Alima Dasar

Alima Dasar
Lagi-lagi Dia!


__ADS_3

Matanya kerap tampak ke langit.


Daripada harus merelakan mata tersakiti melihat dua manusia di pelupuk mata bermesraan.


"Sepertinya kita harus sering-sering adakan makan bersama kayak gini ya!"ucap Kiyara, "Iya kan, Sayang?" Melirik ke arah pria di sampingnya.


"Terlalu sering itu nggak baik, karena bisa menyebabkan seseorang melupakan tanggung jawabnya,"sahut Samy membuat mata Alima melebar.


Kiyara tidak ingin melewatkan momen bersama pujaan hati begitu saja, setelah cukup lama jauh dari tatapan matanya. Untuk memperpanjang waktu dia sengaja memesan bakso bakar dengan porsi yang banyak.


Samy, Alima dan Byul ternganga melihat piring-piring menggunung di atas mejanya.


"Kamu memesan makanan sebanyak ini, untuk siapa?"tanya Samy pada Kiyara.


"Tentu untuk kita semua!" Ayo, silakan dimakan!"


"Kiya ini serius? Bukannya lo lagi diet ya!"tanya Alima.


Matanya berkeliling sambil tersenyum.


"Khusus malam ini, aku makan banyak!"jawab Kiyara membuat Samy geleng-geleng kepala.


Satu demi satu tusukan disantapnya lahap.


Semua orang di sana menatapnya aneh, termasuk Samy.


Selesai makan, mereka pun keluar dari warung dengan wajah yang membulat seperti bola pingpong.


Samy berjalan mendekati Alima dengan naas yang terengah-engah.


"Tadi kamu bilang sama saya sedang sibuk di kantor, tapi kenapa sekarang kamu ada di sini?"tanya Samy membuat matanya melebar.


"Aku emang lagi sibuk di kantor, lagi pula ini bukan jamnya kerja, kan?"jawab Alima memalingkan wajahnya.


Samy merasa tulang wajahnya seperti ditarik.


Entah apa yang membuatnya menjadi berlebihan seperti ini. Apa mungkin efek samping dari kebanyakan makan bakso bakar?


Byul mengajak Alima pulang, namun Kiyara mengentikan langkahnya.


"Thanks ya, kalian udah mau nemenin makan malam aku!"ucap Kiyara.


"Iya Kiya, terima kasih juga kita udah ditraktir!"jawab Byul menggandeng tangan Alima.


Sampainya di rumah Kiyara, Samy hanya mengantar sampai di luar pagar rumahnya. 


Karena harus segera pulang untuk mempersiapkan acara penyuluhan bahaya narkoba bersama Mahasiswa Cipta Bangsa yang akan dilaksanakan pada besok pagi.


Sebelum masuk ke apartemen, Alima menunggu Byul pulang dari sana.


Dan saat si Bule menyala, lalu naik ke motor dengan perlahan, tiba-tiba dia beranjak dan kembali menghampirinya.


"Ada apa?"tanya Alima.

__ADS_1


"Aku cuma mau bilang besok malam kalau kamu ada waktu luang lagi, kita makan malam bersama yuk!"jawab Byul membuat matanya melebar, "Karena sebenarnya niat aku tadi traktir kamu, malah Kiya yang traktir!"


Alima mengangguk seraya tersenyum simpul.


"Itu artinya apa? Apa kamu setuju?"tanya Byul melihat Alima yang manggut-manggut.


"Pasti gue mau lah, nggak baik juga kan, nolak rezeki?"jawab Alima membuat Byul meringis.


***


Pagi ini tirai awan yang menutupi seluruh langit membuatnya begitu sumringah.


Samy berharap hari ini tidak ada hambatan dalam menjalankan tugas.


Ketika hendak menghidupkan mobilnya, Samy teringat pada Alima.


Lalu memutuskan untuk menghubunginya.


Alima yang saat itu sedang berada di balkon apartemennya, buru-buru masuk ke kamar menggapai handphonenya.


Setelah mengetahui penyebab handphonenya terus berdering, dia langsung melemparnya ke kasur.


"Cukup alarm handphone aja yang buat gue sadar, kamu nggak usah ikut-ikutan!"keluh Alima.


Samy mendecak kesal karena tidak ada jawaban dari Alima.


Dia pun meminta bantuan pada Ahsan untuk membawanya ke Polres.


Selesai merias diri, Alima berangkat ke kantor.


"Maaf, ada apa ya kalian semua di depan kamar saya?"tanya Alima.


"Pasti dia tinggal di sini supaya bisa lari dari kejaran polisi!"cetus salah seorang Ibu.


"Maksudnya saya gitu?"tanya Alima lagi.


Semua orang mengangguk.


"Ibu jangan fitnah dong! Karena saya ini bukan seorang penjahat, paham kalian semua?"tegas Alima.


"Kami semua tau informasi ini dari kertas yang tertempel di pintu kamar apartemen Mbak!"ucap seorang Ibu sambil menunjuk ke arah pintu kamar apartemen Alima.


Alima menengok ke arah pintu kamar apartemennya. Begitu terkejut melihat secarik kertas buffalo putih menempel di muka pintu yang bertuliskan, "Hati-hati orang yang berada di kamar ini sedang dalam proses penyidikan!"


Pikiran Alima langsung tertuju pada Samy.


Dia mengangkat kertas itu dan mencabik-cabik sampai menjadi potongan kecil.


"Aduh Mbak, saya baru aja membersihkan lantai ini!"ucap seorang cleaning service laki-laki yang melintas.


"Masnya jahat banget sih! Lebih peduli sama sampah yang dapat terurai daripada hati saya yang patah dan belum mungkin bisa kembali utuh!"jawab Alima sambil memanyunkan bibirnya.


Alima pergi ke Polres untuk menuntut perlakuan tidak menyenangkan pada Samy.

__ADS_1


"Perintah sudah terlaksana!"ketik pesan Ahsan pada Samy.


"Mari kita hitung cepat dari sekarang! 5, 4, 3, 2, 1!"ucap Ahsan sambil menatap gerbang polsek.


Alima tiba di Polsek dengan wajah bersungut-sungut dan bunyi langkah kaki seperti orang berbaris.


Ahsan menghadangnya di depan pintu masuk ke Polsek.


"Tolong jangan halangi jalan saya!"pinta Alima.


"Kalau begitu saya akan tebak maksud kamu datang kemari untuk bertemu dengan Samy, kan?"ucap Ahsan.


"Di mana dia sekarang? Saya harus bertemu segera!"desak Alima membuat Ahsan tertawa kecil.


"Percuma aja, kamu nggak akan bisa bertemu dengannya hari ini! Karena Samy sedang bertugas ke luar kota."


Alima pergi dari sana dan menemui salah satu petugas yang berada di pos depan.


"Permisi, Bapak kenal dengan saya, kan? Yang sering datang kemari bersama Mayor Samy,"ucap Alima.


Petugas mengangguk pelan.


"Kalau boleh saya tau, Mayor Samy saat ini bertugas di mana ya, Pak?"


"Mayor Samy sedang ditugaskan melakukan penyuluhan bahaya narkoba bersama Mahasiswa Cipta Bangsa di Banten!"jawab Petugas membuat Alima menyeringai.


"Terima kasih ya Pak atas bantuannya!"


Ahsan berlari ke arahnya, namun Alima sudah lebih dulu pergi.


"Dia pasti mau menyusul Samy, gue harus mencegahnya!"ucap Ahsan mengejar Alima.


Bagaimana Alima bisa menyusul Samy, jika harus menunggu driver ojek online akan memakan waktu lama.


Dia pun meminta bantuan pada Byul, mengantarnya ke Banten.


Byul menghampiri Alima dengan membawa mobil sedan silver milik Pamannya.


Kenapa Alima ngotot banget ya buat ketemu sama Samy?


"Byul! Ayo jalan!"teriak Alima.


Ahsan mengikutinya dari belakang.


"Ngapain coba dia ngikutin gue?"ucap Alima menengok ke belakang.


"Siapa yang kamu maksud?"tanya Byul.


"Itu loh sahabatnya Samy, dia kayak ngelarang gue buat ketemu sama Samy! "jawab Alima,"Byul, lebih cepat lagi dong!"


"Oke, kamu pegangan yang kuat!"


Byul menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, membuat Ahsan harus berhenti dulu menghadapi lampu merah.

__ADS_1


......


__ADS_2