Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
hide and seek


__ADS_3

Drrrr...drrrr terdengar suara handphone bergetar membangunkan pak Kevin dan Tante Sarah, ada panggilan masuk namun langsung mati, pak Kevin pun memeriksanya, ternyata itu dari Riko, karena telepon nya tidak terjawab dia pun mengiriminya pesan " tolong buka email anda pak " isi pesan itu, pak Kevin pun menjadi penasaran dan membuka email di handphone nya, ada pesan masuk dari Riko ternyata itu petunjuk penting tentang si pelaku yang buron, pak Kevin pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke ruang kerja nya


" sayang ada apa ?" Tanya Tante Sarah yang bingung melihat suaminya terburu buru.


Pak kevin melanjutkan memeriksanya di laptop nya, Riko mengirimkan pesan bahwa dia menemukan rekaman cctv dan rekaman dashboard dari mobil yang terparkir di sekitar tempat para pelaku itu bertemu 2 tahun lalu, dan yang paling mengejutkan kedua penjahat itu bertemu dengan seseorang yang berbeda di tempat berbeda juga, namun dia mau memastikan kebenaran nya dulu karena dari 3 orang yang terekam cctv yang kedua pelaku temui itu pasti salah satunya adalah si pelaku, Riko hari ini akan menemui kedua pelaku untuk menanyakan siapa orang yang mereka temui sebenarnya.


Pak Kevin akan ikut kali ini, untuk membuat kedua pelaku itu bicara, dia mau kedua atau salah satu dari mereka bicara tentang siapa dalang di balik semua kejadian waktu itu, sebelum mereka di eksekusi mati.


Pak Kevin sudah bersiap dan buru buru untuk pergi


" hai my princess, bagaimana kabar mu hari ini " walau terburu buru dia menyempatkan menyapa allura


" Baik, ayah mau kemana buru buru sekali !" Tanya allura melihat ayah nya sibuk bergegas


" Ayah ada urusan penting sayang, ayah pergi dulu yah " pamit nya sambil mencium kening allura


" Kamu gak sarapan dulu ?" Tanya Tante Sarah dari dapur


" Aku sarapan di kantor saja sayang, sampai jumpa yah " pak Kevin pun mengacu kursi rodanya dengan cepat


" Ya ampun, pelan pelan nanti kamu jatuh " teriak Tante Sarah, sementara Aidan baru bangun mendengar kegaduhan di luar, karena pak Kevin pulang sangat malam kemarin membuat Aidan ketiduran sampai pagi


" Maaf Tante aku kesiangan " Aidan merasa gak enak karena dia paling terakhir bangun ( padahal dia memang kebo)


" Gak apa apa, santai aja kamu sarapan dulu yah ! " Tante Sarah menarik Aidan


" Anu Tante, saya ..." Merasa canggung Aidan mencari alasan untuk segera bisa pulang


" Shuuut, ayo makan aja dulu, gak usah canggung gitu " Tante Sarah memaksanya, Aidan pun tak bisa mengelak lagi, allura hanya melihat dengan tenang dan memberinya piring. Suasana di ruang makan terlihat tenang hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring.


" Semalam ayah pulang jam berapa ?" Tanya allura memecah keheningan


" Gak tau, Tante gak lihat jam soalnya Tante udah pules banget tidur nya, Tante hanya dengar suaranya mengendap-endap saja " jawab nya santai


" Allura memanggil anda Tante ? " Aidan heran mendengar allura memanggil ibu nya Tante


" Emmm kamu belum tau yah, saya ibu sambung nya allura dan adik almarhum ibu nya allura " ujar Tante Sarah malu malu

__ADS_1


" Oooh saya mengerti " Aidan mencoba memaklumi situasi nya


" Karena allura sudah terbiasa memanggil saya Tante jadi kalau tiba tiba allura memanggil saya ibu , itu agak canggung dan gak nyaman buat kita berdua " sambung Tante Sarah sambil cengengesan


" Tante, nanti kita jalan jalan keluar yuk ! " Ucap allura sontak membuat Tante Sarah kaget


" A..apa ? Keluar ? Maksudnya keluar rumah ?" Tante Sarah mencoba memperjelas ucapan allura


" Iyah " allura menegaskan apa yang di dengar Tante Sarah tidak salah


" Boleh, ayok ! " Tante Sarah takjub melihat perkembangan pesat allura dan menoleh ke arah Aidan, Aidan tersenyum lebar dan mengangguk pelan " allura kamu... Ayah kamu harus tau kabar baik ini, oh Iyah Tante juga baru ngeuh dari tadi kamu sudah bisa bicara banyak !" Tante Sarah tidak bisa menyembunyikan kegembiraan nya itu " allura Tante bangga banget sama kamu sayang " saking senang nya dia sampai menciumi pipi allura


" Tante...malu ada Aidan " protes allura sambil menyeka pipinya


" Oh Iyah maaf Tante lupa "


" Sudah tante duga Aidan, kamu itu pawang nya allura " celetuk Tante Sarah membuat Aidan jadi salting


" Maksudnya apa ?" Allura tidak mengerti


" Oh Iyah, makasih banyak yah Aidan "


" Kalian berdua merahasia kan sesuatu ? " Allura jadi penasaran


" Hah ? Nanti kamu juga bakalan tau sendiri " jawab Tante sarah sambil tersenyum dan membereskan meja makan


Di rutan pak Kevin dan Riko meminta untuk bertemu dengan kedua pelaku yang pada besok hari akan di eksekusi, namun hanya satu tersangka yang mau menemui mereka.


" Apa Anda baik baik saja pak, anda akan menemui pembunuh keluarga anda !" Tanya Riko khawatir


" Aku sudah menguatkan hati dan mental ku sejak waktu itu, aku akan membalas semua yang telah mereka lakukan pada keluarga ku " pak Kevin mengepalkan tangan nya, Riko pun membantu mendorong kursi roda pak Kevin menuju ruangan besuk, tak lama kemudian satu tersangka di hadapkan di depan mereka


Walaupun nyawa nya tinggal sehari lagi, namun si pembunuh itu malah bersikap angkuh, tidak ada rasa bersalah di wajah nya saat dia berhadapan langsung dengan pak Kevin, bahkan saat dia melihat pak Kevin duduk di kursi roda dia malah tersenyum meledek.


" Kau tahu dia ?" Tanya Riko kepada si pelaku


" Tentu saja, aku masih ingat wajah malang itu " jawab nya songong

__ADS_1


" Jaga ucapan mu brengsek " riko jadi kesal dengan ucapan si pelaku, pak Kevin menatap tajam ke arah nya, sepertinya dia sedang menahan emosi nya yang mulai mencuat


" Aku akan langsung saja, siapa mereka " tidak mau membuang waktu Riko langsung ke intinya saja, dia membeberkan foto foto 3 orang berbeda yang bertemu dengan para pelaku, melihat foto foto itu si pelaku malah tersenyum menyebalkan membuat pak Kevin naik pitam dan memukul keras wajah si pelaku sampai pak Kevin terjatuh dari kursi roda nya.


Mendapatkan tinjuan dari pak Kevin si pelaku malah tertawa seperti orang gila, sedang Riko membantu pak Kevin bangun


" Kalian masih belum menemukan dia ? Kalian memang bodoh " ujar si pelaku


" Katakan saja brengsek siapa mereka " Riko mencengkram baju si pelaku


" Kalian tidak akan bisa menemukan nya, dia seperti bunglon, walaupun dia ada disekitar kalian, kalian tidak akan menyadarinya, hahaha " si pelaku masih tidak ada takut nya, dia malah tertawa keras, dia pun di jotos lagi oleh Riko


" Ngomong yang jelas anjing " umpat Riko, si pelaku masih tertawa gak jelas dan dia balik mencengkram kerah baju Riko


" dasar goblok " dia mendorong keras Riko sampai Riko terjatuh menimpak kursi dan meja disana


" Siapa dia ? Apa dia orang yang aku kenal " pak Kevin gantian yang bertanya, si pelaku berjalan mendekati pak Kevin, lalu dia mendorong kursi roda pak Kevin dari depan dengan perlahan sambil berbisik di telinga pak Kevin " yah, dia orang yang kau kenal, tapi kau tidak akan mengenalinya lagi karena sekarang dia bisa jadi siapa saja dan bisa berada di mana saja, atau mungkin sekarang dia sedang berada di sekitar kamu, hahaha " si pelaku berhenti mendorong kursi rodanya pak Kevin dan berlalu pergi " apa maksud mu brengsek !" teriak pak Kevin, namun si pelaku tidak menggubrisnya.


Riko memikirkan apa maksud si pelaku, apa dia melewatkan sesuatu yang penting, Riko pun kembali melihat dengan seksama setiap detail dari foto foto itu. Dan dia terkejut dia baru menyadari bahwa tiga orang yang ada di foto itu memakai anting anting yang sama persis. " Apa maksud si brengsek itu, jadi siapa saja ? Apa dia menyamar " gumam pak Kevin masih belum mengerti


" Bisa jadi pak ! " ujar Riko dengan ekspresi wajah tercengang


" Apa maksud mu ?"


" Mereka bertiga adalah orang yang sama, dia menyamar pak, kita harus periksa kembali rekaman cctv nya !"


Mereka berdua pergi ke kantor pak Kevin, mereka sibuk membandingkan rekaman yang satu dan yang lainnya, dengan kesabaran dan ketelitian penuh akhirnya Riko mendapatkan garis besar nya, walaupun orang yang terekam cctv bertemu para pelaku memiliki ciri fisik yang berbeda namun Riko dapat melihat bahwa mereka orang yang sama dari gerak gerik dan cara dia berjalannya sama dan tentu saja tak ada kejahatan yang sempurna Riko melihat dari tiga orang itu selalu memakai anting anting yang sama saat dia bertemu dengan para pelaku lain.


" Aku jadi khawatir orang tadi bilang aku mengenal dia " pak Kevin jadi merasa resah


" sepertinya anda harus waspada, kemungkinan orang ini berada di sekitar anda bahkan mungkin sejak kejadian itu dia tidak bersembunyi tatapi menjadi orang lain " ujar Riko


" Kau benar, mungkin selama ini dia masih mengincar keluarga ku ! "


" tapi maaf pak jika saya lancang, tapi kemungkinan saudara anda ada yang terlibat ! " Riko merasa curiga kalau salah satu dari saudara saudara pak Kevin adalah dalang di balik semua tragedi berdarah itu.


Jika di pikir lagi, itu memang masuk akal karena pak Kevin mengalah kan Kaka nya pak alvin menjadi pewaris kedudukan sebagai CEO padahal pak Alvin paling tua, kedua adik nya pun bisa jadi karena mungkin iri karena pak Kevin lah yang selalu di banggakan dan di utamakan oleh ayah mereka. Namun tidak pasti karena tidak di sebutkan adik atau Kaka oleh para pelaku itu.

__ADS_1


__ADS_2