
Mendengar Omelan kedua orang yang mencoba melindungi nya itu malah membuat allura jadi kesal.
" Terus aku harus apa ? Aku harus diam membiarkan orang orang itu mencelakai ku terus, hah ? " jawab allura mencoba membela diri.
" Iya makanya kamu jangan pergi sendirian atau sok berani seperti tadi, kalau bisa kau diam saja di rumah !!" Balas Tante Sarah semakin mengompori allura.
" Tenang Tante, allura kalian jangan berdebat !" Aidan mencoba menengahi mereka.
" Apa kau benar benar mau aku seperti dulu lagi ?" Tanya allura dengan suara yang bergetar.
" Jika bisa itu lebih baik, lebih baik kau yang dulu yang tak mau bicara apapun itu lebih baik dari sekarang yang sudah berani membantah dan mendebat ibu nya sendiri !"
" Kalau begitu kenapa dulu kau begitu ingin aku sembuh ? Kenapa kau ikut senang saat aku sembuh harus nya kau bilang saja kalau kau tak mau aku sembuh karena aku lebih bisa di atur saat aku sakit, apa memang selama ini kau hanya berpura pura menjadi ibu ku ?" Allura mulai menaikan nada bicaranya.
" Apa berpura pura ? Setelah apa yang aku lakukan kepadamu selama ini kau hanya menganggap ku berpura pura hah ? Itu sebab nya kau tidak mau memanggil ku ibu ? Harusnya kau bersyukur kalau gak ada aku nasib mu akan seperti apa sekarang !" Tante Sarah mulai terisak rasa marah dan kecewa bercampur aduk di hatinya.
" Aku tidak memintanya !" Teriak allura
" aku tidak pernah meminta kau mengurus ku apalagi menjadi ibu ku ! Padahal biarkan saja aku mati itu akan lebih baik sekarang ! "
" Allura sudah cukup !" Aidan mencoba membawa allura keluar.
" Kalau tahu akan menjadi sangat merepotkan aku juga tidak akan melakukan nya, aku hanya kasian kepada mu !" Ujar Tante Sarah dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" Aku tidak perlu di kasihani, jadi mulai sekarang jangan mengatur ku, hidup atau mati aku akan menghadapi nya sendiri ! Lepaskan aku !" Allura mencoba melepas kan genggaman Aidan.
" Allura kau tidak boleh seperti ini !" Ucap Aidan.
" Lepaskan!" Teriak allura.
" kau juga pergi saja, kau juga selalu mengatur ku ! Kalian semua pergi, aku tidak membutuhkan kalian !" Allura semakin tidak terkendali Aidan pun melepaskan genggaman nya, lalu allura menghampiri Tante Sarah.
" Pergilah ! Jika aku merepot kan mu aku tidak akan menahan mu, aku bisa mengurus diri ku sendiri sekarang, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, pergilah cari kehidupan baru ." Ujar allura lalu dia berjalan pergi keluar, Tante Sarah yang semakin marah langsung menarik dan menyeret allura sampai dia terjatuh.
" Apa yang kau lakukan, aku mau pergi dari sini !" Ucap allura menahan tarikan yang cukup kuat dari Tante Sarah.
" Plak " Tante Sarah menampar allura
" masuk ke kamar mu !" Bentak Tante Sarah lalu dia mendorong allura.
" Tante sudah cukup, allura sedang terluka !" Aidan mencoba merelai kegaduhan.
" Diam kamu, ini urusan keluarga ku !" Bentak Tante Sarah, Aidan jadi ikut kena marah.
allura tidak bisa melawan sekarang karena Tante Sarah berhasil memasukan allura ke kamar nya lalu menguncinya dari luar.
di dalam kamar allura berteriak histeris sambil menggebrak pintu.Aidan tidak tahu harus berbuat apa sekarang dia hanya bisa menunggu situasinya mendingin.
Setelah itu Tante Sarah masuk ke dalam kamar nya dan langsung ambruk, dia tidak menyangka dia akan berbuat kasar kepada allura .
Setelah beberapa jam, suasana di rumah jadi hening tak ada suara sedikit pun. Aidan mencoba memeriksa keadaan allura tapi saat Aidan masuk allura tidak ada di kamar nya.
hanya saja pakaian dan perban bekas berserakan di lantai, terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi, Aidan pun langsung menuju kesana.
__ADS_1
betapa terkejutnya Aidan saat melihat kamar mandi yang sudah banjir karena allura sengaja tidak menutup kran air dan menyumbat saluran air pembuangan.
Sementara allura merendam diri nya di dalam bak mandi sampai tertidur di air sabun yang sangat banyak membuat luka nya kembali mengalami peradangan.
Aidan tidak bisa berkata kata lagi dengan kelakuan allura yang terus membahayakan dirinya sendiri itu. Aidan pun memangku allura dari bathtub nya, tak peduli dengan keadaan allura yang telanjang bulat.
Aidan memindahkan badan allura yang masih basah ke atas tempat tidurnya, sambil mengelap perlahan seluruh tubuh allura, Aidan sesekali menarik nafas panjang, apakah dia bisa bertahan menghadapi allura yang seperti itu ?
Allura terbangun saat Aidan mencoba mengering kan rambut nya, allura merebut handuk yang di pegang Aidan lalu melemparnya.
Allura bangkit dari tempat tidur nya, namun badan nya langsung ambruk, lukanya semakin parah tapi karena allura menyukai rasa sakit jadi allura tidak mempedulikan luka nya tapi tidak dengan kekebalan tubuh nya.
Keadaan allura mulai melemah akibat dari luka nya, Aidan hendak membantunya tapi allura menolaknya, allura bangun sendiri dengan susah payah dan mencoba memakaikan perban ke lukanya.
" Sini aku bantu " ujar Aidan
" Aku bisa sendiri " ketus allura, Aidan langsung mengurungkan niat nya.
" Oleskan dulu salep, lihat luka mu semakin parah !" Ucap Aidan tapi allura tidak mempedulikan nya, dia terus memasangkan perban nya tanpa mengoleskan salep dulu, Aidan berinisiatif mengambil salep untuk membantu allura.
" Aku bisa sendiri !" Allura penepis tangan Aidan, Aidan pun jadi kesal.
" Ya sudah lakukan semua nya sendiri ! Aku pulang !" Aidan jadi marah, dia membanting kan pintu dan dia benar benar pergi, allura memandangi kepergian Aidan dari jendela kamar nya.
allura pun menghela nafas panjang. sepertinya dia sengaja membuat Aidan marah supaya dia bisa pergi dari dekat nya dulu sekarang.
allura tidak meneruskan membalut luka nya karena badannya terasa menggigil dia kembali ke tempat tidur lalu menarik selimut menutupi semua badan dan kepalanya.
****
Aidan terpaksa berhenti sebentar, ternyata Riko yang menelpon dia menyuruh Aidan datang ke sebuah lokasi gudang yang di duga menjadi tempat persembunyian si pelaku yang menyiram kan air keras ke allura.
Aidan langsung mengganti arah tujuan nya, setelah sampai Aidan dan Riko menyelinap masuk ke sana, tampak tak ada siapapun di sana tapi ternyata banyak kendaraan tersimpan disana termasuk motor yang pelaku kemarin pakai, dan yang paling mengejutkan mereka adalah truk yang dulu menabrak mobil pak Alvin juga ada di sana.
Dugaan mereka benar selama ini, bahwa pelaku dari semua kejadian yang menimpa keluarga allura adalah orang yang sama.
Mereka mulai menemukan titik terang tentang siapa pelaku sebenarnya dari kasus yang cukup rumit itu.
" Kita menemukan bukti nya, apa dengan ini kita bisa menemukan pelaku sebenar nya ?" Ucap Riko.
" Harus nya ini bisa, karena bukti nya sudah sangat jelas, kau bisa menyertakan potongan rekaman cctv juga !"
" Ok, aku akan melaporkan ini semua !" Riko segera memanggil polisi, namun tiba tiba ada seseorang yang masuk kesana, Riko dan Aidan langsung sembunyi di belakang truk terdengar orang itu sedang menelpon dan merencanakan sesuatu.
" Apa dia orang nya ?" Tanya Aidan
" Aku tidak tahu persis, tapi sepertinya benar !"
" Ayo kita sergap dia " Aidan pergi mengendap-endap di belakang orang itu
" Apa ? " Riko belum siap untuk hal ini tapi dia terpaksa ikut menyergap orang itu
Aidan memukul belakang kepala pria itu, dalam satu serangan bisa langsung melumpuh kan nya, Riko yang baru keluar langsung melongo melihat orang tadi sudah pingsan.
__ADS_1
" Hei jangan diam saja ayo bantu aku mengikat dia !"
" Oh Iyah Iyah !" Riko mencari tali di sekitar gudang, tak berapa lama kemudian petugas kepolisian datang ke lokasi.
polisi langsung memeriksa setiap nomor kendaraan dan detail nya, semua kendaraan disana milik orang yang berbeda beda, menurut keterangan polisi semua kendaraan di gudang itu disinyalir hasil curian.
Sementara orang yang tertangkap di bawa ke kantor polisi untuk di periksa.
Allura telah mendengar kabar itu, tapi allura semakin gelisah karena kemungkinan tindakan Aidan dan Riko itu membuat marah seseorang entah itu Richard atau orang yang lainnya.
Tak berapa lama setelah berita itu sampai kepadanya, ada pesan masuk ke ponsel nya.
✉️ " Aku akan mengeluarkan kartu lain !" Isi pesan dari orang tak dikenal lagi.
allura tidak mengerti maksud nya apa tapi itu terdengar seperti ancaman, allura langsung berpirasat bahwa orang ini akan mencelakai Aidan dan Riko.
allura segera bergegas menemui Richard, dia berniat bertanya langsung kepada nya tentang siapa sebenarnya yang melakukan semua ini kepadanya.
Saat akan pergi, allura berniat untuk berpamitan ke Tante Sarah tapi dia ragu, akhirnya di berpamitan lewat pesan saja, allura pun langsung pergi ke penthouse nya Richard namun dia tidak ada di sana.
berarti Richard sekarang masih dalam mode baik pasti dia ada di rumah kakek nya, allura pun segera pergi kesana.
Di jalan mobil allura berpapasan dengan motor Aidan, Aidan langsung mengenali mobil nya itu.
" Ya ampun,dia mau kemana lagi dalam kondisi seperti itu," gerutu aidan langsung mengikuti kemana dia pergi, walau pun lagi marahan tapi Aidan tetap peduli pada keselamatan allura.
allura sampai di rumah kakek nya dia langsung masuk ke dalam tanpa menyadari keberadaan Aidan, Aidan tidak menghampirinya dia hanya mengawasinya dari jauh.
Saat allura masuk ternyata ada pak Alvin dan Zara ada disana.
" Apa yang kau lakukan disini ?" Tanya pak Alvin
" Kenapa ? Aku juga cucu nya aku juga berhak menjenguk nya !" Jawab allura datar.
" Apa kau sudah baikan !" Tanya Zara pelan, allura mengangguk.
" Kau ini memang kuat ! Aku heran kau seperti kecoak saja " ucap pak Alvin sambil menggeleng kan kepala.
" Anda berharap aku segera mati begitu ?" allura merasa tersinggung dengan ucapan pak Alvin.
Tapi ada yang aneh dari Zara, sikap nya yang menjadi pendiam menarik perhatian Allura.
" sudahlah itu tidak penting" ucap pak Alvin lalu dia dan Zara berlalu pergi.
Dan allura pun tidak peduli, Allura segera mencari keberadaan pamannya dan kebetulan mereka bertemu di lorong menuju ke kamar kakek nya.
" Allura ? Tumben kamu kesini ?" Tanya Richard
" Uncle Richard kan ?" Allura bertanya untuk berjaga-jaga
" Ya ini aku, memang aku siapa ?"
" Baguslah Aku mau membicarakan hal penting tentang .." ucapan allura terpotong karena mulut allura di tutup tangan Richard
__ADS_1
Dia seperti sudah tahu apa yang akan Allura tanyakan lalu mengajak nya untuk bicara di tempat lain.