Alima Dasar

Alima Dasar
7.1 Sudah Jatuh, Tertimpa Kamu!


__ADS_3

Nanar memandang kedua wajah pria di hadapannya yang mengamati dirinya.


Salah seorang Pria duduk di dekatnya.


Kiyara terus bergerak mundur.


"Jangan takut cantik, Abang ini nggak jahat kok!" ucap Pria Batu Bata tersenyum simpul.


Perlahan keringat di tubuhnya meluncur dan ketakutan melintas di wajahnya.


Di satu sisi, Alima meminta Ibunya untuk tetap berada di acara.


Karena dia ingin menemukan Kiyara yang tidak kunjung terlihat wujudnya.


Alima mencarinya ke seluruh ruangan yang ada di hotel itu, sampai ke luar hotel juga tidak ada.


Saat hendak masuk kembali ke hotel, tiba-tiba Alima mendengar teriakan dari salah satu kamar hotel.


Dia mengenali suara tersebut, untuk memastikannya ingin sekali mendengar satu kali lagi.


"Huss ... kita belum memulainya jadi jangan bereaksi dulu, oke?" ucap Pria Batu Bata membuat Kiyara semakin memberontak.

__ADS_1


Kiyara beranjak dari kasur, dan berlari ke dekat jendela. Dia nekat melompat kalau sampai mereka berbuat macam-macam pada dirinya.


"Kalau kalian berani melangkah ke depan, aku akan lompat!" ucap Kiyara sambil memandang ke bawah.


"Tidak mau! Coba saja kalau kamu bisa terjun bebas dari sini,” tantang Pria Batu Bata.


Tebakan Alima tidak meleset. Kalau suara teriakan yang dia dengar tadi adalah benar-benar Kiyara. Ketika melihat sahabatnya itu berada di dekat jendela salah satu kamar hotel.


Dia berteriak memanggilnya, namun percuma saja Kiyara tidak bisa mendengar panggilannya.


Di ambang batas hidup dan mati. Kiyara tahu dia harus melepaskan diri bila ingin selamat. Tapi bagaimana mungkin dia melompat dari lantai 10 ini?


Dengan langkah kaki yang berat. Telapak kaki Kiyara menyentuh bingkai jendela bawah, sesekali memejamkan mata. Mata Pria berbadan besar berkeliling.


Dia takut gadis tidak berdosa itu nekat melompat. Tanpa disengaja, kakinya merasa keram, hingga terpeleset dan tubuhnya terdorong ke depan. Dia pun terjun dari sana, tangannya menangkap tiang balkon salah satu kamar hotel. Dia mencoba naik. Jendelanya terbuka, pasti ada orang di dalam. Seseorang tolong saya!


Seketika mata Alima melebar, melihat sahabatnya bergelantungan di atas sana.


Orang yang menempati kamar hotel itu adalah seorang laki-laki berusia muda, setelah mendengar teriakan seseorang dia langsung menyudahi pembicaraannya di telepon.


Lalu mencari asal suara tersebut.

__ADS_1


Dia ke balkon, matanya melihat ke bawah dan ada orang di sana.


Pemuda meraih tangannya untuk naik, sampai tubuh Kiyara terdorong hingga mendekap tubuh orang yang telah menolongnya. Kemudian pemuda itu sedikit menjauhkan kepalanya untuk bisa melihat wajah orang yang dia tolong.


Jantung keduanya berdebar kencang, perasaan Kiyara yang berhasil telah melewati mautnya. Entah perasaan apa yang pemuda itu rasakan.


Kiyara melepaskan pelukannya dari pemuda tersebut.


Dia menatap sambil tersenyum. "Terima kasih sudah menolong saya!" ucap Kiyara sambil mengatur napasnya.


Pemuda itu tidak menjawabnya, malah matanya melotot.


"Apa yang kamu lakukan di sana? Jangan bilang kalau kamu sedang memata-matai saya!" ucap Pemuda itu membuat dahinya berkerut.


"Apa kamu bilang? Saya memata-matai kamu?" tanya Kiyara sambil menunjuk dirinya.


Kiyara menghela napasnya dalam-dalam dan mengembuskannya. "Saya di sana hampir aja mati karena jatuh dari lantai 10! Dan kamu bilang saya main-main?" lanjut Kiyara, berjalan mendekati Pemuda itu.


Pemuda tersebut perlahan menjauhinya. Namun Kiyara tidak memberinya kesempatan.


... ...

__ADS_1


__ADS_2