Alima Dasar

Alima Dasar
7.2 Kejutan Kiyara!


__ADS_3

Udara semakin dingin menusuk tulang yang mulai rapuh. Rapuh karena sikapmu yang tiba-tiba acuh. Tidak tahu mana yang bersungguh-sungguh dan mana yang menipu.


Ketika melihat sahabatnya selamat dari tragedi tersebut, Alima kembali ke hotel dan menyusulnya.


Sementara Pemuda yang telah menolong Kiyara masih belum bisa bergerak kemanapun, karena Kiyara menahannya.


"Tolong, biarkan saya pergi!" desak Pemuda itu.


Kiyara hanya geleng-geleng kepala. Dia tidak akan pernah melepaskan pemuda itu, walau sampai menangis darah.


Tok...Tok...Tok..


Pemuda itu berlari menuju gagang pintu kamarnya.


Tapi Kiyara menghentikannya.


Dengan mengatakan, akan menghancurkan tempat ini jika berani melawannya.


Sontak pemuda itu menyimpulkan kalau perempuan di hadapannya itu bukan orang biasa.


"Kenapa Mas?" tanya Alima di luar pintu kamar hotel Pemuda yang menolong Kiyara.


Petugas Hotel terus mengetuk pintu kamar hotel itu, namun tidak juga mendapat respon.


"Sepertinya di dalam nggak ada orangnya Mbak,"


Alima mengerutkan keningnya. "Nggak mungkin Mas, karena tadi ngeliat ada teman saya di sini!" jelas Alima membuat Petugas Hotel membuka menggunakan kunci duplikat.

__ADS_1


Brak.....


Seketika mata Alima dan Petugas Hotel melebar melihat dua orang sedang melakukan aksi di atas kasur.


"Kiya!" teriak Alima menghampiri Kiyara.


Kiyara langsung menjauhkan diri dari pemuda itu. "Jangan berpikir macam-macam ya! Aku hanya berusaha menahan pria ini!" jelas Kiyara membuat mulut Alima menganga lebar.


Alima mengenali wajah pemuda itu. Lalu membuka ikatan tali di tangannya. Kiyara tidak bisa mengerti, kenapa Alima mau melepaskan pemuda itu.


"Astaga Byul!" ucap Alima pada pemuda itu.


"Al, kok dilepas ikatannya?" tanya Kiyara membuat Alima melotot.


"Karena dia adalah sahabat gue juga!" jelas Alima membuat Kiyara meringis.


Pemuda itu bernama Byul Ollie Widjaja, putra bungsu keluarga Widjaja yang memiliki perkebunan teh di daerah Jawa Barat. Dia sahabat Alima saat kuliah di UI. Pekerjaannya sebagai wedding fotografer.


Dengan hati yang tulus, dia meminta maaf atas sikap dan perilakunya kepada pemuda itu.


"Sorry ya, tadi aku nggak bermaksud berniat buruk sama kamu, cuma mau jaga diri aja, takut ketemu sama penjahat lagi!" jelas Kiyara sambil tersenyum simpul.


"Lo bilang ketemu penjahat? Di mana?" tanya Alima.


Kiyara menghela napas berat. "Mana aku tahu! Tiba-tiba saja ada dua orang laki-laki di hadapanku!"


Alima merasa kejadian yang menimpa Kiyara ada hubungannya dengan pemasaran listrik di aula acara peresmian hotel ini.

__ADS_1


Di sisi lain, puncak acara peresmian hotel akan dimulai.


Tampak Bu Mona berkelintaran mencari Kiyara. Mencoba meneleponnya juga tidak ada jawaban.


"Bagaimana Ma, apa kita bisa mulai puncak acaranya?" tanya Pak Dhananjaya.


"Tunggu dulu Pa, Kiyara dan keluarganya belum keliatan."


Kiyara teringat dengan acara peresmian hotel calon mertuanya. Dia pun mengajak Alima untuk kembali ke acara itu.


Mereka berlari mengejar waktu.


Sesampainya di sana, ruang aula jadi gelap gulita.


"Perasaan tadi udah nyala lampunya," ucap Alima.


Satu demi satu lampu menyala kembali. Sang Pembawa Acara meminta Kiyara untuk ke panggung kecil, didampingi oleh Bu Mona dan Pak Dhananjaya selaku pemilik hotel ini. Jantungnya semakin berdegup kencang, ketika mereka mengatakan ada kejutan besar menantinya. Apa dia diminta memotong pita?


Seorang laki-laki berjalan mendekatinya dari arah belakang memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya.


Kiyara tidak mengenali sosok misterius itu, apalagi aroma parfumnya.


Bu Mona meminta Kiyara membuka topeng yang melekat di wajah lelaki itu.


Pelan-pelan mulai terlihat jelas siapa pemilik alis itu.


"Sayang!" ucap Kiyara dengan lantang, wajahnya memerah.

__ADS_1


Laki-laki itu membuka topengnya, membuat senyum Alima memudar melihatnya.


......


__ADS_2