Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
luka lama yang kembali tersayat


__ADS_3

Di rumah sakit Aidan menunggu dengan perasaan yang gak karuan karena kondisi allura yang kritis. luka di telapak tangan allura sangat dalam hampir menembus ke punggung tangan nya mengakibatkan Allura kehilangan banyak darah sehingga dia membutuhkan transfusi darah secepatnya


namun stok darah yang golongan nya sama dengan allura sedang kosong di rumah sakit itu, entah ini takdir atau hanya kebetulan Aidan memiliki golongan darah yang sama dengan allura, tanpa berpikir panjang Aidan langsung mengajukan diri untuk mendonorkan darah nya ke allura.


Setelah beberapa saat berjuang antara hidup dan mati akhirnya allura bisa melewati masa kritis nya, Kini kondisi allura sudah mulai stabil, detak jantung dan nafas nya sudah normal lagi, luka di tangan nya pun sudah di jahit, tapi Aidan masih gelisah karena allura masih belum siuman.


Aidan menemani allura sambil menunggu ayah dan ibunya allura datang, Aidan memandangi allura yang masih belum siuman dengan tatapan nanar, sesekali dia mengelus tangan allura yang di balut perban


" kalau begini aku jadi ingin terus melindungi mu allura !" ujar Aidan pelan


****


Richard yang merasa bersalah segera menemui pak Kevin untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


" Bang Kevin, ak..aku minta maaf aku tidak tau aku hanya ingin menyapa nya saja tadi !" ujar Richard gelagapan


" Apa yang kau lakukan pada allura ?!!" Bentak pak Kevin mengejutkan Tante Sarah yang berdiri di belakang nya


" Sabar sayang, sabar kamu jangan emosi dulu, Richard kan gak tau keadaan allura " Tante Sarah mencoba menenangkan pak Kevin yang kesal mengetahui Richard mencoba mendekati allura


" Iyah bang, sumpah aku gak tau keadaan allura, aku memang lancang tadi aku memaksa untuk memeluk allura, tapi aku gak tahu kejadian nya akan jadi seperti ini, aku menyesal aku sungguh minta maaf bang " Richard terus meminta maaf karena dia menyadari kekacauan ini terjadi karena dirinya, sejak awal datang keadaan allura baik baik saja bahkan dia bisa mengontrol emosi nya, tapi saat Richard memeluk nya tiba tiba allura lepas kendali.


" Apa kau memeluk nya ? Sudah ku bilang jangan temui allura aku sudah memperingat kan mu kan ! Dasar kau memang berandalan, harusnya kau tidak ada di sini !!" Pak kevin malah semakin kesal dia terus mencaci maki Richard, melihat suaminya semakin tidak terkendali Tante Sarah mencoba membawa nya pergi takut nya keadaan semakin panas.


Ternyata Pak Alvin sedari tadi menyaksikan kejadian itu, namun dia tidak berniat melerai karena dia juga merasa kesal karena kehadiran Richard dan anak nya pak Kevin allura acara yang seharusnya berjalan lancar dan sukses malah jadi kacau seperti ini


apalagi allura yang mengamuk di hadapan para tamu akan menimbul kan gosif miring tentang dia dan keluarga tentunya.


Richard tak bisa berbuat apapun saat Kaka keduanya itu membentak dan mencaci nya, entah kenapa akhir akhir ini Richard lebih legowo apa karena dia benar benar telah berubah.

__ADS_1


Pak Alvin berjalan melewati Richard begitu saja, tanpa bicara sepatah kata pun padanya. Sedang kan Lenatan yang sudah berada di rumah nya tak henti hentinya ngomel tentang kejadian tadi


" aku gak habis pikir apa si allura selama ini memang stres, harusnya si kevin membawa dia kerumah sakit jiwa bukan menyembunyikan nya seperti itu, aku mau lihat setelah kejadian tadi apa yang akan di lakukan orang egois itu ! " ujar Lenatan sambil melepas semua perhiasan dan beganti pakaian


****


Sementara pak Kevin dan Sarah pergi menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan allura, pak Kevin merasa sangat berterima kasih kepada Aidan, berkat dia allura bisa di selamat kan bahkan sekarang pun Aidan rela menemani allura sembari terus memberikan kabar tentang keadaan allura ke pak Kevin, sementara pak Kevin mengurus dulu kekacauan yang telah terjadi .


Suasana di kamar itu terasa sangat sunyi hanya terdengar suara detektor jantung allura dan tetesan infusan yang perlahan menetes,


Aidan masih dengan siaga nya menemani allura, sesekali dia mondar mandir untuk meregangkan kaki dan pinggang nya yang terasa pegal,


lalu dia kembali duduk sembari mengawasi keadaan allura, tanpa sadar sesekali terbersit di hatinya kenapa dia rela melakukan semua ini ? Bahkan hatinya merasakan kegelisahan kala ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada allura.


Aidan berjalan perlahan lalu berdiri di sebelah tempat tidur allura


" apakah kita memang telah terhubung oleh takdir allura ? " Gumamnya, tiba tiba mata allura perlahan terbuka, tetapi allura nampak terisak


" O rang i tu di a o rang nya ! " di dalam tangis nya allura mencoba bicara walau terbata bata Aidan mengerti apa yang yang di ucap kan allura


" orang itu ? Aku akan menangkap orang jahat itu, jadi kamu jangan khawatir lagi yah tidak akan ada yang bisa menyakiti mu lagi ok !" ujar Aidan, suara tangis allura perlahan berhenti ternyata dia kembali kehilangan kesadaran nya


Aidan pun melepaskan dekapan nya lalu dia memanggil dokter untuk memeriksa keadaanya sekarang.


****


" Dia sudah siuman ?" Tanya pak Kevin saat tiba di kamar tempat allura di rawat


" Iyah, barusan dia bangun sebentar " ucap Aidan,

__ADS_1


Dokter yang memeriksa allura bilang allura tengah tertidur dia mengalami syok berat, jadi mungkin dia akan mengalami mimpi buruk atau sesekali dia mengigau katakutan, teriak atau mungkin menangis seperti yang di lihat Aidan tadi


" Aku akan menjaga nya disini !" Ucap Tante Sarah " Aidan terima kasih banyak yah, maaf kami merepotkan kamu "


" Tidak apa apa Tante, itu sudah tugas saya !"


" Tidak ini lebih dari itu Aidan, kamu melakukan nya di luar pekerjaan kamu, kami berhutang Budi pada kamu !" pak Kevin menjabat tangan aidan


" Itu berlebihan pak " Aidan merasa tidak enak


" Kamu boleh pulang sekarang, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu tinggal minta saja, jangan sungkan yah !"


" Tidak usah seperti itu pak !" jawab Aidan malu malu


" tapi pak ada yang mau sampai kan, bisa kita keluar sebentar !" Mereka berdua pun pergi keluar kamar


" Ada apa ?" Tanya pak Kevin penasaran


" Tadi saat allura bangun dia mengigau dia bilang orang itu jahat, tapi saya tidak tahu orang itu siapa pak, kemungkinan ada sesuatu di orang itu yang memicu ingatan buruk nya muncul, mungkin suara atau aroma tubuh nya sama dengan orang yang ada di ingatan allura, atau bahkan mungkin allura mengenal wajah orang itu sebagai orang yang pernah menyakitinya pak ! " jelas Aidan, mendengar hal itu pak Kevin langsung tertegun


" Benarkah bisa seperti itu ? Mungkin kah orang itu adalah pelakunya ?" Hal itu memperkuat prasangka nya kepada Richard karena yang menyebabkan allura seperti itu adalah dia


" Euh untuk itu saya tidak tahu, hanya saja sebuah kenangan bisa terbersit kembali saat kita mengenal sesuatu yang sama persis seperti yang terjadi di masa lalu "


" Baiklah terima kasih banyak Aidan, kamu sangat membantu saya hari ini !" pak Kevin langsung mengeluarka ponsel nya untuk menelpon Riko, Aidan tahu apa yang akan di lakukan pak Kevin, tapi dia tidak mau ikut campur Aidan pun pergi untuk pulang .


Aidan mengacu sepeda motornya dengan kencang, di baju nya masih terdapat noda darah allura tapi dia tidak peduli, saat sampai di rumah Aidan langsung menjatuhkan badannya di atas tempat tidur nya


sesekali dia teringat dengan keadaan allura inginnya dia tetap berada di rumah sakit untuk menemani allura,

__ADS_1


" tapi siapa aku ? Aku tidak berhak untuk melakukan hal seperti itu !" pikir nya


bahkan Aidan tidak bisa menemui allura kecuali ada tujuan penting atau mengenai penyembuhan depresi dan traumanya.


__ADS_2