang kumuh itu." Beni hampir meledak


saat mendengar apa yang dikatakan Matt.


"Hei, aku hanya bercanda. Kenapa kamu jadi marah? Sepertinya tebakanku benar, bukan?"


Matt terkekeh.


Beni berpura-pura terpukul. "Aku sangat sedih. Kamu bukan Matt. Temanku Matt yang dahulu

__ADS_1


aku kenal telah berbeda!"


Melihat tindakan dramatis Beni yang mungkin akan terus berlanjut, Matt pun segera


menghentikannya. "Baiklah, baiklah. Cepat katakan kenapa kamu meneleponku. Aku masih


ingin melanjutkan tidurku!"


Beni langsung berbicara ke intinya. "Oke, oke. Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu!


Sebentar lagi musim gugur, kan? Cuaca juga mulai dingin, jadi kakak iparmu berencana untuk melakukan perjalanan musim gugur. Apakah kamu ingin bergabung dengan kami?"


"Perjalanan musim gugur, ya? Tunggu sebentar. Aku akan menghubungimu nanti untuk


mengabarimu.'"


Matt langsung memikirkan Tina dan hendak meneleponnya untuk menanyakan apakah dia mau


pergi.


Dia pun menghubungi nomor Tina. Yang mengejutkan Matt, Tina juga sudah bangun saat itu.


"Halo, Tina."


"Matt, ada apa?" Tina berkata dengan suara malas. Sepertinya dia baru saja bangun.


"Bosku, maksudku teman asramaku, Beni, bilang dia ingin melakukan perjalanan musim gugur.


Apa kamu mau bergabung?" tanya Matt.


"Perjalanan musim gugur? Aku akan pergi! Aku akan pergi! Kenapa tidak? Kita harus keluar


dan bersenang-senang!"


Tina terdengar sangat bersemangat. Dia seperti anak kecil sekarang, pikirnya.


"Baik. Alku akan menceritakan detailnya nanti."


Matt tidak langsung mematikan teleponnya, dia berbicara dengan Tina sebentar. Kemudian, dia


menutup telepon dan menelepon Beni.


"Bos, simpan dua kursi untukku. Aku akan pergi dengan satu orang lagi. Apa kamu setuju


dengan itu?" tanya Matt sambil tersenyum.


"Dua? Matt, sepertinya akhir-akhir ini ada sesuatu yang terjadi denganmu. Kami harus


melakukan pemeriksaan di tempatmu suatu hari nanti!" ucap Beni dipenuhi rasa penasaran.


"Hehe! Kalian semua akan melakukan perjalanan dengan pasangan kalian! Apa yang ada dalam


pikiran saat mengajak pria lajang seperti diriku, hah?"


Matt sudah mengetahui niat mereka tadi. Jelas, mereka ingin menjadikannya obat nyamuk.


"Menurutmu siapa yang harus disalahkan? Lihatlah dirimu! Berapa umurmu sekarang? Kamu


bahkan belum punya pacar. Bagaimana kami akan memotivasimu jika kami tidak melakukan hal


seperti ini? Aku tidak percaya kamu salah mengira niat baik kami sebagai niat buruk! Namun


sekarang, sepertinya kami tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Wanita berbudi luhur mana


yang akan menderita bersamamu?" Beni menjawab dengan sedikit kecewa.


"Kenapa aku harus memberitahumu? Omong-omong, kapan kita akan melakukan perjalanan?


Kamu akan tahu siapa dia saat aku membawanya untuk bertemu kalian."


Matt tidak berniat memberitahu mereka secara langsung. Dia berencana mengejutkan mereka


semua karena mereka mungkin tidak menyangka Tina adalah pacarnya.


"Huh! Lupakan saja. Berhubung besok hari Sabtu, jadi perjalanan musim gugur kebetulan


dimulai besok. Kita akan membeli sesuatu siang nanti. Ingatlah untuk menemui kami."


Meskipun Beni terdengar tidak peduli siapa pacar Matt, sebenarnya dia sangat penasaran. Besok ? Oke. Nanti aku menemui kalian."


Matt berbincang sebentar dengan Beni sebelum menutup teleponnya. Setelah itu, dia mengirim


pesan pada Tina, memberi tahu jadwal perjalanan merelka yang alkan dimulai besok. Kemudian,


dia pun bersiap-siap ke kampus untuk menemui teman-teman asramanya untuk pergi


berbelanja keperluan perjalanan musim gugur bersama-sama.


Setelah sarapan, Matt bergegas ke kampus. Ketika dia tiba di kampus, dia tidak menyangka


bahwa ketiga teman asramanya telah bangun. Tampaknya perjalanan musim gugur ini sangat


penting bagi mereka.


"Matt! Lama tidak bertemu! Aku sangat merindukanmu!" Saat Zack melihat Matt, dia langsung


memeluknya.


"Hei, Zack, apa kamu meminum penguat hormon yang membuatmu ingin memelukku seperti


sekarang ini begitu melihatku? Sudah kubilang, aku tidak menyukaimu!" Matt mendorong Zack


menjauh darinya dengan jik.


Zack menunjuk Matt dan berkata dengan marah, "Astaga. Kamu benar-benar tidak mengerti


hubungan kita, apalagi hatiku, Matt. Jika kamu bertindak seperti ini, kamu akan kehilanganku!"


Setelah itu, mereka berempat langsung pergi ke pasar swalayan untuk membeli beberapa

__ADS_1


kebutuhan, persediaan, dan makanan untuk perjalanan mereka keesokan harinya. Akhirnya,


ketika mereka berada di kasir, Matt mengeluarkan dompetnya seolah-olah berkata, "Aku


__ADS_2