Alima Dasar

Alima Dasar
Bakso Bakar Yang Membakar Hati


__ADS_3

Darren dan keluarganya harus berpisah sampai di sini.


Adi menyesal karena baru mengetahuinya.


Pak Helmy dan Bu Karmila menitip pesan pada Alima, untuk menjaga anaknya yang jauh sekarang dari tatapan mata mereka.


"Biar gue antar ke rumah baru lo ya!"pinta Adi sambil tersenyum simpul.


Darren menghampiri kedua orang tuanya.


"Jaga diri kalian baik-baik ya, doakan Darren bisa melewati semuanya!"ucap Darren dengan air mata berkilauan di matanya.


Sampainya di Polres, Adi ikut masuk ke ruang sel tahanan Darren.


Perih rasanya, seperti baru pertama kali mendapatkan luka yang terjatuh dari sepeda saat masih kecil.


Melihat anak kecil yang dulu dimanjakan oleh ayah kandungnya sendiri, kini menikmati hidup di balik jeruji besi.


Adi menahan air mata yang hampir saja terjun bebas ke pipinya.


"Bang, gue cuma minta satu hal sama lo. Jagain mama dan papa ya!"ucap Darren.


"Gue nggak bisa janji, tapi gue akan berusaha."


Alima mengembuskan napas lega ketika melihat dua bersaudara saling berbagi kasih sayang.


Adi pun menghampiri Alima.


"Gue akan sering jenguk dia. Sementara ini, lo yang jagain dia!"ucap Adi pada Alima.


"Emangnya lo mau ke mana?"tanya Alima membuat Adi terdiam.


"Jakarta bukan rumah gue, lo nggak akan paham!"jawab Adi seraya pergi dari sana.


***


Kiyara duduk melamunkan Samy.


Setelah kejadian di Indramayu, keduanya tidak pernah bertegur sapa lagi.


Dia ingin hubungannya dengan Sang Pujaan Hati kembali membaik.


Pukul 8 malam, Samy berencana pergi untuk melakukan pencarian terhadap laki-laki tua di daerah perkampungan kecil Jakarta Selatan.


Tempat yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota.


Kali ini dia ditemani Bripka Ahsan. Keduanya pergi tidak mengenakan pakaian dinas, melainkan berpakaian layaknya seperti anak muda zaman sekarang.


Memakai kaos polos berwarna hitam, dengan tulisan aksi sosial, "Berani Berbuat Baik".


Seolah-olah mereka menjadi generasi gerakan masa depan untuk bangsa dan negaranya.


Dengan tujuan mengajak masyarakat, tentunya anak-anak muda supaya lebih memberanikan diri untuk berbuat baik, melakukan hal yang positif di lingkungannya.


Samy dan Ahsan menyusuri jalanan sunyi dan sempit.


Namun di tengah jalan, bertemu anak-anak kecil yang sedang bermain di sana dan diawasi oleh orang tuanya.


Samy membungkukkan badannya di hadapan salah satu anak kecil.

__ADS_1


"Halo, nama Adek ini siapa?"tanya Samy pada anak kecil laki-laki.


"Nama saya Azam, Kak,"


"Aku pernah lihat kakak itu di televisi,"ucap salah seorang anak, "Aku ingat sekarang! Kakak itu adalah seorang polisi!"


Mata Samy melebar seketika mendengar ucapannya.


Lalu anak-anak itu pun berhamburan pergi ke arah orang tuanya.


Tetapi ada satu anak kecil laki-laki yang tidak ikut berlari, dia memilih bersembunyi di balik pohon besar.


Anak kecil itu yang menyebutkan Samy adalah seorang polisi.


"Kamu, kenapa nggak ikut lari?"tanya Samy pada anak kecil itu.


"Anak ini kan, yang tadi ngomong kalau lo seorang polisi!"sahut Ahsan.


Tiba-tiba saja anak kecil itu menangis kencang.


Membuat Samy dan Ahsan kebingungan.


"Adek jangan nangis ya, nanti kakak belikan ice cream!"ucap Samy membuat anak kecil itu berhenti menangis.


"Kakak cuma mau minta tolong sama kamu, untuk antar kita ke rumah kakek yang ada di foto ini. Bisa, kan?"sambung Samy sambil menunjukkan foto laki-laki tua.


Anak kecil itu mengangguk seraya tersenyum simpul.


"Tapi belikan ice cream nya dulu ya, Kak!"cetus anak kecil itu membuat Ahsan harus pergi ke toko membeli ice cream.


Setelah mendapatkan ice cream, anak kecil itu menunjukkan jalan ke rumah laki-laki tua yang mereka cari.


Rumahnya tampak sepi dan jendela nya pun sudah tertutup.


"Apa ini benar rumahnya?"tanya Samy pada anak kecil itu.


Anak kecil itu sibuk menjilati ice cream nya yang masuk ke sela-sela jarinya.


Tidak lama kemudian, laki-laki tua yang mereka cari menampakkan diri hendak masuk ke dalam rumah dengan membawa beban berat di punggungnya.


Samy dan Ahsan menghampirinya.


Laki-laki tua itu perlahan menengok ke belakang.


"Selamat malam, Pak."sapa Samy membuat mata laki-laki tua melebar.


Laki-laki tua terdiam sesaat sambil mengingat-ingat kembali wajah pemuda yang ada di hadapannya.


****


Senja tak pernah ingkar janji pada pengagumnya.


Dia akan menyapa kembali di waktu yang sama.


Dengan cahaya jingga kemerah-merahannya.


Walau hanya sebentar, tak pernah gagal membuat dada bergetar.


Malaikat Cantik, bernama Alima.

__ADS_1


Pagi ini wujudnya tak tampak lagi.


Andai nyata malaikat sungguhan.


Ku ingin dia selalu berada di sisi.


"Anak muda zaman sekarang kerjaannya cuma bisa galau mulu ya!"sindir Samy menghampirinya yang sedang duduk di tepi lapangan.


Samy ikut duduk di sampingnya.


"Emang siapa sih orang yang terusan ganggu pikiran kamu itu?"tanya Samy.


"Siapa lagi kalau bukan Malaikat Cantik. Kesalnya hari ini dia nggak datang menemui ku,"jawab Darren muram.


"Dia nggak akan datang, karena ada urusan mendadak di kantornya,"jelas Samy.


Darren semakin menekuk wajahnya. "Cuma hari ini aja kan,?"


Samy hanya angkat bahu ketika ditanya mengenai kepergian Alima.


Di satu sisi Byul pergi ke apartemen Alima untuk mengajaknya makan malam.


Sampai di sana, dia bertemu Alima yang hendak pergi juga.


"Alima!"teriak Byul dari parkiran motor.


Alisnya menyentak bersama-sama melihat Byul.


"Kebetulan banget ada di sini, aku mau ajak kamu makan di luar!"ucap Byul.


"Sebentar, lo kok bisa tau sih gue sekarang tinggal di sini?"cetus Alima.


"Tau dong, karena hati kita udah terikat. Jadi dimana pun kamu berada, aku pasti mengetahuinya!"goda Byul membuat Alima geleng-geleng kepala.


"Terikat gimana maksudnya?"tanya Alima.


"Terikat sebagai seorang sahabat, jadi kayak udah konek gitu!"jawab Byul sambil meringis.


Akhirnya Alima menyetujui ajakan Byul.


Mereka menuju tempat pedagang kaki lima, langganan ketika masa kuliah.


Bakso bakar, minumnya ice jeruk lemon.


Alima begitu lahap menyantap makanan bulat seperti bola pingpong itu, ditemani aroma bakar yang ternyata juga menembus sampai ke jantungnya.


Ketika Alima tidak sengaja melihat Samy dan Kiyara membeli makanan di sana juga.


Seketika Alima memalingkan muka.


"Kamu kenapa?"tanya Byul melihat Alima yang bersikap aneh.


"Byul! Lagi makan juga di sini?"sapa Kiyara menghampirinya.


"Hai, Alima! Kebetulan ya bisa ketemu di sini, jadi kita bisa makan bersama-sama!"cetus Kiyara membuat Samy menengok ke arahnya.


Kenapa sih dia harus ada di sini, berduaan lagi sama Byul!


Mereka pun makan bersama.

__ADS_1


Kiyara dengan manis menyuapi makanan ke mulut Sang Pujaan Hati. Sedangkan Alima hanya meratapi nasib yang ada di hadapannya.


... ...


__ADS_2