
Di bawah langit bertabur bintang
Sebuah ikatan yang hampir usai kembali berlangsung.
Benarkah ini takdir atau fakir cinta?
"Kalau memang itu keputusan kamu, aku janji akan sabar menunggunya!" ucap Kiyara sambil meraih tangan Samy.
Samy tersenyum simpul. "Maaf ya sudah buat kamu kecewa."
Alima menarik napas panjang dan mengembuskannya.
Matanya berbinar melihat senyum lepas di wajah sahabatnya.
Seketika wajah Byul terlintas di benaknya. Tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba bersikap dingin padanya.
Byul pergi dengan motor vespanya, namun Alima menghentikannya.
Byul memalingkan wajahnya. "Minggir, aku mau pergi!"gertak Byul.
Alima memanyunkan bibirnya. "Yakin nih mau pergi? Terus gue gimana?"
"Kamu pergi bareng Kiyara, kan? Pulang juga sama dia dong!"
Alima menggelengkan kepala sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Byul pun turun dari motornya, dan mengajak wanita di hadapannya untuk pulang bersama.
Sepanjang perjalanan mereka saling membungkam mulut. Sesekali Byul mencuri pandang dari kaca spion.
Sampainya di rumah Kiyara, Alima tidak melihat mobil Samy di sana.
"Kenapa kamu masih di sini? Udah buruan masuk!" ucap Byul.
Alima melangkahkan kaki, kemudian membalikkan badannya menatap Byul.
"Byul! Terima kasih ya atas kerjasamanya!" ucap Alima tersenyum manis.
Byul tidak menjawabnya, namun mulutnya melengkung membentuk senyuman.
Saat Alima hendak membalikkan badan, tiba-tiba melihat Ibunya berdiri di belakangnya sambil menyeringai.
"Ibu, ngagetin aja!" ucap Alima sambil garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
Di dalam kamar, dalam hatinya ada perasaan samar.
Ada kata yang harus tetap terjaga.
Agar tak terumbar membekas luka.
Alima memandangi wajah kompas di tangannya.
Braak ....
Kiyara datang memeluknya dari belakang.
"Alima, terima kasih ya! Karena kamu udah buat aku balikan sama dia!" ucap Kiyara sambil melepaskan pelukannya.
Alima segera menyembunyikan kompas milik Samy.
"Aku tahu ini akan menguras banyak tenaga!" ucap Kiyara, "Dia ingin aku sabar menunggunya!" Alima mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Oh iya?" tanya Alima.
"Dia ditugaskan untuk menangani kasus narkoba. Aku yakin yang saat ini dia butuhkan adalah support!"
"Kalau senyum gini enak dilihatnya, kan? cetus Alima, "Gue berdoa supaya hubungan lo dan dia baik-baik aja!" Kiyara memeluk erat Alima.
***
Kiyara bangun sebelum mentari pagi menyapanya.
Sebuah bekal makanan masuk ke dalam goodie bag berwarna pink.
Aroma nikmat berasal dari meja makan menyerang rongga hidung Alima yang masih menutup mata.
Dia beranjak dari tempat tidurnya, mengikuti bau sedap itu.
"Tumben Ibu masak makanan kesukaan Alima?" ucap Alima, "Dalam rangka apa nih?" Duduk di depan meja dapur.
"Bukan Ibu, tapi Kiyara yang masak!" Mata Alima melebar mendengar nama Kiyara.
Karena tidak biasanya sahabatnya memasak untuk dirinya.
"Selamat pagi!" ucap Kiyara.
"Pasti lo ada maunya ya masak makanan kesukaan gue?" tanya Alima.
Kiyara duduk di sampingnya.
"Kok bisa tau sih! Sengaja memang aku masak buat kamu, supaya mau ikut ke kantor Samy!" Alima melotot.
"Sorry Kiya, gue nggak bisa. Kebetulan hari ini ada janji sama temen di kantor,"
"Ayolah Al! Kamu cuma perlu duduk manis di mobil kok, please!" desak Kiyara membuat Ibunya bersuara.
Alima tidak bisa menolak ajakan Kiyara apalagi mendapat dukungan dari Ibunya.
Mereka pun pergi ke Mabes Polri.
Di tengah perjalanan Kiyara menghubungi Samy, tapi tidak ada jawaban, lalu mengirim pesan kalau dirinya akan berkunjung ke kantornya.
Sampai di sana, Kiyara belum melihat kekasihnya. Akhirnya dia memutuskan masuk ke dalam kantor.
Alima tetap berada di dalam mobilnya.
Seseorang memarkir motornya di samping mobil Kiyara.
Ketika melepas helm dan melirik ke kaca spionnya, dia seperti mengenali wajah seorang wanita yang ada di mobil tersebut.
Dia mengamati. Matanya mengatakan tidak salah. Ahsan tahu kalau hubungan Samy dan wanita yang ada di dalam mobil itu sudah berakhir. Tapi bagaimana mungkin dia kemari bersama pacar Samy yang sekarang?
Alima! Alima! teriaknya dari luar.
Alima menatapnya dengan bingung. Seseorang terus memanggil namanya sambil mengetuk kaca mobil. Ini benar-benar Alima. Ngapain dia ke sini?
Alima membuka kaca mobilnya.
"Maaf, anda berbicara dengan saya?" tanya Alima membuat Ahsan menganga.
"Alima, bukan?" tanya Ahsan.
"Iya benar. Maaf apa kita sebelumnya saling kenal ya?
__ADS_1
Tidak lama kemudian Samy tiba.
Mengetahui Ahsan ada di sana, dia menghampirinya.
"Ahsan, ada apa?" tanya Samy mengejutkan Ahsan dan Alima.
Mata Samy melebar melihat Alima.
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Samy membuat Alima terdiam sesaat.
Ahsan melihat seorang wanita berjalan menuju ke arahnya, yang tidak lain adalah Kiyara.
"Cewek lo kemari, Bro!" ucap Ahsan pada Samy.
"Kiyara!" sapa Samy membuat Alima memalingkan wajahnya.
"Ternyata kamu ada di sini, pantas aku cari di dalam nggak ada!" jelas Kiyara.
"Hai Ahsan! Apa kabar?" tanya Kiyara pada Ahsan.
"Baik Kiyara, kamu ke sini sama siapa?"
"Sama sahabat aku, namanya Alima!" ucap Kiyara sambil menunjuk ke arah Alima.
"Hi! nama gue, Alima!" ucap Alima sambil tersenyum simpul.
"Kok bisa ya Sang Mantan temenan sama Sang Pujaan Hati," ucap Ahsan lirih.
Samy meminta Ahsan masuk lebih dulu, Alima juga pergi menjauh.
"Kamu pasti belum sarapan pagi ya? Kebetulan aku masak hari ini khusus buat kamu!" ucap Kiyara sambil membuka bekal makanan.
"Mau makan sendiri atau aku yang nyuapin?" sambung Kiyara menatap Samy yang masih diam.
"Terima kasih ya, nanti aku makan. Tapi maaf, sekarang aku harus pergi!" jelas Samy membuat Kiyara muram.
Ahsan menghampiri Alima yang duduk sendirian di ruang tamu.
"Alima mantan pacarnya Samy, kan?" ucap Ahsan.
Alima melotot. "Huss, jangan keras-keras! Kalau ada yang dengar gimana?"
Ahsan duduk di sampingnya. "Termasuk Kiyara, dia nggak boleh tau soal ini?" Alima menggigit bibirnya.
"Tolong, jangan kasih tau apapun soal hubungan gue sama Samy ke Kiyara!" pinta Alima.
"Gue janji nggak akan kasih tau soal itu, tapi bagaimana bisa lo dan Kiyara sahabatan?" tanya Ahsan.
"Emang harus ya gue kasih tau semuanya ke lo? ucap Alima.
Ahsan menghela napas berat. "Nggak juga sih, nggak nyangka aja kalian bisa saling kenal! Apalagi kalau sampai Kiyara tahu tentang masa lalu lo dan Samy."
Seseorang telah mengetahui sebagian masa lalunya, Alima tidak bisa berbuat banyak setelah Samy tahu Kiyara bersahabat dengan mantan kekasihnya.
"Alima!" teriak Samy menghampirinya.
"Ahsan, tolong biarkan kita bicara empat mata!"
"Kenapa nggak bilang dari awal kalau Kiyara adalah sahabat kamu?" ucap Samy.
"Kalau tau pacar sahabat aku itu adalah kamu, apa aku bisa berdiri di sini?" ucap Alima membuat Samy menundukkan wajahnya.
__ADS_1
......