
Sepanjang jalan, Aidan tidak bisa berhenti tersenyum karena allura memeluknya bahkan laju motornya sengaja dia perlambat hanya untuk menikmati momen langka itu, Aidan sudah berani menunjukan rasa sukanya pada allura, namun allura masih belum paham sejauh ini.
" allura tunggu ! " Aidan memanggil allra saat allura hendak masuk
" aku minta nomer WA mu ! "
" Aku tidak punya ponsel "
" Apa ? Kamu dari zaman batu ? Aidan meledek allura
" Apa kau bilang ? " Allura kembali untuk menghajar nya, Aidan pun langsung melajukan motornya sambil tertawa puas.
Karena pernah mengalami depresi dan trauma berat allura sempat menarik diri dan memutus hubungan dengan dunia luar, bahkan semua alat komunikasi di sekitarnya selalu di hancurkannya termasuk tv, ponsel dan komputer.
***
sakit kepala yang di alami Richard masih belum hilang juga malah semakin membuat nya kesakitan, dia berteriak teriak dan menarik narik rambut nya, para pelayan yang mendengar suara Richard berteriak sempat khawatir namun mereka tidak berani melihat kondisinya karena Richard terlihat seperti orang kesurupan sehingga mereka takut
Setelah beberapa saat Richard mengamuk, tiba tiba suasana menjadi hening, seorang pelayan pria memberanikan diri untuk masuk, saat itu dia melihat Richard sudah tergeletak pingsan namun tak lama kemudian Richard kembali sadar, membuat si pelayan tadi segera menjauh tapi Richard terlihat lebih tenang setelah pingsan
" Anda tidak apa apa tuan Richard?" Tanya pelayan itu hati hati
" Tolong ambilkan aku minum !" Ujar nya pelan
Si pelayan di buat bingung akhir akhir ini oleh Richard, karena akhir akhir ini sikap Richard menjadi berubah ubah setiap dia mengeluh sakit kepala.
" Kenapa kau terus kembali ! Kenapa !!! " Teriak nya kepada dirinya sendiri, lalu Richard tiba tiba menangis sembari duduk di lantai
" Aku hanya ingin hidup normal !" Ucap nya dalam isakan tangis
Entah apa yang di alami Richard, sampai dia terlihat tersiksa seperti itu, isakan tangisnya menunjukan kalau dia sedang tidak baik baik saja sekarang.
***
Sementara itu keluarga allura bersiap untuk pergi, mereka berencana untuk fiting baju yang sebelum nya mereka pasan untuk acara perayaan ultah kakek nya, awalnya allura tidak mau ikut, tapi akhirnya dia mau karena ayah nya berhasil membuat nya luluh dengan jurus andalan nya untuk merayu allura.
__ADS_1
Baru setengah jalan, pak Kevin sudah merasa ada yang aneh, pak Kevin berfirasat kalau mereka seperti di ikuti seseorang
" Ada apa ?" Tanya Tante Sarah melihat pak Kevin terus terusan melihat ke sekitar
" Hemm ! Nggak ada apa apa !" Jawab nya seraya tersenyum, walaupun sudah di jaga oleh para pengawal tapi perasaan pak Kevin masih khawatir akan sesuatu
Setelah fiting baju selesai dan semua nya di rasa sudah ok, allura meminta untuk di belikan sebuah ponsel, karena sekarang dia pikir dia akan membutuh kannya.
Tanpa mereka sadari sejak tadi ada seseorang yang mengikuti dan mengambil foto mereka dari kejauhan, sepertinya firasat pak Kevin benar bahwa mereka di buntuti seseorang.
Lalu ponsel milik pak Kevin berbunyi, ada pesan masuk dari Riko, dia memberitahukan bahwa dia baru saja mendapatkan petunjuk baru bahwa orang yang terekam cctv dengan 2 pelaku lain adalah pria berusia 30 tahunan.
Pak Kevin langsung mengajak semua orang untuk bergegas pulang, namun saat allura hendak naik ke mobil, dia melihat seseorang dari kejauhan mengawasi mereka, saat menyadari dia ketahuan orang itu langsung pergi begitu saja
" Ayo masuk !" Ucap pak Kevin, qllura tidak berani untuk mengatakan apa yang dia lihat tadi, karena mungkin itu hanya perasaan nya saja karena dia masih merasa parno dengan orang lain
***
Saat tiba di rumah, pak Kevin pamit pergi lagi, dia berdalih ada urusan pekerjaan padahal dia akan menemui Riko
" Aku mendapatkan semua rekaman ini dari para pemilik mobil yang kebetulan waktu itu kamera dashboard mereka merekam orang ini ! " ujar Riko menunjukan beberapa potongan video
" Siapa itu ?" Tanya Riko penasaran,
" Teruskan pekerjaan mu !" Jawab pak Kevin lalu pergi
***
Allura memeriksa seluruh sudut halaman rumah nya dari jendela rumah, dia terlihat waspada takut nya yang tadi dia lihat adalah penguntit, namun untung nya di sekitar rumah nya tidak terlihat seseorang yang mengawasi nya.
" Kamu kenapa diam di situ ?" Tanya Tante Sarah melihat allura berdiri di atas sofa, membuat allura kaget
" Gak aku hanya memeriksa sofa ini, kayak nya kurang empuk deh , aku masuk kamar dulu yah !" Ujar nya membuat Tante Sarah bingung
" Apa Iyah ?" Tante Sarah meraba raba sofa itu " ini udah empuk banget ! Dasar anak itu ! "
__ADS_1
***
Malam pun tiba, semua orang telah terlelap namun tiba tiba di depan gerbang rumah allura terdengar beberapa orang sedang mengobrol, membuat semua orang di dalam rumah terbangun dengan perasaan takut.
Mereka takut mereka orang jahat, tapi untung nya para penjaga memeriksa nya dan mereka hanya para pemuda nakal yang baru pulang dari club' malam sambil mabuk, semua orang pun lega, pak Kevin menyuruh allura untuk kembali tidur dan jangan khawatir karena di rumah nya sudah ada penjaga jadi tidak akan ada orang jahat masuk lagi ke rumah mereka.
Namun allura telah kehilangan kantuk nya, kini dia tidak bisa tidur. Dia pun mencoba membaca buku siapa tahu dia bisa mengantuk, tapi allura malah merasa bosan, akhirnya dia iseng menelpon Aidan
Tak di sangka teleponnya di jawab
📞 Siapa ? ( Aidan setengah sadar )
📞Kamu sudah tidur ?
📞Allura ? ( Aidan langsung terbangun dari tempat tidurnya )
📞Iyah ini nomor aku
📞Kamu mimpi buruk lagi ? ( Kira Aidan setelah melihat jam yang menunjukan pukul 00:15 )
📞Enggak, aku hanya tidak bisa tidur
Karena tidak ada bahan obrolan, Aidan pun memperdengarkan sebuah musik klasik untuk membuat allura kembali tertidur lewat video call,
📞 Nanti kalau kamu sudah tidur, aku matikan telpon nya yah ! ( Allura mengangguk )
Dengan layar mengarah ke wajah nya, jadi Aidan bisa melihat allura tertidur atau tidak.
Beberapa menit kemudian allura terlihat sudah terlelap namun Aidan belum mau mematikan video call nya, dia masih ingin melihat wajah allura yang tengah tertidur, dan itu membuat nya tersenyum
" Aku akan mimpi indah malam ini ! Selamat tidur cantik ! " ucap nya lalu Aidan menutup telponnya dan kembali tidur dengan hati yang berbunga.
***
sementara itu, Richard nampak masih terjaga dia duduk di samping ayah nya yang masih koma
__ADS_1
" ayah bukan aku, aku tidak melakukan nya ! bukan aku yang melakukan semua hal buruk itu ! aku sakit ayah, tolong aku !" ujar nya sambil terisak .
entah sedang menyesal atau meminta rasa iba, yang jelas Richard nampak sangat tersiksa dan depresi, dia tak tahu harus mengadu kepada siapa sedang semua saudaranya sudah tidak ada yang benar benar peduli kepadanya.