
Saat pagi hari allura terbangun duluan, dia melihat Tante Sarah tidur di samping nya sambil memeluk tubuh nya .
Kini kesadarannya telah kembali tapi ingatan nya belum pulih total. Setelah mendapat kan cairan infus badan nya menjadi segar.
Allura beranjak dari tempat tidur nya dan perlahan berjalan menuju ke ruang tengah, allura memandangi Aidan yang tengah tertidur di sofa.
Karena ingatannya belum pulih, allura merasa dia mengenal Aidan tapi dia tidak bisa mengingat nya.
Allura mencoba mendekatinya untuk memastikan ingatan nya, aidan yang merasakan kehadiran seseorang di dekat nya segera tebangun.
Aidan langsung terperanjat mendapati allura sudah berada di hadapannya.
" Allura, kamu sudah baikan ?" Tanya Aidan, allura tidak menjawab nya dia masih terus memperhatikan Aidan dengan seksama.
" Kamu tidak mengingat ku ? Aku Aidan, pacar kamu " ujar Aidan berharap allura sudah bisa mengingat nya kembali
" Aidan ? Pacar ku ?" allura terlihat bingung. Lalu dia termenung untuk beberapa saat kemudian allura tiba tiba tersenyum dan membelai lembut wajah Aidan.
" Aidan " ucap nya. Aidan tersenyum melihat kondisi allura mulai membaik.
" Kamu ingat aku ?" Tanya Aidan lagi, allura menggelengkan kepalanya.
Aidan langsung memeluk allura yang masih berdiri di hadapan nya.
" Tak apa, kamu selamat saja aku sudah senang " Allura tidak mengerti apa yang terjadi karena memang ingatan nya masih kacau.
Tante Sarah sudah terbangun, mendapati allura tidak ada di sampingnya dia segera mencarinya ternyata allura ada di ruang depan bersama Aidan.
Melihat Tante Sarah datang, dari kejauhan allura sudah melemparkan senyum,
" Ya ampun sayang, kamu tersenyum sama Tante " Tante Sarah segera memeluk allura.
Allura belum bisa mengingat mereka tapi allura bisa merasakan bahwa mereka adalah orang orang yang dia sayangi.
" Ibu ?" Ucap allura
" Ya ampun allura jangan membuat ku menangis di pagi hari " Tante Sarah merasa hampir menangis karena allura memanggil nya dengan kata ibu.
" Ibu ?" Ucap allura lagi seraya memandang Tante Sarah dengan mata yang berbinar.
" Iyah sayang, ini ibu, ibu nya allura " jawab Tante Sarah . Lalu allura memeluk nya dengan erat.
" Allura sayang ibu " bisik allura
" Ibu lebih menyayangi allura " balas Tante Sarah.
Aidan merasa hangat melihat kemesraan kembali terjalin diantara allura dan ibu sambung nya itu.
****
__ADS_1
Sementara pak Alvin masih menunggu kabar dari pencarian allura dan anak nya Zara,
Dia mencoba terlihat tenang dan santai namun diam diam dia telah menyiapkan kejutan untuk mereka berdua.
" Saat aku melihat kalian berdua, aku akan langsung menghancurkan kepala kalian " sesumbar nya sambil memasukan beberapa peluru ke dalam sebuah senapan.
" Tunggu dulu, bukan hanya kalian berdua orang yang bersama kalian juga akan aku kasih hadiah " lanjut nya sambil tertawa jahat.
" Pak anda harus segera pergi ke kantor, dewan direksi sedang menunggu anda " seorang sekretaris mendatangi pak Alvin.
Dalam waktu sekejap mimik mukanya langsung berubah menjadi terlihat ramah. Namun sekretaris nya juga sudah tahu kalau pak Alvin bukan orang yang normal.
Pak Alvin selalu terlihat bersikap ramah dan berwibawa di hadapan para delegasi dan petinggi perusahaan seakan dia adalah orang yang memang begitu.
Bahkan adiknya, lantang tidak mengetahui kalau kakak pertamanya itu seorang psikopat saking natural nya sikap yang dia tunjukan di hadapan orang orang.
" Kenapa kau mengambil semua milik allura ? Dia masih hidup, kan " tanya Lenatan
" Dia gila, dia tidak akan bisa mengurus semua tugas yang di berikan kepadanya."
" Tapi tetap saja itu berlebihan, setidak nya dia masih harus jadi pemilik saham kan ?" pak Alvin menghentikan langkah nya dengan raut wajah kesal tapi dia tetap mencoba tenang menghadapi Lenatan.
" Kau mau sebagian saham milik dia ?" Tanya pak Alvin ketus.
" Apa ? Aku tidak seserakah itu "
" Ya sudah, diam lah." Pak Alvin melanjutkan langkah nya menuju ke ruangan nya.
****
" Kalian menemukan nya ?" Tanya pak Alvin kepada seorang suruhan nya.
" Kami sudah menemukan mereka, mereka berada di rumah seorang pria, apa yang harus kami lakukan ?"
" Seorang pria ?" Benak pak Alvin,
" Biarkan saja dulu, kita harus hati hati mungkin pria itu punya rencana, kita juga harus membuat rencana " pak Alvin kembali memikirkan hal yang licik
" Apakah pria itu si psikolog itu ? Kenapa dia terus ikut campur harus nya aku membunuh nya saja waktu " gumamnya.
Sementara itu Aidan, Tante Sarah dan Zara sedang memikirkan cara untuk bisa membuat pak Alvin di hukum
" Kita sudah mempunyai bukti, tapi kita harus punya saksi yang kuat ," ujar Zara
" Tunggu dulu, seorang saksi ? Aku tahu siapa orang nya ." Aidan langsung terpikirkan seseorang
" Siapa .?" Tanya Zara
" Richard, sejak awal dia sudah menjadi tersangka dalam kasus yang menimpa allura, dia mungkin kaki tangan nya ayah mu ."
__ADS_1
" Wah, aku tidak percaya mereka bisa melakukan hal keji terhadap keluarga nya sendiri, sial nya kenapa aku harus menjadi anak orang biadab itu " Zara tercengang mengetahui kalau paman nya Richard juga ikut terlibat.
" Ini pasti berat bagimu " Aidan mencoba menguatkan Zara.
" Ini pasti lebih berat bagi allura, dia harus menghadapi pembunuh keluarganya sendirian dan pelakunya masih keluarga nya juga, kalau aku di posisinya aku sudah membunuh diriku sendiri " ucap Zara seraya menahan air matanya.
Semua orang memandangi allura yang tengah berdiri memandang kosong ke luar jendela.
" Dia harus segera pulih " ujar Tante Sarah
" Kau sudah tahu obat apa yang di berikan kepada allura ?" Tanya Tante Sarah kepada Aidan.
" Aku akan memeriksa email ku " Aidan pergi mengambil handphone nya.
Saat dia memeriksa email-nya ternyata hasil nya sudah ada dan cukup membuat Aidan tercengang.
" Dokter itu benar, allura di cekoki oleh narkotika " ujar Aidan dengan suara bergetar.
Tante Sarah langsung terpukul mendengar hal itu, lagi dan lagi dia harus mendengar hal hal buruk mengenai Allura.
" Gimana ini ? Apa dia bisa pulih ?" Tanya Tante Sarah lirih
" Mungkin beberapa hari ke depan efek nya akan berkurang " ujar Aidan penuh harap.
" Ayo kita temui paman ku " usul Zara, dia sudah tidak bisa lagi membiar kan perbuatan keji ayah nya terhadap allura.
" Ini akan berbahaya " ucap Aidan
" Dari awal aku sudah melawan maut, aku akan menghadapi nya lagi " ucap Zara yakin dengan tekad nya.
Aidan dan Zara segera bergegas mencari keberadaan Richard, mendapati Richard tidak berada di kediaman nya, Aidan berinisiatif mencarinya di toko milik nya.
Mereka belum mengetahui kalau Richard sedang di rawat di rumah sakit hingga seorang keamanan menghampiri mereka dan memberitahu nya.
Aidan dan Zara segera pergi ke rumah sakit namun Richard sudah tidak pulang, seorang perawat mengatakan, keadaan nya masih belum sembuh total tapi Richard di paksa di bawa pulang oleh walinya.
" Wali ? Seorang pria ?" Tanya Aidan
" Iyah seorang pria, tapi saya kurang tahu detailnya "
Zara sudah menduga kalau itu pasti ayah nya, tentu saja Richard akan menjadi saksi yang kuat atas semua kejahatan yang dia lakukan .
Dia akan segera menyembunyikannya.
" Gimana kalau uncle Richard sudah di kirim ke luar negeri ?" Tanya Zara panik
" Kita harus mencarinya lagi " ujar Aidan tidak mau menyerah.
Aidan mencoba menghubungi rikonlagi karena dia ahli di bidang ini, tapi Riko masih tidak bisa di hubungi membuat Aidan kesal.
__ADS_1
Aidan sudah mulai frustasi dan bingung apa yang harus dia lakukan, alhasil mereka memutuskan untuk kembali pulang tanpa hasil.