Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
kencan yang menegangkan


__ADS_3

Saat tiba di rumah ternyata Richard ada di sana


" Allura maaf kemarin uncle merasa sakit jadi uncle pulang duluan maaf yah." Ujar Richard langsung merasa bersalah saat melihat allura.


" Apa dia benar benar tidak ingat saat dia menyerang ku .?" benak allura.


" uncle tidak ingat dengan kejadian di parkiran. ?" Allura mencoba ngetes Richard.


" Apa ada kejadian buruk terjadi.?" Wajah Richard berubah serius sekarang.


" sepertinya dia tidak tahu apa yang terjadi tapi dia sepertinya tahu kalau Richard yang jahat keluar. " benak allura lagi.


" tidak uncle hanya ada insiden kecil saja. " jawab allura sambil tersenyum, allura sekarang merasa iba kepada pamannya itu dia hanya korban sama seperti dirinya.


" Ini kamu meninggalkan hadiah dari uncle di restoran kemarin tadi salah satu pelayan disana menghubungi uncle." Richard memberikan kado yang kemarin.


" Oh iya aku lupa terima kasih uncle. " Allura mencoba memahami apa yang di idap paman nya selama ini.


" Paman pergi dulu kalau begitu kapan kapan kita makan bersama lagi yah ." Allura hanya mengangguk.


Sekarang dia bingung, siapa yang harus di salahkan atas apa yang menimpa dirinya,karena orang yang melakukan nya tak nyata. Ponselnya berbunyi ada panggilan masuk


" Iyah.? "


" Kau tak apa apa.? "


" Tidak aku hanya bingung barusan uncle Richard datang kerumah dia mengantar kan kado yang aku tinggal kan kemarin."


" Bagaimana sikap nya.?"


" Tadi Richard yang baik yang datang, saat aku melihat nya aku malah merasa senasib dengan dia, tapi di sisi lain dengan tubuh itu juga si Richard yang jahat melakukan pembunuhan keluargaku, jadi aku bimbang Aidan, " keluh allura.


" Kamu mau jalan jalan sore.?"


" Emmm boleh."


Allura merasa sangat bebas saat Aidan memacu kencang motornya, berasa tak ada beban di pikirannya seolah angin sore yang dingin menerbangkan semua beban pikirannya itu


" ini menyenangkan .!" Teriak allura.


" Kau mau ke bukit lagi,?" Tanya Aidan.


" Hah ?" Allura tidak mendengar nya


" Kamu mau pergi ke bukit lagi.?"


" Apa kerumah sakit,? " Jawab allura.


" Hah.?" Aidan gantian tidak mendengar jelas ucapan allura.


" Siapa yang sakit.?" Akhirnya terjadi Miss komunikasi, Aidan pun menelan kan laju motor nya.


" Gimana,?" Tanya Aidan lagi.

__ADS_1


" Siapa yang sakit.?"


" hah sakit siapa.?" Aidan malah bingung.


" Lah tadi kamu bilang mau kerumah sakit."


" Ya ampun budeg kamu! Aku bilang mau pergi ke bukit bukan rumah sakit,!" Jelas Aidan.


" Ooooh hahaha." mereka berdua saling menertawakan diri mereka masing-masing


Mereka berdua pun sampai di atas bukit yang pernah mereka kunjungi


" Waktu nya tepat pas matahari tenggelam." allura selalu menyukai pemandangan langit.


" indah sekali ." allura mengagumi indah nya alam saat menjelang malam.


" Iyah indah sekali . " Yang di maksud Aidan adalah allura, karena dia sedang memandangi wajah allura yang nampak sangat cantik itu


" kamu mau melihat bintang dari tempat yang lebih tinggi ?" Aidan mengajak allura ke tempat lain


" Memang ada.?"


" Ada, kalau mau ayo ikut aku." allura pun mengikuti Aidan.


" apa tempat nya masih jauh,?" Tanya allura


" Tidak, sebentar lagi kita sampai," jawab Aidan


" Kenapa kau membawaku ke hotel.?" Allura sudah berpikiran negatif.


" Jangan dulu marah, lihat ini." ternyata Aidan mengajak allura ke atap gedung tertinggi di kota itu.


" Kamu memang paling bisa membuat ku merasa senang." ucap allura.


" Benarkah ? Jadi ... kita pacaran kan sekarang.?" Aidan menunggu jawaban allura, tapi allura hanya tersenyum.


" Apa artinya itu.? " Aidan meminta penjelasan atas sikap allura itu.


" Apa kau tidak mengerti.?"


" Aku mau kamu mengatakan nya dengan jelas." Allura berjalan mendekati aidan lalu mengecup bibir nya.


" Aku harap itu bisa memperjelas nya, kita sudah melakukannya beberapa kali, kamu pasti mengerti maksud ku kan.?" Aidan pun tersenyum, Aidan merangkul pinggang allura untuk mencium nya lagi, Aidan dan allura pun saling memvakum di bawah langit malam yang penuh dengan bintang


****


Dalam perjalanan pulang, Aidan merasa bahwa mereka sedang di ikuti orang yang mencurigakan. saat masuk ke dalam lift orang itu juga ikut masuk.


Aidan menjadi waspada dan menggenggam tangan allura


" kamu gak apa apa,?" tanya allura merasa tangan Aidan tiba tiba menjadi dingin, Aidan hanya mengangguk sambil tersenyum.


Saat mereka telah sampai di lantai dasar, Aidan mencoba terlihat biasa saja padahal dia sedang mengawasi seseorang yang terus mengikutinya.

__ADS_1


Perasaan nya semakin gelisah karena takut terjadi hal hal yang tidak di harapkan nya


" kita harus sembunyi,!" bisik Aidan


" kenapa .?"


" kita di ikuti, bersikap seperti biasanya.!" ucap Aidan masih berbisik tapi hal itu membuat zakira jadi tegang.


mereka telah sampai di perkiraan, Aidan langsung menarik allura masuk ke jajaran mobil yang terparkir di hotel itu, mereka berjalan sambil jongkok supaya mereka tidak terlihat oleh penguntit tadi


" aku kehilangan mereka,!" ucap seseorang terdengar sedang menelpon seseorang, lalu dia pergi begitu saja. Aidan pun lega karena mereka berhasil menghindari mereka


" ayo kita harus segera pergi." mereka berdua bergegas naik ke motor lalu Aidan langsung menancap gas namun ternyata situasi yang Aidan anggap sudah aman ternyata meleset.


karena ada sebuah mobil yang menghalangi jalan mereka sambil menyorotkan lampu ke arah mereka, tentu saja Aidan dan Allura jadi tidak bisa melihat.


" aku takut ." ucap Allura.


" aku akan melindungi mu, pegangan yang erat," ucap Aidan seraya berpikir cara untuk kabur karena mobil di depan itu seperti nya akan menabrak mereka


orang yang mengendarai mobil itu terus menggeber-geber mesin mobilnya, berarti dia sedang siap siaga untuk melaju kencang, tapi Aidan adalah seorang yang sangat handal mengendarai motor nya.


Menghindari tabrakan sudah jadi keahliannya yang lain, saat mobil hitam itu mulai melaju Aidan juga ikut melaju, namun dengan hebat nya Aidan berhasil menghindari tabrakan walaupun ruang yang tersisa sangat kecil.


Mendapat peluang besar Aidan langsung menancap gas nya untuk pergi dari tempat itu, Aidan menyuruh allura untuk menelpon Riko guna meminta bantuannya


Riko yang mendapat panggilan darurat langsung bergegas pergi, sementara mobil tadi berhasil mengejar motor Aidan, kini mereka jadi saling kejar layak nya film action.


Allura yang semakin tegang memeluk erat pinggang Aidan sambil memejamkan matanya, dia tidak mau melihat apa yang terjadi di hadapan nya sekarang.


Namun hal yang tak di duga terjadi orang yang di dalam mobil itu menodongkan senjata api, tentu saja Aidan panik bukan kepalang, karena Allura akan menjadi sasaran empuk bagi mereka.


tapi di saat genting itu Riko datang tepat waktu, Aidan mengenali mobil Riko yang berada di seberang jalan tanpa ragu Aidan langsung menerobos arah, melihat target bisa menghindari nya, orang tadi mulai melayangkan sebuah tembakan yang hampir mengenai Allura.


untuk saja Aidan membelokan motornya pada waktu yang tepat. Allura berteriak histeris mendengar suara nyaring sebuah tembakan membuat nya merasa kembali teringat pada kejadian mengerikan itu.


Hal itu hampir membuat nya kumat, tapi untungnya dia sudah bisa mengendalikan emosinya. saat mereka saling berpapasan tanpa menunggu waktu lama, Aidan dan Allura pindah ke mobil Riko dan kembali bergegas pergi.


" apa mereka masih mengejar kita ,?" tanya Riko


" sepertinya ... Iyah mereka masih mengejar kita ! kenapa mereka cepat sekali." gerutu aidan.


para penguntit itu beberapa kali melayangkan tembakan, namun beruntung tembakan mereka selalu meleset, Riko mendadak menjadi seperti seorang pembalap dia terus melaju dengan kecepatan tinggi tanpa tahu arah, dia pikir yang penting mereka bisa kabur dari para penjahat itu.


" kantor polisi ,!" teriak allura, Riko langsung membanting setir masuk ke area kepolisian tentu saja hal itu membuat para penjahat itu langsung ciut, mereka langsung berputar arah dan pergi.


ketiga orang itu pun bisa bernafas lega karena mereka masih selamat


" kita selamat,!" ujar Allura


" itu sangat menegangkan." ujar Aidan masih terengah-engah


" sepertinya aku akan mengompol di celana." ujar Riko, Aidan dan Allura melirik nya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2