Alima Dasar

Alima Dasar
Serba Salah Alima


__ADS_3

Sebuah honda civic sedan mewah berwarna hitam berkilau berhenti di depan rumah Kiyara.


Indera pendengarannya begitu kuat, Kiyara yang saat itu sedang berada dalam kamar mandi buru-buru keluar rumah mendengar suara mobil kekasihnya.


"Hai Sayang!" ucap Kiyara melambaikan tangannya pada Samy.


Samy keluar dari mobilnya dan memberikan sebuah jaket miliknya untuk menutupi tubuh Kiyara yang hanya memakai kris bath mantel mandi.


Kiyara menatapnya dengan kagum.


"Kapan kamu bisa merubah kebiasaan mandi malam hari?" tanya Samy.


"Aku mandinya pakai air hangat kok, lagi pula kalau kita udah nikah nanti pasti lebih sering mandi malam, kan?" ucap Kiyara membuat Samy terdiam.


Kiyara mengajak Samy masuk ke dalam rumahnya.


Sementara Alima mencoba menjelaskan pada Byul.


"Sorry ya, seharusnya gue tadi nggak ngomong kaya gitu," ucap Alima, "Reflek aja nyebut lo sebagai pacar gue!"


Byul hanya mengangguk seraya tersenyum simpul.


"It's okay, mungkin kamu belum siap untuk menerimanya."


Alima terdiam sesaat memikirkan ucapan Byul. Apa benar dirinya belum bisa menerima kenyataan bahwasanya masih tersisa rasa cinta untuk Samy.


"Ayolah kita pergi! Langit terlihat muram!" ucap Byul menarik tangan Alima.


Kiyara mempersilakan Samy duduk, dia pergi ke kamarnya untuk ganti baju.


Ibu Alima baru saja keluar dari kamarnya, melihat seorang laki-laki sendirian di ruang tamu, dia  menghampirinya.


"Kamu pacarnya Kiya ya!" ucap Ibu Alima membuat Samy beranjak dari tempat duduknya.


"Iya Bu. Nama saya, Samy," ucap Samy mencium punggung tangan Ibu Alima.


"Tunggu sebentar, saya buatkan minuman dulu ya! ucap Ibu Alima menuju ke dapur.


Akhirnya Alima sampai di rumah dengan selamat sentosa.


Ketika melihat sebuah mobil yang tidak asing baginya sedang terparkir di halaman rumah Kiyara, dia menghentikan langkah Byul agar tetap di sana.


"Ada apa?" tanya Byul.


"Lo tunggu di sini, gue mau ngeliat siapa pemilik mobil ini!" ucap Alima sambil mengendap-endap menuju ke teras rumah.


Alima melihat dari luar jendela rumah, hanya terlihat punggungnya saja, pastinya dia seorang laki-laki.


Setelah Kiyara muncul, lalu menghampirinya, Alima menduga bahwa orang itu adalah Samy.


Byul memanggil Alima dengan keras,  suaranya sampai terdengar ke dalam rumah Kiyara.


"Sepertinya di luar ada orang!" ucap Samy pada Kiyara.

__ADS_1


Mengetahui Samy dan Kiyara berjalan menuju pintu rumah, Alima berlari menggandeng tangan Byul ke samping rumah.


Samy tidak melihat ada orang di sana. Kiyara memintanya untuk masuk ke dalam rumah.


Dalam cahaya redup, jantungnya berdegup kencang. Karena Alima belum melepaskan genggaman tangannya.


"Byul, kita harus pergi dari sini sebelum mereka semua tahu!" ucap Alima.


"Oh, jadi kamu mau jalani ini secara sembunyi-sembunyi?" tanya Byul membuat Alima geleng-geleng kepala.


Alima mengajak Byul pergi jauh dari rumah Kiyara, lalu melepas genggamannya.


"Tunggu! Kamu belum katakan sama aku alasan pergi dari rumah!" ucap Byul berhenti di tengah jalan.


Alima memejamkan matanya. "Dengar ya, kalau gue masuk ke dalam rumah yang ada akan terjadi bencana di sana!"


"I know, pasti karena laki-laki yang kamu temui di jalan tadi, kan?" ucap Byul, "Ada apa dengan dia?"


"Nggak ada hubungannya sama dia, gue cuma nggak mau buat Kiyara kesal sama lo!" jelas Alima membuat Byul tertawa geli.


Hati kecilnya ingin sekali membungkam mulut Byul, tanpa berpikir panjang kakinya pun mendarat ke tulang keringnya.


Krak ....


Kakinya bagai dihantam benda berat. Senyum di wajahnya seketika sirna. Byul meringis kesakitan.


Alima memanyunkan bibirnya.


"Kamu pikir aja sendiri!" Byul pergi meninggalkan Alima.


Alima menghentikan langkahnya. "Kok jadi lo sih yang marah? ucap Alima, "Yang pantas marah itu gue, karena lo udah nggak mau percaya!"


Byul tidak menggubrisnya, dan terus berjalan.


Alima mengomel seorang diri sepanjang jalan.


***


Kiyara yang hendak pergi, tiba-tiba teringat akan janjinya pada Alima untuk menemaninya ke bazar buku.


Sampai detik ini belum juga melihat batang hidungnya.


"Al belum pulang ya Bu?" tanya Kiyara pada Ibu Alima.


"Belum Kiya, Ibu sendiri nggak tahu kenapa dia pergi lama sekali,"


"Apa Kiya susul dia aja ya Bu di toko swalayan?" ucap Kiyara, "Nggak apa-apa kan, Sayang?" Melirik ke arah sampingnya, Samy.


"Nggak usah Kiya, paling sebentar lagi juga pulang," sahut Ibu Alima, "Kamu jalan aja sebelum makin malam!"


Kiyara memilih memutuskan pergi bersama Samy. Setengah jam kemudian, Alima pulang dengan wajah ditekuk.


"Kamu dari mana aja, kenapa baru pulang?" tanya Ibunya.

__ADS_1


"Maaf Bu, Alima tadi kejebak macet di jalan makanya baru bisa pulang."


Alima pergi ke kamarnya, agar bisa membujuk Byul yang masih tidak ingin bicara dengannya.


5 panggilan telah ditolak, chat juga tidak dibalas.


"Resek banget sih jadi cowok!" keluh Alima sambil membanting handphonenya di kasur, dan menarik selimutnya untuk tidur.


Malam minggu bersama telah berlalu. Pulang tuk menggenggam rindu.


Melepasnya di waktu temu.


Begitulah rotasi canduku padamu.


Pukul 10 malam Kiyara tiba di rumahnya. Dia mencari Alima yang ternyata sudah lebih dulu tidur.


Melihat handphonenya berdering, dengan lirih Kiyara meminta izin untuk menjawab telepon dari Byul.


"Kamu marah?" ejek Byul, "Habis kamu nggak jawab jujur sih!"


"Jujur soal apa?" tanya Kiyara membuat Byul menganga.


Byul beranjak dari tempat duduknya. "Halo, ini siapa?" tanya Byul.


"Hai Byul! Ini Kiyara yang ngomong bukan Alima!" ucap Kiyara sambil menjauhkan diri dari Alima.


Alima membuka matanya dan menegur Kiyara yang berdiri di dekat jendela kamar.


"Hai, kamu belum tidur?" tanya Kiyara sambil menyembunyikan handphone Alima.


"Gue mau ke kamar mandi," ucap Alima, "Lo udah lama ya di sini?" Kiyara menelan ludahnya.


"Aku baru aja pulang, terus ke kamar kamu eh ternyata udah tidur."


Sebelum Alima kembali dari kamar mandi, Kiyara menaruh handphonenya di tempat yang sama.


"Al, aku ke kamar dulu ya!" teriak Kiyara keluar dari kamar Alima.


Esok paginya, sebelum berangkat kerja Kiyara menceritakan suatu hal pada Alima mengenai kejadian semalam.


"Aku mau minta maaf sama kamu karena udah lancang angkat telepon dari Byul," ucap Kiyara, "Kalian berdua lagi marahan ya?"


Alima mengedipkan matanya sambil tersenyum.


"Maaf ya bukannya aku mau ikut campur, Byul juga bilang kalau kamu nggak jujur. Nggak jujur soal apa?" ucap Kiyara membuat mata Alima melebar.


"Soal itu, lo tau sendiri gimana sifat dia, kan? Masalah kecil dilebih-lebihkan!" jelas Alima membuat Kiyara terdiam.


"Aku berharap hubungan kamu dan Byul segera membaik ya! ucap Kiyara, "Aku berangkat kerja dulu."


Alima terancam, cepat atau lambat Kiyara akan tahu semuanya.


......

__ADS_1


__ADS_2