Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
allura vs everybody


__ADS_3

Saat mereka tiba di taman belakang, Richard langsung memeriksa sekitar membuat allura kebingungan.


" Kamu kenapa ?"


" Kita harus berhati hati !" Jawab Richard sedikit berbisik.


" Memang ada apa ?" Tanya allura lagi, Richard terdiam seperti ingin mengatakan sesuatu tapi terlihat ragu.


" Apa ada sesuatu ? " Allura ikut memelankan suara nya, tapi Richard malah menatap nanar allura.


" Aku sudah tahu kalau kamu punya kepribadian ganda, aku juga tahu kalau kepribadian mu yang lain adalah orang jahat, dia yang telah membunuh semua keluarga ku dan juga menyakiti ku " ujar allura sambil menguatkan dirinya.


" sebenarnya melihat mu membuat ku teringat kejadian waktu itu, tapi aku harus menghadapi mu karena aku tahu kau tidak mempunyai kehendak untuk melakukan itu, tapi kepribadian mu yang lain ya, kan ?" Richard langsung menangis dan berlutut di hadapan allura saat Mendengar semua ucapan allura itu.


" Maaf kan aku, seharus nya aku bisa melawan nya waktu itu, seharus nya aku tidak menuruti nya !" Ucap Richard sambil menangis.


Tapi tiba tiba Richard mengerang kesakitan sepertinya Richard yang jahat akan keluar lagi.


" allura kamu memancing dia keluar, kau harus segera pergi " ujar Richard mendorong allura untuk pergi dari hadapannya.


Tapi Allura masih tertegun menyaksikan paman nya yang sedang kesakitan.


" Uncle? Kau tak apa ?" Allura merasa iba melihat pamannya mengerang menahan sakit


" Jangan mendekat ! Pergi allura !" Teriak Richard, membuat allura ketakutan.


" Dia yang membuat ku begini, kau harus membunuh nya ." Richard pun ambruk, allura masih terbawa suasana haru tapi dia harus segera pergi, allura pun meninggal kan Richard yang sudah pingsan.


Sedang Aidan masih menunggu allura di luar


" apa yang dia lakukan di dalam ?" Ucap aidan yang sudah bosan menunggu cukup lama


tapi saat itu Aidan melihat dari kejauhan pak Alvin sedang memarahi Zara dan menyuruhnya masuk ke mobil, lalu dia masuk lagi ke dalam rumah


" apa dia bertengkar lagi sama allura ?" Ujar Aidan menduga duga.


Di dalam rumah besar itu allura bergegas untuk pulang, namun saat di ruang tengah allura berpapasan dengan pak Alvin yang tiba tiba muncul dari pintu depan membuat allura terkejut.


" Kau mau kemana buru buru sekali !" Tanya nya


" Aku ada urusan lain !" Allura menjawab singkat dan hendak berlalu pergi.


" Aku mulai muak dengan sikap angkuh mu itu, kau semakin terlihat seperti ayah mu membuat ku kesal " pak Alvin tiba-tiba menghadang jalan allura.


" Apa yang kau lakukan ! Minggir aku mau lewat !" Allura mencoba mendorong pak Alvin tapi tenaga nya lemah.


" Dasar anak kurang ajar." pak Alvin mendorong badan allura hingga badan allura kepentok dinding, allura mengernyit saat luka di punggung nya berbenturan dengan dinding.


Lalu Richard datang, dia telah berubah lagi menjadi jahat, dari kejauhan dia sudah tersenyum menyeramkan saat melihat allura.

__ADS_1


allura yang merasa terancam mencoba kabur tapi di hadang lagi oleh pak Alvin, allura heran melihat sikap pak Alvin yang seperti itu


" kau ini kenapa ?" Tanya allura kesal.


" Apa kau datang mencari ku ?" Ucap Richard sambil perlahan mendekati allura.


" sepertinya Kau menunggu pembalasan ku ? Apa kau takut ? " Ucap Allura tegas padahal dia sedang mencoba menyembunyikan rasa takut nya.


" Tapi sepertinya kau yang takut !" Richard mencengkram kerah baju allura.


" Kenapa aku harus takut, kau hanya parasit !" Sarkas allura sambil tersenyum smirk.


Richard yang kesal langsung membanting badan allura lalu dia menginjak tangan allura yang terluka sampai mengeluarkan darah lagi.


" aaaah " teriak allura kali ini dia bisa merasakan sakit, teriakan allura itu terdengar oleh Zara yang masih berada di sana, Zara dengan cemas keluar mobil dan langsung berlari kedalam untuk melihat apa yang terjadi.


Allura berusaha melepaskan tangan nya dengan susah payah, pak Alvin yang sedari tadi hanya menonton akhirnya menolong allura, dia mendorong Richard lalu membantu allura bangun.


" Jangan sok kuat, kau hanya gadis lemah jadi jangan angkuh !" Bisik pak Alvin di telinga allura.


" Apa yang terjadi ?" Tanya Zara


" Kenapa kau kesini, masuk ke mobil !" Bentak Pak Alvin kepada Zara, entah kenapa akhir akhir ini pak Alvin kesal dan suka marah marah padanya.


" Tapi allura terluka !" Zara melihat allura memegang tangan nya yang terlihat mengucurkan darah, pak Alvin tak peduli dia langsung menarik kasar Zara ke mobil, mereka pun pergi dari sana.


Dalam perjalanan pulang allura merasakan tangan dan punggung nya sangat sakit sampai sampai mobil nya oleng karena allura tidak bisa fokus.


Aidan yang masih mengikuti nya merasa khawatir melihat mobil allura perjalan pelan dan sesekali oleng.


Aidan tadinya berniat untuk menyuruh nya berhenti tapi allura sudah berhenti duluan, allura membuka jaket nya lalu membuka perban yang membalut tangan nya perlahan, Aidan yang ikut berhenti menghampiri mobil allura lalu mengetuk kaca mobil nya.


" Ya ampun !" Allura kaget karena tiba tiba Aidan berdiri di sebelah mobil nya,


" Buka " suruh Aidan, allura pun membuka kunci pintu mobil nya.


" Apa yang terjadi ? Kenapa tangan mu jadi bengkak seperti ini ?" Aidan memeriksa tangan allura.


" Kenapa kau disini ?" Tanya allura dengan suara yang bergetar.


" Itu tidak penting ! Allura apa kau kesakitan ?" Allura mengangguk, Aidan langsung mengambil alih kemudi karena allura sudah terlihat pucat dan berkeringat dingin, Aidan langsung membawa allura ke rumah sakit.


" Kamu bisa tahan ? Kita sebentar lagi sampai ! Tahan yah ! " Aidan sesekali melihat kondisi allura yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya.


Mereka pun sampai di rumah sakit, Aidan langsung menggendong allura yang sudah terkulai lemah, allura pun segera mendapatkan penanganan.


" Kenapa lukanya bisa jadi seperti ini ? " Tanya dokter ke Aidan


" apa lukanya kena infeksi?"

__ADS_1


" Bengkak nya bukan karena infeksi tapi seperti terkena benturan, apalagi luka yang di tangan nya sampai menimbul kan memar !" Aidan langsung tercengang.


" sebenarnya apa yang terjadi ?" benak Aidan


" Saya sudah memberinya obat pereda sakit dan salep di semua lukanya, setelah dia istirahat dia boleh pulang !" Ujar dokter.


" Iya dok terimakasih banyak !" Jawab Aidan.


****


Aidan menemui allura yang sudah baikan sekarang, dia tidak mau bertanya apapun walau pun sebenar nya ingin karena Aidan tidak mau marahan lagi sama allura.


" Mau pulang sekarang ?" Tanya Aidan lembut, allura mengangguk lalu Aidan merangkul allura


" Apa masih sakit ?"


" Iyah,"


" Kamu memang keras kepala, sudah aku bilang kan tadi untuk mengoleskan salep dulu ."


" Aku kesal karena kalian berdua menyebalkan !"


" Yaudah maaf kan aku ! Aku hanya ... ." Aidan tidak melanjutkan ucapan nya karena allura menatap nya sinis.


" sudah lah lupakan saja, Dasar si keras kepala !" Ledek Aidan lalu dia mengelus kepala allura dan mengecup keningnya.


Sebenarnya Aidan merasa lega saat allura sudah bisa merasakan sakit lagi itu berarti psikis allura sudah mulai kembali normal.


saat perjalanan pulang allura terlihat sudah tertidur pulas mungkin karena efek obat yang tadi dia minum.


" Kenapa dia Manis sekali, bahkan sedang tidur pun dia terlihat menggemaskan !" Ucap Aidan tak bosan memandangi wajah allura.


" Kenapa sudah sampai, aku masih merindukannya !" Keluh Aidan saat sudah tiba di depan rumah allura, Aidan meraih tangan allura lalu mengecupnya, kecupan nya itu membangunkan allura.


" Sudah sampai ?" Aidan mengangguk


" Harus nya aku menculik mu tadi !" Gurau Aidan.


" Apaan sih !" Allura menarik tangan nya yang masih di pegang Aidan, lalu keluar dari mobil


" aku masih merindukan mu !" Aidan mengikuti allura lalu memeluknya dari belakang.


" Kau harus pulang !"


" Aku masih kangen ..! " Ucap Aidan dengan nada manja membuat Allura merasa jijik mendengar nya.


Hingga dia mengkerut kan kening nya, Aidan malah tertawa melihat ekspresi allura itu, lalu dia mengecup bibir allura


" kau sangat manis " ucap Aidan, membuat allura salting, allura pun berjinjit lalu merangkul pundak Aidan untuk menciumnya, Aidan pun membalas ciuman allura itu, dan akhirnya merekapun saling berciuman di bawah sinar bulan.

__ADS_1


__ADS_2