Alima Dasar

Alima Dasar
Cincin Di Jari Manis


__ADS_3

Darren tidak menyangka kalau orang-orang yang baru dia temui memiliki hubungan yang begitu erat dengan Abangnya.


Samy dan Adi mengobrol di ruang tamu, menceritakan kisah hidup masing-masing dan sedikit mengingat kembali cerita masa lalu.


"Waktu itu gue nggak sengaja liat lo jalan bareng sama Alima, di Kasih Bunda Hospital,"ucap Adi membuat Samy terdiam.


"Lo masih sama Alima, kan?"sambung Adi.


Samy memberikan setengah senyum. "Udah nggak lagi,"


Adi dibuat melongo mendengar jawabannya.


Karena setahu dia, Alima dan Samy dulu saat masih duduk di bangku SMA begitu serasi, seperti tak akan pernah terpisahkan.


"Gue baru tau loh kalau lo dan Darren bersaudara,"cetus Samy memecahkan keheningan.


"Iya begitulah, setelah gue lulus dari SMA. Bokap gue nikah lagi."jelas Adi dengan suara yang berat.


Samy beranjak dari tempat duduk,  sambil menatap jam tangannya.


"Sorry nih Di, gue harus pergi sekarang. Mungkin kita bisa ngobrol lagi lain waktu,"ucap Samy.


"Oke, see you next time Bro!"


Samy pergi menuju ke Mabes Polri untuk menemui Bripka Ahsan.


Namun di tengah perjalanan, dia menerima panggilan telepon dari Papanya.


Pak Dhananjaya meminta Samy segera pulang ke rumah karena ingin membicarakan suatu hal penting.


Dia pun memilih memenuhi permintaan papanya itu.


Sesampainya di rumah, kedua orang tuanya sudah duduk manis di ruang tamu menyambut kedatangannya.


Sambil memapang senyum di wajah, membuat Samy mengerutkan keningnya.


"Ada apa Pa?"tanya Samy sembari duduk.


"Papa dan Mama ingin merencanakan liburan bersama, apa kamu setuju?"jawab Papanya.


"Tumben sekali Papa mau ajak kita liburan? Iya kan, Ma?"cetus Samy membuat Mamanya meringis.


"Selama ini kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sekadar ngobrol juga jarang. Jadi apa salahnya jika kita liburan bersama!"jelas Papanya.


Tanpa harus berpikir panjang, Samy mengangguk setuju.


Esok paginya, Samy dan keluarga berencana pergi liburan ke Bandung.


Mengunjungi salah satu destinasi wisata yang menarik hatinya, yaitu Trizara Resort.


Membayangkan bagaimana dia bangun tidur langsung disambut dengan pemandangan matahari terbit di atas Gunung Tangkuban Perahu.


Apalagi ketika langit berganti malam, mata dimanjakan sorot lampu rumah-rumah penduduk di pegunungan, yang menyinari keheningan malam.

__ADS_1


***


Alima pergi ke Polsek menemui Darren.


Alangkah bahagianya pemuda yang beberapa hari lalu tergamang ditinggalkan oleh Malaikat Cantiknya itu, kini dia kembali bersemangat setelah melihatnya lagi.


Darren ingin sekali menyatakan kerinduannya, namun yang Malaikat Cantik cari ternyata bukan dirinya, melainkan Samy.


Selain berniat untuk menjenguk Darren, Alima juga ingin bertemu dengan Samy.


Tetapi batang hidungnya sama sekali tidak terlihat di sana.


Akhirnya membuat Darren memberanikan diri membuka mulutnya setelah terdiam cukup lama di hadapannya.


"Sebenarnya siapa yang sedang kamu cari di sini?"tanya Darren.


"Mayor Samy belum datang ya? Tumben aja gitu nggak keliatan wujudnya!"jawab Alima.


"Mungkin sedang jalan bersama kekasihnya,"cetus Darren membuat Alima terdiam sesaat.


Samy dan keluarga tiba di Trizara Resort.


Saat baru keluar dari mobil, seseorang tiba-tiba menggandeng tangannya dari belakang.


Kedua matanya melotot seketika melihat Kiyara juga ada di sana.


"Hai!"sapa Kiyara, "Kaget ya aku ada di sini?"


"Kamu ngapain ada di sini?"


Bu Mona mengajak keluarganya dan Kiyara masuk ke dalam resort.


Hari berganti malam, mereka dinner bersama ratusan kelap-kelip lampu di pegunungan, dan angin yang berhembus sejuk merasuk ke dalam tubuh.


Samy sama sekali tidak mengetahui rencana kedua orang tuanya yang berkedok liburan itu.


Mamanya memintanya untuk menyematkan cincin di jari manis Kiyara.


"Maaf Ma, Pa. Samy sama sekali nggak ngerti maksud semua ini?"cetus Samy.


"Sudah waktunya untuk membuktikan keseriusan kamu pada Kiyara. Mama dan Papa ingin kalian segera menikah!"jelas Mamanya membuat Samy ternganga.


Mata Kiyara berbinar, karena sebentar lagi dirinya akan menjadi istri dari orang yang dicintainya sejak 6 tahun yang lalu.


Samy mematung melihat peristiwa di hadapannya saat ini. 


Kiyara berpikir bahwa wajah bodoh Pujaan Hatinya yang seperti itu, menandakan terkesan menerima kejutan dari orang tuanya.


Sementara Alima masih menunggu kedatangan Samy di Polsek. Meski harus duduk sendiri di kursi luar, karena jam besuk sudah berakhir.


Kiyara berharap kata yang keluar dari mulut Samy bisa membuat kekhawatiran dalam benaknya lenyap.


Sungguh keadaan ini menjebak dirinya, memilih di antara memenuhi keinginan orang tua atau melawan rasa.

__ADS_1


"Ayo Samy, jangan membuat Kiyara menunggu lama!"desak Mamanya.


"Maaf  sebelumnya Tante, Om. Bolehkah saya berbicara secara empat mata terlebih dahulu sama Samy? Setelah itu janji, Samy pasti akan memberikan jawabannya!"ucap Kiyara membuat kedua orang tua Samy pergi menjauh dari mereka.


Telapak hasta yang mulai berkeringat dalam ruang kesejukan.


Semakin terasa saat wanita yang ada di hadapannya meraih tanganku untuk digenggam.


"Tolong jangan paksakan perasaan kamu, aku nggak mau menyesal di kemudian hari!"ucap Kiyara, "Jadi jawabannya apa?"


Bu Mona dan Pak Dhananjaya yang mengamati mereka dari jauh, tidak sabar menanti kabar.


Perlahan Samy melepaskan genggaman tangan Kiyara, namun mulutnya melengkung membentuk senyuman.


"Temani aku sampai tua ya!"pinta Samy membuat matanya basah.


Sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya, jadi tanda hati telah resmi terikat dengannya.


Ini bukan tentang mengorbankan perasaan, tetapi sebuah rasa yang tak lagi bisa diperjuangkan.


Panggilan ditolak, chat yang tak dibalas.


Takut terjadi hal buruk pada Alima. Byul mencarinya ke Apartemen.


Sampai di sana, security mengatakan bahwa Alima belum terlihat pulang.


Dia mencoba menghubunginya sekali lagi, dan akhirnya mendapatkan jawaban.


"Kamu sekarang ada di mana?"tanya Byul.


"Lo ngapain telepon gue sebanyak itu, spam chat juga!"tanya balik Alima.


"Habis kamu nggak ada kabar seharian ini! Ke mana aja sih?"


"Gue sebentar lagi pulang kok, puas!"tegas Alima membuat Byul mengangkat alisnya.


Alima memtuskan pergi ke apartemennya, sebelum dirinya membeku di sana.


Setelah melewati momen bersama keluarga calon suami, Kiyara membuat postingan di media sosialnya tentang suka cita malam ini.


Byul yang tengah scroll media sosialnya, terkejut melihat notifikasi postingan dari Kiyara.


Tidak lupa dia memberikan komentar manis di sana.


Beberapa menit kemudian, Alima tiba di apartemennya mengendarai ojek online.


"Kamu habis dari mana? Kenapa tadi nggak jawab pertanyaan aku?"cetus Byul.


Alima tidak menggubrisnya, lebih memilih masuk ke apartemen.


Byul merasa ada sesuatu yang Alima sembunyikan darinya.


Terlepas dari itu, Byul ingin sekali memberitahukan soal Kiyara.

__ADS_1


Namun sepertinya Alima sudah lebih dulu mengetahuinya.


......


__ADS_2