Allura Dan Luka

Allura Dan Luka
unstoppable


__ADS_3

Setelah mengunjungi ke yayasan kampus, allura sekarang akan mengunjungi kakek nya yang masih koma, sudah lama juga allura tidak mengunjungi kakek nya itu.


Saat baru saja masuk mobil, Aidan menelpon nya


📞" Apa ?" Tanya allura jutek


📞 " Kamu lagi ngapain "


Belum menjawab allura langsung mematikan panggilan nya,


" Apaan sih, gak jelas banget !" Gumam allura, lalu dia memakai kaca mata hitam kemudian mengacu mobil nya dengan kecepatan tinggi


Karena allura mengabaikan nya lagi, Aidan pun pergi untuk menyusul nya


Karena ngebut Aidan bisa sampai bersamaan dengan allura


" apa yang kau lakukan disini ?" Tanya allura terkejut melihat tiba tiba Aidan ada di hadapan nya


" Kenapa kau mengabaikan ku lagi ?"


" Sudah lah, aku sedang tidak mood untuk berdebat !" Allura pergi meninggal kan Aidan, Aidan pun semakin kesal di buat nya, Aidan pun mengikuti allura


Saat mereka masuk suasana nya sangat sepi, rumah sebesar dan mewah itu hanya di tinggali oleh orang yang sedang koma dan para perawat serta art saja.


Ketika allura datang dia di sambut oleh para art dan mengantar nya menuju ke kamar kakek nya bersama Aidan yang terus mengikutinya.


Setelah melihat kondisi kakek nya yang masih belum ada kemajuan allura dan Aidan keluar dari kamar itu, saat berjalan melewati sebuah lorong allura melihat foto foto ayah nya dari sejak dia kecil sampai foto pernikahan nya dengan ibu kandung allura masih terpajang rapih di dinding allura jadi merindukan sosok ayah nya itu


" Kamu pasti merindukannya " ucap Aidan, allura mengangguk


" Aku sangat merindukan mereka " allura mengambil sebuah foto yang di dalam nya ada kakak, ibu, ayah dan dirinya


" Ini di ambil saat kelulusan SMA ku, kami saat bahagian saat itu, mereka bilang bangga dengan ku karena aku bisa lulus SMA di usia 16 tahun dengan nilai paling tinggi, tapi aku tidak menyangka kebahagian kami bisa berubah total menjadi kesedihan tiada akhir, mereka pergi begitu cepat meninggal kan ku sendiri " ujar allura mengenang masa masa bahagia nya dulu, mengelus pelan pundak nya untuk menguat kan nya


" Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus balas dendam !"


" Kalian tenang lah disana, aku baik baik saja mungkin aku juga akan segera menyusul kalian !" Ujar allura lagi sambil menyimpan kembali foto yang di pegang nya ke tempat asal nya


" Aku tidak akan membiarkan nya, aku akan melindungi mu !" Ucap Aidan sambil menatap mata allura, allura malah tersenyum seperti meledek nya


" Sebaik nya kamu pulang sekarang !" Allura malah mengusir Aidan


" Aku serius allura " allura tidak menghiraukan Aidan lagi, dia terus berjalan sambil melihat lihat foto jadul dari uwa, ayah dan bibi nya, namun ada orang lain yang tidak di kenal nya, yaitu Richard.

__ADS_1


Allura melihat ada foto Richard yang masih kecil mungkin usianya masih 10 tahunan, tapi wajah nya terasa tidak asing.


Allura benar benar tidak mengenali Richard, dia pun menanyakan tentang orang yang ada di foto kepada salah satu art disana,


" Ibu maaf aku mau tanya, ini siapa ?"


" Nona tidak tau ini paman nona, namanya Richard anak bungsu pak pimpinan tapi dia memang sudah lama tinggal di luar negeri, tapi beberapa waktu lalu dia pulang ke rumah ini !" Jelas ibu art


" Apa dia tinggal disini ?"


" Iyah, anda mau menemuinya ? Tapi dari seminggu yang lalu dia tidak pulang non "


" Dimana kamar nya ?" Art itu pun menunjukan nya, allura mencoba memasuki kamar Richard dengan perlahan, kamar nya terlihat biasa, allura menyusuri setiap sudut hingga dia berhenti di sebuah lemari, allura membukanya lalu Allura tiba tiba merasa pusing, Aidan langsung menolong nya


" Kamu kenapa ?" Tanya Aidan cemas


" Aroma itu " saat lemari terbuka ternyata allura mencium aroma yang sama saat dia bertemu Richard di perayaan waktu itu dan aroma yang sama juga dengan penjahat yang melecehkannya


" Kenapa aroma baju paman ku sama dengan orang jahat itu !" Allura merasa semakin pusing dan lemas Aidan pun membopongnya lalu menduduk kan nya di atas tempat tidur Richard


" Apa ? Aroma ? Maksud mu wangi parfum ?" Tanya Aidan, allura mengangguk


" Apa kamu benar benar tidak mengenali paman mu ?" Allura mengangguk lagi


" Tapi katanya kamu bertemu dengan dia di acara perayaan waktu itu, kau tidak mengingat nya?"


" Aku sudah mengira orang yang ada di hari perayaan adalah pelakunya, tapi ternyata dia benar paman ku apa mungkin ..." Allura tidak melanjutkan ucapan nya karena dadanya terasa sakit dan sesak, Aidan semakin cemas lalu meminta ibu ART untuk mengambilkan air hangat.


" Kami juga sedang menyelidiki Richard " Aidan keceplosan


" Kami ? Maksud nya kami siapa ?" Allura jadi penasaran


" Ah anu maksud ku " Aidan jadi gelagapan karena keceplosan


"Ayo jelaskan, apa maksud nya !! " Allura mencengkram baju Aidan


" Iya iya aku akan jelaskan, tapi lepaskan dulu " allura pun melepaskan cengkraman nya.


Aidan menjelaskan tentang bagaimana bisa dia jadi terlibat dalam kasus nya


" Kenapa kamu merahasiakan nya dariku ?"


" Karena ayah kamu bilang kamu tidak boleh tau "

__ADS_1


" Jadi kamu sudah bertemu dengan orang yang bernama Riko ?" Aidan mengangguk


" Tunggu, kamu tahu dia ? Kamu menghubungi nya ?" Tanya Aidan


" Aku akan melanjutkan penyelidikan " ucap allura dengan sorot mata berapi api lalu pergi keluar dari kamar itu


" Hei hei, itu terlalu berbahaya, kamu jangan ikut campur " Aidan mengejar lalu menarik tangan nya


" Ini tentang balas dendam ku, aku harus menghabisi si bajingan ini dengan tangan ku sendiri !! " ucap allura dengan nada penuh kemarahan dan menarik kasar tangan nya yang di pegang Aidan


" Iyah tapi aku mohon, dia orang yang berbahaya, dia sudah membunuh ibu dan kakak mu tanpa ampun bahkan ayah mu juga kemungkinan karena ulah dia, jangan sampai kamu jadi yang selanjutnya !" Aidan memohon dengan sangat dan mencoba menghalangi allura


" Kalau aku harus mati , Aku akan menghadapi kematian ku langsung, minggir !!" Allura mendorong Aidan, allura masuk ke mobilnya dia ingin pergi ke suatu tempat,


Aidan tidak bisa menghadapi ke keras kepalaan allura, dia menatap kepergiannya dengan cemas,


mobil allura pergi dengan cepat, merasa allura akan memancing bahaya Aidan langsung mengikuti nya.


Allura pergi ke apartemen paradise city untuk melanjutkan apa yang belum di selesaikan oleh ayah nya, itu lah isi pemikiran nya saat dia mengetahui penyelidikan nya berhenti saat ayah nya akan mencari informasi tentang seseorang di sana


" Aku akan mencari tahu langsung apakah orang yang tinggal di sana adalah si Richard atau bukan " gumam allura,


Menurut nya, siapapun yang tinggal di penthouse itu kemungkinan adalah pelakunya atau dia kunci utama kasus itu


Saat allura tiba, dia langsung menuju ke ruangan cctv tanpa basa basi dia mengambil alih komputer yang ada di hadapan nya, petugas disana tidak bisa berbuat apa apa, karena dia tahu siapa allura.


Tanpa perlu waktu lama, dengan kecerdasan nya allura langsung bisa menemukan cctv lain yang merekam tersangka, namun wajah nya masih tidak bisa di pastikan karena dia selalu menutupi wajah nya.


Allura pun bertanya pada salah satu petugas disana tentang siapa dia, petugas itu pun tidak tahu karena orang itu tidak memberi tahu identitasnya, namun dia bisa langsung jadi pemilik satu unit apartemen kelas 1 disana.


" Tentu saja dia pasti punya orang dalam " allura ingin langsung menemuinya, saat sudah memaksa bagian resepsionis untuk memberi tahu no unit orang yang ada di cctv allura langsung pergi ke sana tanpa rasa takut.


" Semua orang disini tahu orang ini, tapi tidak ada yang tahu tentang identitas nya, aneh sekali aku yakin dia bukan orang sembarangan " tring suara lift terdengar saat sudah sampai di lantai teratas


" Penjahat seperti apa yang tinggal di penthouse mewah " allura semakin yakin kalau pelaku pembunuhan keluarganya adalah Richard, paman nya sendiri


saat allura menekan bel penthouse itu tak ada yang menjawab, setelah beberapa menit allura berdiri didepan pintu tak ada seorang pun yang menjawab, sepertinya di penthouse itu sedang tidak ada orang, allura pun memutuskan untuk pergi tapi bukan pulang dia menemui pak Alvin untuk langsung menanyakan orang yang tinggal di penthouse itu.


" Kalau kau sampai terlibat, aku akan langsung membunuh mu !" Gumamnya seraya bergegas menuju ke mobil nya


Tanpa allura sadari sedari tadi Aidan terus mengikuti dan mengawasi nya, selama Aidan mengawasi allura


Aidan melihat para karyawan di sekitar nya terlihat mencurigakan, semua nya terlihat selalu melapor kan situasi dan kondisi kepada seseorang selama allura berada di sana,

__ADS_1


mereka tidak sadar kalau Aidan memperhatikan mereka.


Aidan merasa kalau allura sedang jadi target selanjutnya, dia langsung memperingat kan allura lewat telepon, namun allura tidak menjawab nya, aidan pun mengikutinya lagi saat dia melihat allura sudah masuk ke mobil nya dan pergi.


__ADS_2