Alima Dasar

Alima Dasar
Di mana Kamu


__ADS_3

Akhirnya Byul memutuskan putar balik, menuju ke apartemen Alima.


Sementara Samy yang baru saja tiba di rumahnya begitu terkejut mendengar kabar kerusuhan di apartemen mantan kekasihnya itu.


Bu Mona melarangnya untuk pergi, karena sudah berjanji akan membahas soal pertunangan putranya dengan Kiyara bersama salah seorang wedding organizer.


Samy memberontak terhadap kedua orang tuanya, karena saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan soal pertunangannya. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu sebuah tanggung jawab yang besar.


"Papa sudah tau semuanya, kamu ingin menemui wanita itu, bukan?"ucap Papanya membuat Samy melongo.


Bu Mona tidak mengerti maksud dari perkataan suaminya. Samy langsung menangkis tuduhan Papanya itu.


Karena dia bukan hanya ingin menyelamatkan nyawa Alima saja, namun juga orang-orang yang berada di sana.


Samy pun melangkah pergi ke tempat kejadian perkara. Papanya ingin menyusul dirinya, tetapi Bu Mona mencegahnya.


Sampainya di apartemen Alima, suasana terlihat kondusif yang ditangani oleh beberapa petugas kepolisian. Namun Byul sama sekali tidak melihat batang hidung sahabatnya itu, justru bertemu dengan Samy.


"Di mana Alima sekarang?"tanya Byul.


"Kamu pikir, saya ini bodyguardnya yang tau di mana dia berada?"jawab Samy sinis.


Sebuah mobil mini cooper berhenti di depan mereka, yang tidak lain adalah Tamara.


Dia keluar dari mobilnya, dan menanyakan keadaan Alima.


Tapi kedua pria di hadapannya saat itu terlihat kompak membungkam mulutnya. Sebelum akhirnya Tamara berteriak memanggil nama Alima dengan begitu kencang, membuat mereka tercengang.


"Tolong jangan memperkeruh keadaan! Kita semua sedang berupaya keras untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini."tegas Samy membuat Tamara terdiam.


"Walau sebenarnya gue takut kena sanksi, tapi di satu sisi gue juga takut kehilangan sahabat terbaik!"ucap Tamara, matanya menggenang.


Masih dengan mulut yang terkunci rapat oleh perekat berwarna hitam, dan tali polyester yang melingkar ke seluruh tubuhnya. Napas pendek itu kembali muncul setelah sekian lama tidak menghantam dirinya.


Pria Batu Bata memucat seketika melihat kondisi Alima memburuk, dia berkelintaran mencari cara agar bisa mengatasinya, lalu terpikir olehnya untuk merobek perekat yang melekat di mulutnya.


Dengan lembut, Pria Batu Bata menarik  perekat itu, lalu terdengar suara yang begitu berat dari mulut Alima.


"Air ..., Tolong berikan saya air!"pinta Alima lirih.


Pria Batu Bata bergegas pergi mengambil sebotol air mineral yang tersedia di sana. Untuk diteguk Alima segera, dalam hitungan detik air sudah habis tak tersisa.

__ADS_1


Bulir-bulir masin membasahi wajahnya yang kusam itu, selembar tissue melayang, mendarat ke keningnya. Di baliknya ada sebuah gambar beserta tulisan. Dia kira tissue tersebut hadir untuk menyapu peluh, ternyata seberkas kisah Pria Batu Bata di masa lalunya.


Terlukis gambar dua orang laki-laki, satu terlihat tengah berdiri, satu lagi terlihat tengah menjual makanan di tepi jalanan. Lalu di bawahnya tersorot seorang perempuan asing yang kehadirannya menjadi awal mula kegetiran dalam hidupnya.


Alima hanya geleng-geleng kepala saat mencoba memahami gambar yang tersirat di tissue tersebut.


"Udah paham, sekarang? Kenapa gue bawa lo ke tempat ini!"ucap Pria Batu Bata sambil melotot.


"Sumpah! Saya benar-benar nggak tau maksud semua ini!"


Sementara Samy dan petugas lainnya mengamankan barang bukti, sebuah CCTV di lobi apartemen.


Samy, begitu terkejut setelah melihat isi dari rekaman CCTV yang memperlihatkan Alima dibawa oleh seorang pria memakai masker.


Byul bergegas pergi untuk mencari keberadaan Alima seorang diri, sementara Samy baru akan pergi.


Tamara berkelintaran di pintu masuk apartemen sahabatnya itu, dan hampir saja menabrak tubuh Samy yang hendak keluar dari sana.


"Sorry ya, Mayor Samy. Habis saya tuh khawatir banget sama Alima di luar sana,"ucap Tamara.


"Alima memang dalam bahaya, makanya saya ingin mencarinya segera,"jelas Samy membuat pupil matanya melebar.


"Saya ikut ya Mayor Samy! Please!"pinta Tamara.


"Sayang banget saya nggak diajak, soalnya baru aja Oppa Byul berangkat ke tempat Alima berada saat ini,"cetus Tamara membuat Samy menoleh cepat ke arahnya.


Akhirnya Samy pun mengajak Tamara ikut mencari Alima.


Byul menyusuri jalanan sunyi di sebuah perkampungan yang ternyata tidak jauh dari apartemen Alima.


Tamara berteriak di dalam mobil, memanggil nama Byul ketika melihatnya berhenti di depan mobilnya hal itu membuat Samy jengkel.


"Percuma kamu teriak-teriak kayak gitu, dia nggak akan dengar. Lebih baik, kita ikuti saja ke mana dia akan pergi,"ucap Samy pada Tamara.


Pria Batu Bata memperlihatkan sebuah foto gerobak makanan pada Alima.


Berdiri di jalanan kota besar, berdampingan dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi, juga diapit oleh dua toko besar.


Alima seketika teringat pada tempat itu. Jalanan di salah satu kota New York, Amerika Serikat. Di mana saat itu dia keluar dari apartemen, mencari jajanan untuk mengisi perutnya sebelum tragedi petugas kepolisian setempat membawanya ke kantor FBI.


****

__ADS_1


Byul berhenti di sebuah rumah kecil yang redup cahayanya, dindingnya dikerubungi oleh akar-akar pohon, juga dikelilingi tumbuhan ilalang yang tinggi.


Ia berjalan mengendap-endap masuk ke dalam sana.


Beberapa menit kemudian, Samy dan Tamara pun sampai di sana.


"Oppa Byul itu yakin Alima di bawa ke tempat kayak gini?"cetus Tamara.


"Sepertinya kita harus tetap berada di sini,"ucap Samy membuat Tamara melongo.


Aneh banget nih orang. Bukannya masuk buat nolongin rakyatnya yang sedang kesusahan, malah diem aja di sini.


"Di mana Alima sekarang?"tanya Byul pada dua orang pria bertubuh kekar sedang duduk di kursi kayu.


"Siapa kamu? Dan siapa yang kamu maksud itu!"jawab salah seorang pria bertubuh kekar.


Samy dan Tamara belum melihat Byul kembali. Sampai akhirnya Samy memutuskan untuk menyusulnya masuk ke dalam rumah itu.


Ketika masuk, Samy melihat Byul sedang berkelahi dengan dua pria bertubuh kekar.


Samy langsung membantunya.


Kapow!


Ketika salah satu pria bertubuh besar terpental jauh karena terkena pukulan dari Samy, saat itulah Samy dan Byul pergi dari sana.


Di satu sisi, Kiyara kecewa pada Samy, karena menolak membicarakan soal rencana pertunangan. Untuk menghibur hatinya, dia memilih keluar rumah dan tidak sengaja bertemu dengan teman saat duduk di bangku kuliah, Adinata Dirja yang saat itu sedang berada di salah satu toko buku, "Wahana Buku".


"Hai, Kiyara!"sapa Adi.


"Hai. Kamu udah lama ada di Jakarta?"


"Lumayan juga. Nggak nyangka ya kita berdua bisa ketemu di sini,"ucap Adi, "Toko buku terfavorit ketika masih kuliah dulu."


Setelah keluar dari toko buku, mereka mengobrol di warung lesehan seberang jalan.


"Kamu sudah menikah atau masih melajang?"tanya Adi.


"Aku juga nggak tau statusku sekarang apa, dibilang mau nikah tapi belum ada kejelasan, dibilang punya pacar juga kemana-mana masih sendirian,"jawab Kiyara meringis.


"Oh iya? Emang cowok kayak gimana sih yang cuma memandang sebelah mata cewek sebaik kamu!"jelas Adi.

__ADS_1


"Dia adalah seorang Polisi, namanya Samy,"ucap Tamara membuat mulutnya menganga lebar.


...~BERSAMBUNG~...


__ADS_2