
" oh tuhan itu pasti sakit " Zara melihat tangan kanan allura yang di perban
" Tidak terlalu " singkat allura
" Benarkah ? Tapi aku lihat kau mengeluarkan banyak darah kemarin aku kira kamu akan.." Zara melanjutkan ucapan nya dengan isyarat, yaitu isyarat mati
" Kalian silahkan mengobrol dulu, Tante mau membeli minuman dan cemilan buat kalian dulu yah " Tante Sarah pun pergi meninggal kan mereka berdua, dia tidak tau jika mereka di tinggal berdua akan menimbulkan konflik
" Iyah Tante " jawab Zara dengan akting ramah nya
" Itu menjijikan !" allura mulai mengeluarkan kata kata sarkas nya, mendengar allura mulai sarkas senyuman di bibir Zara langsung berubah seketika
" Tapi ucapan ku tadi itu jujur, aku kira kau akan benar benar mati !" Ucap Zara sambil berkeliling melihat lihat seisi ruangan rawat inap VIP itu yang nampak seperti di hotel bintang lima, sedang allura duduk di ranjang nya masih menatap sinis kepada Zara
" Kenapa kau kesini ?" Tanya allura merasa tidak senang di kunjungi Zara
" Tentu saja untuk menjenguk mu , tapi..." Zara mendekati allura
" apa kau gila ?"
" Kalau aku gila aku tidak akan ada disini tapi di rumah sakit jiwa !" Jawab allura dengan nada jutek nya
" Tapi kemarin aku lihat kau seperti orang gila yang kerasukan setan, kau mau lihat aku merekam nya " Zara mulai memprovokasi allura
" Mau ku robek mulut mu ?! " Allura mulai kesal dengan Zara
" Kau mengerikan sekali !! " ucap nya datar untuk meledek allura
" Bisakah kau pergi sekarang, kau membuat kamar ku jadi tidak nyaman !"
" Benarkah, tapi tunggu jika kau tidak gila apa kamu mempunyai sindrom Hulk ?" Zara masih belum puas meledek allura,
allura yang semakin muak dengan Zara hampir saja melemparkan buku ke muka nya tapi sebelum hal itu terjadi Tante Sarah datang menyelamatkan wajah zara dari lemparan buku tebal yang sedang di pegang allura
" Makanan datang...!" Tante Sarah memecah ketegangan suasana di ruangan itu
" Waww makasih banyak Tante !" Jawab Zara kembali berakting ramah yang membuat allura semakin muak dan hampir muntah.
Tak berapa lama keluarga dari pihak ayah dan ibu nya yang lain juga datang bergantian untuk menjenguk allura, hilang lah sudah suasana tenang yang di harapkan allura, kini suasana riuh bagaikan pasar, orang orang datang silih berganti untuk melihat keadaan nya.
Suasana kamar allura pun jadi seperti toko bunga dan buah berkat pemberian para penjenguk.
***
Aidan pergi menemui pak Kevin di kantor nya, ternyata mereka sudah janjian bertemu untuk membahas permasalahan Richard yang di duga sebagai salah satu pelaku , di sana juga sudah ada Riko
" Aidan perkenal kan ini Riko dia mantan detektif dan sekarang dia bekerja untuk saya, dan Riko ini Aidan dia psikolog nya allura " Riko dan Aidan saling berkenalan
" Tapi kenapa anda mengajak saya ?" Tanya Aidan dengan polos nya
" Begini Aidan, kamu jadi orang yang paling dekat dengan allura sekarang kamu juga orang yang allura percayai, aku mau kamu selalu waspada dengan orang orang yang mendekati allura, jadi kamu harus tau siapa yang kita hadapi, para pengawal juga akan saya beritahu nanti " tutur pak Kevin,
__ADS_1
Aidan pun mengerti yang tadinya dia tidak mau terlibat persoalan ini namun Aidan terpaksa ikut campur karena dia pun kini bertanggung jawab atas keselamatan allura.
Riko menjelaskan detail kasus,orang yang di curigai dan beberapa bukti terkait dan orang yang mereka curigai sekarang adalah adik pak Kevin yaitu Richard
karena dia satu satunya orang mendekati allura sebelum peristiwa terjadi di tambah pernyataan allura yang merujuk pada nya.
" Tapi sepertinya kita memang harus menyempitkan kecurigaan pada dia " ucap Aidan
" Kenapa ?" Tanya Riko
" Tadi pagi allura bercerita pada ku kalau wangi parfum paman nya itu sama dengan orang yang menganiaya waktu itu "
" Parfum ? Tapi memang wangi parfum dia unik, kayak hanya dia yang mempunyai parfum yang wanginya seperti itu " pak Kevin semakin gelisah terhadap adik nya itu
" apa kamu sudah mendapat kan informasi tentang kepulangan nya si Richard?" Tanya pak Kevin ke Riko
" Euh belum pak, kata orang yang saya hubungi hasil nya kemungkinan selesai besok " jawab Riko
" Ya ampun lama sekali " pak Kevin sudah tidak sabar
" Terus apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Tanya Aidan
" Mungkin kita bisa melihat beberapa cctv yang merekam keberadaan Richard akhir akhir ini " ucap Riko
" Kalian lanjut kan berdua, nanti kalian lapor kan apa yang kalian dapat kepada saya, saya harus meeting dulu " pak Kevin meninggal kan Aidan dan Riko untuk kembali ke pekerjaan nya
" Bagus sekarang aku menjadi seorang detektif " celetuk Aidan
" Kau mengintimidasi ku ?"
" Tidak, aku hanya memberi tugas kita harus bekerja sama kan ?" Jawab Riko enteng, akhirnya Aidan menuruti perintah Riko
Setelah beberapa jam memeriksa beberapa rekaman cctv Aidan tidak menemukan kegiatan Richard yang mencurigakan atau aneh, dia beraktivitas seperti pria normal dan pria baik baik.
Riko mendapat kan kabar lain, laporan tentang kedatangan dari luar negerinya Richard ternyata selesai lebih cepat, dan yang mengaget nya isi dari informasi itu.
Ternyata Richard sudah kembali dari 3tahun lalu yang berarti sejak tahun 2020, setelah itu dia tidak pernah pergi ke luar negeri lagi jadi selama itu dia ada di Indonesia tapi dia tidak pulang ke rumah nya lalu dia tinggal dimana ? Pikiran Aidan dan Riko
" Kamu ikut aku, kita harus mencari tahu tempat tinggal si Richard selama 3 tahun itu " Riko dan Aidan bergegas pergi
****
Pak Kevin yang sudah di beri tahu tentang berita itu langsung pergi menemui Richard, dia mau memastikan apakah benar selama 3 tahun kebelakang Richard sudah ada di Indonesia,
saat tiba di rumah orang tua nya pak Kevin langsung mencari keberadaan Richard namun sepertinya tidak ada di rumah, pak Kevin pun masuk ke dalam kamar Richard berharap bisa menemukan sesuatu,
namun tak ada hal atau benda yang aneh atau mencurigakan di sana namun perhatian nya tertuju pada sebuah botol minyak wangi milik Richard, pak Kevin mencoba melihat merk dan jenis wanginya tapi tak ada label merek atau pun apapun di botol itu, hanya botol polos saja.
Tiba tiba Richard masuk kamar nya dan melihat pak Kevin masih disana sedang memegang botol parfum milik nya
" apa yang kau lakukan di kamar ku ?" Tanya Richard kaget saat melihat keberadaan pak Kevin di sana
__ADS_1
" Aku mencarimu tadi tapi kau tidak ada, aku kira kau sedang tidur jadi aku mencarimu di sini " ucap pak Kevin tenang
" Ooh aku tadi pergi ke toko di depan, ada apa memang ? Keadaan allura gimana ? Aku dari kemarin mencemaskan nya !" Nada bicara Richard tidak seperti pelaku kejahatan dan kekhawatiran nya terlihat alami tidak seperti di buat buat atau berpura pura pikir pak Kevin memperhatikan gerak gerik Richard
" Allura dia sudah baikan, hanya luka di tangan nya yang parah, aku ke sini mau menanyakan sesuatu !" Ujar pak Kevin
" Apa ?"
" Parfum ini kau dapat dari mana ? wangi nya unik " pak Kevin mencoba basa basi
" Ooh parfum ini, aku membuat racikan nya sendiri dan memang hanya aku yang punya " deg pak Kevin langsung tertegun namun dia mencoba tetap tenang
" Kau bisa meracik parfum ?"
" 3 tahun belakangan aku tertarik belajar meracik dan membuat parfum di Paris, lalu aku mau membuat merk dagang parfum ku sendiri aku mau mulai berbisnis juga " ujar Richard dengan mimik wajah ramah sambil mengambil botol parfumnya,
melihat sikap Richard yang terlihat lebih kalem membuat pak Kevin heran, karena yang dia tau Richard orang nya mudah kesal.
" Kau tinggal di Paris ?" Pak Kevin tidak tau kalau Richard pernah tinggal di Paris
" Iyah, kau tidak tau ? Padahal aku sudah memberi tahu bang Alvin dia tidak memberi tahu mu ?"
" Tidak, dia tidak pernah membicarakan atau memberi kabar tentang mu !"
" Benarkah ? Mungkin percuma juga dia memberi tahu kalian tentang kabar ku, toh kalian tidak peduli dengan ku " ucap Richard dengan nada rendah namun tatapan nya menunjukan kekesalan bercampur kesedihan
" Baiklah aku pulang dulu !" Pak Kevin berlalu pergi
" Hei kamu datang jauh jauh kesini hanya untuk menyakan tentang parfum ku ?" Richard jadi heran dengan Abang nya itu,
tapi memang pak Kevin datang ke sana hanya untuk mengetahui soal itu, pak Kevin masih merasa bingung dengan perubahan yang terjadi pada sikap Richard, lebih terlihat seperti orang yang berbeda.
Sekarang isi kepala nya penuh dengan teka teki, semua kemungkinan tertuju jelas pada Richard tapi soal keberadaan nya 3 tahun lalu mana yang benar, hal itu membuat pak Kevin merasa frustasi.
****
Richard dan Riko sibuk memeriksa ratusan kamera cctv dari seluruh yang kemungkinan pernah di datangi Richard
" aku menemukan nya, dari tiga cctv di hari yang berbeda dia keluar masuk dari apartemen paradise city "
" Coba ku lihat ! Paradise city, bukan kah itu apartemen milik pak Alvin !"
" Siapa pak Alvin ? "
" Itu Kaka nya pak Kevin !"
" Ya ampun ini bisa jadi plot twist yang tak terduga, apa mungkin pak Alvin selama ini menyembunyikan si Richard, karena gak mungkin kan pak Alvin gak tau keberadaan adik nya di apartemen milik nya sendiri ? " Aidan mencoba berteori dan Riko sepertinya setuju dengan teori Aidan,
Ada panggilan masuk di ponsel Riko, itu adalah pak Kevin. Pak Kevin mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan adik nya, parfumnya memang dia racik sendiri terus pak Kevin mengatakan bahwa 3 tahun yang lalu Richard berada di Paris, membuat Riko menjadi bingung, sedangkan dari informasi yang dia dapat 3 tahun lalu Richard tidak pernah pergi ke luar negeri lagi.
Kasus ini jadi seperti bercabang, yang kemungkinan akan bertemu di satu titik yang sama .
__ADS_1