
Seminggu berlalu setelah kematian sang ayah, allura tidak ingin terus berkabung karena kini dia harus balas dendam, dia tidak boleh terlihat lemah
langkah awal yang dia lakukan adalah merubah penampilan dirinya menjadi terlihat berwibawa dan di segani.
Dengan rasa percaya diri yang dia punya dia menghadiri rapat pengalihan jabatan yang di selenggarakan di kantor pusat, semua orang terkejut dengan kedatangan allura di sana karena di kiranya allura masih sakit termasuk uwa nya pak Alvin dan Tante nya Lenatan yang sudah siap duduk rapih untuk mendapatkan jabatan baru dan warisan tambahan.
" Allura ? Apa itu kamu ? " Tanya Lenatan yang tercengang melihat penampilan allura, allura hanya melirik nya sebentar
" Waah... apa yang terjadi dengan mu ? Kau baik baik saja kan ? " Lenatan masih tidak percaya dengan perubahan yang cepat pada allura
" Kenapa ? Aku terlihat luar biasa kan !" Jawab allura dengan nada angkuh
" Ya ampun nada bicara mu juga berubah, kau jadi terlihat seperti ayah mu, aku jadi cemas !" Lenatan masih memandangi allura
" Tenang aunti, aku tidak gila atau depresi aku waras dan emosi ku stabil aku tidak akan mengacau lagi !" Ujar allura
Pak Alvin mendekati allura lalu berbisik di telinga allura
" Hei allura, kamu ngapain disini trus kenapa kamu berpenampilan seperti ini ?"
" Lah aku berhak datang dong, kan aku ahli waris satu satunya dari ayah ku !" Jawab allura datar, acara akan segera di mulai pak Kevin pun kembali ketempat nya.
Notaris kantor membacakan surat wasiat yang telah di tulis pak Kevin sejak lama bahwa semua aset dan saham milik nya di alihkan atas nama anaknya allura keputusan ini tidak bisa di ganggu gugat karena sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak dan telah di sah kan oleh pengadilan.
Sedang untuk jabatan CEO yang sebelum nya di Jabat oleh ayah allura kini di serah kan ke pak Alvin. Setelah beberapa pertimbangan dan berbagi pendapat Rapat pun selesai tanpa ada yang protes
semua orang keluar dari ruangan itu tapi pak Alvin menyuruh allura untuk menemui nya sebentar di ruangan nya.
" Selalu ada sisi baik nya dari setiap musibah, selamat kau sekarang bisa menjabat posisi yang sangat kau ingin kan !" Ujar allura sambil duduk di sofa tamu mendahului pak Alvin
" Hei jaga ucapan mu, sekarang kau jadi tidak sopan !" Bentak pak Alvin
" Benarkah, tapi aku suka aku yang sekarang !" Allura malah sengaja membuat pak Alvin kesal, pak Alvin hanya bisa menghela nafas
" Sudahlah, dari pada seperti itu sebaik nya kau kembali sekolah !"
" Untuk apa ? Aku sudah pintar dan aku sudah kayak, bahkan aku lebih kaya dari anda !" Allura lagi lagi berkata angkuh dan tidak sopan, membuat pak Alvin semakin kesal
" Apa kau akan terus seperti ini ? "
" Mungkin !"
" Hei allura kamu jangan main main dengan perusahaan, kau menjadi pemilik saham terbesar berkat ayah mu jadi kamu harus jaga sikap !!" Pak alvin mulai menaikkan nada suara nya
" Iyah Iyah pak CEO yang terhormat, aku akan menjaga sikap, kalau begitu aku pergi dulu ! " allura berdiri dan membungkuk lalu pergi meninggal kan ruangan itu, saat di parkiran allura berpapasan dengan Tante Lenatan yang super julid kepadanya
" Lihat dirimu sekarang, setelah datang dengan dandanan nyentrik seperti itu, pulang pulang jadi pemegang saham terbesar, luar biasa !" Lenatan bertepuk tangan kecil dengan tujuan meledek allura
" Hebat kan aku, aku tidak perlu berusaha keras tapi tiba tiba aku rich, kamu pasti iri !" Allura balik meledek Lenatan sambil memasangkan kaca mata hitam nya dan naik ke mobil Lamborghini hitam nya,
"tiiinn" allura menekan klakson yang mengagetkan lenatan lalu dia mengacu mobil nya dengan cepat
" Dasar anak kurang ajar, buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya !" Lenatan benar benar di buat kesal oleh allura hari ini
Ekspresi wajah allura berubah menjadi serius dan dingin saat meninggal kan gedung kantor pusat,
sepertinya allura tau bahwa Kaka dan adik dari ayah nya itu munafik semua, memang dari dulu pun allura tidak menyukai mereka. .
" Drrrr drrrr " ponsel allura bergetar nampak nama Aidan terpampang dilayar ponsel nya , namun allura tidak mau menjawab nya .
Sejak seminggu lalu Aidan mencoba menghubungi allura namun tidak pernah di angkat, pesan nya pun tidak pernah di balas, saat Aidan berkunjung ke rumah nya pun allura menolak bertemu, sikap allura itu membuat Aidan khawatir.
__ADS_1
"Ting" suara notifikasi pesan masuk
" Allura apa kau baik baik saja ? Aku mohon jawab telepon ku, atau setidaknya balas pesan ku " isi pesan Aidan, allura masih mengabaikan nya
" Allura aku khawatir "
" Apa tangan mu sudah sembuh ?"
" Allura please!"
" Allura....!"
" Allura...!" Ponsel allura terus berbunyi karena Aidan terus mengirimi nya pesan
" Ya ampun berisik sekali, kenapa dia terus menghubungi ku !" Allura mulai kesal lalu mencoba mamatikan ponselnya, namun saat akan di matikan satu pesan lagi masuk
" Allura aku merindukan mu " isi pesan terakhir dari Aidan,
allura terdiam saat melihat isi pesan itu dari layar utama ponsel nya, lalu dia tersadar saat mendengar klakson mobil di belakang nya menyuruh nya segera maju karena lampu sudah hijau.
Sepanjang jalan allura jadi bimbang terhadap Aidan, tak lama kemudian Aidan menelpon allura lagi berharap kali ini allura mau menjawab nya, allura pun menyerah dan menjawab panggilan telepon dari Aidan yang di sambungkan ke panggilan di mobil nya
" Akhirnya kau menjawab telepon ku !" Ucap Aidan lega
" Kenapa ? Kita sudah tidak ada urusan lagi, aku sudah sembuh aku sudah baik baik saja sekarang jadi kita tidak ada alasan untuk bertemu lagi " allura langsung menutup kembali panggilan Aidan sebelum Aidan sempat berbicara
Kesabaran Aidan pun habis, dia yang sedang berada di luar langsung menancap gas menuju ke rumah allura.
" Kenapa dia tiba tiba jadi seperti itu, apa aku berbuat salah padanya " gerutu aidan karena kesal selama seminggu ini allura mengacuh kan nya,
allura tiba di rumah nya tak lama kemudian Aidan juga sampai di sana, allura yang mendengar suara motor berhenti di depan rumah nya pun menoleh lagi ke belakang
" Ya ampun dia bertekad sekali " gumam allura saat melihat Aidan datang, allura tidak mau memperdulikan nya jadi dia berlalu pergi untuk segera masuk ke rumah nya, Aidan pun memanggil nya namun allura mengacuhkannya Aidan pun berlari untuk menghampiri allura
" Kenapa ? Ini aku yang sebenar nya, penampilan ku yang kemarin kemarin itu hanya karena aku sakit !" Jawab allura dengan nada judes
" Euh aku tidak peduli dengan penampilan mu, tapi kenapa kau menghindari ku ?"
" Aku tidak menghindari mu aku hanya tidak mau bertemu dengan mu lagi !"
" Kenapa kau tidak mau bertemu dengan ku lagi ? "
" Sudah ku bilang tadi, kita sudah tidak punya urusan lagi ! " Jawab allura sambil berlalu pergi
" Aku belum selesai bicara, hei allura " teriak Aidan karena allura terus berjalan dan mengacuhkan nya lagi, Aidan pun mengejarnya lalu menarik tangan allura
" aku bilang aku belum selesai bicara !" Ucap Aidan merendah kan suaranya
" Kamu mau bicara apa lagi ?" Tanya allura sedikit membentak.
" Kenapa kita harus mempunyai urusan untuk bisa bertemu ? Walaupun kau sudah merasa sembuh tapi aku selalu khawatir dengan keadaan mu, aku selalu cemas saat kamu sendirian aku selalu merasa khawatir dengan keadaan mu, jadi aku mau kamu mengijin kan ku menemui mu walau pun tidak ada urusan penting, hanya untuk sekedar melihat keadaan mu saja allura, aku mohon agar aku bisa tenang " ucapan Aidan itu membuat allura terdiam
" Aku bisa menjaga diriku sendiri sekarang, aku tidak takut apapun bahkan jika aku harus mati aku akan menghadapi nya ! " allura masih bersikukuh dengan keputusan nya untuk tidak lagi berhubungan dengan Aidan
" Kau tidak takut mati ? Tapi aku yang takut jika kamu mati " Aidan manatap dalam mata allura,begitupun allura
" Pulanglah , aku lelah aku mau istirahat !" Allura melepaskan genggaman Aidan .
" Jika harus ada alasan untuk bertemu, bagaimana dengan alasan aku merindukan mu ? " Allura berhenti sebentar mendengar perkataan Aidan, lalu dia melanjutkan langkah nya.
" Jika tidak mau menjawab telepon ku setidak nya balas pesan ku agar aku tahu keadaan mu, kalau tidak kau balas aku akan menemui kamu seperti ini lagi " teriak Aidan namun allura mengacuhkan nya lagi
__ADS_1
allura pun masuk ke rumah nya dan menghela nafas panjang sebenar nya allura butuh seseorang untuk menemaninya menghadapi semua aral yang akan datang namun, allura takut kalau suatu hari Aidan akan meninggal kan nya juga dan dia harus merasakan lagi berat nya kehilangan,
jadi sebelum allura merasakan nyaman dan sayang yang dalam kepada Aidan, lebih baik begini saja hanya bertemu sesekali atau jika ada tujuan tertentu saja.
Aidan memutus kan untuk pulang, namun perasaan nya jadi sedih karena allura tidak mau lagi bertemu dengan nya, bahkan saat ingin menyalakan motornya Aidan merasa berat untuk pergi sesekali dia menoleh dan memandang ke arah rumah allura.
Dia sadar kalau rasanya bukan sekedar suka dan mengagumi tapi sudah naik ke level sayang dan jatuh cinta.
Allura pun masuk ke ruang kerja almarhum ayah nya, dia kembali menghubungi Riko menggunakan no ayah nya, tadinya allura mau menemui nya langsung tapi Riko menolak karena Riko menghawatirkan keselamatan allura karena dia bilang ada seseorang yang memata matai nya
seperti yang terjadi kepada pak Kevin itu bukan kecelakaan tapi di sengaja, Riko memberi tahu allura bahwa kemungkinan orang yang menyebabkan pak Kevin mengalami kecelakaan adalah orang yang terlibat dalam kejadian 2 tahun lalu,
Bahkan Riko meminta untuk sekarang jangan dulu melanjutkan penyelidikan karena akan sulit dan beresiko, allura pun menurut karena dia juga masih belum terlalu siap untuk menghadapi situasi yang berbahaya
allura masih perlu latihan menguatkan mental nya karena dia masih merasa takut dan merasa cemas saat dia mengingat pria yang mengaku sebagai paman nya itu, apa mungkin dia pelakunya karena saat dia mencium aroma parfumnya allura merasa seperti Dejavu
" Bagaimana jika benar dia paman ku dan dia juga pelakunya " benak allura, saat allura memikirkan hal itu badan nya kembali bergetar dan berkeringat dingin, namun kali ini dia bisa mengatasinya dengan cara menenangkan pikiran dan emosi yang telah Aidan ajarkan padanya dulu
Allura sudah merasa baikan dan sudah tenang lagi tapi dia baru ngeuh ibu nya tidak terlihat sejak tadi.
" kemana dia ?" Allura pun menelpon nya ternyata Tante Sarah sedang pergi ke acara keluarga nya, allura sebenarnya lebih dekat dengan keluarga dari ibunya namun karena mereka pindah ke luar kota jadi mereka jarang bertemu bahkan Tante Sarah bilang dia akan menginap
allura kesal karena Tante Sarah tidak mengajak nya namun Tante Sarah bilang kalau allura akan sibuk mulai besok, jadi dia tidak mengajak allura.
****
Keesokan harinya allura pergi ke kampus yayasan milik pak Kevin yang kini jadi milik nya, dengan pakaian yang nyentrik tak ayal sejak kedatangan nya allura sudah menjadi pusat perhatian, allura menjadi pemilik yayasan termuda saat ini,
di saat gadis seumurannya masih menjadi mahasiswa dia sudah jadi pemilik kampus nya.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan pimpinan, allura di goda oleh banyak cowok yang menganggap dirinya mahasiswi baru bahkan banyak cewek yang menatap julid padanya.
Kampus milik yayasan keluarga allura adalah kampus terbagus dan termahal di kota itu, bisa di sebut kampus nya para anak sultan. Bahkan sepupunya sekaligus musuh nya Zara berkuliah disana.
Allura di sambut dengan baik oleh kepala pimpinan dan para dosen di sana, semua terlihat menghormati allura meskipun usianya masih sangat muda, iyalah kalau tidak mereka akan langsung di depak dari sana.
Allura menempati ruangan yang awalnya milik ayah nya, tak ada yang di rubah semua di biarkan seperti apa adanya karena allura ingin mempertahan kan suasana yang ayah nya sukai.
Saat allura sedang melihat lihat isi ruangan kerja pertamanya tiba tiba Zara datang dengan melabrak pintu membuat nya terkejut.
" Hai " sapa allura tapi lebih mengarah ke mengejek
" Apa yang terjadi ? kenapa kau bisa di sini ?" Tanya Zara dengan muka kesal
" Kau tidak tahu kalau aku sudah jadi pemilik yayasan ini ? Sudah ku bilang aku selalu satu langkah eh mungkin lebih dari kamu !"
" kau bercanda ? Bahkan kau belum lulus kuliah kau ingin jadi pemilik yayasan ini ? Hahaha aneh !" Zara meledek allura
" Kuliah ? Aku ini jenius kau lupa ? semua ilmu yang di pelajari di bangku kuliahan sudah ada di otakku, tak seperti kamu yang BG makanya belajar yang bener dek !" Allura balik meledek Zara dengan keangkuhan nya
" Oh yah kita lihat nanti bagaimana kemampuan mu jenius ? Bahkan kau sendiri tidak bisa mengurus diri sendiri sekarang mau mengurus sebuah yayasan ? itu lucu ayah mu memang serakah seharusnya dia memberikan tugas ini pada orang yang pantas !!"
" Kenapa ayah ku serakah ? Ini semua miliknya hak dia dong mau di kasih ke siapa pun juga apalagi dia punya anak seperti ku sayang lah jika di kasih ke orang lain apalagi ayah mu yang tidak kompeten itu " mereka jadi saling menghina ayah mereka
" Jangan sok kamu, kamu hanya gadis pejuang depresi yang kotor " sarkas Zara dengan senyuman licik nya membuat allura marah karena dia menyinggung tentang masa lalu nya
" Lalu ? Itu tidak akan merubah apapun, aku akan tetap menjadi pemilik yayasan ini, dan tetap menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan yang ayah mu pimpin, jadi kamu jangan iri aku terlalu berbeda dengan mu !" Angkuh allura membuat Zara kepanasan, karena dia belum mempunyai apapun walau pun ayah nya memiliki posisi penting juga
" Kenapa kau menatap ku seperti itu ? " ujar allura melihat Zara sedang melototi nya
" silah kan pergi ! Mahasiswa di larang masuk ke ruangan ini! " allura membuka kan pintu agar Zara pergi dari hadapan nya,
__ADS_1
Zara yang sudah kehabisan kata untuk menghina allura segera melangkah keluar dengan langkah kasar namun saat berpapasan dia melirik sinis kepada allura dan pergi dengan perasaan kesal dan kepanasan.