Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
dia membuat ku jadi " gila "


__ADS_3

Zara mengajak Tante Sarah untuk pergi ke kantor ayah nya, dia tahu kalau allura pasti datang menemuinya di sana.


Zara meminta petugas keamanan untuk menunjukan cctv tadi siang namun tentu saja ayah nya sudah mengaman kannya lebih dulu.


" Aku lupa ayah ku pasti sudah merencanakan nya dengan rapi " gumam Zara


" Kenapa dengan ayah mu ?" Tanya Tante Sarah


" Tidak Tante, aku hanya bergumam "


Sekarang Zara bingung harus mencari allura kemana, dia harus cepat sebelum ayah nya bertindak lebih jauh.


Namun ayah nya sudah mulai mencarinya, dia kini menelpon Zara dan Zara takut untuk menjawab nya.


" Gimana ini, ayah ku pasti akan membunuh ku " benak nya, dengan tangan bergetar dan hati yang risau Zara mengabaikan panggilan dari ayah nya.


Karena Zara tidak menjawab nya, pak Alvin mengiriminya pesan


✉️ " Cepat pulang kau harus di beri pelajaran."


Zara langsung lemas setelah membaca pesan dari ayah nya,


" Kamu kenapa ?" Tanya Tante Sarah khawatir melihat Zara tiba tiba lunglai.


" Tante boleh aku menginap di rumah Tante ? " Tanya Zara tiba tiba membuat Tante Sarah heran


" Boleh, tapi kita harus mencari allura dulu sekarang "


" Ok, kita coba tanya security kali saja mereka tahu " ujar Zara sambil bergegas menemui salah satu security.


Si security bilang tadi siang memang terjadi keributan karena ulah allura, terus dia melanjutkan bahwa pak Alvin memberitahu semua orang bahwa allura mengalami gangguan jiwa dan membawa nya pergi ke rumah sakit jiwa.


Zara dan Tante Sarah langsung tercengang


" Kenapa ayah mu berbuat seperti itu ?" Tante Sarah tidak mengerti apa yang tengah terjadi sekarang, tapi Zara mencoba menenangkan nya.


Merekapun pergi mencari allura di ke rumah sakit jiwa terdekat. Di dalam mobil tante Sarah terus bertanya tanya bisa bisanya pak Alvin memasukan allura ke rumah sakit jiwa tanpa persetujuan nya.


" Sebenarnya ada apa ini Zara ? Apa kau tahu sesuatu ?" Tanya Tante Sarah


" Ak-aku juga tidak tahu " ujar Zara masih tidak mau memberitahu apa yang terjadi sebenarnya.


Mereka pun sampai di sebuah rumah sakit jiwa, mereka segera menanyakan keberadaan allura kepada resepsionis, tapi resepsionis itu enggan memberitahu mereka.


Merasa ada yang aneh Tante Sarah terus mendesak resepsionis itu untuk memberitahukan apakah allura di rawat di rumah sakit itu.


Hingga menimbulkan kegaduhan, seorang perawat pun datang untuk menangani keributan itu, perawat itu adalah orang yang memberi obat penenang pada allura.


Dan sepertinya dia sudah di bayar untuk menyembunyikan allura oleh pak Alvin, karena dia memberitahu Tante Sarah bahwa di rumah sakit itu tidak ada pasien bernama allura.


Tapi tante Sarah tidak percaya


" Kau mau membohongiku ? Ujar Tante Sarah mulai kesal, tapi Zara segera membawa Tante Sarah keluar dari rumah sakit itu.

__ADS_1


Saat hendak keluar mereka bertemu dengan pak Alvin yang terlihat sudah sangat marah, Zara pun terperanjat melihat ayah nya berjalan ke arah nya.


Keringat dingin tiba tiba mengucur di keningnya dan jantung nya berdegup kencang saking takut nya.


" Zara !! Kau mau melawan ayah mu ?" Teriak nya membuat orang orang yang ada disana tersentak.


" Pulang !!" Lanjut nya, Zara terlihat sudah sangat ketakutan sekarang dia bersembunyi di belakang Tante Sarah, melihat Zara ketakutan Tante Sarah mencoba membelanya.


" Biarkan dia bersama ku, dia sedang membantu ku " ujar Tante Sarah


" Ini urusan keluarga sebaik nya kau tidak usah ikut campur " ujar pak Alvin dingin.


" Tapi ... "


" Jangan ikut campur !" Pak Alvin memotong ucapan Tante Sarah lalu dia menarik Zara.


Zara terpaksa menuruti perintah ayah nya, tante Sarah pun tidak bisa berbuat apapun.


" Baiklah itu urusan keluargamu, aku tidak berhak ikut campur, tapi ini mengenai keluarga ku, dimana allura ?" Tanya Tante Sarah


" Dia sedang di rawat di rumah sakit jiwa " jawab pak Alvin datar.


" Kenapa kau mengirimnya ke rumah sakit jiwa ? Dia tidak gila !"


" Benarkah tapi dia bertingkah seperti orang gangguan jiwa, dia selalu bertindak impulsif "


" Jaga ucapan mu ! Dimana dia sekarang aku akan membawa nya pulang !" Bentak Tante Sarah.


" Kau mau kemana ? Aku belum selesai bicara !" Teriak Tante Sarah, tapi pak Alvin tidak menggubrisnya, pak Alvin masuk ke dalam mobil nya dan langsung berlalu pergi.


Tante Sarah pun mengusap rambut nya kasar, sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa, sedang dia belum tahu keberadaan dan keadaan allura sekarang.


" Jangan biarkan wanita itu datang lagi kesini, kau harus pandai berbohong ! " Ujar perawat tadi kepada seorang resepsionis.


" Baik " jawab nya.


****


Karena masih tidak bisa menemukan allura, Tante Sarah memutuskan untuk pulang dengan perasaan campur aduk, antara kesal, marah, kecewa dan juga khawatir.


" Apa yang harus aku lakukan ? Kenapa hal buruk selalu menimpa keluarga ku tuhan " ucap Tante Sarah , tak terasa air matanya mulai mengalir di pipinya.


Sesaat kemudian Aidan menelpon nya hendak menanyakan allura, Tante Sarah seraya menangis menceritakan semua nya kepada Aidan.


" Apa ? Allura di rumah sakit jiwa ? Kenapa ?" Tanya Aidan tercengang mendengar hal itu.


" Kakak nya ayah allura memasukan nya kesana, tapi dia tidak memberitahu ku dimana tempat nya, sampai sekarang Tante belum bisa bertemu dengan dia " ujar Tante Sarah dengan suara lirih.


Aidan bingung harus berbuat apa sedang keadaan nya masih belum pulih, sementara hatinya mengkhawatirkan keadaan allura.


" Tolong allura, Aidan !" Aidan semakin bingung harus bilang apa kepada Tante Sarah yang terdengar sudah putus harapan.


" Iyah Tante, saya akan berusaha menemukan dia, Tante tenang saja, ok !" Jawab Aidan mencoba menenangkan Tante Sarah, walaupun dia sendiri panik dan tak berdaya sekarang.

__ADS_1


" Kakak nya pak Kevin ? Pak Alvin? Kenapa dia melakukan hal itu ?" Gumam Aidan , Aidan pun hendak menghubungi Riko guna meminta bantuan nya, namun sayang Riko masih belum bisa di hubungi


" Kemana dia ? Lagi di butuhin malah ngilang " gerutu aidan.


****


Sementara allura mulai terbangun, tapi badannya terasa ngilu dan kepalanya pusing.


" Apa yang terjadi dengan ku ? Kenapa kepalaku pusing sekali " keluh allura,lalu dia kembali berbaring.


Tapi kepalanya malah semakin sakit, sampai membuat allura menjerit saking sakit nya.


Mendengar allura menjerit, perawat tadi datang lagi dan membawakan allura obat.


Allura sempat menolak nya tapi perawat itu memaksanya, hingga obat itu bisa masuk ke kerongkongan allura.


Borgol di tangan allura akhirnya di lepaskan tapi allura merasa akan ada hal buruk terjadi padanya setelah ini.


" Keluarkan aku dari sini " ucap allura dengan wajah memohon kepada perawat itu, namun perawat itu hanya menatap nya datar tanpa berkata apapun.


" Hei ! Keluarkan aku dari sini " bentak allura tapi perawat itu masih tidak menggubrisnya, dia hendak menyuntikan lagi obat penenang kepada allura.


" Apa yang kau lakukan apa kau tuna rungu, hah ?" Teriak allura sambil berontak, perawat itu menarik allura dengan kasar lalu dia memberi allura satu suntikan.


" Kau akan merasakan sakit yang amat sangat, nikmati lah !" Bisik nya tepat di telinga allura. Allura menatap nya sinis namun tak berapa lama allura kembali kehilangan kesadaran nya.


Setelah allura tidak sadarkan diri, perawat itu menyuntikan lagi beberapa obat ke dalam tubuh allura. Lalu dia di biarkan tergeletak di lantai begitu saja.


****


Keesokan harinya pak Alvin datang untuk melihat keadaan allura. Dia membangunkan allura yang masih tertidur di lantai dengan kakinya.


" Bangun kau anak bodoh " ujar pak Alvin, allura perlahan membuka mata nya tapi pandangan nya buram.


" Apa yang terjadi dengan mataku " ucap zakira, lalu saat dia bangkit kepalanya terasa sangat pusing hingga membuat nya berjalan sempoyongan.


Pak Alvin menyaksikan nya sambil tersenyum smirk.


" Lihat kau memang sakit jiwa, kau mau membunuh ku ? Ayo silahkan bunuh aku !" Ucap pak Alvin dengan suara lantang.


" Apa yang kau lakukan kepada ku !!" Bentak allura, sambil memegangi kepalanya dan mencoba memfokuskan pandangannya.


Tapi kepalanya semakin pusing membuat nya terjatuh , kemudian pak Alvin menghampirinya dan berjongkok di hadapan allura.


" Dasar payah, anak songong kau harus mendapatkan pelajaran " ucap pak Alvin sambil menunjuk nunjuk kening allura.


Dengan segenap kekuatan yang ada allura mencengkram kerah baju pak Alvin


" Dasar kau brengsek, aku akan membunuh mu !!" Teriak allura, pak Alvin langsung mendorong nya kasar hingga kepala allura membentur tembok.


" Kau merusak penampilan ku " ujar nya santai sambil merapikan pakaian nya kembali.


" Berikan dia dosis lebih tinggi lagi, aku mau melihat dia semakin gila sebelum aku membunuh nya " tukas nya kepada si perawat lalu dia pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2