Alima Dasar

Alima Dasar
Sebuah Pembuktian


__ADS_3

Alih-alih ingin menyapa akun media sosialnya, Instagram. Malah mendapatkan notifikasi seperti ini.



Hal itu terjadi karena pada waktu itu sempat log out dari akunnya.


Sehingga terjadi demikian.


Alima pun memutuskan untuk membuat akun baru.


Tiba-tiba rasa kantuknya datang, dan memilih melanjutkan besok.


Sebelum matahari tercipta di atas pegunungan Tangkuban Parahu, Samy sudah berpakaian rapi bersiap untuk pulang ke Jakarta.


Namun Mamanya tidak mengizinkan pergi.


Samy beralih meminta izin pada Papanya, dan hasilnya tetaplah sama.


Tidak sengaja mendengar percakapan antara Samy dan kedua orang tuanya di luar kamar. Kiyara menampakkan diri pada mereka.


"Pagi, Kiyara!"sapa Bu Mona.


"Pagi juga Tante, Om, Samy."


Samy membuang muka ketika melihat Kiyara ada di sana.


"Pagi. Kamu sudah sarapan? Kalau belum, mari kita sarapan pagi bersama!"ucap Pak Dhananjaya pada Kiyara.


"Kiyara rasa ingin pulang hari ini deh Om, Tante, ke Jakarta,"cetus Kiyara membuat Bu Mona dan Pak Dhananjaya melongo, sementara Samy tersenyum simpul.


Samy dengan wajah polos, membuka mulutnya. "Kamu yakin ingin pulang hari ini?  Liburan kita gimana?"


"Liburan itu penting ya? Tanggung jawab yang jauh lebih utama, kan?"jawab Kiyara sambil tersenyum manis.


"Setuju! Kita harus lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi."sahut Samy.


Bu Mona dan Pak Dhananjaya tidak bisa berdaya. Meski skornya imbang, yaitu 2-2.


Tetapi yang dikatakan oleh putra semata wayangnya itu benar adanya.


Karena belum tentu esok hari kedua tangan kita ini bisa bermanfaat lagi untuk mereka yang membutuhkan.


Setelah selesai packing baju dan yang lainnya, Bu Mona dan Pak Dhananjaya harus berpisah  dengan Samy yang pergi mengendarai mobil Kiyara.


Di perjalanan, Kiyara perlahan mengutarakan keinginan hatinya pada Samy yang harus dipenuhi itu. Meski tampak berat sekali menerima, tetapi ini adalah sebuah komitmen yang harus mereka jaga bersama. Kiyara ingin Samy selalu bisa menyempatkan waktu untuknya, dan tidak ada hal yang perlu disembunyikan.


Tetapi Samy juga meminta satu syarat. Bahwa dalam masa tugasnya, Kiyara tidak diperbolehkan untuk menghubungi apalagi nekat menemuinya.


***

__ADS_1


Beberapa pasukan berseragam biru tengah melakukan pelatihan fisik di bawah terik matahari lapangan Mabes Polri, yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Polisi Dr. Dedi Pratama, M. Hum., M. Si. M. M . Selaku Divisi Humas.


Setelah itu dilanjutkan dengan acara sosialisasi pencegahan narkoba di kalangan masyarakat.


Bripka Ahsan menunjuk Briptu Syafi dan Briptu Indra sebagai bagian keamanan saat berlangsungnya acara sampai akhir.


Hal tersebut lebih disukai oleh Briptu Syafi ketimbang harus mendidihkan bokongnya berjam-jam di ruang aula.


Tepat pukul 9 pagi, acara sosialisasi segera dimulai.


Briptu Ahsan menegaskan pada anak buahnya yang bertugas untuk menjaga ketat selama proses acara.


Briptu Syafi dan Briptu Indra pun sudah tegap berdiri di depan pintu ruang aula.


Alima datang ke Mabes Polri untuk menemui Samy, dengan ingin menerobos masuk ke ruang aula. Sontak membuat kedua Briptu itu merapatkan barisan pertahanannya.


Meski sudah dilarang, dia bersikeras ingin masuk.


"Kakak cantik ini kenapa ngotot sekali ingin masuk ke dalam sana ya?"tanya Briptu Syafi.


"Saya harus bertemu dengan Mayor Samy!"jawab Alima cepat.


Briptu Syafi dan Briptu Indra saling bersitatap. Mereka berpikiran sama bahwa wanita yang di hadapannya saat itu adalah kekasih dari atasannya.


"Maaf Kak, tapi sayang sekali Mayor Samy saat ini sedang tidak ada di sini."cetus Briptu Syafi membuat Alima murung.


Briptu Syafi meminta Briptu Indra untuk memberitahu masalah ini pada Bripka Ahsan.


Bripka Ahsan melotot mendengar ucapannya. Ada kejadian apa yang membuat Kiyara datang ke Mabes Polri.


Karena setahu dia, kalau sahabatnya itu tidak pernah menyetujui orang terdekat menemuinya di jam kerja.


Tetapi hari ini, Samy tengah liburan bersama keluarganya.


Akhirnya Bripka Ahsan pun memerintahkan Briptu Indra untuk membawanya ke ruang tamu.


Setelah acara selesai, dia akan menemuinya.


"Mari ikut saya ke ruang tamu,"ucap Briptu Indra mengajak Alima pergi ke ruang tamu.


Sementara Briptu Syafi mengomel seorang diri.


"Giliran kayak gini aja, dia yang ambil alih!"


Di satu sisi, Samy harus menaiki kendaraan ojek online untuk sampai ke Mabes Polri. Padahal Kiyara sama sekali tidak keberatan mengantarnya ke tempat tujuan.


Namun apalah daya, hal ini juga salah satu syarat dari Samy.


Acara sosialisasi telah berakhir, Samy baru tiba. Melihat Briptu Syafi dan Briptu Indra ada di luar ruang aula, dia menghampirinya.

__ADS_1


"Apakah acaranya sudah selesai?"tanya Samy.


"Baru saja selesai, Pak,"jawab Briptu Indra.


"Oh iya, Bapak sudah ditunggu dengan Kakak Kekasih di ruang tamu!"cetus Briptu Syafi membuat Samy melongo.


Samy tidak habis pikir dengan Kiyara yang belum apa-apa sudah melanggar komitmen.


Bripka Ahsan keluar dari ruang aula, dan terkejut melihat sahabatnya itu ada di sini.


Briptu Syafi dan Briptu Indra pamit pergi.


"Katanya lo lagi liburan, kok sekarang udah ada di sini?"tanya Bripka Ahsan.


"Entar dulu gue jawabnya, gue harus ketemu sama dia,"jawab Samy, "Oh iya, soal Alima kemarin, kita belum membicarakannya." Melangkah pergi ke ruang aula.


Bripka Ahsan menghela napas berat, lalu pergi dari sana.


Saat gagang pintu ruang tamu perlahan terbuka, Samy menutupnya dengan keras. Alima tersentak dari lamunannya.


"Belum juga sehari, kamu udah melanggar komitmen kita!"ucap Samy.


Alima menengok ke belakang, Samy pun menciut.


"Alima?"


"Maaf, tadi kamu ngomong apa ya? Aku nggak dengar soalnya,"tanya Alima.


"Kamu ngapain di sini? Kenapa nggak kirim pesan atau telepon dulu gitu,"jawab Samy menundukkan pandangan.


Samy menghela napas lega setelah tahu ternyata bukan Kiyara. Namun hampir saja kelepasan bicara.


Tidak ingin wajahnya ketahuan sedang gelisah, dia izin keluar sebentar.


Bripka Ahsan bertemu Samy di luar ruang tamu dan menghampirinya.


"Kalian berdua baik-baik aja, kan?"tanya Bripka Ahsan.


"Kenapa nggak ada yang bilang ke gue kalau ternyata yang ada di ruang tamu adalah Alima!"jawab Samy membuat pupil mata Ahsan melebar.


Bripka Ahsan terlihat mengepalkan kedua tangannya, semua ini terjadi karena Briptu Syafi dan Briptu Ihsan yang tidak teliti.


Karena sudah menunggu terlalu lama, Alima keluar dari ruang tamu. Menemukan Samy yang sedang berdiri di sana bersama sahabatnya.


"Kalau mau ngobrol kenapa nggak di dalam aja, nggak enak loh didengar sama orang,"ucap Alima, "Sebenarnya kedatangan aku kemari untuk meminta pertanggung jawaban kamu atas pencemaran nama baik terhadap seorang pengacara!"


"Saya tidak bermaksud untuk mempermalukan kamu di hadapan banyak orang, semua itu saya lakukan agar kamu tidak lari dari tanggung jawab lagi,"


"Tapi nasi sudah jadi bubur, saya hanya ingin anda menepati janji sebagai seorang polisi yang baik!"

__ADS_1


......


__ADS_2