
Richard terus menahan pak Alvin supaya allura dan Zara bisa kabur, namun dia harus mendapat beberapa pukulan dari pengawal pak Alvin yang berusaha menolong bos nya.
Pak Alvin pun bisa lepas dari Richard lalu segera pergi menyusul allura dan Zara, sementara Tante Sarah sudah tak sadarkan diri karena menerima pukulan dari orang-orang tak berprikemanusiaan itu.
" Dimana mereka berdua ?"
" Mereka di kamar di ujung lorong " ujar seorang pengawal.
Pak Alvin dengan wajah penuh amarah berjalan ke arah kamar dimana allura dan Zara bersembunyi.
" Minggir .!" Suruh pak Alvin kepada beberapa orang yang sedang mencoba membuka pintu. Lalu dengan santai dia berjalan ke depan pintu seraya bersiul.
" Zara ? Allura ? Buka pintunya ! Kalian harus menerima hukuman ," ucap nya dengan nada rendah namun membuat Zara dan allura ketakutan.
" Kita harus menelpon polisi ," Ucap Zara
" kita tidak membawa ponsel ," Allura mulai panik.
" Kita coba cari jalan keluar dari sini, " allura mencoba membuka jendela namun ternyata kamar nya itu memiliki keamanan yang kuat sehingga mereka tidak bisa membobol jendela.
" Aaah kenapa kita harus masuk kesini, " allura sudah mulai frustasi sementara pak Alvin terus menakuti mereka dari luar.
Sampai dia menembakkan satu peluru ke arah pintu membuat Zara dan allura terperanjat kaget.
" Aku gak mau mati !" Zara kembali menangis.
" Tidak akan ada yang mati, sebaik nya kau membantu ku !" Allura terus mencoba membuka tralis besi di jendela namun gagal karena itu terlalu kuat.
Hingga akhirnya pak Alvin dan dua pengawal nya berhasil mendobrak pintu, Zara dan allura langsung berlari ke pojokan.
" Kau masih tidak ada takut nya hah ," ujar pak Alvin seraya perlahan mendekati mereka berdua.
" Kemari kau !" Pak Alvin menarik Zara dengan kasar
" Dasar anak kurang ajar !" Bentak nya sambil menampar keras wajah Zara hingga membuat Zara tersungkur.
" Apa yang kau lakukan .!" Teriak allura sambil berniat menolong Zara namun di tahan oleh seorang pengawal.
Lalu pak Alvin tanpa ada rasa iba terus memukul Zara yang tengah menangis meminta ampun, namun pak Alvin tidak menghiraukannya.
" Dasar kau memang psikopat sialan, dia anak mu !!" Teriak allura tidak tahan melihat Zara di siksa.
Pak Alvin langsung berhenti memukul Zara dan berbalik ke arah allura. Dengan wajah bengis dia berjalan perlahan ke arah nya.
" Apa kau bilang ? Psikopat? Kurang ajar !!" Pak Alvin menampar allura dengan sangat keras hingga melukai ujung bibirnya.
__ADS_1
Pak Alvin bersiap untuk memukul allura lagi tapi Zara dengan sisa tenaga nya mendorong ayah nya hingga dia terjungkal.
Lalu allura mencoba melepaskan dirinya dari sergapan seorang pengawal, lalu membantu Zara berdiri namun sayang pak Alvin langsung melepaskan tembakan dan mengenai Zara.
Allura langsung histeris melihat Zara tersungkur dan darah yang mulai mengalir dengar deras nya dari badan Zara.
" Tidak ... Tidak Zara, jangan !" Allura berusaha membawa Zara pergi namun pak Alvin segera menghentikannya.
Pak Alvin menarik allura yang sedang berusaha menolong zara lalu dia memukul kepala allura menggunakan pisto seraya mengumpat kasar kepadanya.
Darah mulai mengalir dari kepalanya beriringan dengan keringat dan air mata yang juga turut membasahi wajah nya.
Lalu pak Alvin kembali menodongkan pistolnya ke kepala allura, allura nampak sudah pasrah dengan apa yang akan menimpanya, allura berpikir bahwa inilah saat nya dia menjemput mautnya.
Namun pertolongan masih belum habis, dengan keadaan babak belum Richard datang melepaskan satu tembakan yang pas mengenai lengan pak Alvin.
Richard langsung menodong dua pengawal itu untuk tidak melakukan apapun, lalu Richard mengambil pistol pak Alvin yang lepas dari genggaman nya.
Sementara pak Alvin sudah tersungkur tak sadarkan diri.
" Cepat pergi dari sini ! Aidan akan menjemput mu. " ujar Riko seraya waspada kalau kalau pak Alvin kembali menyerang.
" Bawa ini untuk jaga jaga .!" Richard memberikan pistol milik nya kepada allura.
Belum sempat lari pak Alvin kembali sadar dan langsung menghajar Richard alhasil pak alvin dan Richard kembali saling menyerang.
pak Alvin berhasil merebut kembali pistol milik nya dan langsung mengarah kannya ke arah allura yang hendak pergi dari sana, Richard langsung menghadang nya alhasil tembakan itu mengenai bahunya.
Allura kembali harus menyaksikan hal yang mengerikan lagi, suara tembakan itu sungguh sangat mengerikan baginya.
" Sudah ku bilang kau adalah anjing ku, kau harus nya menuruti semua perkataan ku goblok !!" Pak Alvin memarahi Richard yang sedang menahan sakit akibat terkena tembakan.
" Jangan bergerak, satu langkah lagi aku akan memecahkan kepalanya ," ancam pak Alvin kepada allura.
Allura dengan mata dan badan yang bergetar mencoba patuh agar tidak ada lagi tembakan yang terjadi.
Namun Richard dengan kekuatan yang tersisa kembali melakukan perlawanan membuat pak Alvin benar benar menembak kepala Richard di hadapan allura.
Sesaat setelah tembakan di lepaskan allura langsung tersungkur bersamaan dengan badan Zara yang tengah di bopong nya.
Allura kembali harus melihat lautan darah, allura memandangi darah mengucur di lantai tanpa bereaksi apapun.
Mata nya mulai memerah namun air matanya nya seakan enggan untuk keluar sehingga membuat dadanya sesak.
Allura mencoba mengatur nafas yang tersengal lalu menatap pak Alvin dengan tatapan marah.
__ADS_1
" Ups Aku tidak sengaja," ujar nya santai lalu dia bejalan ke arah allura yang tengah duduk lesu di lantai.
" Giliran mu !" Pak Alvin mengarah kan pistol nya lagi ke kepala allura.
Allura menatap nya tanpa ada rasa takut dan terlihat menantang
" Aku suka tatapan itu, tapi sayang kau harus segera menutup mata mu itu !" Ucap pak Alvin lalu dia segera menarik pelatuk nya.
Dan ternyata pelurunya telah habis, allura langsung tersenyum smirk kepadanya lalu allura perlahan mengeluar kan pistol pemberian Richard tadi.
Allura menirukan mimik wajah pak Alvin saat hendak menembak, allura mengarah kan pistol itu ke arah pak Alvin yang berada tepat di hadapan nya.
Allura sekarang seperti tengah kerasukan, sorot matanya sangat tajam dan senyum di bibir nya terlihat sangat mengerikan.
Hal itu mulai membuat pak Alvin merasa terintimidasi.
" Aku akan membunuh mu , aku akan mengirim mu ke neraka, aku akan memecah kan kepala mu juga ," ucap allura, lalu tanpa ragu allura menarik pelatuk pistol yang di genggamnya dan langsung mengenai bahu pak Alvin.
Allura terus meracau hal hal yang selalu ingin dia lakukan kepada pembunuh keluarga nya, allura sekarang terlihat seperti psikopat yang tidak punya rasa iba sama persis seperti pak Alvin.
Pak Alvin yang mulai tak sadar kan diri karena darah terus mengir dari dua peluru yang berhasil melukai nya.
Allura tanpa ada rasa bersalah menginjak luka nya hingga membuat pak Alvin berteriak kesakitan.
Mendengar pak Alvin mengerang kesakitan, allura malah tertawa mungkin dia telah kehilangan akal sehat nya atas apa yang dia saksikan kembali membawa nya ke masa kelam yang membuat nya kembali trauma dan depresi.
" Kau telah meremeh kan ku, tapi lihat sekarang siapa yang akan segera menutup mata," ucap allura.
****
Sementara Aidan baru sampai setelah tadi mendapat telepon dari Richard Aidan langsung bergegas pergi, namun dia terlambat semua nya telah terluka.
Dan allura sudah berubah menjadi orang yang sangat berbeda, Aidan datang bersamaan dengan polisi untuk segera mengaman kan keadaan.
Semua polisi segera masuk dan menyisir seluruh ruangan dan Aidan mencoba menemukan keberadaan pak Alvin dan allura.
Mendengar suara sirine polisi membuat kepala allura sakit semua kenangan kelam masa lalu nya seakan di reka ulang di ingatan nya.
dalam ingatannya tergambar jelas saat ibu dan kakak nya harus meregang nyawa di hadapan nya akibat tembakan, tanpa sadar allura melakukan hal yang sama kepada pak Alvin.
Tanpa ragu allura melepaska dua tembakan hingga membuat Aidan dan para polisi terperanjat dan segera berlari menuju ke arah suara tembakan terdengar.
Aidan sudah berpikiran negatif tentang apa yang terjadi kepada allura dan yang lain nya, namun saat Aidan melihat situasi di ruangan itu betapa terkejut nya dia melihat allura tengah memegang pistol di hadapan badan pak Alvin yang telah meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Aidan langsung menarik allura ke dalam pelukan nya, allura masih tidak bereaksi apapun, hanya terdengar suara nafas nya yang terengah-engah.
__ADS_1
pandangan mata nya kosong serta badan nya sangat dingin dan bergetar, allura tidak bicara atau pun menangis hingga akhirnya allura kehilangan kesadaran nya.
semuanya telah berakhir bagi allura, dendam nya sudah terbalaskan, dia benar benar membalas nyawa dengan nyawa.