
Aidan terus berpikir bagaimana cara dia bisa menemukan keberadaan Richard, sementara dia tidak bisa meminta rekaman cctv begitu saja karena dia bukan petugas keamanan atau pun polisi .
Memikirkan hal itu Aidan bergegas pergi ke tempat Riko, berharap dia bisa menemukan petunjuk dimana Riko sebenarnya.
Namun saat Aidan tiba Riko tidak ada di sana dan yang mencengangkan kondisi tempat rahasia milik Riko terlihat acak acakan.
Semua komputer milik Riko nampak mati dan remuk di bagian layar nya.
" Apa yang terjadi ?" Ucap Aidan sambil memeriksa ke seluruh ruangan.
Semua nya terlihat kacau
" Siapa yang melakukan ini ?" Aidan mengambil beberapa kertas di tong sampah sisa dibakar.
Aidan melihat kertas itu berisikan hal yang berhubungan dengan kasus keluarga allura, Aidan langsung menduga bahwa semua ini adalah ulah pak Alvin.
" Tapi dimana Riko ," Aidan jadi cemas dengan keselamatan Riko karena sejak beberapa hari lalu Riko tidak bisa di hubungi.
" Dia pasti memasang cctv di sekitar sini , " ucap nya sambil terus mencari sesuatu yang bisa jadi petunjuk, hingga akhirnya Aidan menemukan sebuah benda mirip walkie talkie namun lebih kecil di atas kasur milik Riko.
sepertinya dia sengaja meletakan nya di sana ketika waktu genting nya.
Aidan mencoba mengotak ngatik benda itu hingga benda itu bisa menyala, terdengar seseorang sedang berusaha mengatakan sesuatu.
Aidan pun melakukan hal yang sama, dia terus memutar beberapa tombol kecil yang terdapat di benda itu hingga akhirnya dia bisa mendengar suara seseorang bicara dengan jelas.
" Halo ... Halo...siapapun ini bisakah anda membantu ku ?" Ujar seseorang dari benda itu
" Riko ? Kau kah itu " Aidan langsung mengenali suaranya.
" Aidan syukurlah kau bisa menemukan benda itu, aku tidak punya waktu banyak, aku minta bantuan mu aku sedang di sekap, aku tidak tahu tempat nya dimana tapi sepertinya tempat ini terletak di tengah hutan. " ujar Riko terburu buru dan terdengar berbisik.
Mendengar Riko masih selamat Aidan merasa lega, tapi dia harus segera menyelamat kan nya. Aidan segera menancap gas pergi ke sebuah hutan yang di harap hutan yang di maksud Riko.
Saat tiba di hutan Aidan tidak tahu harus ke mana, dia hanya terus mengikuti sebuah jalan kecil yang hanya cukup untuk satu kendaraan saja.
Namun belum sempat pergi jauh ke dalam hutan, Aidan mendapat telepon dari Zara dia memberitahu Aidan bahwa keberadaan mereka sudah di ketahui ayah nya.
Zara bilang ada beberapa orang sudah berada di depan pintu, dan sekarang mereka bertiga sedang ketakutan.
Sepertinya Aidan harus menjadi pahlawan bagi semua orang yang kini sedang dalam bahaya.
Aidan segera kembali ke rumah nya, namun karena jarak nya cukup jauh, mungkin akan butuh beberapa waktu untuk sampai di sana.
Aidan menyuruh Zara dan yang lain untuk tidak bersuara dan bersembunyi di dalam kamar.
****
__ADS_1
Keadaan di rumah Aidan sekarang terasa menengangkan, beberapa orang pria terus menggedor pintu hal itu membuat mereka bertiga ketakutan.
Zara menyuruh allura dan Tante Sarah untuk tidak bersuara persis seperti apa yang di katakan Aidan, lalu mereka bertiga masuk ke dalam kamar Aidan untuk bersembunyi.
Allura, Zara dan Tante Sarah mereka saling berpegangan tangan untuk saling menguatkan satu sama lain.
Setelah beberapa saat terdengar dari luar suara gaduh orang yang sedang berdebat, Zara penasaran dan dia mencoba melihat situasi di luar melalui monitor keamanan .
Ternyata ada beberapa petugas keamanan yang menegur para pria itu, sepertinya Aidan yang melaporkan mereka, hal itu cukup membuat mereka bertiga bisa bernafas lega untuk sekarang.
Saat situasi sudah kondusif Aidan baru datang, dengan wajah khawatir dia segera menanyakan keadaan semua orang.
" Kami baik baik saja " ujar tente Sarah.
" Syukurlah, aku sangat khawatir tadi " Aidan langsung menjatuhkan badannya di atas sofa.
Allura tiba tiba memberi Aidan segelas air tanpa berkata apapun, hanya senyuman yang terukir indah di bibir manis nya.
Aidan menerimanya dengan senang hati seraya membalas senyuman allura.
" Terima kasih ," ucap Aidan.
" Kita tidak bisa terus berdiam diri disini , mereka sudah tahu keberadaan kita, aku takut besok mereka datang lagi dan melakukan sesuatu ," ucap Zara, dia terlihat sangat gelisah.
" Tunggu lah sebentar lagi sampai kondisi allura baikan, setelah itu Tante akan bawa kalian berdua pergi dari kota ini ," ujar Tante sarah.
" Semua nya akan baik baik saja, kita sama sama berjuang, ok " Tante Sarah berusaha menenangkan Zara.
Keadaan belum juga tenang, allura tiba tiba merasa perutnya mual, dia segera berlari ke toilet di ikuti oleh Tante Sarah dan Aidan.
Allura terus terusan muntah membuat semua orang panik lagi, saat sudah berhenti allura merasakan kepalanya sangat pusing dan penglihatannya menajadi gelap.
Dan akhirnya allura pingsan Aidan dengan sigap menangkap badan allura dan segera memindahkan nya ke kasur.
Karena takut allura kenapa-kenapa tante Sarah memanggil lagi dokter ke rumah Aidan, tapi syukurlah ternyata kondisi allura sudah membaik.
Efek dari obat itu berangsur menghilang dari tubuh allura, sehingga allura akan mendapati kembali kesadaran nya.
Setelah beberapa menit allura pingsan, allura telah sadar dan langsung bangkit dari tempat tidur membuat kaget semua orang.
Dengan nafas yang terengah dan keringat yang mengucur di kening nya dia melirik setiap orang yang ada di dekatnya.
" Allura ? Kamu baik baik saja kan ?" Tante Sarah mendekati dan memegang tangan allura.
Allura langsung menoleh ke arah nya dan menatap nya tajam
" Tante, aku dimana ?" Ucap allura, Tante Sarah dan semua orang langsung sumringah mendengar allura kembali bicara normal.
__ADS_1
" Aidan ? Kau sudah sembuh ?" Tanya allura melihat Aidan sedang berdiri di sampingnya, Aidan mengangguk pelan, terlihat dia tengah menahan haru.
Lalu allura menoleh ke arah Zara yang juga sedang berdiri di dekat nya
" Zara ? Kenapa kau disini ?" Allura benar benar tidak mengingat semua hal yang terjadi kepadanya akhir akhir ini.
" Cerita nya panjang allura, syukurlah kau kembali mengingat semua orang " ucap Zara.
" Ayah mu ! Ayah mu orang yang sangat mengerikan Zara " ujar allura
" Aku tahu, semua orang juga sudah tahu " jawab Zara
" Sebaiknya kamu jangan memikirkan hal itu dulu, kamu harus memulihkan kesehatan mu " Tante Sarah membaring kan badan allura.
Allura terlihat masih sedikit linglung tapi dia sudah bisa mengenali orang orang yang ada di sekitarnya itu.
****
Keesokan harinya Aidan sudah bersiap untuk pergi ke hutan yang kemarin, dia harus segera menyelamatkan Riko.
" Kamu mau kemana ,?" Tanya allura
" Aku mau kesuatu tempat dulu, kalian jangan khawatir keamanan disini sudah di perketat ," ujar Aidan
Allura terus mengikutinya sampai ke depan pintu
" Hati-hati, " ucap allura pelan, membuat Aidan menghentikan langkah nya kemudian dia berbalik untuk melihat allura.
Aidan pun memeluk nya, sebenarnya dia tidak mau meninggal kan allura tapi dia harus menolong Riko juga.
" Aku akan segera kembali ," ujar aidan, allura mengangguk pelan. Merasa berat untuk melangkah Aidan kembali lagi dan mengecup bibir allura.
" Aku mencintaimu " tukas nya lalu dia bergegas pergi. Tanpa Aidan sadari seseorang sedang memata matai mereka.
Di dalam rumah, ketiga wanita itu masih merasa gelisah
" Kita tidak bisa terus disini, mereka pasti datang lagi " Zara sudah merasakan sesuatu buruk akan terjadi.
" Allura kamu sudah baikan ?" Tante Sarah masih mengkhawatirkan kondisi allura.
" Kepalaku masih sakit, tapi benar kata Zara kita harus segera pergi " ujar allura.
" Yaudah, kita pergi ke rumah bude Tante di luar kota " " bagaimana dengan Aidan ?" Tanya allura
" Kita kasih tahu dia, dia bisa nyusul kalau mau " jawab Tante Sarah.
" Kita harus bergegas, sebelum orang orang suruhan ayah ku datang lagi " ujar Zara, mereka bertiga pun segera bergegas pergi sambil bersiaga memeriksa kesekitar.
__ADS_1
Dirasa situasi aman mereka segera masuk ke dalam mobil milik Tante Sarah, namun tentu saja mereka tidak lepas dari pengawasan mata mata pak Alvin.