Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
" perang saudara "


__ADS_3

Setelah keputusan sudah di tentukan, mereka segera membuat rencana mereka tidak punya waktu banyak karena para antek pak Alvin terus bergerak.


Dan pak Alvin akan terus melakukan semua kejahatan nya dengan rapih tanpa di sadari orang orang di sekitarnya.


Mereka telah menyepakati untuk membuat nama pak Alvin tercoreng dulu, di mulai dengan kehadiran allura yang telah di sangka gila tapi allura akan datang dengan penampilan rapih dan kejiwaan yang waras.


Allura datang ke kantor pusat di temani Aidan sebagai psikolog nya yang akan membuktikan kepada semua orang di sana bahwa dia waras dan hanya punya gangguan panik saja.


Pak Alvin kecolongan dengan kedatangan allura itu sehingga membuat dia geram. Namun di hadapan semua orang dia masih berpura pura baik.


Saat melihat allura datang, orang orang langsung bergunjing tentang keadaan nya sekarang, banyak yang berpendapat allura terlihat normal.


" Selamat pagi, saya datang kesini untuk mengklarifikasi tentang masalah kejiwaan saya yang beberapa hari lalu pak Alvin yang terhormat ini mengatakan bahwa saya sakit jiwa " ujar allura lantang dan percaya diri di hadapan para petinggi perusahaan.


" Dia bahkan mengambil semua yang telah jadi hak dan milik saya tanpa ada persetujuan dari saya karena alasan tersebut, tapi seperti yang anda sekalian lihat bahwa saya baik baik saja, saya sehat lahir dan batin, jika tidak percaya silahkan tanyakan tentang kesehatan mental saya kepada psikolog saya " allura menunjuk ke arah Aidan.


Aidan segera menjelaskan secara rinci kesehatan dan kondisi mental allura sekarang, dengan bukti yang cukup dan lisensi psikolog Aidan yang bisa di pertanggung jawab kan semua orang bisa mempercayai allura.


Bumerang malah berbalik kepada pak Alvin sekarang, pak Alvin di tuntun untuk memberikan penjelasan atas keputusan yang dia ambil beberapa hari lalu.


Pak Alvin yang tidak mau kalah, dia mencari cara supaya bumerang berbalik lagi pada allura.


" Aku tidak berbohong, kemarin kau masih terlihat gila tapi sekarang kau terlihat sehat dan bugar apa kau memakai narkoba ?" Ujar pak Alvin dengan tenang nya.


Allura tidak mau terpancing, dia pun masih terlihat tenang karena dia sudah mempersiapka kemungkinan senjata yang akan pak Alvin lemparkan kepadanya.


" Kau yang memberiku narkoba, sampai aku terlihat gila seperti kemarin, bukan ,? "


" Kau menuduh ku ? Apa buktinya .?" Tantang pak Alvin.


" Kau mau bukti ? Baiklah aku akan memberikannya ," dengan santai allura mengeluarkan selembar kertas hasil tes urin nya dan satu botol kecil obat cair yang waktu itu zara ambil.


" Kau memberikan nya padaku waktu di rumah sakit jiwa, kau terus mencekoki ku sampai aku kehilangan kewarasan ku ," jelas allura.


" Aku tidak melakukan nya ," pak Alvin masih bersikukuh dengan pembelaan nya.


" Memang kamu tidak melakukan nya tapi kau memerintah Kan nya " Aidan menyalakan sebuah video tentang permintaan maaf dari seorang perawat yang waktu itu mengurus allura.


Riko dan Zara ternyata mengancam dia sehingga dia mau mengakui semua perbuatannya dan juga mengaku bahwa dia hanya menjalan kan perintah dari pak Alvin.

__ADS_1


Sekarang pak Alvin mulai terpojok, dia bingung harus melemparkan senjata apa lagi, melihat pak Alvin mulai terpaku beberapa orang mendesak nya untuk bicara dan menjelaskan kebenaran nya.


Namun sebelum dia berpikir dan memutar balikan fakta beberapa polisi datang untuk menangkap pak Alvin atas tuduhan penyalah gunakan obat obatan.


Pak Alvin segera di bawa ke kantor polisi untuk di periksa, dalam sehari namanya langsung tercoreng.


Namun ini belum berakhir karena allura tahu apa yang akan di lakukan pak Alvin, dia hanya akan di tahan selama satu jam, maka dari itu allura memanfaatkan kesempatan singkat itu.


Dia segera meminta Zara dan Riko untuk segera pergi ke rumah Zara untuk mencari bukti kejahatan ayah nya.


Zara dan Riko dengan mudah masuk ke dalam ruangan kerja pak Alvin, semua cctv telah Zara matikan.


Riko sibuk memeriksa komputer pak Alvin guna mencari keberadaan Richard yang adalah bukti nyata dari semua kejahatan yang pak Alvin lakukan.


Riko telah berhasil menemukan sebuah cctv yang sedang merekam keadaan Richard, terlihat Richard hanya terbaring lemah.


Riko segera mencari lokasinya dan hanya dalam waktu beberapa menit dia sudah bisa menemukannya.


Riko segera mengirimkan lokasi Richard ke Aidan dan mereka bergegas keluar dari ruangan itu sebelum pak Alvin yang mungkin tengah marah besar kembali.


Aidan dan Allura segera pergi kelokasi yang di kirim kan Riko.


" Gimana kita masuk kedalam sana ?" Ujar allura melihat ternyata tempat dimana Richard di tahan di jaga sangat ketat.


" Aku akan jadi umpan. " allura berpikir dia akan Menyerahkan diri supaya dia bisa masuk kedalam sana.


" Kau gila, gimana kalau mereka langsung membunuh mu ?" Aidan langsung mencegahnya.


" Tidak mungkin, mereka akan memberitahu pak Alvin, aku yakin pak Alvin ingin aku masih hidup, sebelum dia membunuh ku aku akan segera membawa Richard keluar ,"


" Gimana caranya ? Resikonya terlalu besar ." Aidan tidak yakin kalau cara itu akan berhasil mengingat pak Alvin sekarang akan sangat marah padanya dan akan memperketat pengawasan.


Selagi mereka berdebat mereka tidak menyadari bahwa seorang penjaga mengetahui keberadaan mereka, alhasil mereka berdua di bawa ke dalam sana.


" Bagus, sekarang gimana ? " ucap allura


" Kita pikirkan nanti " jawab Aidan dengan wajah polos membuat allura kesal.


Namun perhatian nya langsung tertuju kearah sebuah ruangan serba putih dan terlihat seseorang sedang terbaring.

__ADS_1


" Apa itu paman ku ?" Bisik allura.


" Mungkin "


" Apa yang kalian bisikan ? Jalan terus !" Bentak seorang penjaga.


" Aku mau ke toilet" ujar allura, berharap modus nya berhasil, tapi sayang penjaga itu tidak menggubrisnya.


Belum menyerah, allura tiba tiba ambruk dan mengeluh kepalanya sangat sakit, allura menangis dan berteriak sejadi jadinya.


Aidan yang tidak mengetahui allura berpura-pura jadi kaget beneran, pengawal itu bingung harus berbuat apa dan Aidan segera menghampri allura dengan panik .


Saat Aidan memeriksa keadaan nya allura mengisyarat bahwa dia hanya berpura pura, Aidan langsung ikut berpura-pura membuat Para penjaga percaya.


" Panggil ambulance!!" Bentak Aidan, merasa ikut panik salah satu penjaga menuruti perintah Aidan untuk menelpon ambulance.


Masih belum mempunyai kesempatan, Aidan menyuruh lagi salah satu penjaga untuk membawakan air minum, awalnya orang itu heran kenapa dia harus menurutinya, mereka kan tahanan.


Tapi Aidan berakting marah dan panik membuat si penjaga itu jadi menurutinya.


Beberapa saat kemudian ambulance datang, allura berpikir bagaimana cara mereka supaya bisa membawa Richard keluar dari tempat itu.


Allura pun punya ide saat para medis datang allura langsung terlihat baik baik saja lalu memberitahu para medis bahwa yang membutuhkan pertolongan ada di dalam.


Hal itu membuat para penjaga jadi marah mereka sempat menghalangi paramedis supaya tidak membawa Richard.


Namun allura kembali berakting bahwa paman nya sedang sakit parah dan harus segera mendapat perawatan, sehingga para petugas medis tidak bisa mengabaikan nya begitu saja.


Walaupun para penjaga terus menolak Richard di bawa tetapi karena tertipu akting allura tadi sehingga mereka harus berhubungan dengan pihak luar, jadi mereka tidak bisa berbuat banyak.


Richard akhirnya bisa di bawa keluar dari sana, para penjaga segera melapor kepada pak Alvin namun pak Alvin belum bisa di hubungi karena masih berurusan dengan polisi.


Karena sekarang saksi kunci dan kartu as pak Alvin sudah berada bersama nya, allura bersama Zara dan Tante Sarah bersiap untuk mengajukan laporan kepada polisi atas tuduhan pembunuhan berencana atas keluarga allura.


Baru saja melangkah ke luar pak Alvin kembali di tahan polisi atas tuntutan yang lain.


" Ada apa lagi ini ? Saya sudah membereskan urusan saya " ujar pak Alvin dingin.


" Anda kembali mendapat tuntutan atas pembunuhan berencana dari saudari allura " jawab seorang petugas polisi.

__ADS_1


Mendengar hal itu pak Alvin langsung memasang wajah jahat nya, mata nya menyiratkan kemarahan dan juga kebencian.


Kini perang saudara antara allura dan pak Alvin akan segera di mulai.


__ADS_2