Alima Dasar

Alima Dasar
Mudahnya Mengakhiri


__ADS_3

Pagi cerah dengan sedikit sengatan matahari. Tampak suasana hening dan penuh khidmat apel pagi ini yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Dendi Pradana, M. Hum. M. Si., M. M. Dalam sosialisasi pencegahan narkoba yang terus mengancam bagi penggunanya.


Harapan besar untuk bisa memberantas narkoba di negara ini.


Setelah selesai melaksanakan apel pagi, Samy diminta siap meringkus pelaku penyalahgunaan narkoba.


Di sisi lain, Bripka Ahsan sedang berbicara bersama anggotanya. Samy pun menghampirinya.


"Apa ada masalah?" tanya Samy.


"Lapor Pak! Sebenarnya ada satu masalah yang harus segera diatasi sebelum semakin meluas," ucap Bripka Ahsan pada Samy.


"Baiklah, kita bicarakan ini nanti. Karena saya harus pergi ke Polda," ucap Samy sambil tersenyum simpul.


Briptu Syafi dan Briptu Indra menghela napas berat.


"Sebentar lagi gue akan jadi agen Jay!" ucap Briptu Syafi membuat Briptu Indra meringis.


"Kenapa, nggak terima? tanya Briptu Syafi, "Tenang aja, lo akan jadi agen Kay!" Merangkul Briptu Indra.


"Gue masih muda nih!" ucap Briptu Indra.


"Kalau gitu lo jadi alien!" goda Briptu Syafi membuat Bripka Ahsan melotot.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Bripka Ahsan.


Senyum Briptu Syafi dan Briptu Indra seketika memudar.


"Tidak ada Pak! Kami senang melakukan apel pagi ini, karena membuat badan sehat!" ucap Briptu Syafi membuat Bripka Ahsan geleng-geleng kepala.


Perjalanan pulang dari Polda Metro Jaya, Samy mendapat chat dari Kiyara yang ingin mengajaknya ke butik.


Pukul 4 sore Kiyara menunggunya di luar kantor. Samy pun datang, dan mereka pergi bersama.


Sampainya di butik, Kiyara dan Samy bertemu dengan Byul, tengah duduk di luar butik.


"Byul, ngapain di sini?" sapa Kiyara, "Al mana?" Melihat ke dalam butik.


Byul beranjak dari tempat duduknya. "Kiya. Aku ke sini sendirian kok, lagi nunggu teman,"


"Oh, kirain. Byul kenalin ini pacar aku namanya Samy! Sayang, dia adalah Byul sahabat baik sahabatku."


Samy dan Byul saling berjabat tangan.


"Kalau gitu aku ke dalam dulu ya, yuk sayang!" ucap Kiyara menggandeng tangan Samy.


"Kalau laki-laki itu pacar Kiyara, itu artinya Alima nggak ada hubungan apapun dengannya!" ucap Byul seorang diri.


Samy tidak tahu tujuan dia ada di sini. Tiba-tiba Kiyara menyuruhnya untuk memakai kemeja hitam motif batik.


Sementara Kiyara memakai gaun pesta yang warnanya senada.

__ADS_1


"Lihat sayang, kita berdua begitu serasi ya!" ucap Kiyara menggenggam tangan Samy.


"Semua ini untuk apa Kiya?" tanya Samy sambil melepaskan genggaman tangan Kiyara.


"Kamu serius nanya itu?" ucap Kiyara, "Bukannya sebentar lagi kita akan bertunangan?"


Kedua matanya melebar, perlahan mendekati Kiyara.


"Maaf Kiyara, aku belum bisa melaksanakan pertunangan kita!" jelas Samy membuat Kiyara terdiam sesaat.


"Kamu bercanda, kan?" tanya Kiyara, "Aku pikir selama ini kamu mencintaiku!" Kiyara pergi meninggalkan Samy sendirian.


Kiyara berlari bersama gaun pesta tunangan. Byul yang melihatnya pergi dalam keadaan rapuh langsung menghubungi Alima.


"Akhirnya sadar juga ya, atas kesalahan yang udah lo buat semalam!" ucap Alima.


"Aku nggak ngerti apa yang kamu omongin," sahut Byul, "Alima, sesuatu telah terjadi dengan Kiyara!" Seketika Alima beranjak dari tempat duduknya.


Tubuhnya menjadi panas dingin.


Alima menutup teleponnya dan menemui Kiyara.


Samy yang masih berdiam diri di tempatnya, pergi menyusulnya yang sudah jauh.


Semua orang menatapnya dengan bingung. Gadis cantik memakai gaun indah murka di jalan. Sekuat tenaga menahan tumpahan air matanya, berusaha tegar serta kuat menerima kenyataan.


Seseorang yang dia anggap laksana surganya, ternyata sanggup membakar.


Alima mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Dia berharap Kiyara masih mau mendengarkan penjelasannya.


Di tengah perjalanan menuju butik, Alima menemukan Kiyara di tepi jalan.


Dia memintanya untuk masuk ke dalam mobil.


Tangannya mulai berkeringat, menatap wajah sahabatnya dibanjiri air mata.


Alima menghela napas panjang.


"Kiya, gue nggak bermaksud buat lo kaya gini!" ucap Alima membuat Kiyara mengusap tangis di wajahnya dengan tissue mobil.


"Aku sangat mencintainya, tapi kenapa dia mengkhianati aku!" ucap Kiyara, "Kenapa Al?"


"Gue udah ngelupain dia, Kiya. Gue juga nggak tahu kenapa Tuhan terus mempertemukan kita lagi!" jelas Alima.


"Aku kira Tuhan mempertemukan kita untuk bersatu, kenyataannya nggak. Tuhan menghancurkan impianku!" ucap Kiyara, "Kamu tahu nggak, dia bilang belum siap menikahi aku! Sakit banget, kan?" Alima ternganga mendengar ucapan Kiyara.


"Jadi maksud kamu, Samy belum siap menikah?" tanya Alima membuat Kiyara melotot.


"Tunggu, kok kamu bisa tahu kalau pacar aku namanya Samy? Padahal aku belum ngenalin ke kamu!" ucap Kiyara.


Alima menelan ludahnya. "Waktu itu ibu cerita kalau pacar lo namanya Samy."

__ADS_1


Alima lega, karena Kiyara dan Samy bertengkar bukan maslaah masa lalu dirinya. Namun tidak ingin juga melihat sahabatnya berlarut-larut dalam kesedihan.


Alima berencana membuat Samy menyesali perbuatannya.


Dengan cara mempertemukan Byul dan Kiyara.


"Apa kamu bilang? Ngedate sama Kiyara?" tanya Byul pada Alima.


"Iya, itung-itung buat menebus kesalahan lo yang semalam!"


Byul menerima permintaan dari Alima.


Sebelum berganti malam, Alima chat Samy menggunakan nomor Kiyara agar mau menemuinya di cafe Rasa-Rasa.


"Kiya lo mau balikan sama Samy, kan?" tanya Alima.


Kiyara mengangguk seraya tersenyum.


"Oke, kalau gitu lo harus bersiap diri sekarang, karena malam ini Byul ngajak ketemuan di cafe Rasa-Rasa!" ucap Alima membuat mulut Kiyara menganga lebar.


"Kenapa Byul? Aku maunya sama Samy, titik!"


Alima menatap lekat wajah Kiyara.


"Terserah, lo mau balikan atau nggak!" ucap Alima sambil membalikkan badan.


"Iya, aku mau ketemu sama Byul!" sahut Kiyara, lalu pergi ke kamar mandi.


Di Cafe Rasa-Rasa.


Seorang laki-laki memakai pakaian serba jeans duduk sendiri di sudut sana. Seorang wanita cantik datang menghampirinya.


Keduanya masih membungkam mulut. Hingga seorang waiters menawarkan makanan dan minuman.


"Saya minuman mineral aja Mbak! Terima kasih," ucap Kiyara.


"Kenapa cuma itu pesannya? Aku tahu kamu tuh orangnya suka yang aneh-aneh!" cetus Byul.


"Kali ini nggak, hidupku jadi putih semenjak dia memutuskan hubungan ini!" jelas Kiyara membuat Byul tertawa.


Kiyara melotot. "Bukannya kasih semangat malah ngeledek!"


Tidak lama kemudian, Samy datang dan melihat Kiyara dan Byul di sana.


"Kiyara! Kenapa dia ada di sini juga?" ucap Samy sambil mengepalkan tangannya.


"Harusnya gue yang tanya, kenapa ada lo di sini!" sahut Byul beranjak dari tempat duduknya.


"Samy, aku bisa jelasin semuanya. Kita pergi dari sini!" ucap Kiyara membawa Samy pergi dari cafe.


Alima menghampiri Byul sambil memapang senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Cukup ya, aku udah nggak mau lagi menuruti keinginan kamu yang aneh gini!" ucap Byul meninggalkan Alima.


......


__ADS_2