Alima Dasar

Alima Dasar
Rindu Ayah


__ADS_3

Desir saraya malam, dinginnya meramu renjana yang tersesat dalam labirin hati.


Menanti kabar tiba waktu temu.


Kan kucium bau dekap lelaki rimpuh


Belasan tahun jauh dari tatapan mataku.


°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°


16 Desember 1997. Tepat di tanggal ini, dia kehilangan sosok orang yang paling berharga dalam hidupnya. Seorang ayah telah menjadi kelinci percobaan sebuah kasus yang tidak pernah dilakukan apalagi terbersit dalam hatinya.


Alima begitu yakin, bahwa ayahnya tidak bersalah atas kasus ini. Tetapi dia sendiri tidak pernah melihat batang hidung ayahnya setelah tragedi di malam itu. Penjara mana yang telah merangkulnya selama ini? Dia ingin bertemu walau hanya setitik waktu.


Ibunya menceritakan tentang keberadaan ayahnya. Meski belum tentu benar, tetapi Alima terus menerus memaksa untuk bertemu dengan ayahnya.


Ditemani Byul, Alima pergi ke Polda Metro Jaya. Sampainya di sana, dia bertemu dengan Bripka Ahsan yang tengah berkunjung ke sana.


"Selamat pagi, Bripka Ahsan,"sapa Alima.


"Pagi, Alima. Kamu ke sini ada keperluan apa?"tanya Bripka Ahsan.


"Saya ke sini ingin menemui seseorang,"jawab Alima, "Maaf nih Bripka Ahsan, saya nggak bisa ngobrol lama-lama soalnya takut waktu jenguknya habis,"


"Baiklah, silakan,"


Alima dan Byul menuju ke ruang sel tahanan. Sementara Bripka Ahsan terlihat tengah berpikir.


Lalu memutuskan pergi ke Mabes Polri untuk menemui Samy.


Alima bertemu dengan salah satu petugas kepolisian, menanyakan tentang data dan informasi para pelaku kasus pembunuhan tahun 1997.


Petugas pun mencarinya, hampir 15 menit berlalu namun tak juga ketemu.


Hanya ada satu nama asing, di dalam folder tersebut. "Mr. Big". Alima begitu penasaran, dan meminta petugas untuk membuka folder itu.


Setelah diklik, maka muncul wajah seorang laki-laki berewokan, lusuh, rambut gondrong. Alima tidak mengenali wajah orang itu, dan memutuskan pergi dari sana.


"Nona Alima, sedang apa di sini?"tanya seorang laki-laki.


Dia adalah seorang pengacara, pernah magang di kantor tempatnya dulu bekerja. Alima tidak tahu, dirinya akan bertemu kembali di tempat ini.

__ADS_1


"Hai, tadinya saya mau jenguk seseorang di sini tapi ternyata nggak ada,"jawab Alima, "Anda sendiri sedang apa di sini?"


Temannya itu beberapa kali menghela napas berat. Dia menceritakan semuanya pada Alima.


Mereka pergi ke sebuah cafe yang tidak jauh dari Polda Metro Jaya.


"Sebenarnya sudah lama ingin meninggalkan kasus yang saya sedang tangani saat ini. Tapi saya tidak tega melihatnya, karena sudah belasan tahun mendekam dipenjara,"jelasnya seketika membuat Alima menegakkan badannya yang sebelumnya bungkuk.


"Apa saya boleh tahu, siapa tahanan itu?"tanya Alima.


"Dia adalah seorang laki-laki tua, di usia 30 tahun bekerja di sebuah perusahaan konstruksi yang pada akhirnya jug membuatnya mendekam di penjara selama seumur hidup,"jawabnya membuat Alima menoleh ke arah Byul.


Alima merasa bahwa yang dimaksud itu adalah ayahnya, terjerat kasus pembunuhan terhadap pemilik perusahaan konstruksi pada tahun 1997. Alima ingin sekali bertemu dengan orang tersebut, tetapi temannya itu belum bisa mengizinkannya.


"Selama dipenjara, dokter telah mendiagnosa amnesia disosiatif. Makanya sulit sekali untuk mendapatkan informasi penting darinya,"jelasnya membuat Alima terdiam sesaat.


"Kalau kamu ingin bertemu dengannya, besok kamu datang lagi kemari ya!"sambungnya.


Alima mencoba untuk tetap tenang, meski jiwanya gamang. Byul tidak untuk memeluknya.


"Kamu harus kuat ya! Aku ada di sini,"ucap Byul membuat Alima tersenyum.


***


Samy tengah melakukan joging di lapangan seorang diri.


Saat hendak menghampirinya, kedua Briptu itu menghentikan langkahnya.


"Lapor Pak! Kami siap melaksanakan tugas hari ini!"ucap Briptu Syafi.


"Baiklah, kalian bisa pergi dari sini!"jawab Bripka Ahsan melangkahkan kaki kemudian dicegah lagi.


"Tapi Pak, tugas apa yang akan kami lakukan?"tanya Briptu Syafi.


"Terserah, lakukan apa saja yang bisa membuat kalian mengeluarkan keringat! Dan tolong jangan halangi saya lagi,"jawab Bripka Ahsan dengan nada kesal.


"Kenapa ya Bripka Ahsan hari ini?"tanya Briptu Indra.


"Gak tau tuh! Padahal kita kan, udah tanya bagus-bagus ya!"sahut Bripka Syafi, "Mungkin lagi pengen punya pacar,"


"Bukan Bripka Ahsan, tapi lo yang udah kebelet punya pacar!"sindir Briptu Indra membuat Briptu Syafi memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Ahsan meminta Samy untuk berhenti melakukan aktivitas. Tapi Samy sama sekali tidak menggubrisnya.


Giliran menyebut nama Alima, begitu cepat menanggapinya.


"Apa iya gue harus sebut nama Alima, biar lo bisa dengerin gue?"cetus Ahsan membuat Samy meringis.


"Yaelah gitu aja ngambek, gue emang lagi pengen berhenti kok. Ada apa sih?"


"Gue tadi ke Polda Metro Jaya, di sana gue ketemu sama Alima dan teman laki-lakinya itu,"


Samy mengerutkan keningnya. "Mereka ngapain di sana?"


"Alima tadi cuma bilang mau menemui seseorang, gue juga nggak tahu siapa yang dia temui di sana. Tapi yang pasti orang yang akan dia temui itu, adalah seorang tahanan,"jelas Bripka Ahsan membuat Samy melongo.


Samy begitu penasaran dengan sosok yang Alima temui di Polda Metro Jaya. Dia berpikir akan menemui orang tersebut tanpa sepengetahuan Alima.


Pulang dari Mabes Polri, Samy bergegas menuju ke Polda Metro Jaya untuk mencari tahu maksud kedatangan Alima.


Sampai di sana, Samy meminta petugas kepolisian memberikan informasi yang akurat padanya.


"Jadi, dia tidak menemui siapapun di sini?"tanya Samy pada Petugas yang membantu Alima mencari data dan informasi ayahnya.


"Betul Pak, karena data dan informasi yang dicari tidak berhasil ketemu,"jawab Petugas membuat Samy terdiam.


Samy pun memutuskan pulang ke rumahnya. Di sana, ada Kiyara yang sudah lama menunggunya pulang. Pak Dhananjaya dan Bu Mona telah merencanakan sesuatu untuk putra semata wayangnya itu.


Ketika membuka pintu rumahnya, Samy dikejutkan dengan iringan musik klasik dan tarian dansa kedua orang tuanya. Samy tertawa lepas melihat pemandangan di hadapannya saat itu, tiba-tiba senyumnya memudar setelah tahu ada Kiyara di rumahnya.


Kiyara datang dengan membawa kue tart coklat bertema wedding anniversary. Kue itu untuk kedua orang tuanya Samy, yang mana pada tanggal ini mereka merayakan ulang tahun pernikahan ke 25 tahun.


"Happy anniversary ya Om, Tante, semoga selalu berlimpah kebahagiaan serta abadi cinta dan kasih sayangnya!"ucap Kiyara.


"Terima kasih ya Kiyara,"sahut Bu Mona memeluknya.


"Selamat hari jadi pernikahan ya Ma, Pa, semoga Tuhan selalu menjaga cinta kalian berdua,"ucap Samy memeluk Papa dan Mamanya.


"Mana kado untuk Mama dan Papa?"tanya Mamanya membuat Samy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pak Dhananjaya menghampiri Samy dan berkata. "Kalau gitu hadiahnya adalah merayakan pertunangan kamu dan Kiyara,"


Kiyara dan Samy serentak terkejut mendengarnya, Bu Mona berharap putra semata wayangnya itu bisa memenuhi keinginannya.

__ADS_1


......


__ADS_2