
Pawamg 63
Dengan Kinasih mendengar suara Estu, merasa benteng pertikaian di antara mereka sedikit mencair. Estu pun sudah berlalu dan kini ke kamarnya. Kinasih juga kembali ke kamar untuk mandi.
Begitulah pasangan sesungguhnya. Sebagaimanapun mereka sedang marah, hati mereka tetap saja saling mencintai sebenarnya. Reflek kalau salah satunya bertemu sebenarnya masih saling perhatian.
***
"Ya ampun, Keken?" ucap Estu dia terkaget. Rupanya Keken sedang membaca di kamarnya.
"Hai, Mas. Udah pulang." Keken langsung menyodorkan air minum untuk Estu.
Mau tidak mau Estu menerima akhir minum dari Keken. Meskipun sebenarnya risih kalau ada Keken di dekatnya. Tapi es tuh harus ingat bahwa Keken adalah calon istrinya tidak boleh mengelak lagi atau menghindar.
"Kamu masih di sini tanya Estu. Dia sambil meletakkan tas dan duduk di tempat tidur. Itu tidak berani membuka bajunya sebelum keluar.
""Tadinya aku mau pulang Mas tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan ucapkan.
"Apa? Tanya S2
Keken mengambil ponselnya dari dalam tas, kemudian langsung menunjukkan pada Estu foto kerah yang ada noda lipstik itu.
Estu langsung tergugup, padahal kenapa dia harus gugup. Bukankah sebenarnya tidak ada rasa pada Keken. Namun namanya juga laki-laki ketahuan seakan terjebak bahwa dia selingkuh, terang saja menjadi gugup.
"I-itu. Itu hanya tidak sengaja. Kemarin ke malah ke kantor, katanya dia ingin meminta aku untuk menjadi walinya, di acara apa gitu aku lupa. Aku sempat menolaknya, bahkan hingga Aku mau meeting di luar pun Kemala masih mengekorku. Hingga di mobil kami entah sedang berebut apa mungkin saat lipstik Kemala nempel di kerah ku.
Estu menceritakan sejujurnya.
'kenapa aku bisa lancar begini kalau menceritakan kepada Keken. Tapi kemarin saat aku di introgasi sama Kinasih, sama sekali aku tidak bisa bercerita apapun untuk memberikan alasan tentang lipstik itu. Rahasia.
Ya kan terdiam, dia menyimak apa yang es tuh katakan. Masuk di akal juga Keken terdiam untuk mengingat dan mencocokkan warna lipstik yang sering digunakan oleh Kemala. Iya benar, Kemala sering kali menggunakan lipstik berwarna pink itu pun sekilas. Karena Kemala masih anak SMA tidak boleh bermake up terlalu tebal. Bahkan menggunakan pewarna bibir sekilas pun sebenarnya tidak boleh.
Baiklah kalau begitu biar nanti aku tanyakan kepada Kemala, berarti anak itu kemarin memang membolos kalau begitu. Ucap Keke.
Baik Mas aku pulang ya. Selamat istirahat Sampai jumpa besok. Keken cipika-cipiki sebelum benar-benar pulang. Estu tidak bisa apa-apa dia hanya terdiam kaku. Walaupun risih tapi bagaimana lagi dalam kehidupan sebelumnya Keken adalah calon istrinya.
Keken ke luar dari kamar Estu.
"Ah.... sial, hiidp gini banget ya.
***
Keesokan harinya persiapan untuk acara syukuran Estu nanti malam sudah semakin menuju puncak. Semua persiapan sudah selesai. Dari makanan, dekor, para tamu undangan dan beberapa tamu spesial sudah disediakan bingkisan untuk dibawa pulang. Ya tamu spesial di sini adalah anak yatim.
"Kinasih bagaimana dengan baju Apakah sudah datang tanyakan jeung mami?
Sudah Mi nanti aku akan coba, setelah menyelesaikan ini. Ucapkan nasi yang sedang membantu karyawan lain merangkai bunga untuk hiasan.
Kalau dalam merangkai bunga kancing Mami tidak protes.
Ya sudah nanti kalau ada apa-apa segera sampaikan biar dapat segera diperbaiki.
Iya Kanjeng Mami ucapin asih.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, Kinasih sudah selesai membantu beberapa pekerjaan lainnya kini dia sudah persiapan untuk bebenah kostum.
"Hah? Kenapa warnanya merah ini kan buat kayak kan harusnya?
Kinasih yang baru saja mandi segera menggunakan pakaian seadanya dulu. Setelah itu dia keluar mencari Kanjeng Mami.
Kinasih mencari ke dapur tapi tidak ada, kemudian mencari ke halaman belakang juga tidak ada.
"Ke mana sih Kanjeng Mami, dalam waktu darurat seperti ini malah susah dicari." Kinasih bergumam sambil terus berlari ke sana kemari, soalnya ini darurat kalau sampai salah kostum.
"Ada apa sih? Seperti yang paling seperti itu tanya lili yang sedang merapikan beberapa bangku di teras depan.
"Kamu lihat Kanjeng Mami tidak. Ini kostum untuk Mbak Keken sepertinya tertukar dengan kostumku ucap Kinasih.
"Mungkin bersama Kanjeng Papi Dia sedang menjemput kakaknya di bandara."
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu biar aku telepon saja."
Pakai nasi langsung menghubungi Kanjeng Mami lewat sambungan telepon, tak lama panggilan Kinasih diangkat oleh Kanjeng Mami.
"Yah ada apa kena?" Tanya Kanjeng Mami yang suasananya cukup bising sehingga Kinasih tidak dapat mendengar jelas suara dari Kanjeng Mami.
"Ini Mi kayaknya baju untuk Keken tertukar denganku."
"Bagaimana Mami lagi di jalan tidak begitu terdengar".
"Biar saya kirim pesan aja mi."
Kinasih langsung memutus panggilan teleponnya meskipun Kanjeng Mami masih berteriak-teriak menanyakan apa yang akan Kinasih sampaikan.
Nasi kemudian mengirimkan pesan sambil memfoto pakaian tersebut. "Kenapa aku jadi gugup gini sih. Bukankah lebih baik biar aku seragam sama Mas Estu. Bikin nasi tidak bisa begitu juga dia harus menghargai Kanjeng Mami yang sudah bisa menerimanya walau masih salah paham.
***
menerima pesan dari Kinasih. dia langsung terbelah kaget lalu meminta Kanjeng Papi untuk membantu urusan pakaian.
kacang Papi mengatakan mereka tidak sempat kesana kemari ini saja waktunya sudah mepet. kakaknya Kanjeng Papi meminta dijemputnya mendadak sehingga kencing papi pun baru tahu tadi saat pulang kerja.
harusnya Kanjeng Papi jangan kerja kalau memang mau ada acara di rumah, Mami malah menyalahkan Kanjeng Papi. mereka malah berdebat di bandara.
udahlah Mi cuman sekedar pakaian juga beda warna nggak jadi masalah.
Kanjeng Mami malah kesal mendapat ucapan seperti itu dari Kanjeng Papi.
"dasar laki-laki tidak mengerti apa-apa.".
selagi saudara mereka yang dijemput belum datang Kanjeng Mami menghubungi Keken.
"gimana sih ini anak Kenapa tidak bisa dihubungi juga. aduh berabe kalau kayak gini. ada saja halangan kalau ada acara padahal ini mau mendapat.
***
"tante sekarang Tante mau pakai baju apa? tanya ke mana yang dia sudah rapi berdandan. Kemala hanya menggunakan kebaya biasa yang dia punya. tadinya dia juga ingin menggunakan warna senada dengan tantenya, pasti tantenya sama senada dengan S2.
Kemala melihat pakaian yang ada di dalam kotak Dia sangat terkagum sekali begitu indah warnanya juga dia suka.
"wah Tante aku suka sekali dengan warna ini. kenapa Tante tidak sekalian memesan untukku sih.
Keken tidak merespon ucapan dari keponakannya dia memejamkan mata sesaat aktivitas seharian membuatnya sangat lelah.
Kemala mencoba gaun yang seharusnya untuk, entah mengapa dia memiliki karakter apa yang disukai tantenya dia selalu suka. Apakah dia terobsesi dengan sang tante yang sepertinya memiliki keberuntungan dalam hidupnya. karir yang bagus jodoh yang bagus keluarga yang pengertian fisik yang cantik serta kepintaran.
Kemala tidak mencoba pakaiannya secara keseluruhan karena dia sendiri sudah menggunakan kebaya. Kemala hanya mencoba kebaya bagian luarnya saja, meskipun ukurannya agak longgar di tubuh dia karena Kemala masih cukup kecil. meskipun Keken juga tidak gemuk-gemuk.
Kemala beberapa kali mau foto dirinya untuk diabadikan, meskipun dalamnya kebaya warna lain, luarnya ditumpuk dengan kebaya milik Keken. dasar Kemala kayaknya memiliki karakter star syndrome suka sekali kalau terlihat cantik di depan umum.
Kemala duduk di atas kasur tantenya sambil dia mau posting hasil jepretannya barusan. lalu dia membalas beberapa pesan dari temannya yang menggunakan voice note.
Keken merasa terganggu dengan ocehan keponakannya ini. lalu Keken perlahan membuka matanya dia melihat gaun yang dikenakan oleh Kemala.
Keken langsung beranjak dari tidurnya dia duduk seketika terbelalak melihat kebaya yang dikenakan oleh Kemala.
"kok warnanya biru? ucapkan membuat Kemala juga terkejut.
apa sih tante bikin kaget aja bukannya lagi tidur? ucap Kemala tanpa menoleh pada tantenya dia masih sibuk saja membalas pesan dari teman-temannya. Kemala sering pamer pada teman-temannya kalau di keluarga dia sering sekali mengadakan pertemuan sebulan sekali dia akan bertemu dengan cowok-cowok ganteng dan bisa jadi mudah sekali untuk mendapatkan cowok kaya dan tajir.
"itu bukan gaunku ucapkan langsung meminta Kemala untuk membukanya.
malah terbengong tidak tahu apa-apa dia menuruti apa kata tantenya membuka kebaya yang sudah dipakainya.
"haduh gimana ini?"
ya kan bingung apakah akan menghubungi desainernya atau menghubungi Kanjeng Mami atau menghubungi Kinasih untuk menukarnya.. atau sekarang Keken mandi saja lalu dia mengenakan pakaian seadanya ke Wastu hastama. lalu menukar pakaiannya dengan Kinasih di.
" ah jadi panik begini sih ucap Keken.
"Tante Kenapa sih jangan bikin aku panik deh." Kemala malah banyak bertanya menambah panik tantenya saja.
__ADS_1
"udah ayo kamu siap-siap. tolong bantuin tante cek segala yang mungkin akan berbahaya. kompor listrik jendela setrikaan kalau masih tersambung ke colokan.
ucap Keken tergesa-gesa sambil menyambar handuk untuk mandi. Kemala jadi bingung kenapa tantenya menyebutkan segala perabotan, kayak emak-emak di komplek saja kalau mau bepergian segala dicek. bukankah di rumah mereka ada security kalau ada apa-apa pasti ada yang menangani.
Tapi walau begitu Kemala tetap menuruti apa kata tantenya. sebelum pergi dia melihat lihat beberapa ruangan yang mungkin belum terkunci rapi atau lupa tadi tidak mematikan.
"Tante...! Mami telepon." Kemala berteriak karena ponsel tantenya berdering dan terlihat tulisan Kanjeng Mami.
"kamu angkat aja bilang tante lagi mandi." teriak Keken dari kamar mandi.
Kemala beneran mengangkat telepon itu, dan seperti pesan tantenya mengatakan bahwa Keken sedang mandi. Kanjeng Mami juga tidak bisa menunggu dia langsung menitipkan pesan kepada Kemala kalau baju yang terkirim untuk Keken memang tertukar.
Kanjeng Mami meminta Keken mengenakan kebaya seadanya saja, karena waktunya mepet kalau seandainya ditukar dahulu atau sopir yang mengantarkan baju dari untuk Kinasih dan baju yang ada di Kinasih diantarkan Keken.
"Iya Kanjeng Mami akan aku sampaikan."
"jangan lupa ya sampaikan seperti itu jangan tertukar pokoknya Keken pakai saja bajunya seadanya." ucapkan jeung Mami memastikan lagi
Kemala manggut-manggut, mendengar perintah dari Kanjeng Mami. padahal kan orangnya tidak akan melihat Kenapa Kemala harus manggut-manggut. dia malah ikut panik sendiri. dia terbawa panik oleh ucapan Kanjeng Mami yang sangat cepat dan seperti terburu-buru. juga panik oleh kelakuan tantenya yang serba baru-baru juga.
"Ah .... kini kau urusan orang dewasa sungguh rumit".
30 menit kemudian Keken selesai mandi lalu dia menanyakan kepada Kemala apa yang dikatakan Kanjeng Mami tadi saat menelpon. Kemala menyampaikan apa yang Kanjeng Mami katakan tadi meskipun dia sebenarnya pusing mendengarnya. namun Kemala coba menyampaikan sebisanya semoga tidak salah dengar dan tidak salah menyampaikan.
"Jadi aku pakai yang ini aja tanya Keken?"
"kata Kanjeng Mami sih gitu."
daripada banyak berpikir lagi Keken mengenakan kebaya biru, yang harusnya itu untuk couple bersama Bagas. tapi ya sudahlah mau bagaimana lagi daripada tidak datang ke acara. daripada juga mengenakan kebaya yang lainnya bisa marah jika kebaya yang dipakai bukan sesuai pesanannya.
pukul setengahnya enam Keken sudah selesai merias diri siap untuk berangkat. Dia segera menarik Kemala yang sedang bermain ponselnya.
"eh .... tante pelan-pelan sih langsung main tarik saja." Kemala menyambar tas sekenanya saja.
makanya sedikit berlari mengikuti tantenya. bahkan Keken yang sudah ada di teras tidak menunggu lama langsung masuk ke dalam mobil tanpa mengunci pintunya. sambil mobil itu berjalan akan keluar gerbang dia kan menitipkan kunci kepada security. dia minta tolong untuk mengunci rumahnya. karena jam segitu memang asisten rumah tangga yang biasa membantu di sana sudah pulang.
security juga Sampai heran kekean seperti yang terburu-buru seperti itu. Bahkan dia tidak bisa mengucapkan apa-apa untuk bertanya mau ke mana atau bagaimana. takutnya saat Keken tidak ada ada yang mencarinya itu saja
.
***
memang kalau sial sudah tidak bisa dihindari lagi, Keken sengaja berangkat dari rumah sudah dipercepat 30 menit takutnya jalanan macet. jika berangkat pukul lima orang-orang yang baru pulang Kantor biasanya masih tetap saja memadati jalan raya. jika berangkat pukul 04.00 Keken sangat lelah sekali dia baru sampai rumah. ini berangkat pukul setengah enam jalanan masih saja macet
"tante biasa aja kali. dengan tante gelisah seperti itu tetap saja jalanan tidak akan menjadi renggang. udah santai aja lagian kalau telat sampai ke rumah Kanjeng Mami tidak akan dihukum juga kan.
Keken hanya melirik kepada keponakannya meskipun apa yang dikatakan Kemala benar kenapa Keken harus gelisah seperti cacing. tapi Kemala asal bicara saja coba kalau kejadian ini terjadi pada Kemala dia pasti uring-uringan untungnya Keken bukan tipe orang yang nguring-uringan dia masih terlihat anggun walaupun dalam hatinya merasa sudah tidak sabar.
***
sementara itu di Wastu Hestama.
Kanjeng Mami yang baru turun dari mobil setelah menjemput saudaranya di bandara langsung menghambur menuju kamar Kinasih. Kanjeng Papi yang melihat kelakuan istrinya keleng-kaleng kepala begitulah kalau urusan wanita. selalu ribet.
beberapa orang yang dilewati oleh Kanjeng Mami melihat dengan tatapan merasa aneh. apa yang dikejar oleh Kanjeng Mami sehingga seperti itu.
Tok
tok
Kanjeng Mami mengetuk pintu karena ternyata genasi masih mengunci pintunya. tak lama Kinasih membuka pintu lalu menanyakan Kanjeng Mami seperti terburu-buru dan dikejar-kejar.
'Kamu sudah siap tanya Kanjeng Mami. Ya sudahlah biarin. nanti Saat acaranya mulai Kalau Mami belum manggil kamu jangan dulu keluar ya ucap Kanjeng Mami. dia terus pergi menuju kamarnya. Kanjeng Mami hanya belum berganti.
Kinasih jadi ikutan panik melihat mancing Mami seperti itu. acaranya memang serba dadakan seperti ini Padahal jauh-jauh hari sudah dipersiapkan selalu saja ada kegagalan.
***
acara pun beberapa menit lagi akan dimulai. saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam kurang 10 menit. kekean sudah sampai dengan wajah yang cukup kusut karena menahan gelisah di dalam mobil tadi.
Keken langsung menuju ke kamar Kinasih, walaupun kamar gue masih berada di dekat dapur Keken tak jadi masalah dia biar sekalian menunggu saja di sana. sambil mencoba untuk cari akal Apakah pakaiannya bisa ditukar dengan Kinasih.
__ADS_1
Bersambung...